Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
GEJOLAK CINTA RAIHAN DAN ARSYILA


__ADS_3

Tiga harinya kemudian, Raihan mengajak Arsyila untuk memeriksakan kehamilan ke Dokter Kandungan. Malam itu Raihan menjemput Arsyila kerumahnya karena ia masih tinggal disana. Rencananya malam itu juga setelah memeriksakan kandungannya ke dokter, Arsyila akan pindah kembali kerumah Raihan.


Saat didalam mobil, Arsyila lebih banyak diam. Entah kenapa rasa canggung tiba - tiba saja menghampirinya. Padahal Raihan selalu memancing Arsyila untuk memulai obrolan. Raihan tampak sangat memperhatikan Arsyila dengan penuh rasa kasih sayang. Wajahnya begitu cerah dan ceria, ia sangat bahagia bisa mendapatkan hati Arsyila kembali.


"Sayang...? Ada apa? Kamu seperti tidak bersemangat gitu," tegur Raihan dan kemudian tangan kiri Raihan langsung saja menyentuh lembut tangan kanannya Arsyila.


"Ngak kenapa - napa, Bang Raihan. Cuman.. Khawatir saja dengan kandungan aku ini." kata Arsyila dengan tangan kirinya memegang perutnya.


"Khawatir kenapa? Apakah perut kamu kram lagi?" tanya Raihan dengan nada risau.


"Ngak Bang, Alhamdulillah tidak kram lagi.. Cuman kemarin dokter sempat mengatakan kalau perkembangan janinnya agak lambat dan aku takut saja dengan hasil USGnya nantik." jawab Arsyila dengan wajah yang murung.


"Kamu jangan berpikiran yang tidak - tidak, sayang. Yang penting kita sama - sama berdoa supaya apa yang kamu takutkan itu tidak terjadi. Oke?" ucap Raihan yang berusaha menenangkan hati Arsyila. Dan Arsyilapun hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian, merekapun sampai di rumah sakit. Dan mereka langsung saja menuju kelantai tiga tempat praktik dokter kandungannya. Tidak berapa lama mereka menunggu, akhirnya nama Arsyila dipanggil untuk segera masuk kedalam ruangan USG tersebut. Perasaan Arsyila semakin tidak menentu, langkah kakinya pun serasa berat untuk melangkah masuk kedalam. Namun, Genggaman dari tangan Raihan menguatkan hatinya.


Setelah berada didalam, dan sebelum memulai pemeriksaan USGnya, Dokter laki - laki tersebut mengajak Raihan dan Arsyila mengobrol santai ataupun sekedar berbasa - basi dahulu. Karena kebetulan dokter itulah adalah rekomendasi dari Dokter Adrian, dokter pribadi keluarganya Raihan.


"Kita periksakan dulu buk ya, rileks saja.. Jangan tegang." ucap dokter tersebut dengan ramah. Arsyila hanya diam seraya tersenyum tipis dan kemudian ia menarik nafas panjang dan berharap dengan begitu bisa membuat perasaannya lebih tenang.


"Hhhmmm... Bagus, perkembangan janin nya sudah berkembang dengan baik.." kata si Dokter. Mendengar hal tersebut membuat Arsyila langsung menghembuskan nafas dengan lega.


"Benar dok?" tanya Arsyila dengan mata yang berkaca - kaca.


"Iya, benar. Organ tubuhnya sudah terbentuk dengan sempurna semua, dan Kalau dari hasil pemeriksaannya ini, usia kehamilannya sudah memasuki usia 9-10 minggu." lanjut dokter tersebut dengan menjelaskan hasil pemeriksaannya.


"Alhamdulillah.." ucap Raihan dan Arsyila hampir berbarengan.


"Tapi.. Saya sarankan karena ibu pernah riwayat keguguran sebelumnya, dan untuk menghindari kejadian yang serupa jadi ada baiknya untuk aktifitas berhubungan dihentikan dulu sampai usia kandungannya diatas 12 minggu." ucap dokter berkaca mata itu lagi. Mendengar perkataan Dokter tersebut membuat Raihan dan Arsyila langsung saling pandang dengan wajah yang bingung.


"Maksudnya bagaimana ya Dok?" akhirnya Raihan bertanya untuk memastikan maksud pernyataan dari Dokter tersebut.


"Maksud saya, karena kandungan istri bapak agak rentan jadi untuk berhubungan suami istri ditunda dulu sampai usia kehamilannya diatas 12 minggu. Sebenarnya jika tidak ada riwayat keguguran sebelumnya, sah - sah saja sih berhubungan cuman tadi itu untuk lebih menjaga agar tidak terjadi peradarahan jadi ya ditahan dulu untuk berhubungan ya pak." jelas dokter itu dengan menahan senyumnya melihat wajah Raihan yang memerah menahan rasa malu. Sedangkan Arsyila tampak mencuri pandang kearah suaminya, dan ketika itu pula Raihan membalas pandangan Istrinya itu. Mereka saling pandang tuk sekian detik sampai akhirnya mereka mengalihkan pandangan mereka masing - masing. Buih - buih cinta semakin bersemi di hati mereka berdua.


"Terus yang lain bagaimana Dok? Aman kan Dok?" tanya Raihan yang mencoba mencairkan suasana hatinya yang sudah bergejolak dengan hebat.


💖💖💖💖


Setelah selesai memeriksakan kandungan Arsyila, Raihan lalu membawa Arsyila kerumahnya malam itu juga. Saat diperjalanan, Raihan kembali mengajak Arsyila mengobrol dan kali ini Arsyila lebih aktif menanggapi obrolan suaminya itu karena hatinya yang sudah sangat tenang setelah mengetahui bahwa kandungannya baik - baik saja.


Sesampainya mereka dirumah, Arsyila dan Raihan dibuat penasaran saat melihat ada sebuah mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Raihan seperti mengenali mobil tersebut dan benar saja Raihan langsung bergegas keluar dari mobil dan masuk kedalam rumahnya yang ternyata sudah ada Raina dan Randi didalam sana.

__ADS_1


"Raina??" panggil Raihan ke adiknya yang saat itu sedang duduk manis bersama Randi.


"Bang Raihan, dari mana?" tanya Raina yang kemudian mendekati Raihan lalu menyalaminya. Seketika itu pula Raina melihat Arsyila dan langsung juga menyalami tangan kakak iparnya.


"Abang membawa kak Arsyila kamu memeriksakan kehamilannya." jelas Raihan.


"Bagaimana keadaan calon keponakan Raina? sehat - sehat saja kan kak?" tanya Raina dengan tersenyum sumringah kearah Arsyila.


"Alhamdulillah, sehat - sehat saja Raina." jawab Arsyila dengan tersenyum pula.


"Syukurlah kak." kata Raina dan kemudian merangkul Arsyila untuk menuju kekursi tamu.


Randi yang sejak tadi masih diam duduk disana lalu memandang Raihan dan Arsyila secara bergantian dengan wajah yang sayu. Dan kemudian, laki - laki itupun mengeluarkan suaranya.


"Raihan, Arsyila... Aku datang kesini selain mau mengantarkan Raina, sebenarnya aku juga ingin meminta maaf secara langsung sama kalian berdua. Terutama sama kamu, Arsyila. Maafkan aku yang sudah membuat kamu malu karena video yang aku sebarkan dilingkungan tempat kamu mengajar. Tapi.. aku janji setelah ini akan mengakui semua perbuatan aku itu ke teman - teman kamu dan membersihkan nama kamu kembali." kata Randi dengan rasa bersalahnya itu.


"Iya, Randi. Aku sudah maafin kamu kok," jawab Arsyila.


"Tapi, aku rasa kamu gak perlu datang kesana untuk mengakui hal ini. Karena bang Raihan sudah menjelaskan kepada teman - teman aku tentang semuanya, dan Alhamdulilah mereka percaya dan tidak lagi mengucilkan aku." lanjut Arsyila lagi seraya memandang suaminya itu dengan tersenyum manis.


"Iya, benar Randi. Dengan kamu datang dan meminta maaf saja ke istri aku itu sudah lebih dari cukup. Lebih baik mulai saat ini kita lupakan saja semua keburukan yang pernah kita lakukan, dan kita kembali lagi membuka lembaran baru untuk menjadi manusia yang baik." ucap Raihan yang disetujui langsung oleh mereka semua yang ada disana.


Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, hari sudah menjelang tengah malam dan Randipun pamit pulang kerumahnya. Setelah kepulangan Randi, Raina pun pamit masuk duluan ke kamarnya. Lalu tinggalkan Arsyila dan Raihan berdua saja diruang tamu.


"Sayang... Yuk keatas." ajak Raihan lalu mengandeng tangan Arsyila menuju keatas. Arsyila pasrah tangannya digandeng oleh Raihan. Mereka lalu berjalan beriringan menaiki anak tangga dengan perlahan - lahan. Dan momen itu malah mengingatkan Arsyila saat pertama kali ia menikah dengan Raihan. Dimalam pertama pernikahannya dengan Raihan, lelaki itu juga mengandeng tangannya dengan lembut menuju kamar pengantin mereka yang ada dilantai atas. Saat itu perasaan Arsyila sangat bahagia, karena ia menerima perlakuan yang baik dan penuh kasih sayang oleh suaminya itu tapi ternyata itu hanyalah bersifat sementara. Semuanya seakan sirna saat dirinya sudah berada didalam kamar pengantin mereka.


Arsyila lalu membuang jauh - jauh ingatannya tentang pengalaman buruk dimalam pernikahannya saat dulu itu. Dia tidak ingin lagi mengenang masa lalunya yang pahit bersama Raihan, tapi sebaliknya ia akan membangun dan merajut masa depan yang indah bersama Raihan, suami yang sangat ia cintai.


Saat sudah didalam kamar, Perasaan canggung lagi - lagi dirasakan oleh Arsyila. Raihan yang manyadari akan kecanggungan istrinya itu lalu berinisiatif untuk mengajak Arsyila sholat isya berjamaah dulu. Arsyila mengiyakan dan kemudian mereka mengambil wudhu Dengan bergantian.


Ini adalah kali keduanya Arsyila diimani Raihan saat sholat, dan tentu saja Arsyila sangat bahagia sekali. Dalam doanya Arsyila tidak berhenti meminta kepada Allah agar rumah tangganya selalu diberkahi dan Raihan semakin menyayanginya dengan tulus.


"Arsyila, terimakasih sudah mau memaafkan aku yang hina ini. Terimakasih untuk kesempatan yang telah kamu berikan kepada aku, aku janji akan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan Dari kamu aku juga banyak belajar Arsyila, tentang kesabaran, tentang keteguhan dan kebesaran hati, serta yang paling penting adalah tentang kata maaf tanpa sedikit pun dendam yang kamu tunjukkan kepada aku. Aku sungguh bersyukur memiliki wanita berhati luas seperti kamu, Arsyila. Dan aku tidak akan pernah menyia - nyiakan kamu lagi, Aku janji." Tutur Raihan sesaat setelah mereka selesai sholat dan berdoa. Kemudian Raihan lalu meraih kedua tangan Arsyila, lalu diciumnya dengan hangat tangan istrinya itu.


"Iya, sama - sama bang Raihan." ucap Arsyila dengan senyuman manisnya yang sudah mengembang di bibirnya. Setelah itu kini tangan Raihan beralih kebagian perut Arsyila, ia mengelus lembut perut istrinya itu dengan sedikit menundukkan wajahnya kearah sana. Raihan tampak sedang mengatakan sesuatu kepada sang janin, Arsyila hanya tersenyum simpul melihat tingkah suaminya tersebut.


Beberapa saat kemudian,,


"Sayang... Yuk kita istirahat, kamu sudah ngantuk kan ?" tanya Raihan lalu menarik lembut tangan Arsyila yang baru saja selesai melipat mukenanya. Arsyilapun berdiri lalu mengikuti langkah kaki Raihan menuju ke tempat tidur mereka.


"Hhmm... Arsyila, Sayang.." panggil Raihan. Kini mereka sudah duduk ditepi ranjang. Raihan kembali menatap Arsyila dengan tatapan mautnya itu, dan tangannya kini mulai aktif menyentuh Arsyila dimulai dari bagian rambutnya, wajah hingga turun ke bagian lengan Arsyila. Arsyila merasakan sentuhan lembut dari Raihan itu dengan hati yang bergetar hebat. Begitupun dengan irama jantungnya yang semakin berdetak dengan kencang.

__ADS_1


"Arsyila, sudah lama kita menikah tapi sekalipun aku belum pernah memberikan nafkah bathin ke kamu" lirih Raihan tiba - tiba sehingga membuat mata Arsyila yang bulat itu semakin membesar.


"Ya.. Walaupun ketika aku mabuk saat itu aku sudah melakukannya. Tapi, itu sama saja bohong Arsyila. Karena kita yang sama - sama tidak merasakan nikmat cinta tersebut. Aku yang mabuk berat dan kamu yang tertidur pulas karena obat yang aku berikan." Tutur Raihan. Arsyila masih diam menyimak perkataan Raihan selanjutnya, karena Arsyila tahu suaminya itu belum selesai berbicara.


"Dan.. Ingin sekali rasanya aku mengulangi itu lagi, Arsyila. Didalam posisi kita sama - sama sadar dan dipenuhi rasa gejolak cinta seperti saat sekarang ini tentunya." lanjut Raihan dengan jelingan mata dan senyuman nakalnya itu memandang kearah Arsyila. Dipandang seperti itu, membuat Arsyila langsung salah tingkah namun seketika itupun ia teringat akan sesuatu.


"Bang Raihan.. Kata Dokter kan.."


"Iya, sayang... Aku ingat kok apa kata dokter." potong Raihan dengan tertawa kecil melihat Arsyila yang sedang meredam rasa malunya.


"Aku akan sabar menunggu sayang, Hhmm.. Sekitar 10 hari lagi kan kira - kira?" kata Raihan Dan Arsyila hanya mengangguk dengan pasti.


"Bismillah, semoga aku tahan ya.." canda Raihan lagi lalu tertawa dengan keras dan kemudian menarik tubuh Arsyila didalam pelukannya. Arsyila merasakan kehangatan serta kenyamanan berada didalam pelukan suaminya itu. Kebahagiaan yang sudah lama ia nanti kan dan ia berharap kebahagiaan ini tidak pernah ada akhirnya, tapi sebaliknya akan selalu kekal menemani setiap jalan kehidupannya...


💓💓💓💓


-end-


Assalamualaikum,,


Bismillah...


Alhamdulillah,,, Sudah 6 bulan lamanya Novel ini dirilis dan akhirnya hari ini saya bisa menamatkannya dengan sebaik mungkin..


😊😄


Terimakasih untuk para pembaca yang sudah sudi dan setia membaca Novel saya sejak awal hingga akhir🤗


Terimakasih atas dukungannya, semangat, dan saran yang sudah diberikan untuk saya.🙏🏻🙏🏻


Semoga Pembaca semua bisa memetik hikmah dari Novel Saya Ini dan mengambil pesan yang baik dari dalamnya,,😋😇


Sekali lagi Terimakasih Author ucapkan kepada semuanya, dan jika berkenan silahkan mampir ke Novel saya yang lainnya yang sedang on going dengan judul "Cinta Tanpa Restu"😎😉


Salam Hangat


M@iliyana..💙💙


Wa'alaikumussalam...


.

__ADS_1


__ADS_2