Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 14


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan rambut coklat ombre yang dikuncir kuda, gaun hitam 15 centi di atas


lutut, dipadukan high heels dan lipstick merah mencolok. Wanita itu keluar dari apartemennya bersama wanita cantik yang tak kalas seksi bahkan lebih seksi.


“apakah ini masih terlihat?”. Tanya Sarah pada Natali yang ada di sampingnya saat berada di dalam


lift


“tidak, kau terlihat sangat cantik sarah, tenang saja tidak aka nada yang mengenalimu”.


“tapi bagaimana kalau Kevin menyuruh seseorang untuk mengikutiku”.


“aku pastikan orang itu tidak mengenalimu sekarang, lagipula kau tidak mematikan lampu  mu, right?”.


Mengendarai mobil Natali, mereka berdua pergi ke club, Hardi sudah menunggu disana, namun pria


itu tidak tau kalau Natali mengajak Sarah temannya.


Sampai di Club, Natali langsung mengajak Sarah masuk, aroma alcohol dan rokok memenuhi ruangan lebar


dengan minim penerangan namun begitu ramai manusia di lantai dansa.


Hardi menemui Natali, pria itu sedikit melirik kearah Sarah.


“Sarah kan?”. Ucap Hardi dengan menajamkan penglihatan kearah Sarah


“shuttt diam, iya dia Sarah”.


“tumben pakai style seperti ini”.


“karena temanmu”.


“apa?”.


“jadi kau tidak tau kalau Sarah dengan Kevin Martine sekarang?”.


“woahh sungguh? Dia pasti marah besar kalau miliknya di lirik oleh orang lain”.


“kalau begitu diamlah”.


“yes baby”. Hardi merangkul pinggang Natali “Sar, aku bawa natali sebentar, nikmati malammu”.


“okay”.


Hardi dan Natali pergi menjauh dari Sarah, sedangkan Sarah memilih duduk di bar dengan segelas wine,


banyak yang mendekati Sarah namun wanita itu selalu menolaknya dengan keras.


“Sarah”. Panggilan dari belakang, membuat Sarah sedikit bergidik, suara pria yang sangat di kenalinya.


Sarah berbalik melihat ke belakang.


“Kevin”.


“kau tidak mendengarkanku sama sekali?”. Ucap Kevin dingin, tangan pria itu menyentuh


lembut paha Sarah.


Sarah menunduk “aku minta maaf”.


Kevin mengangkat dagu Sarah, menatap tajam mata wanita itu. Perlahan melepas jas yang digunakannya


dan memakaikan di tubuh Sarah.


“ayo pulang”.


“tapi Natali”.


“aku akan mengatakan pada Hardi, aku yang akan membayar tagihan mereka”.


“tidak! aku akan tetap disini”.


“Sarah!”.


“Kevin, berhenti mengatur hidupku”.


“karena aku tidak mau kau kenapa-napa”.


“kenapa kau tidak disini saja kalau begitu”.


Kevin terdiam.


Beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Langkah Kevin terhenti tat kala melihat foto yang di kirimkan oleh Ronald, Kevin sengaja meninggalkan


Ronald untuk mengamati Sarah, dan benar dugaannya kalau Sarah keluar malam ini. Dan pakaian yang dikenakan Sarah membuatnya benar-benar marah. Pria itu membatalkan penerbangan dan kembali menggunakan mobilnya menuju alamat club yang di kirimkan Ronald.


Kevin hanya diam, sesekali melirik kearah wanitanya yang terus meneguk wine. Hingga wajah Sarah


benar-benar memerah, bahkan kesadarannya sudah mulai hilang. Wanita itu memeluk Kevin erat.


“maafkan aku”. Ucap Sarah lirih


“sudah lah, tidak masalah”. Kevin mengusap punggung Sarah lembut


“aku benar-benar ingin keluar, jangan marah lagi”.


“apa kau berjanji ini yang terakhir, haish sama saja kalau kau berjanji di saat mabuk”.


Kevin membopong Sarah keluar dari club menuju mobilnya.


Pria itu membawa Sarah ke apartemen miliknya.


Dari kejauhan terlihat seorang wanita cantik tengah memperhatikan Sarah yang di bopong oleh Kevin


keluar dari club, wanita itu menginjakkan kakinya ke bumi dengan kesal. Lekas menghubungi seseorang dan pergi.



Kevin menidurkan Sarah di ranjang king size miliknya, menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah


cantik Sarah.


Seorang wanita paruh baya masuk ke kamar Kevin membawa sebuah handuk kecil dengan air yang berada di


mangkuk besar.


“bersihkan tubuhnya dan jangan lupa make up nya”. Ucap Kevin menyuruh Joana


“baik tuan Martine”.


Kevin keluar dari kamarnya menuju ruang kerja, mengerjakan beberapa pekerjaan yang terbengkalai


dan di tinggalnya.


Telepon terletak di meja kerja Kevin berdering.


“Halo”.


“ya, ponselku sepertinya tertinggal di mobil, ada apa?”.


“mengenai Brian”.


“ada apa?”.


“saya melihatnya berada di apartemen nona Sarah, Apartemennya menyala, saya melihat ada orang didalam,


lalu saya pergi ke sana, dan benar, ada Brian di dalam, dia membawa pisau, sepertinya nona Sarah”.


“ya aku mengerti, Sarah bersamaku saat ini”.


“syukurlah tuan”.


“laporkan apapun tentang pria itu dan cari tau mengenai Michael”.


“baik tuan”.


Kevin menutup teleponnya, bersamaan dengan suara ketukan pintu dari luar.


“masuk”.


Joana masuk ke ruang kerja Kevin dengan hormat.


“tuan, saya sudah menyiapkan makan malam untuk anda”.


“terima kasih, bagaimana dengan Sarah?”.


“nona Sarah masih tidur tuan, dia sempat muntah tadi, tapi sekarang sudah baikan”.


“nanti setelah dia sadar berikan apapun yang membuatnya membaik”.


“baik tuan”.


“kau bisa kembali ke kamarmu”.


“baik”.

__ADS_1


Joana meninggalkan ruang kerja Kevin, sedangkan Kevin keluar untuk pergi ke dapur, perutnya mulai


lapar karena tidak memakan apapun tadi.


Beberapa makanan tersedia di meja makan, sebelum pria itu menikamati makan malamnya, dia pergi


ke kamar untuk melihat keadaan Sarah.


Wanitanya saat ini sudah berganti pakaian tidur ddan juga make up tebal yang dipakainya tadi sudah


di hapus. Kevin menyentuh lembut pipi Sarah, lalu tersenyum.


“aku mencintaimu sayang”.


Wajah Kevin mendekat ke wajah Sarah, menghirup aroma manis wanita itu, mengecup lembut bibir Sarah,


pindah ke hidung hingga ke dahi.


Setelahnya pergi kedapur untuk makan malam sendiri. Namun langkahnya terhenti ketika melihat


Joana sedang menghubungi seseorang di sebrang yang tidak bisa di dengar oleh Kevin.


“baik tuan”. Hanya itu yang bisa di dengar oleh Kevin.


Tat kala memakan makanannya di meja makan, Kevi n terus berfikir apa yang di sembunyikan oleh


Joana, wanita itu terlihat sangat aneh, walaupun pekerjaannya selalu benar dan sesuai dengan yang Kevin inginkan.


“Aaaaaa………”.


Suara teriakan dari kamar tempat Sarah tertidur membuat Kevin langsung berlari kesana, membuka


pintu kamarnya lebar-lebar untuk melihat apa yang terjadi pada Sarah.


Kevin menghampiri Sarah yang sudah duduk diranjang.


“apa yang terjadi?”. Kevin menyentuh pundak Sarah menatap wanita itu takut.


Sarah melihat kearah Kevin dan langsung memeluk pria itu erat,


“sudah, tidak ada apa-apa sayang, kau bermimpi buruk?”.


“aku dimana?”.


“di apartemenku”.


“aku ingin pulang”.


“ini sudah malam, pulangnya besok pagi saja”.


“maaf”.


“untuk apa?”.


“kau tidak jadi ke Los Angeles karena ku”.


“tidak, itu memang ke inginanku, lagipula pekerjaan di sana sudah di atur”.


Kevin memeluk Sarah,mengusap lembut rambut Sarah.


“aku tidak suka warna rambutmu”. Ucap Kevin yang membuat Sarah melepas pelukannya “aku lebih suka


warna asli rambutmu”.


“ya aku akan menggantinya besok”.


“kalau begitu aku akan mengantarmu”.


“tidak perlu”.


“aku mau, jadi aku akan mengantarmu setelah pekerjaanku selesai”.


“baiklah kalau kau memaksaku”.


“sekarang tidurlah kembali”.


Kevin membantu Sarah kembali tidur, menaikkan selimut untuk wanita itu.


“kau mau kemana?”.


“makan, apa kau lapar? Aku akan membawa makanan kemari”.


“tidak”.

__ADS_1


“baiklah, tidurlah sekarang”.


Sarah mengangguk dan mulai memejamkan matanya untuk kembali tertidur.


__ADS_2