Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Sudah saling memaafkan.


__ADS_3

Mama Vina pun menyuruh istri Edgar membawa Lala masuk ke dalam kamar, karena dia tidak ingin Lala mendengar perdebatan mereka.


"saya benar benar minta maaf om, kak, waktu itu saya benar benar tidak tau kalau Eleya hamil."tutur Dika.


Lalu Dika pun menceritakan kesalahpahaman nya pada Eleya waktu itu. Sementara Edgar sudah sangat geram dan merasa perbuatan Dika hal yang dia sengaja."kalau sudah berani berbuat, berati kau juga harus berani bertanggung jawab, tapi kau malah pergi dan Eleya yang menanggung beban sendirian."ucap Edgar.


Eleya hanya diam dan membiarkan kakaknya memaki Dika."apa pun yang ingin kakak lakukan pada ku, aku siap menerimanya, karena bagiku, hukuman yang ku terima tetap saja tidak sebanding dengan apa yang di rasakan oleh Eleya selama enam tahun."jawab Dika.


Dika mengangkat kedua tangannya."kalau om dan kak Edgar ingin melaporkan saya ke polisi pun, saya siap om, asalkan saya juga bisa merasakan sakit yang sama dengan Eleya."sambung Dika.


Eleya hanya tertunduk dengan satu tangan menyangga kepalanya sambil menangis, hingga papa Darwin menjawab permintaan dari Dika.


"kalau pun kami menghukum mu, semuanya juga tidak akan kembali seperti semula."ucap papa Darwin.

__ADS_1


Edgar langsung menoleh ke arah papa Darwin."papa jangan lupa, dia yang sudah menghancurkan masa depan Eleya, dan ini tidak akan terjadi kalau dulu dia bertanggung jawab."ucap Edgar dengan rahang mengeras.


Papa Darwin pun menepuk bahu Edgar."apa yang akan kita jawab kalau anak mereka bertanya kenapa papa nya di penjara?"tanya papa Darwin pada Edgar.


"mama setuju dengan pendapat papa, Edgar mama tidak ingin lagi jauh dari Eleya, mama ingin keluarga kita seperti dulu lagi."ucap mama Vina.


Lalu mama Vina merangkul tubuh putri bungsu nya."mama minta maaf ya sayang, mama tidak bisa membayangkan bagaimana nasib mu saat berjuang untuk hidup, sendirian, dan melahirkan anak mu juga sendirian."ucap mama Vina.


Ibu dan anak itu pun saling terisak dengan saling memeluk. Lalu Eleya melonggarkan pelukannya."itu adalah hukuman untuk ku ma, karena aku keluarga kita seperti ini, dan maksud kedatangan kami kesini, karena kami ingin minta restu dari papa dan mama."ucap Eleya.


Begitu sampai di bawah, Lala langsung berlari ke arah Dika yang duduk di sebelah papa Darwin."papa Lala mau pulang pa."rengek Lala.


"sebentar lagi ya sayang."jawab Dika. Semenjak dia tau Dika adalah papanya, Lala sangat lengket dan seperti tidak mau jauh dari Dika.

__ADS_1


"Lala, ayo salim dulu pada oma dan opa."pinta Eleya.


"ayo sekarang Lala dengar apa kata mama."ucap Dika dan Lala pun mengulurkan tangannya pada papa Darwin dan mama Vina.


"siapa nama cucu oma ini?"tanya mama Vina.


"Lala oma."jawab Lala.


"ayo sekarang Lala salim pada om Edgar dan tante Syila."pinta Eleya.


Dengan wajah takut, Lala mengulurkan tangannya pada Edgar, yang di sambut senyum oleh Edgar dan Syila.


"Syila Amir mana?dari tadi mama tidak melihat nya?"tanya mama Vina.

__ADS_1


"Amir katanya tidak mau turun, dia sedang


__ADS_2