Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
MENJEMPUT ARSYILA


__ADS_3

Hasby baru saja selesai menelpon Sindy. Ia menuduh Sindy lah yang sudah menyebar video Arsyila bersama lelaki lain itu. Karena jika bukan dia, siapa lagi? Pikir Hasbi. Sudah jelas - jelas waktu itu Sindy mengajak dirinya bekerja sama untuk menghancurkan hubungan Raihan dan Arsyila yang sudah mulai membaik. Tentu saja Hasbi tidak serta merta menerima ajakan kerja sama dari wanita itu, sebab rencana Sindy pasti lebih banyak malah akan merugikan Arsyila.


Hasby menolak mentah - mentah ajakan licik dari Sindy. Dan dengan kejadian video Arsyila yang tersebar ini membuat keyakinan dihati Hasby semakin besar bahwa Sindy lah yang sudah menyebar video itu. Namun, Wanita itu malah mengelak matian - matian bahwa bukan dia pelakunya. Malahan dia juga kaget dan bertanya - tanya siapa dalang dari semua itu. Hasbi terus - terusan memarahi Sindy dan menyuruhnya untuk mengakui, sampai akhirnya Sindy murka lalu mengakhiri panggilan mereka.


Setelah itu, Hasby yang sudah berada didalam mobil lalu membawa mobilnya menuju kerumah Arsyila. Ia ingin berjumpa dengan Ardan dan membicarakan perihal permasalahan yang lagi hangat ini.


Beberapa menit kemudian, Hasby sampai dirumah Ardan dan bersamaan itu pula ia melihat Ardan yang baru saja keluar dari rumahnya.


"Ardan..!!" Panggil Hasby setelah ia keluar dari mobil.


Ardan yang sedang mengunci pintu rumahnya langsung menoleh kebelakang ketika namanya dipanggil.


"Iya, Bang Hasbi. Ada apa?" tanya Ardan.


"Kamu mau kemana?" tanpa menjawab pertanyaan Ardan, Hasbi malah balik bertanya.


"Aku mau ketempat kak Arsyi," Sahut Ardan lalu menundukkan wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu dan Hasbi tahu apa itu.


"Kamu mau menanyai tentang video itu kan?" tebak Hasby yang membuat Ardan langsung mengangkat wajahnya.


"Bang Hasby, sudah tahu?" tanya Ardan.


"Ya, videonya sudah tersebar kemana - mana, Ardan. Orang yang mengenal kakakmu pasti saat ini sedang membicarakan hal itu, mereka pasti jadi berpikiran yang tidak - tidak tentang Arsyila. Padahal itu semua tidak seperti yang mereka pikirkan, kamu tau sendirikan seperti yang sudah kakak kamu ceritakan kepada kita bahwa itu hanya sebuah jebakan yang dilakukan oleh si brengsek Raihan itu." Jelas Hasby dengan raut kegeraman diwajahnya.


"Iya, aku tahu. Kak Arsy gak mungkin seperti itu. Tapi, yang jadi masalahnya sekarang kenapa video itu tersebar? Siapa yang sudah menyebarnya, bang?" tanya Ardan.


"Siapa lagi kalau bukan Raihan. Hanya dia yang menyimpan video itu." Sahut Hasbi langsung. Dalam hati Hasbi berharap bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuat Ardan kembali membenci Raihan, setelah kejadian ini membuat Ardan tidak lagi memberi kepercayaan untuk Arsyila kembali lagi dengan Raihan. Meskipun sebenarnya Hasby belum begitu yakin itu adalah perbuatan dari Raihan.


"Bang Hasbi yakin itu perbuatan Bang Raihan??" tanya Ardan lagi.


"Ya, sangat yakin." Jawab Hasbi.


"Brengsek..!!" Umpat Ardan.

__ADS_1


"Padahal aku sudah memberikan kesempatan untuk dia berubah. Tapi, teganya dia malah melakukan ini kepada kak Arsy. Aku gak akan tinggal diam. Aku harus buat perhitungan dengan dia!" Sambung Ardan lagi dengan emosi.


Bersamaan dengan itu pula, Hp Ardan berdering. Ia langsung saja mengambil hp dari dalam saku celananya dan seketika itu juga ia mendapati bahwa Arsyila yang menelpon.


"Ardan, jemput kakak sekarang. Kak Mohon..!!" Terdengar suara lemah Arsyila diseberang sana dengan diselingi suara isakan tangisnya. Mendengar itu, membuat Ardan dan Hasby langsung saling pandang dengan wajah yang tegang.


####


2 jam sebelumnya...


Fatimah kembali menelpon Arsyila dan kali ini teman satu tempat kerjanya itu ingin bertemu langsung dengan Arsyila, ada sesuatu yang penting katanya dan tidak bisa dikatakan lewat telpon.


Arsyila mengiyakan dan menyuruh Fatimah untuk datang kerumahnya. Tidak memakan waktu yang lama, akhirnya Fatimah datang. Karena Arsyila yang masih lemah belum bisa banyak bergerak maka ia menyuruh Bik Ani untuk membawa Fatimah kedalam kamarnya.


"Kamu sakit apa, Arsyila?" tanya Fatimah dengan rasa prihatin melihat keadaan Arsyila yang sangat lemah.


"Cuman demam biasa dan sakit kepala aja kok, Fatimah." jawab Arsyila yang memaksakan diri untuk tersneyum.


"Kamu sudah berobat kan?" tanya Fatimah lagi yang kini sudah duduk disamping Arsyila.


"Ohh, Syukurlah. Semoga saja kamu cepat sembuh ya." Kata Fatimah dengan penuh harap yang diaminkan langsung oleh Arsyila.


"Oya, kamu mau mengatakan hal penting apa Fatimah?" tanya Arsyila denpgan rasa penasaran yang tak terbendung lagi. Wajah Fatimah langsung berubah saat Arsyila bertanya.


"Arsyila, aku tahu siapa orang yang sudah menyebarkan foto dan video kamu itu." Ujar Fatimah dengan wajah yang serius.


"Dan.. Aku juga tau sebenarnya di video itu kamu sedang pingsan, kamu.. dijebak oleh suami kamu sendiri kan?" kata Fatimah yang membuat Arsyila langsung terperanjat kaget.


"K-kamu.. Tau dari mana tentang itu?" tanya Arsyila yang tadi berbaring namun kini sudah setengah duduk.


"Dari pak Burhan, Satpam disekolah. Dia yang ngasih tau aku kalau suami kamu sendiri yang menyebarkan video ke semua orang." ucap Fatimah.


"Apa? Apa buktinya jika memang suami aku yang melakukan itu?" tanya Arsyila yang benar - benar kaget mendengar ini semua.

__ADS_1


"Ini, Kamu dengar sendiri rekaman yang dikirim pak Burhan. Didalam rekaman itu, suami kamu berkata akan menyebarkan video kamu dengan laki - laki lain itu untuk menghancurkan nama baik kamu, biar semua orang menganggap kamu wanita munafik. Lebih baik kamu dengar sendiri lah.." kata Fatimah lalu membuka pesan suara dari hpnya. Arsyila memasang pendengarannya baik - baik dan memastikan bahwa suara itu bukanlah suaranya Raihan. Tapi.. Ternyata, suara yang ada dalam rekaman itu memang suaranya Raihan.


####


Hasbi dan Ardan pergi menjemput Arsyila kerumahnya Raihan menggunakan mobilnya Hasbi.


"Bang, Cepat sikit ya bawa mobilnya. Aku khawatir dengan kak Arsy, takut kak Arsy kenapa - napa lagi." Ucap Ardan saat diperjalanan.


Saat Arsyila menelpon tadi dan meminta Ardan untuk menjemput dirinya, Ardan sempat bertanya ada apa dan kenapa tiba - tiba kakaknya itu minta jemput. Namun, Arsyila tidak menjawabnya. Ia hanya minta Ardan agar segera datang dengan suara yang terisak - isak.


Mendengar kakaknya menangis seperti itu, membuat Ardan tidak lengah lagi langsung bergegas mengajak Hasbi untuk mengantarkannya ketempat Arsyila.


Akhirnya mereka sampai didepan rumah mewahnya Raihan, Ardan keluar dari mobil dengan buru - buru dan kemudian langsung saja memencet bel. Tidak lama kemudian, Bik Ani datang membukakan pintu dan sedikit kaget melihat kedatangan Ardan dan Hasbi kerumah majikannya.


"Mana kakak saya?" serbu Ardan langsung ke bik Ani.


"Non Arsyila maksudnya?" Bik Ani balik bertanya.


"Iya, Bik. Mana Arsyila?" tanya Hasbi.


"Ada di kamarnya, diatas.." Sahut Bik Ani sambil menunjuk kearah tangga." tanpa basa - basi, Ardan langsung saja menerobos masuk dan berlari kearah tangga diikuti juga oleh Hasby. Bik Ani hanya melongo melihat mereka berdua.


Sesampainya didepan kamar Arsyila, Ardan mengetuk pintu kamar Arsyila seraya memanggil kakaknya. Namun, tidak ada jawaban yang membuat mereka berdua semakin risau.


"Sudah masuk aja, Ardan. Coba dibuka, mana tau gak dikunci" kata Hasbi memberi saran. Dan ternyata, pintu kamar Arsyila memang tidak terkunci. Lalu merekapun masuk kedalam dan ketika itu pula mereka melihat Arsyila sudah terletak tak sadarkan diri dilantai kamarnya...


#


#


#


#

__ADS_1


BERSAMBUNG..


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA.. TERIMAKSIH SUDAH SETIA MEMBACA..


__ADS_2