Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
ARSYILA PERDARAHAN?


__ADS_3

Sesampainya didepan kamar Arsyila, Ardan mengetuk pintu kamar Arsyila seraya memanggil kakaknya. Namun, tidak ada jawaban yang membuat mereka berdua semakin risau.


"Sudah masuk aja, Ardan. Coba dibuka, mana tau gak dikunci" kata Hasbi memberi saran. Dan ternyata benar, pintu kamar Arsyila memang tidak terkunci. Lalu merekapun masuk kedalam kamar dan ketika itu pula mereka melihat Arsyila sudah terletak tak sadarkan diri dilantai kamarnya.


"Kak Arsyi...??" teriak Ardan. Ardan dan Hasbi langsung berlari ketempat Arsyila jatuh pingsan. Ardan mengangkat tubuh kakaknya dan meletakkan dipahanya.


"Kak Arsy, bangun kak.. Kakak kenapa??" lirih Ardan dengan sedih, ia melihat wajah Arsyila yang sudah begitu pucat dan juga merasakan badannya yang terasa sangat panas.


"Ardan, kita bawa Kakak mu ke Rumah sakit sekarang." kata Hasbi lalu menolong Ardan mengangkat tubuh Arsyila.


Namun, bersamaan dengan itu pula, terdengar langkah kaki yang terburu - buru kearah kamar Arsyila. Ardan dan Hasbi menoleh serentak kearah pintu dan mendapati Raihan yang sudah muncul dan berdiri didepan pintu.


"Kalian, ngapain ada disini? Dan.. Arsyila, kenapa??" tanya Raihan yang langsung saja berjalan mendekati mereka.


"Berhenti disitu Raihan!!" Bentak Hasbi dengan tatapan marahnya kearah Raihan. Mendengar bentakan itu membuat Raihan berhenti dan diam ditempat.


"Kau apa kan lagi Arsyila, ha? Kau memang tidak akan pernah berubah Raihan, benar firasat aku selama ini bahwa kau tidak benar - benar tulus dengan Arsyila. Kau hanya bisa menyakitinya saja, Raihan." Lanjut Hasbi lagi setengah berteriak.


"Kalian jangan salah paham dulu, aku bisa jelaskan. Arsyila sebenarnya..."


"Kami gak butuh penjelasan apapun dari kau Raihan." Hasbi memotong perkataan Raihan dengan menahan kegeramannya terhadap Raihan.


"Sudah bang Hasbi, bukan saatnya berdebat dengan orang jahat ini. Lebih baik kita bawa kak Arsyila kerumah sakit sekarang juga." kata Ardan yang berusaha menengahi emosi Hasbi yang sepertinya akan meledak terhadap Raihan.


"Biar saya saja yang bawa Arsyila kerumah sakit." kata Raihan yang kini sudah kembali berjalan mendekati Arsyila dan saat itu pula ia hendak menyentuh tubuh Arsyila Namun buru - buru ditepis oleh Hasbi dengan tatapan tajam.


Karena tidak ingin memancing amarahnya Hasby lagi, akhirnya Raihanpun pasrah melihat istrinya digendong oleh Ardan dan dibantu juga oleh Hasby menuju kebawah.

__ADS_1


Saat mereka menuruni tangga, bik Ani yang ada dibawah terlihat kaget menyaksikan Arsyila digotong seperti itu.


"Non Arysila, kenapa? Dan itu.. Kok berdarah.." kata Bik Ani seraya menunjuk kearah bagian kaki Arsyila yang ternyata sudah mengalir darah segar disana. Mereka semuapun melihat kearah tunjukkan bik Ani.


Meskipun dibenak mereka timbul pertanyaan besar tentang darah itu bersumber dari mana, namun mereka tidak begitu menggubrisnya dan langsung saja bergegas menuju ke mobil untuk segera membawa Arsyila ke rumah sakit.


Setelah Ardan memasukkan Arsyila kedalam mobilnya Hasbi, lalu dengan gerak cepat Hasbi langsung mengarahkan mobilnya kerumah sakit terdekat dari tempat mereka. Sedangkan Raihan, mengikuti mereka dari belakang dengan menggunakan mobilnya juga.


Beberapa menit kemudian, merekapun sampai dirumah sakit. Arsyila langsung dibawa ke ruang IGD. Dokter dan perawat yang stay disana langsung memeriksa keaadan Arsyila, memasang infus dan lain sebagainya. Dan Raihan yang juga sudah ada diruang IGD tampak sedang menelpon. Ia menelpon Dokter Aldi, kebetulan rumah sakit ini adalah tempat dokter pribadinya itu bertugas.


Raihan menyuruh dokter Aldi untuk datang ke IGD. Dokter Aldi mengiyakan dan tidak berapa lama pun dia datang ke IGD.


"Kenapa Raihan?" Dokter Aldi datang dan bertanya kepada Raihan.


"Tolong tangani istri saya, Aldi. Dia pingsan lagi." jawab Raihan dengan wajah yang panik.


Beberapa saat kemudian, Dokter Aldi keluar dengan wajah panik. Ia tampak melepaskan kaca matanya lalu memanggil Raihan


"Raihan..." panggil Dokter Aldi yang baru keluar dari tempat Arsyila yang tertutup oleh tirai putih. Mendengar namanya dipanggil, Raihan bergegas kesana. Hasbi dan Ardan pun melakukan hal yang sama.


"Kenapa dok, bagaimana dengan istri saya? Arsyila baik - baik saja kan Dok?" tanya Raihan dengan raut kecemasan pada wajahnya.


"Arsyila.. Dia mengalami perdarahan, ia tengah hamil Raihan." ucap Dokter Aldi dengan wajah yang serius. Raihan langsung tersentak kaget mendengar penuturan Dokter Aldi barusan. Begitu juga dengan Ardan dan Hasbi yang langsung saling pandang dengan tatapan penuh keterkejutan juga dari mereka berdua.


####


"Nih, bayaran yang sudah saya janji kan kemarin untuk bapak." Ucap seorang lelaki berpostur tinggi dengan wajah yang tampan, ia mengulurkan amplop berisi sejumlah uang kepada lelaki paruh baya tersebut. Lelaki itu langsung menerima uang dengan tangan yang bergetar, karena bagi dirinya yang kalangan bawah belum pernah menerima uang sebanyak itu. Apalagi saat ini dia sangat membutuhkan uang itu untuk pengobatan anaknya yang tengah sakit berat. Karena itulah ia menerima sebuah penawaran dari lelaki dihadapannya ini untuk melakukan sesuatu hal yang memang ia akui bahwa itu adalah sesuatu yang salah. Tapi, keaadanlah yang mendesak dirinya sehingga mau melakukan sebuah kesalahan tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih, terimakasih banyak.." Ucap si bapak dengan tersenyum hangat.


"Saya yang seharusnya berterima kasih dengan Bapak karena sudah mau membantu saya melakukan apa yang saya suruh." tuturnya lagi dengan tersenyum puas.


"Dan saya harap, bapak bisa menjaga rahasia ini rapat - rapat. Jangan sampai ada satu orang pun yang tahu. oke?" tekan Lelaki itu kemudian.


"Iya, saya akan merahasiakannya. Saya tidak akan membocorkan kepada siapapun. Kamu jangan khawatir." jawab si bapak tua.


Setelah itu, si lelaki pun pamit pergi meninggalkan bapak tua tersebut. Dan si bapak berseragam itu kembali masuk kedalam pos tempat ia tugas di sebuah sekolah.


Sedangkan lelaki tampan tadi masuk kedalam sebuah mobil miliknya dengan senyuman lebar yang sudah menghiasi wajahnya, ia terlihat seakan puas dengan rencana yang ia susun itu telah berhasil membuat hubungan Raihan dan juga Arsyila retak bahkan terancam akan bercerai.


"Kau Rasakan akibatnya sekarang Raihan, atas perlakuan kau yang semena - mena terhadap aku dulu itu. Sampai kapan pun kau tidak akan bisa memiliki Arsyila.." Gumamnya dengan tersenyum getir.


Setelah itu, ia pun menjalankan mobilnya menyelusuri jalanan yang lumayan padat pada siang hari itu..


####


Bersambung...


SEMAKIN PENASARAN DENGAN CERITANYA, KAN?


MAKANYA, TETAP SETIA MENUNGGU KELANJUTANNYA YA. TERIMAKASIH..


"JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA"


.

__ADS_1


.


__ADS_2