
Suasana malam yang mulai gelap menemani Sarah, wanita itu tengah menulis sebuah cerita baru.
Beberapa hari berlalu, tapi tidak ada kabar dari perusahaan penerbit mengenai kontrak penerbitan novelnya. Hanya tip awal, belum ada konfirmasi bahwa bukunya sudah di cetak atau belum. Beberapa kali Sarah menghubungi pihak penerbit, tapi belum dikabari ulang, hanya disuruh menunggu karena ada masalah sedikit dengan percetakan.
Suara bel apartemen, menyadarkan Sarah dari dunia cerita buatannya sendiri. Sarah berjalan kearah
pintu, dilihatnya dari lubang kecil. Berdiri seorang pria yang dikenalinya, pria yang beberapa tahun di hindarinya.
Beberapa menit Sarah biarkan pria itu tetap berdiri, hingga bel kembali berbunyi berulang.
Pintu terbuka.
“apa yang kau inginkan lagi?”. Tanya Sarah dengan dingin
“urusan kita belum selesai miss Nicole, kau harus mati”.
“aku tidak tau kenapa Megan bunuh diri”.
“karena dia ingin menyelematkanmu, maka dari itu kalau Megan mati, kau juga harus mati”.
Brian Alexander, kakak kandung Megan. Sebelumnya Brian sempat menyukai Sarah, tapi Sarah menolak Brian
karena menganggap Brian adalah kakaknya sendiri. Hingga satu ketika perusahaan mereka bangkrut yang mengharuskan Brian pergi keluar negeri. Setahu Brian, Megan meninggal karena mendonorkan hatinyaa pada Sarah, Sarah memiliki penyakit dan harus mendapatkan donor hati, kebetulan cocok dengan milik Megan. Tapi saat
Megan ijin pada Brian, pria itu tidak memperbolehkan Megan melakukannya, kemudian Megan di temukan meninggal karena bunuh diri dan memberikan hatinya pada Sarah.
Brian mencekik leher Sarah hingga membuat wanita itu terhuyung kebelakang.
“lep-pas kan”. Ucap Sarah terbata-bata
Sebuah tangan menarik kerah Brian dan membuat pria itu melepaskan Sarah. Kevin memukuli Brian hingga
babak belur.
“aku akan membawammu ke kantor polisi”. Ucap Kevin sembari menarik Brian agar berdiri
“biarkan, jangan bawa dia ke kantor polisi, biarkan dia pergi”. Sarah menahan lengan Kevin, dan
membuat Kevin melepaskan Brian.
♣
Sarah dan Kevin duduk di sofa, mereka berdua saling diam dengan pemikiraan maasing masing, hingga
Kevin mulai membuka mulut.
“kau tidak apa kan?”. Tanya Kevin menatap Sarah khawatir
Sarah tetap diam, namun perlahan air matanya jatuh.
Kevin menarik Sarah ke dalam pelukannya. “kau bisa mengatakan padaku kalau pria itu menyakitimu lagi”.
“dia akan membunuhku”.
Kevin menatap Sarah tajam “apa? lalu kenapa kau membiarkan dia lepas?”.
“ itu bukan urusanmu dan terima kasih sudah menolongku”.
“kalau memang kau tidak mau memberitahuku siapa pria itu, aku bisa mencarinya sendiri dan aku tidak
akan membiarkanmu terluka sedikitpun”.
Sarah menatap Kevin.
“kenapa kau melakukan semua ini padaku? Kau hanya ingin meniduriku lalu kau akan meninggalkanku
seperti wanita-wanita lainnya”.
“tidak”.
__ADS_1
“lalu apa? aku hanya wanita miskin”.
“karena aku mencintaimu”.
Sarah terdiam mencari sebuah kebohongan dari mata Kevin, tapi wanita itu tidak mendapatkanny, Kevin
berkata jujur padanya. Tapi Sarah tidak pernah yakin dengan semua yang di ucapkan Kevin.
“terserah kalau sekarang kau belum percaya padaku, aku akan menunggu sampai kau sadar bahwa aku
sungguhan mencintaimu”.
Kevin beranjak dari duduknya.
“aku ada urusan, kalau ada apa apa, langsung hubungi aku”.
Sarah masih terdiam, hingga Kevin benar-benar menghilang di balik pintu.
♣
Ronald membukakan pintu mobil untuk Kevin,
“cari tau tentang Brian”.
“baik tuan”.
Mobil itu membawa Kevin ke sebuah mansion mewah yang berada di pinggiran kota New York, mansion pribadi
milikm Kevin. Hari ini dia mendengar dari Ronald kalau Jessica datang dan tengah berada di mansion.
Sampai di sana, Kevin langsung keluar dan menghampiri Jessica yang tengah menunggunya di ruang
keluarga.
“Kevin”. Sapa Jessica
“kenapa kau datang?”.
dimana-mana itu membuatku muak”.
Kevin tertawa melihat ekspresi lucu Jessica, pria itu mencubit pipi Jessica gemas membuat wanita itu
kesakitan sambil cemberut.
“cepat atau lambat, semua juga akan tau, lalu kenapa harus di tunda-tunda”.
“Ronald mengatakan kau dekat dengan wanita”.
“tidak”.
“kau bohong, aku ingin bertemu wanita itu”.
“tidak Jessica, nanti kalau sudah waktunya aku akan membawamu padanya, tenang saja”.
“apa dia cantik?”.
“ya, kau tau seleraku”.
“dia lebih cantik dariku?”.
“tentu saja, kalian berbeda, kau cantik sebagai adik, sedangkan dia sebagai wanita yang ku sukai”.
“mama pasti bahagia melihat Kevin yang sekarang”.
“lalu kenapa kau ke New York?”.
“jalan-jalan”.
“bagaimana dengan Angel?”.
__ADS_1
“Angel sedang ada ujian akhir, dia tidak mau ikut”.
“baguslah, biarkan dia belajar”.
“jadi aapa kau mau menamaniku jalan?”.
“tidak, kau pergi dengan Ronald, aku aadaa urusan penting, disini aku tidak untuk main-main Jes”.
“ya baiklah”.
Kevin mengambil jaketnya di kamar, lekas kembali pergi.
Pria itu mengendarai mobilnya sendirian ke club malam, dia butuh hiburan mala mini, dan juga wanita.
Mungkin dia akan langsung menemukan wanita di club ini, karena baaru pertama dia mendatangi club yang notabenya memang baru saja launching.
Kevin duduk di bar sembari meminum wine nya. Seoraang wanita cantik menghampirinya, wanita yang
hanya memakai pakaian sangat minim. Menyentuh pundak Kevin lembut.
“tuan, aku akan menemanimu malam ini”.
Kevin langsung manerik manita itu kearah toilet, dan mencium bibirnya dengan kasar. Ciuman kevin turun
hingga leher.
♣
Kevin mendudukan dirinya di sofa setelah membersihkan tubuh penuh peluhnya di kamar mandi, pria
itu meminum wine nya sedikit demi sedikit sambil menghisap rokok. Hingga wanita yang tengah terbaring di ranjang tanpa sehelei benang pun itu terbangun.
Tatapaan wanita itu langsung terarah pada Kevin sembari tersenyum menggoda. Namun Kevin hanya
memandanginya malas.
Pria itu menuliskan sebuah cek dan melemparkannya pada wanita itu.
“itu bayaranmu, jangan mencariku, dan jangan lupa minum pil kontraasepsi yang kuberikan”. Ucap Kevin
yang hanya di jawab anggukan manja wanita jalang itu
Kevin keluar dari kamar vvip club tersebut.
Hari masih gelap, karena jam masih menunjukkan pukul 3 pagi.
Mobil Kevin berhenti di depan apartemen Sarah, dilihatnya ke atas tepat dimana Sarah tinggal, lampunya
masih menyala terang, itu adalah tanda bahwa Sarah masih tidur.
Sarah tidak menyukai tidur dalam keadaan gelap, tapi kalau lampu sudah mati, maka itu tandanya Sarah
tidak berada di kamar, melainkan menyiapkan makan pagi.
Kevin menjalankan mobilnya kembali meninggalkan apartemen sarah, pria itu membawa mobilnya ke
hotel untuk beristirahat sejenak, hingga ponselnya berdering.
“halo”.
“tuan Martine, saya sudah mendapatkan berkas tentang Brian”.
“bawa ke tempatku sekarang”.
“baik tuan”.
Kevin menutup ponselnya dan segera pulang ke hotel sebelum Ronald sampai duluan disana. Saat berada di
Basement hotel, Kevin menghentikan langkahnya tat kala melihat mobil pamannya terparkir disana.
__ADS_1
“dia disini”.