
FLASHBACK...
Beberapa minggu yang lalu...
Subuh itu Raina terbangun saat mendengar suara bising - bising dari luar kamarnya dan setelah itu ia mendengar pintu depan rumahnya terbuka. Lantas saja Raina langsung mengintip dari balik jendela kamarnya yang kebetulan langsung menghadap kepintu luar. Ketika itu pula Ia melihat Abangnya yang tengah menyeret Arsyila dengan kasar menuju ketempat parkiran mobil. Dan kemudian memaksa Arsyila untuk masuk kedalam mobilnya. Beberapa saat kemudian, mobil Raihan melaju dengan kencang meninggalkan rumahnya.
Raina melihat kepergian abangnya dengan bingung dan bertanya - tanya.
"Bang Raihan mau bawa kak Arsyila kemana subuh - subuh ini?" batin Raina. Tapi, Raina yang tidak ingin ambil pusing dan mencampuri urusan abangnya itu lantas kembali membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
Keesokan paginya, Raina terbangun saat deringan hp terdengar nyaring di telinganya. Dengan mata yang masih mengantuk, Raina memaksakan diri untuk berjalan dan mengambil hp yang terletak jauh dari gapaiannya.
"Halo? Iya, sayang... Ada apa telpon pagi - pagi? Masih ngantuk banget nih," ucap Raina setelah tahu siapa yang menelponnya.
"Pagi - pagi?? Ini sudah mau jam 11 Lo sayang.." ucap seorang lelaki diseberang sana. Seketika itu pula Raina langsung melebarkan matanya dan melihat jam dinding di kamar nya yang sudah menunjukkan pukul 11 siang.
"Ya Ampuunn.." desis Raina sembari memukul pelan keningnya.
__ADS_1
"Raina, kamu tahu tidak? Abang kamu Raihan bersama istrinya ada disini, dikota tempat aku tinggal." kata Randi yang memberitahu Raina.
"Oh Ya? pantasan subuh tadi aku lihat dia keluar dari rumah dan.. ternyata ketempat kamu? Ngapain bang Raihan tiba - tiba ada disana?" Tanya Raina yang masih tidak menyangka abangnya berangkat ketempat Randi tinggal.
"Hhhmmm Raina, kamu tau tidak kalau Abang kamu mau menyuruh aku melakukan sesuatu ke kakak ipar kamu itu." Jawab Randi.
"Melakukan apa emangnya? Aku gak tahu" tanya Raina dengan penuh penasaran. Dan Randi langsung saja menceritakan semuanya ke Raina.
💦💦💦💦
"Apaa??? Tunggu dulu Raihan, Kamu gak sedang mabuk kan? kamu sadar dengan apa yang kamu bilang ini? Aku.. Kamu suruh tidur disamping istri kamu sendiri?? Kamu gak cemburu emangnya?" Kata Randi dengan tertawa kecil. Ia merasa sangat aneh Raihan yang tiba - tiba datang dan menyuruhnya untuk ke hotel mewah ini lalu tidur disamping wanita cantik yang sejak tadi tertidur lelap akibat diberi obat tidur oleh Raihan.
"Ooo... Aku pikir tadi disuruh meniduri wanita cantik ini. Aku gak bakalan nolak lah, hahahahah..." kata Randi lalu tertawa terbahak - bahak. Namun, tawa Randi berhenti sejenak saat Raihan menatapnya dengan pandangan tidak senang.
"Maaf... Maaf.... Raihan, aku cuman bercanda. Biasa aja mata kamu itu, jangan melotot gitu." kata Randi yang merasa sedikit takut melihat cara pandang Raihan terhadapnya.
"Tapi untuk apa kalau boleh aku tahu Raihan?" tanya Randi dengan wajah yang serius.
__ADS_1
"Aku mau memvideokan kalian berdua seolah - oleh kalian sudah tidur bareng. Aku mau membuat nama baik wanita ini tercoreng. Biar orang - orang tahu bahwa dia bukan wanita baik - baik seperti yang mereka pikirkan." jelas Raihan dengan senyum getirnya.
"Tunggu... Tunggu... maksudnya bagaimana? Kenapa kamu tega melakukan itu, dia kan istri kamu. Dan..."
"Sudah, Jangan bawel kamu Randi. Kerjakan saja apa yang aku suruh, jangan banyak tanya lagi." kata Raihan.
"Yang jelas, video ini suatu saat nantik akan aku sebarkan. Aku ingin menghancurkan nama baik dia, biar semua orang menganggap kalau dia wanita munafik dan tukang selingkuh." tutur Raihan dan kemudian kembali meneguk minuman yang sama berulang - ulang kali. Dan tanpa Raihan sadari bahwa perkatannya yang terakhir tadi malah direkam Randi melalui handphonenya.
Setelah itu, Randipun melakukan apa yang disuruh Raihan. Ia membuka bajunya dan berbaring disamping Arsyila. Meskipun tanpa menyentuh wanita itu, tapi dengan posisi mereka seperti itu sudah cukup membuat orang yang melihatnya akan salah paham. Lalu Raihanpun memfoto dan memvideokannya.
Beberapa saat kemudian...
"Sudah, Kamu silahkan pergi. Tinggalkan kami berdua." kata Raihan dengan mendorong tubuh Randi yang tengah memakai bajunya kembali. Raihan yang saat itu sudah mabuk karena kebanyakan minum kini mulai merasakan tubuhnya gerah dan kemudian melepas bajunya satu persatu. Dan Raihan juga merayau tidak jelas sambil mengarahkan pandangannya kearah Istrinya yang masih tertidur lelap itu.
"Arsyila... Arsyila.... Kau rasakan sekarang, sebentar lagi kau akan merasakan akibat dari perbuatan Ayah kau ituu.. Aku... Aku... Akan mempermalukan kamu sebagaimana Ayahmu yang mempermalukan Ibu aku..." Kata Raihan dengan menunjuk - nunjuk Arsyila yang masih tertidur lelap. Tubuh lelaki itu kini sudah sempoyongan, ia perlahan - lahan mulai mendekati Arsyila. Saat sudah disampingnya, Raihan menyentuh Arsyila dari bagian wajah sampai kebawah. Randi yang masih disana hanya bisa menyaksikan dengan diam tanpa berani mencegahnya. Karena dalam pikirannya wanita itu adalah istri sahnya dan tidak seharusnya juga ia mencegah Raihan untuk berbuat sesuatu ke istrinya sendiri.
"Wanita sok suci, hari ini kau tidak akan suci lagi." ucap Raihan lagi dengan suara yang lantang. Mata Randi terbelalak kaget mendengar ucapan Raihan yang mabuk itu. Randi hanya mengira - ngira didalam hatinya, apakah Arsyila benar masih suci dan sama sekali belum pernah disnetuh oleh Raihan? Entahlah Randi tidak tahu jawabannya, Yang jelas Randi melihat Raihan yang semakin liar menyentuh setiap inchi tubuh Arsyila.
__ADS_1
Randi yakin Raihan tidak sadar melakukan itu, ia dalam pengaruh alkohol. Randi yang merasa tidak pantas melihat kejadian yang selanjutnya, lalu memilih untuk pergi dari sana. Meninggalkan Raihan yang sedang mabuk berat bergelut dengan istrinya sendiri.
💦💦💦💦