
Keesokan harinya...
Pagi itu, Hasby membawa mobilnya menuju ke kantor Raihan. Lelaki itu ingin bertemu langsung dengan Raihan untuk membuat perhitungan terkait atas keputusan Arsyila yang tidak jadi berpisah dengan Raihan.
Yah, Hasby sudah dengar kabar yang menyebalkan itu dari Ardan. Kemarin siang Ardan datang kerumahnya dan memberitahu hal tersebut. Tentu saja Hasby merasa tidak terima dengan keputusan Arsyila yang mendadak itu. Hasby yakin Arsyila sudah terpengaruh oleh mulut manis Raihan yang membujuknya sehingga membuat Arsyila secepat itu berubah pikiran. Padahal Hasby sudah berharap sekali Arsyila pisah dari Raihan. Karena Hasby yang sudah lama memiliki rasa cinta terhadap Arsyila dan berencana setelah wanita itu bercerai, ia akan mengutarakan perasaannya tersebut bahkan saat itu juga akan langsung melamarnya.
Tapi, semua harapannya itu seolah sirna setelah ia tahu bahwa Arsyila malah ingin mempertahankan pernikahannya dengan Raihan cuman karena dalih janji - janji yang diucapkan oleh lelaki itu kepadanya.
"Hasby, aku mohon kamu tenang dulu ya. Jangan terbawa emosi seperti ini. Aku sudah memikirkan ini matang-matang, hati aku sudah mantap dan yakin untuk memberikan kesempatan ke Raihan agar menjadi suami yang baik untuk aku. Yang penting dia sudah mengakui kesalahannya dan menyesalinya juga dan tentu saja dia tidak akan lagi mengulangi segala perbuatan buruknya dulu itu kepada aku" Jelas Arsyila saat Hasby bertemu langsung dengan wanita itu pada sore harinya.
"Arsyila, aku benar-benar heran sama kamu. Setelah apa yang dibuat lelaki brengsek itu ke kamu dan keluarga kamu, dan kamu masih mau mempertahankan pernikahan kamu ini? Walaupun dia bilang sudah menyesal dan ingin berubah, Tetap saja Arsyila.. Kamu tidak selayaknya kembali lagi dengan dia. Dia tidak pantas untuk kamu, Arsyila." Kata Hasby dengan nada kesal.
"Maaf Hasby, mungkin keputusan aku ini membuat kamu kecewa..."
"Jelas aku kecewa, Arsyila..!! Sangat-sangat kecewa malahan." Potong Hasby dengan gusar.
Arsyila terdiam, ia hanya mampu menundukkan wajahnya. Karena ia tahu konsekuensi yang akan dia terima atas keputusannya ini. Hubungannya dengan Ardan juga Sahabatnya lah yang jadi taruhannya. Tapi, Arsyila tidak akan merubah keputusannya ini karena dia yakin Raihan pasti bisa menjadi suami yang baik untuk dirinya. Perihal bagaimana nantik dia dengan Adik dan sahabatnya, Arsyila juga yakin dengan berjalannya waktu mereka pasti akan menerima keputusannya ini. Cepat atau lambat.
Setelah mengatakan hal itu, Dengan kesal Hasby lalu pergi dari rumah Arsyila. Karena percuma saja ia berlama - lama disitu malah akan membuat Arsyila sakit hati karena amarahnya yang sudah ia tahan sejak tadi, rasanya ingin meledak. Namun, Hasby yakin. Ini sepenuhnya bukan salah Arsyila. Wanita itu hanya sudah termakan bujuk rayunya si Raihan. Maka saat itu ia berniat akan bertemu dengan Raihan langsung dan membicarakan hal ini kepadanya.
Sampai lah pada hari ini, pagi sebelum kekampus Hasby menyempatkan diri untuk kekantor Raihan. Hasby sejak awal memang sudah tahu dimana letak kantornya Raihan tersebut.
__ADS_1
Sesampainya dikantor Raihan, Hasby langsung saja masuk kedalam dan menanyai kepada salah satu karyawan mengenai bos mereka apakah sudah ada di tempat atau belum. Dan mereka mengatakan sudah ada lalu Hasby mintak diantarkan langsung keatas, yaitu keruang kerjanya Raihan.
Setelah sampai didepan pintu ruangan Raihan, dengan keyakinan tinggi Hasby langsung mengetuk pintu tersebut dengan keras.
"Iya, Masuk.." Ucap Raihan dari dalam ruangan. Tidak lengah, Hasby pun langsung bergegas masuk dengan langkah kaki yang tegap.
Raihan terkesima sesaat ketika melihat tamunya yang datang pagi ini. Tamu tak diundang itu masuk dengan pandangan sinis lalu berjalan mendekatinya dengan kedua tangannya yang sudah menggepal.
"Kamu.." Desis Raihan dengan wajah yang dingin. Sama hal dengan Hasby yang juga sudah melotot marah kearahnya.
"Ada perlu apa kamu kesini?" Tanya Raihan dengan ketus.
Namun, Hasby tidak langsung menjawabnya. Ia tiba-tiba saja memukul meja kerja Raihan dengan kuat. Sehingga membuat benda-benda yang ada diatas meja itu bergeser sampai ada yang jatuh kebawah saking kuatnya pukulan dari Hasby tersebut.
"Kamu memang gak punya sopan santun ya, masuk seenaknya keruangan saya tanpa permisi dan sekarang kamu malah memukul meja dan juga membentak saya." Kata Raihan merasa tidak senang dengan perlakuan dari Hasby tersebut.
"Jangan banyak cerita kamu Raihan, lebih baik kamu jujur saja. Ada rencana busuk apa lagi di otak mu itu ha? Sampai kamu berpura-pura baik dan berjanji segala macam kepada Arsyila agar ia mencabut gugatan cerainya itu. Kamu memang licik ya, tidak puas kamu sakiti Arsyila kemarin-kemarin dan sekarang ini kamu mau membuat Arsyila menjadi menderita lagi dengan tetap hidup berumah tangga dengan bajingan seperti kamu ini." Umpat Hasby yang sudah sangat marah dengan Raihan.
Raihan hampir emosi dibuatnya atas tuduhan yang diucapkan oleh Hasby tersebut. Namun, ia menahan dirinya untuk tidak terpancing emosi.
"Aku tidak lagi sebajingan yang ada dipikiran kotor mu itu." Ucap Raihan dengan geram.
__ADS_1
"Aku benar tulus ingin melanjutkan pernikahan aku dengan Arsyila." Lanjut Raihan lagi.
"Cih, omong kosong kamu, Raihan. Kamu pikir aku percaya begitu saja dengan omongan kamu itu. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bersama lagi. Cukup waktu itu aku membiarkan Arsyila terjebak dalam pernikahan kalian yang seperti neraka itu. Dan sekarang ini, aku gak akan biarkan Arsyila masuk ke lubang yang sama lagi." Jelas Hasby dengan berapi-api.
"Terserah kamu mau menilai aku seperti apa. Yang penting sekarang ini, Arsyila sudah mau menerima aku kembali. Jadi kamu bisa apa?" Kata Raihan dengan bangga yang membuat amarah Hasby tak terkontrolkan lagi hingga akhirnya sebuah pukulan kembali melayang ke wajahnya Raihan.
Raihan yang tidak sempat menghindar akhirnya pasrah menerima pukulan tiba-tiba dari Hasby tersebut dan membuat bibir bagian atasnya mengeluarkan darah segar.
Kendatipun demikian, sedikitpun Raihan tidak berniat untuk membalas pukulan dari Hasby.
"Aku tidak akan membiarkan Arsyila hidup bersama laki-laki seperti kau, Raihan." Gumam Hasby dan kemudian pergi meninggalkan Raihan yang diam terpaku diruangannya.
Hasbi keluar dari ruangan Raihan masih dengan ekspresi wajah yang marah. Ia berjalan menuju pintu lift dan kemudian menunggu pintu lift tersebut terbuka. Setelah pintu itu terbuka, Hasbi terperanjat kaget saat melihat seseorang yang ada didalamnya. Sama halnya dengan wanita yang ada didalam lift tersebut. Ia juga kaget melihat Hasby.
#
#
#
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Mohon Like dan Komentarnya ya, Terimakasih..