
πHAPPY READINGπ
Arsyila kembali akan membuka lembaran sebelumnya, namun.. niatnya itu tertunda saat ia mendengar suara pintu dibuka dari luar. Arsyila terperanjat kaget sehingga buku yang dipegangnya pun jatuh karena saking kagetnya. Arsyila dengan cepat langsung menendang buku tersebut hingga masuk kedalam kolong tempat tidur.
Beberapa saat kemudian, Pintu pun terbuka lebar. Dan.. Muncullah dua orang sosok lelaki dari balik pintu. Lelaki itu adalah Raihan dan seseorang yang tidak ia kenal. Mereka berdua melihat Arsyila dengan tatapan sinis. Arsyila tersentak, ia baru sadar bahwa saat itu dia tidak memakai hijabnya sedangkan dihadapannya kini ada lelaki yang bukan Mahramnya. Arsyila langsung bergegas mengambil kerudungnya lalu memakainya.
"Arsyila.. Arsyila.. Tidak perlu kau repot-repot menutupi aurat kau itu, karena percuma.. Randi sudah melihatnya saat kau tidur tadi dan bahkan.. Lebih dari itu dia sudah lihat.." Ucap Raihan dengan menyunggingkan senyum getirnya.
Arsyila yang baru saja merapikan hijabnya langsung saja terbelalak kaget mendengar penuturan dari Raihan tersebut. Tubuhnya bergetar hebat, terlepas benar atau tidak apa yang dikatakan Raihan itu, membuat Arsyila tidak bisa membayangkan jika itu memang benar adanya. Siapa lelaki bersama Raihan itu? Mengapa Raihan mengatakan bahwa ia sudah melihat Arsyila saat dia sedang tidur tadi, apa jangan-jangan.. Arsyila menepis semua pikiran buruk tentang itu semua, Arsyila menyakini dirinya bahwa Raihan sedang menakut-nakutinya saja. Namun demikin Arsyila tetap menanyai hal itu kepada Raihan.
"Apa maksud bang Raihan??" Tanya Arsyila dengan wajah yang telah memucat.
Raihan dan Randi kini sudah duduk di sebuah sofa yang ada didalam kamar hotel tersebut. Randi terlihat senyum-senyum dengan pandangan tidak lepas dari Arsyila sedangkan Raihan sibuk dengan ponselnya, tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Arsyila.
Arsyila masih berdiri mematung disana. Ia menunggu penjelasan dari Raihan atas ucapannya tadi. Tapi, lelaki itu tidak kunjung mengeluarkan suara.
"Kenapa berdiri disitu saja manis?? Mari gabung dengan kami disini.." Ajak Randi tiba-tiba seraya melambaikan tangannya ke Arsyila dan juga dengan melemparkan tatapan genitnya kearah Arsyila sehingga membuat wanita itu langsung membuang mukanya.
"Jangan sok jual mahal kamu Arsyila, padahal aku tau.. Kamu pasti ingin disentuh lelaki bukan? Ini.. Aku bawakan teman aku untuk menemani kamu.." Kata Raihan yang membuat ekspresi wajah Arsyila langsung berubah menjadi marah.
"Sayang sekali cewek secantik ini tidak pernah kamu sentuh Raihan, malahan kamu abaikan begitu saja. Lihat lah wajah cantik yang begitu menggemaskan itu, Hahahaha..." Ujar Randi lalu tertawa terkekeh.
"Ambil saja untuk kamu, Aku sama sekali tidak berselera" Lirih Raihan.
Kuping Arsyila seakan panas mendengar ucapan dari kedua lelaki yang ada didepannya saat ini. Raihan sungguh keterlaluan, begitu teganya ia merendahkan Arsyila seperti itu. Raihan malah menawarkan dirinya ke temannya tersebut. Teman Raihan yang bernama Randi itu sedari tadi memandang Arsyila dengan pandangan penuh nafsu. Arsyila merasa takut jika ia benar-benar melakukan apa yang Raihan suruh.
__ADS_1
Randi lalu berjalan mendekati Arsyila. Arsyila semakin panik, takut dan kemudian menjauh dari sana. Namun, Randi yang sudah berada didepan Arsyila lantas saja langsung memegang tangan wanita itu. Arsyila memberontak, berusaha melepaskan tangan Randi dari pegangannya.
"Lepaskan tangan aku!!" Ucap Arsyila dengan marah. Randi memegang tangan Arsyila dengan begitu kuatnya, hingga Arsyila begitu kesulitan untuk melepaskan tangannya dari cengkeraman Randi, padahal ia sudah mengumpulkan tenaganya untuk memberontak namun kekuatannya kalah telak dengan kekuatan lelaki kekar tersebut.
"Ayolah sayang.. Kamu jangan galak-galak.." Ucapnya masih memegang erat kedua tangan Arsyila.
Arsyila melihat kearah Raihan dengan wajah memelas, seakan meminta belas kasihan dan pertolongan dari suaminya itu. Namun, Raihan sama sekali tidak mengindahkan wajah memelas dari Arsyila. Ia melihat Arsyila dengan pandangan tajam dan tersenyum tipis.
Randi semakin liar, kini tangannya malah bergerak ke pinggang Arsyila. Randi mendekatkan badannya ke Arsyila, hendak mencium wanita itu. Dengan sekuat tenaga Arsyila mengelak dan mendorong wajah Randi agar menjauh dari wajahnya.
"Awas.. Kamu mau ngapain??? Menjauh dari saya, jangan macam-macam kamu..." Teriak Arsyila dengan terus berusaha menghindar dari kebringasan Randi yang hendak menciumnya.
Dalam keadaan darurat seperti itu dan demi menjaga kehormatan dirinya, Arsyila lalu menendang kuat Randi dengan kakinya sehingga mengenai bagian paha lelaki itu. Randi langsung meringis kesakitan atas serangan tak terduga dari Arsyila tersebut. Ia terlihat marah dan tidak terima atas tendangan Arsyila tersebut, maka dari itu ia berniat akan melayangkan tangannya kearah wajah Arsyila.
"Sudah, cukup Randi..!! kamu lepaskan dia!" Perintah Raihan akhirnya sehingga membuat Randi tidak jadi melayangkan sebuah pukulan ke wajah Arsyila.
"Dasar sok suci..!!" Gerutu Randi masih kesal karena gagal melakukan aksi kotornya itu.
Arsyila berjalan mundur, menjauh dari Randi. Meskipun ia sedikit lega karena bisa lepas dari cengkeraman Randi, namun tidak dipungkiri Arsyila kini masih sangat merasa takut, belum lagi ia harus mengatur helaan nafasnya yang masih naik turun dan jantung yang berdetak dengan kencangnya.
"Sudahlah Arsyila, kamu jangan melakukan perlawanan lagi. Kamu harus nurut apapun kemauan aku, seperti isi dari surat perjanjian kita kemarin. Apa kamu lupa ha? kan kamu sendiri yang menandatanganinya?" Kata Raihan yang mengingatkan Arsyila dengan surat perjanjian waktu itu.
"Aku mau.. Kamu pasrah saja dengan apa yang akan diperbuat Randi terhadap kamu.Jangan ada perlawanan, jangan memberontak!!" Lanjut Raihan lagi dengan suara yang tegas.
Arsyila melototkan matanya tanda tidak setuju dengan perkataan Raihan barusan. Mana mungkin dia membiarkan dirinya dilecehkan begitu saja dengan lelaki itu. Kali ini Raihan benar-benar keterlaluan bagi Arsyila, hati Arsyila sungguh terluka.
__ADS_1
"Memang benar aku sudah menandatangani surat itu, tapi.. Tidak semua hal juga harus aku turuti Raihan. Apalagi.. " Arsyila seakan tidak sanggup lagi melanjutkan perkataannya. Sungguh perih hatinya saat ini, belum lagi ia berusaha menahan butiran air mata yang sudah tergenang dipelupuk matanya.
"Kamu sungguh jahat Raihan, Kamu kejam!!" Desis Arsyila akhirnya dengan suara yang tertahan. Ia seakan tidak sanggup berkata-kata lagi sedangkan Raihan dan Randi terlihat tersenyum penuh kemenangan.
"Ya sudah kalau gitu, jangan salahkan aku.. Jika teman aku yang ganteng ini.. Akan bertindak keras ke kamu Arsyila. Sekarang kamu tinggal pilih saja, pasrah menuruti kemauan dia atau kalau tidak.. siap-siap saja kamu akan disiksa dulu.." Ucap Raihan memberikan pilihan ke Arsyila.
"Lebih baik aku mati dari pada menuruti kemauan keji kalian berdua itu.." Kata Arsyila dengan suara parau. Tanpa terasa air mata pun mengalir dipipinya.
"Oke. Itu pilihan kamu, Arsyila. Dan.. Silahkan Randi, kamu lakukan apa saja yang kamu mau.." Suruh Raihan dengan melirik ke Randi. Setelah itu, Raihanpun kemudian pergi dari sana meninggalkan Randi dan Arsyila didalam kamar tersebut.
Sepeninggalan Raihan, Randi yang sejak tadi tidak lepas memandang Arsyila dengan tatapan penuh nafsunya, langsung saja berniat kembali mengulangi aksinya kotornya itu. Ia berjalan perlahan-lahan mendekati Arsyila. Didekati seperti itu, membuat Arsyila menjauhikan diri dari Randi. Meskipun saat ini Arsyila merasa sangat takut, namun.. Dia berusaha untuk mempertahankan dirinya. Ia tidak akan membiarkan lelaki brengsek dihadapannya saat ini untuk menyentuhnya lagi. Arsyila tidak akan membiarkan hal itu terjadi..
.
.
.
Bersambung...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE DAN KOMEN YA..
TERIMAKASIH..ππππ»ππ»
.
__ADS_1
.