
Beberapa hari belakang ini Raihan seperti tidak memiliki semangat hidup lagi. Setiap hari ia selalu uring - uringan didalam kamar. Dan hari ini adalah hari ketiga ia tidak masuk kekantor. Sedangkan Papa mereka saat ini berada diluar kota sehingga ia sama sekali tidak tahu bahwa telah terjadi konflik besar didalam rumah tangga anaknya. Baik Raihan maupun Raina sengaja tidak memberitahu Papa mereka permasalahan ini karena mereka tidak mau mengganggu pekerjaan Papanya disana dan Raihan pun takut jika Papanya Tahu pasti akan marah besar terhadap dirinya. Maka Raihan mencari waktu yang tepat untuk memberitahu Papanya mengenai ini semua.
Pagi itu, Raina masuk kedalam kamar abangnya dengan membawa sarapan pagi. Karena Raina berpikir abangnya tidak masuk kerja beberapa hari ini karena lagi tidak enak badan.
"Bang, ini Raina bawakan sarapan. Dimakan ya?" ujar Raina seraya meletakkan mapan berisi makanan itu diatas meja Raihan.
Raihan yang tengah menonton TV sambil baring diatas tempat tidurnya, langsung saja menoleh sekilas kearah adiknya itu.
"Iya, makasih Raina." lirih Raihan dengan wajah yang datar. Kemudian Raina duduk disebelah Raihan, wanita cantik itu terlihat ingin mengatakan sesuatu kepada Raihan. Tapi, masih ragu - ragu. Antara iya atau tidak. Raihan yang menyadari itu lantas bertanya.
"Ada apa Raina?" tanya Raihan dengan penuh selidik. Ditanya seperti itu membuat Raina langsung gelagapan. Tingkah Raina tersebut membuat Raihan semakin merasa penasaran.
"Bang, Raina mau tanya. Apakah abang masih mencintai kak Arsyila dan berharap untuk kembali lagi bersamanya meskipun ia tengah mengandung anak lelaki lain?" tanya Raina dengan hati - hati. Pandangan Raihan yang sejak tadi tertuju ke televisi kini beralih sejenak ke Raina bahkan Raihan langsung saja mematikan TVnya. Ia sama sekali tidak tertarik lagi untuk menonton, karena pertanyaan dari Raina yang tiba - tiba ini sangat menarik perhatiannya.
"Iya, Raina. Abang masih sangat mencintai Arsyila. Dan berharap bisa kembali lagi dengannya. Tapi, semua seakan gelap. Tidak ada kata maaf lagi untuk abang darinya." jawab Raihan dengan suara yang lantang.
__ADS_1
"Tapi, Bang... Bagaimana dengan anak yang dikandung dia itu? Apa Abang gak mempermasalahkannya?" tanya Raina lagi.
"Raina, semua yang terjadi kepada Arsyila itu adalah akibat dari kesalahan abang sendiri. Kalau mengingat itu semua, rasanya abang gak bisa untuk memaafkan diri abang sendiri. Kejahatan demi kejahatan yang telah abang perbuatan dulunya ke dia itu sangatlah tidak adil. Dimana malah dia yang menanggung akibat dari rasa dendam kita ini. Yang padahal dia sama sekali tidak bersalah. Entahlah Raina, abang sungguh menyesal sampai hal yang terburuk pun terjadi padanya. Arsyila dihamili oleh lelaki brengsek si Randi itu." jelas Raihan dan kalimat terkahir yang ucapkan itu membiat rasa geram tersendiri dihatinya.
"Apa karena masalah ini yang membuat abang jadi uring - uringan dan jadi tidak semangat masuk kerja juga?" tanya Raina. Dan Raihanpun hanya menganggukkan kepalanya.
"Mau sampai kapan abang akan seperti ini? Mengapa abang gak mencoba untuk melupakan semuanya dan membuka lembaran baru lagi tanpa larut dalam penyesalan yang menurut Raina tidak ada gunanya." ujar Raina dengan memberi pendapat. Mendengar ucapan Raina barusan. membuat Raihan langsung menatap Raina dengan pandangan sinis.
"Raina, gak semudah itu bagi abang melupakan semua yang telah terjadi antara abang dan Arsyila. Kamu sedikitpun tidak prihatin ya, Abang pikir kamu sudah berubah dan mau sedikit saja bersikap baik dengan Arsyila. Tapi, ternyata dugaan abang salah. Kamu tetap saja tidak menyukainya meskipun sudah tahu bahwa Arsyila tidak bersalah." kata Raihan dengan kesal.
"Raina, mungkin sekarang Arsyila benci sama Abang. Tapi, tidak mengapa. Abang tetap bisa menerimanya karena abang sudah banyak meninggalkan luka dihatinya. Tapi, sedangkan kamu.. Apakah pernah Arsyila bersikap tidak baik sama kamu selama ini? Yang ada malahan kamu yang selalu semena - mena dengan Arsyila. Tapi, sekalipun Arsyila tidak pernah membalas kamu kan? Dan tetap berbuat baik sama kamu? Seharusnya kamu kasihan dengan nasib yang menimpa dia itu bukan malah mengompor - ngomporin abang untuk menjadi melupakan dia atau bahkan membencinya." jelas Raihan berapi - api dengan raut kemarahan sudah tergambar diwajahnya.
Raina langsung terdiam dengan wajah yang tegang. Karena apa yang diucapkan oleh Raihan barusan itu benar adanya. Sekalipun Arsyila tidak pernah bersikap dan berbuat yang tidak baik terhadap Raina malahan sebaliknya, Arsyila yang selalu perhatian dan peduli kepadanya. Walaupun rasa perhatian dan kepeduliannya itu tidak pernah sekalipun Raina hargai. Dan sekarang saat Arsyila berada dititik terpuruk, sedikitpun Raina tidak merasa simpati. Sudah begitu bekukah hatinya sampai sedikitpun tidak peduli dengan seseorang yang sama sekali tidak pernah berbuat salah dengan dirinya ? Dan bahkan Raina tega menyuruh abangnya untuk melupakan wanita tersebut setelah apa yang dibuat oleh abangnya waktu itu.
"Kalau kamu gak bisa memberi solusi yang baik lebih baik diam saja Raina, jangan ikut campur atau menghasut abang yang tidak - tidak. Sampai kapanpun abang akan tetap berjuang untuk mendapatkan hati Arsyila lagi. Meskipun sulit dan kamu anggap mustahil, tapi... biarlah waktu yang akan menjawabnya nantik." jelas Raihan dengan menghela nafas panjang.
__ADS_1
Raina masih diam. Kata - kata pembelaan dari Raihan barusan memang membuat ia berpikir keras. Berpikir tentang sesuatu kesalahan yang sudah terlanjur ia buat. Dan.. sesuatu itulah yang membuat hubungan rumah tangga abangnya sendiri menjadi berantakan dan terancam akan hancur sehancur - hancurnya. Raina menelan salivanya, dalam hati ia bertanya - tanya. Apakah perbuatannya kali ini sudah sangat keterlaluan? Haruskah ia mengakui semuanya sebelum ini semua benar - benar berakhir dengan yang lebih buruk lagi.
"Bang..." Raina memanggil abangnya dengan suara yang pelan.
"Hhmmm..." gumam Raihan tanpa memandang ke Raina.
"Raina mau mengakui sesuatu.." kata Raina.
"Apa itu?" tanya Raihan yang kini sudah mengalihkan pandangannya ke Adiknya itu.
"Sebuah Rahasia." Kata Raina lalu menundukkan wajahnya...
💦💦💦💦
BERSAMBUNG...
__ADS_1