Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
MENOLAK


__ADS_3

Bersamaan dengan itu pula sebuah mobil berhenti dibelakang mereka. Orang yang ada didalam mobil tersebut langsung bergegas keluar dan menolong Arsyila yang akan ditusuk oleh benda tajam itu. Lelaki sipenolong menahan pisau dengan tangannya. Lalu si lelaki misterius yang tidak menyangka ada seseorang yang menggagalkan aksinya, langsung saja balik menyerang si lelaki penolong itu. Mereka berdua saling berbaku hantam. Sampai akhirnya, lelaki jahat itu menggoreskan pisau tersebut ketangannya yang membuat darah segar mengalir dari tangan si lelaki penolong. Melihat lawannya terluka, lalu si lelaki misterius itu berlari dan kabur dari sana.


"Ya Allah, tangan kamu terluka.." Desis Arsyila ke lelaki yang sudah menolongnya itu sedangkan lelaki misterius tadi sudah pergi melarikan diri.


"Gak apa-apa Arsyila, cuma luka sedikit" Katanya. Kendatipun demikian, lelaki itu tampak meringis menahan pedih pada luka ditangannya.


"Ini harus diobatin, kalau tidak darahnya akan terus keluar. Kamu harus ke klinik." Kata Arsyila dengan rasa khawatir.


"Kamu mau temankan aku ke klinik?" Tanyanya dengan tatapan yang penuh arti. Ditatap seperti itu, membuat Arsyila langsung mengalihkan pandangannya.


"Maaf, saya gak bisa. Saya harus ketempat kerja. Oya, Terimakasih sudah menolong saya dan Maaf gara-gara menolong saya malah kamu jadi terluka." Ucap Arsyila tanpa memandang lelaki itu.


"Ya sama - sama, Arsyila." Sahutnya dengan pandangan tidak lepas dari wanita itu.


"Ya sudah, saya pemirsi dulu." Pamit Arsyila lalu iapun beranjak dari sana. Namun, Raihan dengan cekatan malah menahan lengan Arsyila agar wanita itu tidak jadi pergi dari sana.


"Tunggu Arsyila!!" Katanya dengan memegang lengan Arsyila.


"Ada apa lagi?" Tanya Arsyila dengan ketus. Kemudian menarik tangannya agar terlepas dari pegangan Raihan.


"Kamu tega meninggalkan suamimu dengan tangan terluka seperti ini?" Tanya Raihan dengan sorot mata yang tajam. Pandangan matanya yang begitu teduh sehingga membuat getaran dihatinya. Tapi, Arsyila buru-buru menepis perasaan itu semua. Karena ia tidak ingin memiliki perasaan seperti itu. Maka Arsyila memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Raihan tersebut.


"Arsyila, apa kamu kenal dengan Orang yang menyerang kamu tadi itu?" Tanya Raihan tiba-tiba karena ia yang penasaran tentang identitas orang yang ingin mencelakai istrinya. Arsyila hanya menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak tahu siapa orang itu.


"Aku khawatir sama kamu, Arsyila. Dan... Aku juga penasaran mengapa orang itu ingin mencelakai kamu?" Lanjut Raihan lagi. Terlihat gurat kerisauan dari wajah lelaki itu.


"Aku juga gak tahu." Jawab Arsyila datar, kemudian ia berjalan menjauhi Raihan. Raihan mengikutinya dari belakang.


"Arsyila, biar aku antar kamu ketempat kerja kamu." Tawar Raihan. Namun, Arsyila sama sekali tidak mengubris tawaran dari Raihan tersebut.

__ADS_1


"Bentar Arsyila, aku mau ngomong sama kamu." Kini Raihan malah kembali memegang lengan Arsyila. Arsyila yang tidak terima tangannya dipegang lalu mendorong kasar lengan Raihan dan malah mengenai tangan Raihan yang terluka tadi.


"Aduh.." Raihan meringis kesakitan akibat dorongan yang tidak terduga dari Arsyila.


"Eh, Maaf, aku gak sengaja." Ucap Arsyila yang memang tidak sengaja mengenai tangan Raihan yang terluka itu.


"Ya, gak apa-apa Arsyila." Kata Raihan dengan tersenyum manis. Arsyila sedikit terpana ketika Raihan memberikan senyuman manisnya itu, padahal setelah mereka menikah, lelaki itu tidak pernah sekalipun memberikan senyuman seperti itu. Yang ada hanya senyum meremehkan dan juga senyum sinis yang selalu di lemparkannya ke Arsyila.


"Lebih baik kamu pergi obati lukamu itu ke klinik tetdekat. Jangan ikuti aku." Kata Arsyila masih dengan nada ketus.


"Ya, Tapi.. sebelum itu aku mau bicara sebentar sama kamu. Bisa kita bicara sebentar didalam mobil?" Tanya Raihan sembari menunjuk mobil hitamnya yang terparkir didepan jalan tersebut.


"Ngak bisa. Karena gak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Tegas Arsyila dengan gusar.


"Arsyila, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau menerima aku lagi?" Tanya Raihan dengan suara memelas. Dia seakan sudah kehabisan akal untuk membujuk Arsyila agar wanita tersebut mau kembali pada dirinya lagi.


"Kamu gak perlu merasa seperti itu, karena percuma saja.. Semuanya sudah terlambat. Kita akhiri saja semuanya, karena dari awal hubungan kita ini memang sudah tidak baik." Jelas Arsyila.


"Jadi sekarang, aku mohon.. Jangan pernah temui aku lagi, tunggu saja panggilan dari pengadilan untuk sidang perceraian kita." Sambung Arsyila lagi dengan keyakinan yang tinggi.


"Tapi, Arsyila..." Raihan menggantungkan kalimatnya seketika melihat sebuah mobil berhenti disebelah mereka. Raihan dan Arsyila melihat serentak kearah mobil tersebut. Lalu Seseorang keluar dengan terburu - buru dari dalamnya, orang itu adalah Hasby. Ia tampak melototkan matanya yang penuh dengan kemarahan dan juga kebencian pada Raihan.


"Ngapain kamu disini??" Selidik Hasby dengan pandangan tidak bersahabat kepada Raihan.


"Aku mau menemui istri aku, apa urusan kamu?" Raihan balik bertanya dengan membesarkan matanya juga.


"Istri kamu bilang? Dasar gak tau malu kamu ya masih beranggapan Arsyila istri kamu. Hei, Raihan.. Buka mata kamu lebar-lebar, Kau itu sama sekali tidak pantas menjadi suaminya Arsyila." Kata Hasby dengan geram.


"Jangan campuri urusan aku!!" Kecam Raihan dengan menahan emosinya.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin bertengkar dengan kau, buang-buang energi saja" Desis Raihan dengan membuang mukanya.


"Tentu saja ini akan menjadi urusan aku juga. Arsyila itu sahabat aku, aku yang duluan kenal dia dari pada kau. Sedangkan kau hanya orang baru yang datang dalam kehidupan Arsyila yang kemudian dengan seenak hati kau malah menyakiti dia. Dan sekarang, setelah apa yang kau perbuat itu, kau malah mencoba membujuk dia untuk tetap bertahan dengan suami brengsek seperti kau ini. Dasar, tidak tahu diri kau Raihan!!!." Kata Hasby yang masih memancing amarah Raihan.


Raihan benar-benar emosi dengan kalimat umpatan yang keluar dari mulutnya Hasby untuk dirinya. Jika tidak mengingat ada Arsyila dihadapannya saat ini, pasti Raihan akan berkelahi lagi dengan Hasby. Namun, Raihan sudah bertekad untuk mengendalikan dirinya. Ia akan coba untuk lebih bersabar demi membuktikan kepada Arsyila bahwa dia akan berubah menjadi sosok suami yang baik bagi wanita itu.


"Arsy, kamu mau ketempat kerja kamu kan?" Tanya Hasby seraya menoleh ke Arsyila. Arsyila menganggukkan kepalanya, Sedangkan Raihan masih bungkam ditempatnya berdiri.


"Kamu ikut sama aku aja, biar aku antar kamu ketempat kerja kamu" Kata Hasby dengan memberi tawaran ke Arsyila.


Arsyila tidak langsung mengiyakan penawaran Hasby tersebut dan juga tidak menolaknya. Ia masih diam, namun didalam hati ia tengah berfikir keras tentang apa yang harus ia perbuat. Apakah ia harus menerima tawaran dari Hasby yang mau mengantarkannya? Karena dengan begitu otomatis Arsyila terhindar dari desakan Raihan yang ingin berbicara kepadanya.


"Arsy..??" Panggil Hasby yang mendapati Arsyila masih diam membisu. Arsyila melihat sebentar kearah Raihan yang membalas pandangannya dengan raut wajah sendu. Seakan - akan ekspresi itu menggambarkan bahwa Raihan berharap Arsyila menolak tawaran dari Hasby.


Namun, entah pikiran dari mana yang tiba-tiba merasuki Arsyila sehingga wanita itu menerima ajakan dari Hasby atas dalih untuk membuat Raihan sakit hati dan kecewa atas keputusannya itu. Karena tadi Arsyila sempat menolak mentah-mentah ajakan Raihan untuk berbicara berdua didalam mobilnya dan sekarang Arsyila malah mengiyakan ajakan Hasby untuk diantarkan ke tempat kerjanya.


"Oke, aku mau ikut kamu Hasby." Jawab Arsyila akhirnya dan kemudian berjalan mendekati Hasby. Raihan hanya bisa pasrah melihat Arsyila pergi bersama Hasby. Sedikitpun Arsyila tidak memandang kebelakang lagi untuk melihat Raihan yang masih mematung disana dengan segala rasa yang bersemayam dibenaknya.


.


.


.


BERSAMBUNG


MOHON LIKE DAN KOMENNYA YA..


TERIMAKASIH,😊😊🥰

__ADS_1


__ADS_2