Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
MEMINTA PETUNJUK


__ADS_3

Raihan menurunkan Arsyila dipinggir jalan tepat didepan jalan masuk kearah rumah Arsyila. Arsyila sendiri yang mintak diturunkan dipinggir jalan tersebut bukan didepan rumahnya. Karena ia tidak mau baik Ardan maupun sahabatnya yang lain melihat dirinya diantar oleh Raihan. Awalnya Arsyila sempat menolak tawaran Raihan untuk mengantarkan dirinya pulang kerumah. Namun, atas desakan dan juga kata-kata Raihan yang lembut itu akhirnya membuat hati Arsyila luluh dan pasrah diantar didepan jalan ini.


"Terimakasih atas tumpangannya." Kata Arsyila sebelum turun dari mobilnya Raihan.


"Sama-sama Arsyila, sudah menjadi kewajiban aku sebenarnya untuk mengantar ataupun menjemput kamu.." Sahut Raihan dengan tersenyum manis. Arsyila tidak menanggapi ucapan Raihan tersebut dan langsung saja keluar dari mobil Raihan.


Setelah itu, Arsyila berjalan menyeberangi jalan raya tersebut. Sedangkan Raihan masih ada disana dan memperhatikan Arsyila hingga wanita itu hilang dari pandangannya.


"Arsyila.." Sebuah suara memanggil Arsyila dari belakang. Arsyila langsung menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang.


"Hasby??" Ucap Arsyila setelah tahu siapa yang memanggilnya.


Hasby lalu memberhentikan motornya tepat disebelah Arsyila.


"Aku lihat kamu tadi turun dari mobil hitam diseberang jalan itu. Siapa yang antar kamu, Arsyila?" Selidik Hasby dengan pandangan curiga.


Arsyila terdiam untuk sekian detik. Namun, akhirnya ia putuskan untuk menjawab pertanyaan Hasby dengan jujur.


"Aku diantar Raihan." Jawab Arsyila lalu menunduk. Tidak berani ia menatap wajah Hasby yang terlihat sangat kecewa.


"Apa?? Kok bisa kamu malah diantar lelaki brengsek itu?" Tanya Hasby dengan geram.


"Iya, tadi dia datang ketempat kerja aku dan menawarkan diri untuk mengantarkan aku pulang." Jawab Arsyila apa adanya.


"Jadi kamu mau menerima gitu saja tawaran dari dia?" Tanya Hasby dengan kesal. Arsyila hanya mengangguk.


"Arsyila, kamu sadar gak dengan apa yang kamu lakukan ini? Kamu jangan mau terpancing dengan bujuk rayu dia itu. Ingat Arsyila, dia itu sudah jahat sama kamu. Kamu jangan semudah itu melupakan semua perbuatan kejinya itu, Ayah kamu meninggalkan pun gara-gara dia kan?" Kata Hasbi seakan mengingatkan Arsyila.


"Hasbi, aku tahu semua itu. Tapi, Raihan sudah menyesali semua perbuatannya. Dia sudah meminta maaf dan berjanji akan berubah. Meskipun aku juga masih susah untuk melupakan semuanya tapi aku berusaha untuk tidak menyimpan dendam dengannya." Jelas Arsyila.


"Iya Arsyila aku paham, tapi bukan berarti kamu tetap berhubungan baik dengan dia. Aku tidak ingin kamu kembali dengan dia, Arsyila. Aku ingatkan kamu lagi, jangan sampai kamu termakan bujuk rayu lelaki brengsek itu." Kata Hasby berapi-api.


Arsyila kembali diam. Dia tahu bahwa Hasbi maupun Ardan pasti tidak ingin Arsyila berhubungan lagi dengan Raihan. Padahal tadi Arsyila sudah memberi kesempatan kepada Raihan untuk memikirkan ulang akan keputusannya untuk berpisah dari Raihan. Meskipun demikian, Entah kenapa perkataan Raihan dimobil tadi membuat hatinya luluh. Arsyila tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Yang jelas saat ini Arsyila ingin cepat pulang kerumah dan melaksanakan sholat Istikharah. Apapun jawaban yang akan dia terima setelah sholat nantik, itulah keputusan yang terbaik.

__ADS_1


Setelah itu, Arsyila pamit pulang dan meninggalkan Hasby yang sebenarnya masih ingin meneruskan kalimat protesnya. Hasby melihat Arsyila yang sudah berjalan jauh meninggalkannya. Tergambar jelas dari raut wajah Hasby yang merasa risau sekaligus takut jika Arsyila berubah pikiran atau bahkan kembali lagi bersama Raihan.


***


Setelah sampai dirumahnya, Arsyila langsung membersihkan diri dengan mandi dan berwudhu. Setelah itu, ia melaksanakan sholat Istikharah. Di Dalam sholatnya, Arsyila meniatkan diri untuk memperoleh petunjuk dari Allah tentang keputusan apa yang harus ia ambil.


Selesai sholat, Arsyila berdoa panjang memohon petunjuk. Arsyila memohon agar hatinya diberi kemantapan, kelapangan dan kemudahan dalam mengambil keputusan atas hubungan pernikahannya dengan Raihan. Apakah keputusan untuk bercerai adalah keputusan yang terbaik atau malah sebaliknya. Apa mungkin dia harus memberikan kesempatan kepada Raihan untuk menjadi suami yang baik seperti yang telah diucapkan oleh lelaki itu yang mana ia terus - terusan memohon ke Arsyila untuk menerima dirinya kembali.


Selesai berdoa, perasaan Arsyila sedikit lega. Meskipun ia belum mendapatkan langsung jawaban atas permohonannya tersebut, Tapi Arsyila yakin cepat Atau lambat jawaban itu semua akan diterimanya. Dan Arsyila berniat akan mengulang sekali lagi sholat istikharahnya nantik malam.


Saat malam hari, sebelum tidur Arsyila kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat witir sekaligus sholat istikharah yang ke dua kalinya. Sebelum ia kekamar mandi, handphone Arsyila berdering. Maka Arsyila pun tidak jadi kekamar mandi dan memilih untuk mengangkat telponnya dahulu.


Arsyila tertegun sejenak setelah melihat siapa yang menelponnya, di layar hpnya tertulis nama Raihan. Dengan keraguan akhirnya Arsyila mengangkat telepon dari Raihan tersebut.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Arsyila dengan memberi salam.


"Wa'alaikumussalam, Arsyila.. Kamu belum tidur?" Sahut Raihan diseberang sana dengan suara yang lembut.


"Kamu lagi ngapain? Kamu gak sibuk kan? Aku gak ganggu kamu kan??" Raihan bertanya lagi.


"Aku.. Mau sholat istikharah lagi rencananya," Jawab Arsyila. Padahal sebenarnya Arsyila tidak berniat untuk mengatakan itu kepada Raihan, tapi entah kenapa malah kalimat itu yang terlontar dari lisannya.


"Oh, Istikharah lagi ya? Berarti tadi kamu sudah istikharah juga?" Tanya Raihan lagi.


"Ya, sudah.." Jawab Arsyila singkat.


"Belum ada jawabannya kah?" Tanya Raihan


"Belum.." Sahut Arsyila dengan cepat.


"Mudah-mudahan.. Setelah Sholat yang kedua kalinya nantik, kamu sudah ada jawabannya Ya Arsyila. Dan semoga juga, jawabannya kamu.. Mau menerima aku sebagai suami kamu lagi. Aku sungguh berharap, Arsyila..." Ujar Raihan dengan penuh harap.


Arsyila hanya diam, karena dia tidak tahu harus menjawab apa, apakah harus mengaminkan harapan Raihan itu ataukah tidak.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu lanjutlah dulu. Jika sudah ada jawabannya, segera kabari aku ya, Arsyila." Kata Raihan sebelum mengakhiri percakapan mereka malam itu.


Setelah itu, Arsyila meletakkan kembali handphonenya dan ia bergegas kekamar mandi untuk berwudhu.


Beberapa saat kemudian, Arsyila pun hanyut didalam sholat istikharahnya. Berbeda dengan yang tadi siang, kali ini Sholat Arsyila lebih khusuk dan lebih fokus. Setelah sholat, ia kembali berdoa panjang. Saat dipertengahan doa itulah.. tanpa diduga malah wajah Ayah Arsyila yang terlintas dipelupuk matanya yang terpejam. Yah.. Arsyila melihat wajah Ayahnya yang sedang tersenyum lebar dengan sorot mata yang memancarkan kebahagiaan.


Arsyila kemudian membuka matanya yang sudah basah, ia lalu berfikir keras. Apakah ini ada kaitannya dengan jawaban atas petunjuk yang ingin dia dapatkan dari Sholat Istikharahnya?? Ia melihat Ayahnya tersenyum bahagia, apakah itu berarti Ayahnya bahagia jika ia berpisah dengan Raihan ataukah malah sebaliknya, Ayahnya bahagia melihat ia kembali bersama Raihan? Entahlah.. Arsyila belum bisa menyimpulkannya.


Setelah itu, Arsyila menguap beberapa kali. Rasa kantuk tiba-tiba menguasainya. Arsyila yang sudah berada diatas ranjangnya lalu memutuskan untuk tidur dengan sebelumnya ia membaca doa tidur dan berharap esok pagi sudah ada sebuah jawaban yang memantapkan hatinya untuk memilih keputusan apa yang terbaik atas pernikahannya dengan Raihan. Tetap bertahan, atau malah sebaliknya...


****


Keesokkan harinya, Pagi sekali Arsyila sudah rapi dengan gamis motif biru dan juga kerudung panjang berwarna senada. Ia tampak buru-buru keluar dari kamarnya dan menuju kedapur. Ardan yang sudah duduk didapur langsung menegur kakaknya tersebut.


"Kak Arsy, mau kemana pagi-pagi gini?" Tanya Ardan merasa heran. Karena hari itu adalah hari minggu jadi tidak mungkin kakaknya itu pergi mengajar.


Arsyila tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ardan, Ia tampak membuat minuman teh dengan buru-buru dan setelah itu meminumnya hingga habis tak bersisa.


"Kak...??" Ardan kembali memanggil kakaknya yang masih bungkam. Namun, Arsyila masih tidak menjawabnya.


"Kka Arsy?? Ardan bertanya sejak tadi kok dicuekin??" Kata Ardan dengan agak kesal.


Lalu karena didesak seperti itu, membuat Arsyila langsung menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan keras sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


"Kakak mau bertemu dengan bang Raihan.." Jawab Arsyila dengan tersenyum penuh arti.


#


#


#


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2