
"Janin yang ada di rahim kamu itu adalah anak aku Arsyila, Aku yang menghamili kamu. Bukan Randi..!!" teriak Raihan dengan suara yang terdengar nyaring dan jelas tertangkap oleh telinga Arsyila.
Tentu saja penuturan Raihan yang tiba - tiba itu membuat Arsyila yang akan masuk kekamarnya, langsung menghentikan sejenak niatnya itu dan kembali berjalan mendekati pintu.
"Hasbi, buka saja pintunya." perintah Arsyila ke Hasbi. Dan Hasbi melakukan apa yang Arsyila suruh kan.
"Mau kamu apa sih, Raihan? Gak puas kamu terus - terusan mempermainkan aku ha? Kamu sendiri yang telah memasukkan aku ke dalam lubang jahanam itu lalu kamu berpura - pura baik, memohon - mohon sama aku. Setelah hati aku luluh, kamu campakkan aku lagi kesana. Dan sekarang.. Apa lagi rencana busuk yang ada dipikiran kamu itu dengan mengakui janin yang aku kandung ini adalah darah daging kamu." ketus Arsyila dengan amarah yang sudah memuncak dihatinya.
"Maaf Arsyila, sedikitpun aku gak ada niat untuk mempermainkan kamu. Aku bicara apa adanya. Begitulah kenyataannya, karena itu aku mohon kamu dengarkan dulu penjelasan aku ini. Aku akan cerita tentang kejadian yang sebenarnya dibantu juga dengan Raina tentunya." kata Raihan yang terus - terusan memohon agar Arsyila memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Raihan menoleh sekilas kearah adiknya itu untuk mengharapkan pembelaan, dan Raina pun langsung mengangguk - anggukkan kepalanya.
"Oke. Tapi, aku gak punya waktu yang lama untuk mendengar penjelasan dari kamu itu." ucap Arsyila akhirnya yang langsung ditanggapi pandangan protes dari Hasbi.
"Arsyila, Randi telah berbohong. Semua yang Randi katakan tentang ia yang telah meniduri kamu saat tak sadar waktu dulu itu hanyalah akal - akalannya saja untuk membuat kita berpisah. Randi sama sekali tidak pernah menyentuh kamu Arsyila, aku.. Akulah pelakunya. Aku saat itu tengah mabuk berat sehingga membuat aku tidak sadar telah melakukan itu. Percayalah dengan aku Arsyila, kamu bisa tanya sama Raina. Raina.. Saksi atas semuanya karena dia punya hubungan khusus dengan Randi saat itu. Dan Randi menceritakan semua itu ke Raina." Jelas Raihan dengan menggebu - gebu dan kemudian mendorong tubuh adiknya kedepan agar lebih dekat dengan Arsyila.
"Raina, cerita kan semuanya ke Arsyila. Apa yang kamu tahu ceritakan Raina." suruh Raihan. Dan Raina hanya mengangguk kan kepalanya.
"Kak.. Kak Arsyila, apa yang dikatakan bang Raihan itu benar. Bukan bang Randi yang sudah menghamili kakak. Tapi, bang Raihan sendirilah yang melakukan itu. Bang Raihan saat itu mabuk dan tidak sadar dengan apa yang ia perbuat." jelas Raina dengan wajah datar.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari adik kakak tersebut membuat Arsyila langsung menyentuh keningnya. Mendadak kepalanya sakit, terlepas benar ataupun tidak apa yang mereka bilang itu, benar - benar mampu membuat seluruh tubuhnya menjadi lemas seakan tidak berdaya.
"Cerita Apa ini ha? Kalian jangan mengarang cerita yang bukan - bukan. Kalian pikir kami bisa percaya begitu saja dengan omong kosong ini semua ha? Raina.. Kamu pasti telah bersekongkol dengan abang kamu kan? Kamu mau saja ikut rencana busuk abang kamu yang ingin terus - terusan menyakiti Arsyila. Aku tau apa yang ada dipikiran kamu itu, Raihan. Kamu berpura - pura mengakui anak ini sebagai anak kamu agar kamu bisa memperbudak dan menyakiti Arsyila lagi bukan?" kata Hasbi dengan geram.
"Tutup mulut kamu, Hasbi...!! Aku sayang dengan Arsyila. Aku gak mungkin menyakiti dia lagi." kecam Raihan yang tidak kalah geram nya mendengar tuduhan bertubi - tubi dari Hasbi tersebut.
"Kau yang harus tutup mulut, Raihan. Dan angkat kaki dari sini sekarang juga!!" usir Hasbi dengan kesal. Namun, Raihan sama sekali tidak menghiraukan Hasbi, pandangannya kini beralih ke Arsyila yang sedari tadi menyentuh kepala dan perutnya secara bergantian.
"Arsyila... Percayalah dengan aku dan juga Raina. Aku.. Aku minta Maaf karena waktu itu aku menolaknya, semuainya karena lantaran aku yang tidak tahu dan beranggapan itu perbuatannya Randi. Tapi, tenyata bukan... janin yang ada di rahim kamu itu adalah anak aku Arsyila dan aku punya hak atas dia dan diri kamu Arsyila." kata Raihan.
💦💦💦💦
Arsyila dibawa kerumah sakit dengan menggunakan mobil Raihan. Awalnya Hasbi menolak dan mencegah Raihan untuk membawa Arsyila bersamanya, namun Raihan lebih agresif dan gesit untuk melakukan itu sehingga Hasbi tidak berkutik lagi dan pasrah melihat Arsyila dibawa oleh Raihan. Namun, Hasbi tetap menyusul mereka dari belakang. Dan sesampainya dirumah sakit...
"Raina, dimana Arsyila?" tanya Hasbi yang keluar dari mobilnya langsung bertemu Raina diparkiran.
"Masih Di IGD, sedang ditangani oleh dokter." sahut Raina. Baru saja Hasbi hendak melangkah kesana, Raina malah memanggil dosennya tersebut.
__ADS_1
"Tunggu dulu, Pak Hasbi." cegat Raina. Hasbi langsung menoleh ke Raina.
"Ada apa?" tanya Hasbi.
"Pak... Setelah Bapak tahu kejadian yang sebenarnya tentang kehamilan Kak Arsyila, saya harap.. Bapak jangan lagi mendekati kak Arsyila." ucap Raina dengan nada ketus.
"Siapa kamu yang berani memerintah saya seperti itu." ujar Hasbi yang merasa tidak senang dengan pernyataan dari Raina itu.
"Saya sebagai adiknya bang Raihan tahu betul bagaimana cinta dan sayangnya abang saya itu ke kak Arsyila. Awalnya saya memang gak respect dengan kak Arsyila tapi melihat ketulusan cinta bang Raihan membuat saya pun yakin bahwa mereka tidak seharusnya berpisah. Dan sayapun tau bapak punya perasaan juga ke Arsyila kan? Tapi, sudahlah pak.. Bapak jangan menjadi orang ketiga lagi dalam rumah tangga mereka, lagi pula kita sama - sama sudah tahu kan kalau kak Arsyila hamil anaknya bang Raihan bukan Randi." jelas Raina panjang lebar.
"Itu yang belum bisa saya terima sebelum saya mendengar langsung dari mulut orang yang bernama Randi itu." kata Hasbi lagi.
"Oke, jika bapak tidak percaya, ikut saya. Saya akan bawa bapak untuk bertemu dengan Randi." ajak Raina. Hasbi berpikir sejenak, ia masih ragu. Apakah ia akan mengikuti Raina atau tidak, meskipun didalam hatinya sangat penasaran ingin bertemu dengan manusia yang bernama Randi itu..
💦💦💦💦
BERSAMBUNG...
__ADS_1