
2 Hari kemudian...
Arsyila sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Pagi itu, Arsyila tinggal seorang diri dirumahnya. Sedangkan Ardan pergi kekampus.
Arsyila duduk termenung dikursi dapur sambil menikmati segelas susu ibu hamil yang ia buat. Arsyila bersyukur ia tidak merasakan mual yang berlebihan disaat hamil trimester pertama ini. Ia masih bisa makan dan minum seperti biasa tanpa adanya keluhan mual apalagi sampai muntah. Akan tetapi, Arsyila lebih sering sakit kepala dan kram perut jika dipaksa banyak berpikir. Makanya dokter sangat mewanti - wanti Arsyila agar tidak banyak berpikir dahulu apalagi sampai stress.
Namun apalah dayanya, karena kejadian dua hari yang lalu membuat Arsyila tidak bisa untuk tidak memikirkannya. Ya.. Semenjak dihari Randi datang dan membuat sebuah pengakuan tentang kejadian yang sesungguhnya itu membuat Arsyila harus bisa menerima kenyataan baru bahwa bayi yang ia kandung ini adalah anaknya Raihan, suaminya sendiri.
Arsyila menarik nafas panjang berkali - kali lalu menghembuskannya dengan perlahan - lahan, dengan begitu ia bisa mengontrol perasaannya yang tidak karuan saat ini. Lagi - lagi ia tidak tahu harus berbuat apa setelah tahu kenyataan yang sebenarnya. Kejadian demi kejadian sudah terungkap satu persatu, tentang kehamilannya dan juga tentang video yang tersebar itu. Dan ternyata Randi lah yang telah menyebar video tersebut, atas dasar ingin membuat Raihan berpisah darinya karena suatu kesalahan fatal yang sudah Raihan perbuat.
Kendatipun demikian, Arsyila tidak menyalahkan Randi seutuhnya. Yang salah adalah Raihan. Raihan yang telah semena - mena terhadap Randi dan juga keluarganya. Padahal waktu itu Randi bermaksud baik ingin menolong Arsyila namun Raihan malah menghajarnya habis - habisan dan juga malah melibatkan ibunya Randi hingga wanita itu meninggal karena serangan jantung.
Mendengar cerita Randi itu membuat Arsyila jadi ingat kepada Ayahnya. Karena sama, Ayah Arsyila juga meniggal karena serangan jantung dan.. itu setelah Raihan mengatakan tentang rencana jahat dan juga pembalasan dendamnya yang akan dibalasnya ke Arsyila.
Arsyila memejamkan matanya sesaat, berusaha untuk meredam amarah yang mulai bergejolak dihatinya jika teringat akan hal itu.Bagaimanapun juga, ia sudah belajar mengikhlaskan apa yang telah terjadi dan juga belajar menjadi manusia pemaaf. Ia sempat memaafkan Raihan waktu itu, Ia sempat membuka hati dan membiarkan perasaannya hanyut dalam buaian kasih sayang yang Raihan berikan ke dirinya, Sampai akhirnya.. Perasaannya kembali hancur saat masalah baru muncul lagi.. Masalah yang membuat Ia kembali membenci Raihan, namun ternyata.. bukan Raihanlah sumber masalah tersebut.
Setelah kejadian dua hari itu, Raihan menghilang. Ia tidak lagi kembali kerumah sakit ataupun kerumah Arsyila. Dia juga tidak menghubungi Arsyila. Hal ini tentu membuat tanda tanya besar dibenak Arsyila tentang dimanakah keberadaannya saat ini? Mengapa dia menghilang? Kemanakah Raihan? Mengapa lelaki itu tidak mencarinya dan berusaha untuk membujuknya lagi?
__ADS_1
Tok...
Tok...
Tok...
Bunyi ketukan pintu dari luar rumahnya membuat Arsyila langsung tersentak kaget, lamunannya tentang Raihan pun buyar seketika. Dan detik kemudian, Arsyila langsung saja beranjak dari kursinya dan menuju kedepan pintu masuk. Saat pintu sudah terbuka, seraut wajah lelaki tampan langsung tertangkap oleh matanya. Wajah tampan itu tampak melemparkan senyum manisnya kearah Arsyila.
"Arsyila, bagaimana keaadan kamu hari ini? Sudah mulai membaik kah?" tanya lelaki itu dengan penuh perhatian.
"Alhamdulillah, sudah berangsur membaik." jawab Arsyila.
"Sebentar lagi Maida akan menyusul, boleh aku masuk?" tanyanya, Arsyila hanya mengangguk.
"Bentar Hasbi, aku akan bikinkan kamu minum dulu ya.." ujar Arsyila lalu beranjak kedapur. Saat didapur, Arsyila kembali dibuat berpikir. Kedatangan Hasbi membuat kegalauan hatinya semakin menjadi - jadi, karena sudah dapat dipastikan bahwa lelaki itu juga telah tahu semuanya karena dia ada saat itu. Tapi, Arsyila tidak melihat respon apapun dari Hasbi, karena setelah kejadian itu Hasbi banyak diam dan tidak berkomentar apapun padahal sebelum sebelumnya ia sangat vokal dan selalu ingin terlibat dalam urusan Arsyila.
Arsyila benar - benar bingung dalam bersikap, apalagi mengenai tawaran Hasbi yang ia terima itu. Apakah hal itu masih berlaku, Setelah ia tahu bahwa Arsyila kini mengandung anak dari Raihan, suaminya sendiri?
__ADS_1
"Arsyila.. Apa yang kamu rasakan?" tanya Hasbi setelah Arsyila kembali keruang tamu dan meletakkan minuman untuk Hasbi. Mendengar pertanyaan dari Hasbi membuat Arsyila membesarkan matanya karena ia yang heran dan tidak paham maksud pertanyaan dari sahabatnya itu.
"Yang aku rasakan? Tentang apa?" Arsyila malah balik bertanya.
"Tentang semua hal yang dikatakan oleh Randi kemarin itu." jawab Hasbi lalu tersenyum tipis. Ia melihat kearah Arsyila yang langsung menundukkan wajahnya.
"Arsyila, maaf.. Bukannya aku ingin mempengaruhi kamu ataupun membuat kamu semakin terbebani dengan perkataan aku ini nantiknya. Aku pun sadar Arsyila, tidak sepantasnya aku waktu itu memberikan sebuah tawaran ke kamu untuk menikah dengan aku. Aku yakin.. Kamu mau menerimanya bukan karena kamu memang cinta sama aku, tapi hanya karena merasa tidak enak jika harus menolak aku untuk kesekian kalinya. Tapi, awalnya aku gak mempermasalahkannya karena aku yakin cinta itu bisa tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun, keyakinan ku pupus sudah ketika tahu kejadian yang sebenarnya. Aku... Kita, dan semuanya sudah salah karena telah menuduh Raihan lah yang jahat. Yang padahal Raihan sudah berusaha memperbaiki keadaan dan menyesali perbuatan jahatnya yang dulu itu." Tutur Hasbi panjang lebar, lalu berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang. Arsyila memilih untuk diam dan menunggu lanjutan dari perkataan Hasbi.
"Dan setelah aku tahu juga bahwa bayi yang kamu kandung adalah anaknya Raihan, membuat aku semakin berpikir keras... Bahwa tidak seharusnya aku bersikap egois dengan memaksa kamu untuk tetap menikah dengan aku, sedangkan disana.. Aku tahu Raihan lah yang lebih berhak untuk memiliki kamu dan juga bayi yang ada dikandungan kamu itu, Arsyila." ucap Hasbi dengan wajahnya yang sendu itu. Arsyila bisa rasakan bagaimana sedihnya perasaan Hasbi saat ini.
"Hasbi, kamu salah jika berpikiran begitu. Bagaimana pun, aku gak mungkin kembali lagi dengan Raihan.." kata Arsyila yang menyanggah semua ucapan Hasbi.
"Jangan terburu - buru dalam mengambil keputusan, Arsyila. Kamu masih punya waktu berpikir, pikirkan dulu semuanya baik - baik. Jangan sampai pilihan kamu nantiknya akan membuat kamu malah menyesal. Aku juga tidak menyuruh kamu kembali dengan Raihan dan juga tidak menyuruh kamu untuk tetap menerima aku. Aku hanya menyuruh kamu untuk berpikir, berpikir dengan bijak. Minta juga petunjuk dariNya. Oke?" kata Hasbi yang diakhir dengan senyuman manisnya itu. Arsyila tidak lagi menyanggah, hanya anggukan dari kepalanya yang bisa ia lakukan saat ini. Tanda ia akan mengikuti saran dari Hasbi.
Beberapa saat kemudian, terdengar langkah kaki buru - buru menuju kearah pintu rumah Arsyila yang masih terbuka lebar. Dan sejurus kemudian Arsyila dan Hasbi langsung saja menoleh berbarengan kearah pintu tersebut yang ternyata sudah ada sosok lelaki yang berdiri diambang pintu dengan penampilan yang sangat berantakan...
💙💙💙💙
__ADS_1
BERSAMBUNG...