
Badan Raihan terasa lemas seakan tidak bertenaga setelah mendengar semua rahasia yang disimpan rapat oleh adiknya itu.
Rahasia pertama yaitu tentang hubungan Raina dengan Randi. Mereka sudah menjalani hubungan lebih kurang dalam setahun ini. Sedikitpun Raihan tidak pernah menyangka bahwa Randi memacari adiknya. Padahal Raihan tahu pasti bagaimana sifat Randi yang sebenarnya, dia yang playboy dan suka main wanita. Karena itulah sudah dapat dipastikan bahwa Raihan pasti tidak akan merestui hubungan mereka berdua. Raihan tidak ingin Raina dimainkan oleh Randi apalagi setelah mereka bersengketa seperti ini. Randi pasti semakin liar dan memanfaatkan Raina untuk membuatnya hancur.
"Kamu tinggalkan Randi. Kamu akhiri hubungan kamu dengan laki - laki brengsek itu sebelum kamu menyesal nantinya." Tegas Raihan sekali lagi dengan sangat geram saat itu. Sedangkan Raina hanya diam. Tidak mengiyakan ataupun menolak suruhan abangnya itu.
Lalu, Rahasia kedua... Tidak kalah membuat Raihan kaget sekaget - kagetnya. Sesuatu yang juga tidak pernah terlintas dipikirannnya. Raina mengatakan tentang kejadian yang ia dengar sendiri dari mulutnya Randi bahwa.. Janin yang ada didalam kandungan Arsyila itu adalah anaknya. Yah... Raihan benar - benar tidak ingat dengan kejadian dipagi itu saat Arsyila diberinya obat tidur. Memang seingat Raihan dia ada beberapa kali meneguk minuman keras. Tapi, Raihan tidak menyangka saja minuman itu membuat ia mabuk sampai tidak sadar telah meniduri Arsyila. Raihan sama sekali tidak ingat apa - apa. Apa yang ia katakan apalagi sentuhan demi sentuhan yang ia lakukan ke istrinya itu, ia sama sekali tidak ingat.
Namun demikian, Sebenarnya Raihan sangat lega jika memang seperti itulah kenyataanny. Tapi, yang membuat dia galau adalah apakah Arsyila akan mempercayai ini semua? Bagaimana ia bisa menyakinkan istrinya itu agar bisa percaya dengan dirinya juga Raina. Karena pasti sulit bagi Arsyila untuk mempercayainya lagi, ditambah waktu itu Raihan malah sempat menyarankan Arsyila untuk menggugurkan kandungannya. Mengingat itu kembali membuat Raihan langsung menepuk kuat dahinya karena ia yang begitu tega berencana untuk menggugurkan darah dagingnya sendiri.
Tidak Ada yang bisa Raihan lakukan ketika mendengar pengakuan dari Raina saat itu selain memarahi adiknya tersebut. Raihan sangat marah, Marah besar malahan. Karena dengan merahasiakan hal ini sejak awal sama saja Raina telah menghancurkan pernikahan dirinya dan Arsyila.
"Kamu benar - benar tega Raina. Kamu tahu segalanya tapi kamu diam saja. Kamu ikut permainan laki - laki jahat itu. Sama saja kamu sudah mengkhianati abang kandung kamu sendiri..!!" Ucap Raihan dengan wajah merah padam dan mata yang melotot. Raina yang tidak tahan melihat kemarahan yang tergambar dari wajah abangnya itu, hanya bisa menunduk.
"Maaf, Bang.. Raina, Raina benar - benar mintak maaf.." lirihnya dengan sangat merasa bersalah.
"Maaf saja tidak cukup, Raina. Kamu harus melakukan dua hal sekarang juga." ujar Raihan dengan suara yang lantang.
"Apa bang?" tanya Raina dengan suara paraunya.
"Pertama, kamu harus akhiri hubungan kamu dengan Randi sekarang juga. Kamu telpon dia." suruh Raihan. Karena Raina yang masih ragu untuk melakukan itu, lalu Raihanpun merebut Hp dari genggaman Raina dan langsung menghubungi nomor Randi. Tidak menunggu lama, Randi langsung mengangkat telponnya. Dan saat itu pula bermacam - macam cacian dan kalimat kasar langsung keluar dari mulut Raihan yang ditujukan ke Randi.
__ADS_1
"Dan yang kedua..." Lanjut Raihan lagi setelah puas mencaci maki Randi. Raina yang merasa bersalah hanya bisa menunggu dengan pasrah perkataan selanjutnya dari abangnya.
"Kamu ikut abang kerumah Arsyila sekarang dan kamu jelas kan sejelas - jelasnya ke Arsyila tentang semua ini." kata Raihan masih dengan rasa geram.
"Iya, pasti bang. Raina pasti akan bertanggung jawab menjelaskannya sama kak Arsyila, tapi.. Raina butuh waktu juga karena..."
"Butuh waktu apa lagi Raina??" potong Raihan langsung.
"Gak ada kata tapi lagi, Raina. Sebelum semuanya terlambat, kita kerumah Arsyila sekarang!!" tegas Raihan lalu menarik tangan Raina keluar dari kamarnya dan menuju kebawah. Lagi - lagi Raina hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan abangnya itu.
💦💦💦💦
"Raihan, ngapain lagi dia kesini?" desis Hasbi dengan geram. Begitupun Arsyila yang sangat tidak ingin bertemu dengan suami yang sudah digugatnya itu. Arsyila berharap segera cerai dari Raihan dan tidak lagi melihat wajahnya. Tapi, tiba - tiba saja laki - laki itu memunculkan wajahnya lagi dihadapan Arsyila dan kini malah datang bersama Raina.
"Mau apa lagi kau kemari, Raihan?" tanya Hasbi dengan setengah berteriak. Tanpa menjawab pertanyaan dari Hasbi, Raihan dan Raina tetap berjalan mendekati mereka berdua.
"Arsyila, ada sesuatu hal penting yang akan aku dan Raina jelaskan ke kamu." kata Raihan dengan wajah yang serius.
"Aku gak mau dengar penjelasan apa - apa lagi dari kamu." sahut Arsyila dengan ketus.
"Ini penting Arsyila, aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Kamu harus tahu bahwa..." Belum sempat Raihan melanjutkan ucapannya, Hasbi malah mendorong tubuh Raihan dengan kuat sehingga lelaki itu terdorong jauh kebelakang.
__ADS_1
"Kau tidak dengar apa yang Arsyila bilang ha? Arsyila tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari kau Raihan, karena semuanya sudah jelas bahwa kau sudah berkali - kali menyakiti Arsyila. Dan aku tidak akan membiarkan Arsyila tersakiti lagi oleh kau." kata Hasbi dengan garang.
"Jangan ikut campur kau Hasbi, aku minta kali ini kau jangan mencampuri urusan rumah tangga kami. Biar aku berbicara dengan istri aku." kata Raihan lalu membalas mendorong tubuh Hasbi sehingga membuat Hasbi jatuh terduduk dilantai karena saking kuatnya dorongan dari Raihan tersebut. Dan kemudian, Raihan melangkah mendekati Arsyila.
"Arsyila, aku mohon... Sekali ini saja kamu harus dengarkan aku.." kata Raihan yang kembali memohon ke Arsyila.
"Iya, kak Arsyila. Beri kesempatan bang Raihan dan Raina menjelaskan semuanya." kata Raina yang akhirnya mengeluarkan suara juga. Arsyila menoleh sesaat kearah Raina. Wajah perempuan cantik itu terlihat pucat dan panik. Seperti ada sebuah beban yang ingin ia lepaskan. Tapi, ego Arsyila memaksanya untuk tidak lagi mempercayai dua manusia yang ada dihadapannya ini. Pikirannya membisikkan bahwa ada rencana busuk yang sedang mereka rencanakan ke dirinya.
"Aku gak punya waktu untuk mendengar ocehan kalian berdua." kata Arsyila lalu membalikkan badannya kemudian masuk kedalam rumah yang diikuti oleh Hasbi dengan senyuman penuh kemenangan yang tergambar diwajahnya.
Namun, Raihan tidak menyerah begitu saja. Ia setengah berlari mengejar Arsyila dan mencoba menahan pintu yang akan ditutup oleh Hasbi dari dalam.
"Arsyila... Tolong buka pintunya dulu..!!" kata Raihan yang mendorong sekuat tenaga pintu yang akan ditutup oleh Hasbi. Mereka berdua terlihat saling mendorong dan menahan pintu secara bersamaan dan dengan sama kuatnya.
"Arsyila... Buka pintunya. Kamu harus tahu ini Arsyila..." teriak Raihan. Namun, sedikitpun Arsyila tidak mempedulikannya. ia berusaha memekakkan telinganya dan kemudian hendak masuk kedalam kamarnya. Akan tetapi, langkah kakinya terhenti saat ia mendengar sesuatu yang keluar dari mulutnya Raihan.
"Janin yang ada di rahim kamu itu adalah anak aku Arsyila, Aku yang menghamili kamu. Bukan Randi..!!" teriak Raihan dengan suara yang terdengar nyaring dan jelas tertangkap oleh telinga Arsyila...
💦💦💦💦
BERSAMBUNG...
__ADS_1