Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
HILANGNYA KEPERCAYAAN


__ADS_3

"Kak, makan dulu.. Sejak tadi pagi kak Arsy belum makan. Bagaimana kak bisa sembuh jika gak mau makan. Emang kak mau lebih lama lagi dirawat dirumah sakit ini?" kata Ardan yang sejak tadi sudah memaksa kakaknya untuk makan. Namun, sedikitpun makanan yang ada di piring itu tidak kunjung disentuh oleh Arsyila.


"Kak gak lapar, Ardan!" jawab Arsyila lalu mengalihkan wajahnya keluar jendela.


"Mungkin kak gak lapar, tapi janin yang ada dalam perut itu bagaimana? Dia butuh makanan juga kan kak?" ucap Ardan seakan mengingatkan Arsyila bahwa kebutuhan makanan saat ini bukan hanya untuk dirinya sendiri.


"Iya, kak tahu Ardan. Tapi, kak gak menginginkan kehamilan ini." kata Arsyila dengan berlinangan air mata.


"Kak Arsy, Ardan tau bagaimana sakit hatinya kakak dengan kejadian yang menimpa kakak ini. Tapi, bukankah kak yang selalu bilang ke Ardan bahwa kita harus bisa menerima setiap takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah dengan hati yang lapang. Karena Allah yang Maha tahu apa yang terbaik untuk hambaNya, bukan kita kak. Allah telah menitipkan janin itu dirahim kakak, jadi jangan pernah kak Arsy menyia - nyiakan takdir dariNya itu." jelas Ardan.


Penjelasan dari Ardan barusan seakan menyadarkan Arsyila. Ya.. Memang benar, Arsyila selalu mengatakan hal itu ke adiknya agar jangan pernah menyalahkan takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah dalam kehidupan kita. Tapi, takdir yang satu ini benar - benar membuat Arsyila syok dan sulit untuk menerimanya. Sama saja jatuhnya ia telah diperkosa dan hamil anak dari seorang pemerkosa. Itu yang membuat Arsyila belum bisa menerima kehamilannya. Jika dia hamil karena Raihan, mungkin Arsyila tidak se histeris ini karena Raihan memang suaminya yang sah. Tapi, kenyataannya ia hamil karena Randi. Temannya Raihan, Bukan suaminya!!!


"Kak Arsyi, makan ya? Sedikit aja gak apa - apa kak, yang penting kakak makan." Bujuk Ardan lagi dengan menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi beserta sayurnya. Arsyila lalu menoleh ke adiknya itu, hingga akhirnya ia membuka mulutnya juga.


Arsyila mengunyah makanannya dengan perlahan - lahan, ia sama sekali tidak bisa merasakan apa yang ia makan. Semuanya hambar, sama seperti hati dan perasaannya saat ini. Begitu hambar dan kacau.


Disaat itu pula tiba - tiba ia teringat Raihan. Dimana keberadaan suaminya saat ini, Arsyila sama sekali tidak tahu dan tidak ingin tahu. Jika mengingat semua perbuatan yang telah dilakukan lelaki itu benar - benar membuat Arsyila sakit hati. Rasa kekecewaan yang bagitu dalam ia rasakan, padahal Arsyila sudah menaruh kepercayaan penuh ke lelaki itu. Arsyila juga sudah Mulai membuka hati untuk mencintainya. Tapi, ternyata.. Semua kata maaf dan kata Cinta yang Ia ucapkan itu hanya omong kosong semata.


Setelah selesai Ardan menyuapkan kakaknya makan, lalu Ardan membereskan bekas makanan Arsyila. Bersamaan dengan itu pula, pintu ruang rawatan Arsyila terbuka lebar. Muncul seseorang dari balik pintu tersebut. Arsyila dan Ardan langsung terperanjat kaget setelah mengetahui siapa orang yang datang itu.


"Raihan..". lirih lisan Arsyila yang tak sengaja menyebut namanya.


Raihan datang dengan wajah yang kusut, penampilan yang berantakan, tidak rapi seperti biasanya. ia berjalan mendekat namun Arsyila langsung menjerit.

__ADS_1


"Tolong usir dia dari sini, Ardan!!" perintah Arsyila langsung ke adiknya. Ardan langsung memasang badan dan berjalan mendekati Raihan.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Ardan setengah membentak.


"Biarkan aku bicara dengan Arsyila sebentar." pinta Raihan setengah memohon.


"Ngak ada yang perlu dibicarakan lagi, karena percuma. Tidak akan mengubah apapun." sahut Arsyila dengan geram.


"Arsyila, aku cuman mau kasih tau kamu. Semua ini adalah perbuatan Randi, dialah pelaku penyebar video kamu itu. Bukan aku. Aku gak mau kamu beranggapan buruk tentang aku, Arsyila. Randi sengaja melakukan ini agar kamu membenci aku" jelas Raihan yang berusaha menyakinkan Arsyila.


"Terus.. Aku harus percaya dengan semua kata - kata kamu ini? Kalian berdua itu sama saja, sama - sama bejat nya!!" ketus Arsyila lagi. Sedangkan Ardan disana tidak bisa berbuat banyak, hanya mendengar perdebatan antara Arsyila dan Raihan.


"Tolong Arsyila, percayalah sama aku. Aku gak pernah sedikitpun berniat untuk menyebarkan video itu ke siapapun itu. Bahkan aku sudah berencana untuk menghapusnya, tapi entah bagaimana si Randi brengsek itu bisa mendapatkan videonya. Aku mohon kasih aku kepercayaan sedikit saja. Aku akan cari cara untuk menyelesaikan ini dan mengembalikan nama baik kamu lagi, aku akan bertanggung jawab untuk ini semua tapi tolong... percaya dengan aku kalau bukan akulah pelakunya, aku mohon Arsyila."ucap Raihan masih dengan nada memohon.


"Arsyila, aku mohon..." desis Raihan.


"Sudahlah bang Raihan, lebih baik abang pergi dari sini sebelum aku panggil satpam untuk mengusir bang Raihan." ancam Ardan. Namun, ancaman itu tidak berpengaruh apa - apa bagi Raihan, ia tetap tidak pergi juga dari sana. Malahan ia semakin mendekatkan dirinya ke tempat Arsyila.


"Aku gak akan pergi dari sini sebelum Arsyila mau mempercayai apa yang aku katakan ini." ujar Raihan kepada Ardan.


"Arsyila, kita hadapi masalah ini bersama - sama. Aku akan menolong kamu keluar dari permasalahan ini," sambung Raihan lagi.


"Ngak perlu Raihan, aku gak butuh pertolongan apapun itu dari kamu." tegas Arsyila seraya menatap Raihan dengan sorot matanya yang tajam dan juga penuh rasa kekecewaan.

__ADS_1


"Arsyila..." desis Raihan lagi dengan nada memelas, namun Arsyila malah membuang mukanya. Ia seakan tak ingin melihat lelaki yang sudah membuat hatinya sakit berkali - kali. Arsyila merasa mungkin ini adalah takdir yang terbaik untuk dia dan Raihan. Jika kata pisah memang harus diucapkan, maka Arsyila akan lakukan itu. Dia tidak mungkin lagi bertahan dalam pernikahan bersama laki - laki yang sudah menghancurkan hidupnya, masa depan dia dan juga bayi yang ada didalam rahimnya saat ini.


Bersamaan dengan itu pula, Hasbi datang bersama dua orang satpam berbadan kekar yang mengikutinya dari belakang.


"Tolong usir laki - laki ini dari sini. Dia sudah mengganggu ketenangan pasien." suruh Hasbi kepada dua orang satpam tersebut seraya menunjukkan kearah Raihan yang masih berdiri disana.


Dengan gerak cepat dua orang satpam tersebut langsung menarik tangan Raihan untuk keluar dari ruang rawatan Arsyila. Awalnya Raihan memberontak, namun melihat sedikitpun Arsyila yang tidak lagi peduli terhadapnya membuat Raihan akhirnya pasrah digiring keluar dari ruangan tersebut.


"Sudah, lepaskan saya! Saya akan pergi dari sini." kata Raihan setelah ia berada diluar.


"Oke, lain kali jangan bikin kegaduhan lagi. Ini rumah sakit." kata salah satu satpam tersebut lalu pergi meninggalkan Raihan.


Raihan masih berdiri mematung didepan kamar Arsyila. Raihan benar - benar merasa frustasi, sedikitpun Arsyila tidak mempercayainya lagi. Raihan merasa putus asa, ia takut kehilangan Arsyila. Ia sudah begitu sangat mencintai wanita itu. Dan kini.. Ia tidak tahu apakah bisa membuat Arsyila untuk kembali ke dirinya lagi. Semuanya sudah sirna, pupus sudah harapannya. Apakah ini karma atas perbuatan jahat yang pernah ia lakukan ke Arsyila dulunya? Raihan berteriak didalam hatinya, Ini semua gara - gara Randi. Raihan akan membuat perhitungan lagi dengan lelaki itu, karena sudah berani memisahkan Arsyila darinya.


#


#


#


#


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2