Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
PENGAKUAN RANDI


__ADS_3

"Tidak perlu kau mencari aku, Raihan. Aku sudah disini."


Tiba - tiba saja pintu terbuka, dari balik pintu muncullah sosok lelaki yang baru saja mereka bicarakan. Arsyila dan Raihan langsung melihat berbarengan kesumber suara tersebut dengan wajah penuh keterkejutan.


Randi masuk kedalam ruangan tersebut dengan langkah kaki yang pasti dan selang beberapa detik kemudian muncullah Raina dan juga Hasbi yang mengikutinya dari belakang. Melihat kedatangan mereka bertiga membuat tanda tanya yang besar dibenak Arsyila dan juga Raihan.


"Baguslah kau datang sendiri tanpa aku harus bersusah - susah payah menyeretmu kesini, Randi" ucap Raihan dengan geram. Ingin rasanya ia langsung menghajar wajah sengak dan tidak bersalah yang ditampilkan laki - laki itu saat ini. Namun, ia masih berusaha meredam emosinya karena ia tidak ingin membuat Arsyila semakin benci kepadanya karena sikapnya yang temperamen.


Mendengar perkataan Raihan tersebut membuat Randi langsung menyunggingkan senyum sinisnya.


"Raihan.. Raihan.. Kau masih saja bisa bersikap sok dan sombong seperti ini ya, setelah apa yang terjadi didalam kehidupan kau itu, tidak juga kau sadar atas semua perbuatan semena - mena yang kau lakukan terhadap orang lain, termasuk aku." kata Randi dengan nada sinis.


"Hei, Randi... Tidak perlu kau ingatkan itu. Aku tau apa yang aku perbuat. Jangan sok mengajari aku, sedangkan diri kau sendiri saja tidak becus." balas Raihan dengan mengarahkan telunjuknya kearah wajah Randi. Lantas Randi langsung teratwa kecil melihat amarah Raihan yang hampir menggebu - gebu terhadapnya.


"Sudahlah.. Jangan berdebat!!" Raina langsung melerai mereka yang mungkin saja akan lebih parah lagi jika ia tidak mengambil alih. Sedangkan Hasbi dan Arsyila memilih untuk diam menyaksikan ketegangan tersebut.


"Randi, aku ajak kamu kesini untuk menjelaskan sebenarnya yang terjadi bukan malah memancing emosinya abang aku." kata Raina dengan kesal.


"Iya, Raina. Aku tahu, cuman aku gak tahan aja melihat tingkah abang mu yang sok paling benar ini." kata Randi lagi - lagi memancing amarah Raihan. Dikatakan demikian membuat Raihan ingin bertindak namun Raina langsung memasang badan dengan menghadang Raihan.

__ADS_1


"Randi.. Cepat kamu katakan yang sejujur jujurnya dengan kita semua, terutama kepada kak Arsyila." kata Raina seraya mengalihkan pandangannya ke Arsyila yang sejak tadi hanya diam.


"Oke. Arsyila, pertama aku mau mintak maaf sama kamu karena aku telah berbohong dengan mengatakan bayi yang kamu kandung itu adalah anak aku." ucap Randi dengan suara yang lantang. Mendengar hal tersebut membuat mata Arsyila langsung terbelalak kaget. Namun ia masih belum juga mengeluarkan suara apapun.


"Aku sengaja melakukan kebohongan itu hanya untuk membalaskan rasa sakit hati aku ini terhadap dia." lanjut Randi lagi seraya ujung matanya menatap Raihan dengan rasa benci teramat dalam.


"Kamu tahu kan bagaimana jahatnya lelaki yang berstatus suami mu ini dulunya?? Seharusnya kamu sejak dulu tinggalkan saja dia, dia tidak pantas menjadi suami dari wanita sebaik kamu Arsyila." sambung Randi lagi yang semakin menyudutkan Raihan.


"Hari dimana aku menolong kamu pergi dari dia saat itu, Laki - laki jahat ini menghajar aku habis - habisan. Tapi, tidak habis disitu saja. Dia juga telah mengusik keluarga aku. Ibu dan adik aku!!" kata Randi yang membongkar perbuatan jahat Raihan terhadap keluarganya waktu dulu.


"Dia datang kerumah aku dan mengatakan sesuatu hal yang membuat ibu dan adik aku syok sampai - sampai ibu aku Meninggal karena serangan jantung yang tiba - tiba." cerita Randi yang kini matanya sudah mulai berkaca - kaca karena menahan rasa sedih ditinggal oleh sang ibu tercinta.


"Stop Randi..!!! Apa yang aku katakan waktu itu adalah sebuah kebenaran, aku tidak mengada - ngada jadi jangan kau salah kan aku atas meninggalnya ibumu itu" ucap Raihan dengan membela diri.


"Kamu tanya saja dengan manusia jahat ini, Arsyila. Apa yang sudah ia katakan," kata Randi. Dan Arsyila langsung menatap Raihan, meminta penjelasan dari suaminya itu.


"Arsyila, waktu itu aku tidak bermaksud untuk membuat ibunya syok. Mana aku tau ibunya Randi punya penyakit jantung. Aku cuman menyampaikan ke mereka bagaimana Randi aslinya dan.."


"Kau tidak punya hak untuk membongkar aib aku didepan ibu dan juga adik aku Raihan. Padahal apa bedanya kau sama aku ha? Malahan kau lebih bejat dari aku. Lihatlah apa yang telah laki - laki ini perbuat terhadap istrinya sendiri. Sangat Miris..!!" kata Randi lagi yang memotong perkataan Raihan seraya memandang Hasbi, Arsyila dan juga Raina secara bergantian.

__ADS_1


"Randi.. Sudah, masalah kamu dengan bang Raihan bisa dibicarakan nantik. Tolong sekarang kembali ke inti pembicaraan kita tadi," kata Raina setengah berbisik.


"Oke. Arsyila.. Apa yang telah dikatakan Raina itu adalah kejadian yang sebenarnya. Kamu hamil memang anaknya Raihan." kata Randi.


"Dan.. Asal kau tau Raihan, aku mau mengakui ini bukan berarati aku mau mengalah dari kau. Tapi, Karena Raina. Aku tulus mencintai dia." lanjut Randi lagi.


"Oya, satu hal lagi... Masalah video kita yang tersebar itu, aku lah yang menyebarkannya. Maafkan Aku Arsyila, aku terpaksa melakukan iu untuk memisahkan kamu dari Raihan" Ujar Randi ke Arsyila. Setelah mengatakan hal itu, Randipun keluar dari kamar rawatan Arsyila yang diikuti oleh Raina.


"Raina.. Raina.. Mau kemana kamu?" Raihan memanggil adiknya itu, tapi Raina sama sekali tidak menggubris panggilan dari abangnya.


Raihan yang kesal karena Raina mencuekkannya lalu ikut keluar juga untuk mengejar Raina yang sudah turun kebawah dan meninggalkan Hasbi dan Arsyila berdua didalam ruangan tersebut.


Arsyila kemudian memegang kepalanya yang tiba - tiba berdenyut. Pengakuan dari Randi barusan benar - benar membuat Arsyila bingung, tidak tahu apakah ia harus senang ataukah sebaliknya?


"Arsyila, kamu kenapa?" Hasbi yang melihat gelagat Arsyila yang sedikit gelisah langsung mendekatinya.


"Kepala aku sakit lagi, Hasbi." sahut Arsyila.


"Kamu tenang dulu ya, jangan pikir yang macam - macam. Aku akan panggil dokter." ucap Hasbi dan bersamaan dengan itu pula, Ardan dan Maida datang. Setelah melihat kedatangan adik dan sahabatnya itu, pandangan Arsyilapun menjadi gelap...

__ADS_1


💦💦💦💦


BERSAMBUNG..


__ADS_2