
Raihan izin ke Arsyila untuk pergi kekantornya sekaligus dia akan menyelidiki siapa orang yang telah menyebarkan video Arsyila bersama Randi. Arsyila mengiyakan saja apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu, karena sebenarnya dia sangat menyayangkan mengapa Raihan masih menyimpan video itu. Andai saja video jebakan itu sudah dihapusnya, pastilah hal ini tidak akan terjadi. Tapi, apa mau dikatakan lagi? Karena semuanya sudah terjadi dan Arsyilalah yang harus menanggung malu akibat perbuatan Raihan tersebut.
Arsyila masih berbaring diatas tempat tidurnya dengan pikiran dan hati yang galau. Ia tidak tahu harus menjelaskan dari mana kepada teman - teman kerjanya sedangkan sejak tadi berpuluh - puluh pesan masuk ke nomornya. Mereka semua bertanya hal yang sama. Meminta penjelasan akan kebenaran video yang sudah tersebar luas dilingkungan sekolah tempat ia mengajar.
Arsyila masih saja bungkam, dengan butiran air mata yang sudah tergenang dipelupuk matanya. Dan sebentar lagi pasti akan tumpah membasahi pipinya. Arsyila menarik nafas panjang sembari lisannya mengucapkan kalimat dzikir berkali - kali. Ia mencoba untuk tenang dan berpikiran jernih, karena ia yakin Allah pasti memberikan jalan keluar yang terbaik untuk permasalahannya ini. Arsyila lalu menghapus air matanya dan kemudian ia bangkit menuju kekamar mandi untuk berwudhu. Namun, baru saja Arsyila hendak melangkah, terdengar deringan yang berasal dari handphonenya. Arsyila langsung saja menerima panggilan masuk yang ternyata dari Hasbi.
"Assalamualaikum, Arsyila?? Kamu baik - baik aja kan? Gimana keadaan kamu sekarang??" Serbu Hasbi langsung dengan pertanyaan. Terdengar nada kerisauan dari suaranya Hasbi.
"Wa'alaikumusalam, Iya Hasbi. Aku baik kok. Kamu apa kabar?" Arsyila balik bertanya. ia sengaja menyembunyikan keadaan dirinya sebenarnya dari Hasby karena ia tidak mau membuat sahabatnya itu risau.
"Ngak Arsyila, kamu jangan berpura - pura. Jangan bohongi aku!! Kamu tidak lagi baik - baik kan??" Tebak Hasbi dengan suara yang bergetar.
"Kenapa kamu beranggapan seperti itu??" Arsyila bertanya dengan bingung.
"Aku tahu apa yang sedang terjadi pada diri kamu saat ini, Arsyila." Kata Hasbi dengan penuh keyakinan.
"Apa emangnya?" Arsyila bertanya dengan hati was - was. Entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak mendengar perkataan dari Hasbi tersebut.
"Tentang Video kamu dengan lelaki lain yang sudah tersebar itu." Jawab Hasbi dengan suara tertahan. Arsyila yang tadi sudah berdiri, kini langsung terduduk lemas diatas tempat tidur dengan tangan dan juga badan yang mulai bergetar atas jawaban yang ia dengar barusan dari Hasbi.
"K-kamu.. Tau dari mana tentang itu?" Lirih Arsyila.
"Bagaimana aku gak tahu, Arsyila. Videonya sudah tersebar kemana - mana." Jawab Hasbi lagi.
"APAA??" Jerit Arsyila dengan kaget.
"Iya, di kampus tempat aku mengajarpun sudah heboh. Coba kamu tanya Ardan, pasti dia sudah tahu juga tentang ini." Jelas Hasbi.
Jantung Arsyila berdetak dengan kencang, badannya yang sudah mulai membaik tadi kini mulai terasa panas dingin, kepalanya pun terasa sakit, ia seakan tidak mampu lagi berdiri untuk menompang badannya sendiri.
"Dan, Kamu tau siapa yang menyebar video itu?" Kata Hasbi lagi.
"Siapa emangnya?" Tanya Arsyila dengan suara yang bergetar.
"Raihan."Jawab Hasbi dengan suara yang lantang.
__ADS_1
"Ngak Hasbi, gak mungkin bang Raihan melakukan itu." Elak Arsyila.
"Kenapa gak mungkin, Arsyila?? Sudah jelas dia yang dulunya menjebak kamu bersama lelaki itu bukan? Dan dia juga yang memfoto dan memvideo kalian, berarti sudah jelas bahwa dialah biang dari semua ini." Kata Hasbi dengan semangat.
"T-tapi.. Tidak mungkin, karena.."
"Sudahlah Arsyila, kamu itu sudah kenak tipu dengan mulut manisnya Raihan. Dari awal lagi aku sudah wanti - wanti kamu agar tidak kembali lagi dengan dia, tapi apa? Kamu gak mau dengar kata - kata aku kan?" Kata Hasbi dengan menceramahi Arsyila. Sedangkan Arsyila hanya diam, tidak tahu harus berkata apa lagi karena percuma jika ia mengelak dan membela Raihan sekalipun tidak akan mengubah prasangka Hasbi terhadap Raihan. Karena memang Hasbi sampai detik ini masih belum bisa berdamai dengan Raihan.
"Sekarang kamu dimana?" Tanya Hasbi lagi.
"Dirumah bang Raihan." Jawab Arsyila singkat.
"Ya sudah, sebenarnya aku tidak punya niat untuk menjelek - jelekkan Raihan. Tapi, aku minta ke kamu Arsyila.. Agar lebih berhati - hati dengan perubahan sikap baiknya yang tiba - tiba itu. Aku gak mau saja kamu terjebak lagi dengan permainannya Raihan. Aku gak mau melihat kamu menderita, Arsyila. Kamu paham kan maksud Aku?" Tanya Hasbi.
"Iya, Paham." Jawab Arsyila.
"Apa pun yang terjadi disana dengan kamu nantiknya, Arsyila. Aku harap kamu mengabari aku, aku akan datang dan menjemput kamu dari sana. Ya?" Kata Hasbi lagi.
"Iya," Jawab Arsyila. Setelah itu, tanpa mengucapkan apapun lagi, Arsyila langsung mengakhiri panggilannya dengan Hasbi.
Sedangkan dikantornya Raihan tampak uring - uringan. Meskipun pekerjaannya masih banyak yang belum selesai, ditambah lagi 1 jam mendatang akan ada pertemuan mendadak dengan salah satu kliennya. Namun, sampai detik ini ia sama sekali belum mempersiapkan segala hal untuk pertemuan tersebut.
Raihan sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia memikirkan bagaimana caranya ia bisa membuktikan kepada Arsyila bahwa bukan dialah yang menyebarkan video Arsyila bersama Randi itu. Tapi, dengan apa dia bisa membuktikannya? Raihan sama sekali belum menemukan cara apapun.
Tidak dipungkiri, dengan kejadian ini membuat Raihan diselimuti rasa takut juga. Yaitu takut akan berpalingnya Arsyila kembali dari dirinya. Padahal Raihan sudah bersusah payah meluluhkan hati Arsyila untuk mau kembali lagi bersamanya, dan jangan sampai karena video itu malah membuat Arsyila mencurigainya atau bahkan menjadi benci kepadanya. Raihan tidak ingin itu terjadi. Raihan terus berpikir, Siapa? Siapa manusia yang sudah mencuri video itu dari handphonenya lalu menyebarnya? Siapakah dia?
TOK...
TOK...
TOK...
Terdengar suara ketukan dari pintu luar. Raihan menoleh sejenak kearah pintu sebelum akhirnya menyuruh masuk orang yang mengetuk tersebut.
"Masuk.." Kata Raihan dengan malas - malasan. Padahal saat ini ia tidak ingin bertemu dengan siapapun tapi tetap saja ia biarkan seseorang itu untuk masuk.
__ADS_1
"Hai, Raihan.." Sapa orang itu yang ternyata adalah Sindy. Melihat kemunculan Sindy, membuat pikiran dan hati Raihan semakin kacau. Karena kehadiran wanita itu sama sekali tidak diharapkannya.
"Ngapain kamu datang kesini lagi?" Tanya Raihan dengan ketus.
"Raihan, aku kesini.. Mau melihatkan ini sama kamu. Ini.. coba kamu lihat video ini, siapa wanita yang ada didalam video ini Raihan??" Kata Sindy yang langsung saja menyodorkan video dari handphonenya kepada Raihan.
Raihan lantas saja langsung membuang muka. Dalam hati ia menggerutu dan mengutuki dirinya sendiri karena video tersebut sudah menyebar jauh kemana - mana. Bahkan sudah dilihat juga oleh Sindy.
"Dari mana kamu dapat video itu?" Tanya Raihan dengan gusar.
"Dari teman aku, dan teman aku itu dapat dari temannya lagi. Satu kampus sudah tahu semua tentang ini. Aku gak nyangka, bikin malu aja tu Arsyila. Dari luar kelihatan seperti wanita Sholeha, tapi ternyata.. Malah tidur dengan lelaki lain..Ihhh..." Kata Sindy dengan ekspresi seakan meremehkan dan juga jijik terhadap Arsyila.
"Tutup mulut kamu itu, Sindy!!!" Bentak Raihan dengan rasa marah tak tertahan lagi. Ia tidak rela mendengar Arsyila dijelek - jelekkan seperti itu. Karena ia tahu betul Arsyila tidak bersalah, Dialah yang sudah menjebak Arsyila.
"Pergi kamu dari sini." Kata Raihan dengan mengusir Sindy.
"Loh, kamu kok ngusir aku. Emang salah aku apa? Padahal maksud aku baik lo sama kamu Raihan, aku mau menyadarkan kamu kalau Arsyila itu sebenarnya bukan wanita baik - baik, buktinya dibelakang kamu dia malah selingkuh.." Jelas Sindy yang membuat Raihan semakin murka lalu menarik lengan gadis itu ke arah pintu masuk.
"Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku berbuat lebih kasar lagi sama kamu!" Tegas Raihan seraya mendorong tubuh Sindy keluar dari ruangannya. Setelah itu, Raihan menutup pintunya dengan keras.
Sindy masih berdiri mematung didepan ruangan Raihan dengan hati yang dongkol, sampai akhirnya ada sebuah panggilan masuk dan Sindy langsung mengangkat telepon dari orang tersebut.
"Halo, Sindy? Apakah kamu yang mencuri video Arsyila dengan lelaki lain dari hpnya Raihan? Lalu kamu juga menyebarkannya, Ini perbuatan kamu kan?" Todong seseorang tersebut dengan menuduh Sindy. Sedangkan Sindy, langsung melongo dengan mengerutkan keningnya..
#
#
#
#
Bersambung...
Terimakasih Sudah selalu setia membaca dan Maaf atas keterlambatan Updatenya ya..!!
__ADS_1
😊😊💝💝