Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 27


__ADS_3

Singapura


Kevin melangkahkan kakinya meniggalkan bandara memasuki mobil mewah yang sudah dipersiapkan untukny menuju tempat yang akan dikunjungi. Mobil tersebut membawa Kevin kesebuah pemakaman kedua orang tuanya, tuan dan nyonya Abraham.


Pemakaman sepi yang hanya berdiri beberapa pengawal Kevin, pria itu sangat di segani di Negara ini karena termasuk orang terkaya di Asia.


Kevin keluar dari mobil, didampingi Ronald menuju ke pemakaman almarhum orang tuanya. Pria itu berdiri didepan makan sembari menunduk. Di ikuti Ronald yang memberi penghormatan pada mantan majikan nya sewaktu muda dulu.


Sebuah mobil berhenti disamping mobil Kevin, Samuel keluar membawa bucket bunga dan membawanya ke pemakaman.


“kapan kau datang?”. Tanya Samuel lirih


“hormatilah kedua orang tuaku paman”.


Selesai memberikan penghormatakn dan doa-doa, mereka semua pulang ke rumah utama keluarga Abraham yang selama ini di biarkan kosong, hanya pelayan-pelayan dan penjaga yang tetap tinggal disana.


“kapan kau datang?”.


“barusan paman”.


“aku sudah tau masalahmu, lalu apa yang kau lakukan dengan anak mu?”.


“dia bukan anakku”.


“bagaimana kau tau kalau itu bukan anakmu?”.


“karena anakku sudah meninggal bersama ibunya”.


“bagaimana kalau Sarah tau semuanya?”.


“aku bisa mengurusnya sendiri”.


“kuharap kau segera menyelesaikannya”.


“tenang saja”.


“bagaimana dengan Sarah, kudengar dia dibawa keluarganya ke Hongkong, bagaimana mungkin Sarah adalah anak tuan dan nyonya Marley”.


“aku juga tidak tau, tapi itu kenyataannya”.


“ayah dan ibumu, dulu berteman baik dengan tuan dan nyonya Marley, kematian orang tuamu terbilang sangat mendadak dan tidak masuk akal, kematian tuan dan nyonya Marley juga tidak bisa di terima, mereka orang paling di segani, tuan Marley adalah bos mafia paling ditakuti”.


Kevin terdiam, apa yang dikatakan pamannya ada benarnya. Kematian orang tuanya karena kecelakaan tunggal, tapi dia tidak yakin jika kematian itu tidak ada penyebabnya


“apakah tuan Martine membutuhkan bantuan saya?”. Tawar Ronald


“cari tau mengenai kematian kedua orang tuaku, jangan sampai ada yang mengetahui hal ini”.


“baik tuan”. Ronald meninggalkan Kevin dan Samuel yang masih berbincang di ruang tamu



Sarah mendudukan dirinya di ranjang sembari bermain ponsel baru yang diberikan oleh Barom beberapa jam yang lalu karena Sarah menanyakan dimana barang-barang termasuk ponselnya. Barom juga memberitahu kalau novelnya sudah terbit sekarang.


Barom masuk ke dalam kamar Sarah bersama dua pelayan yang membawa nampan berisi makanan.


“taruh aja di meja”.


“baik tuan”

__ADS_1


Pelayan tersebut menaruh makanan di meja dan meninggalkan kamar Sarah.


“bagaimana keadaanmu?”.


“baik, aku ingin pulang ke New York”.


“untuk?”.


“bagaimana dengan Kevin, dia tidak menghubungiku sama sekali”.


Barom duduk di samping sarah, menggenggam jari-jemari wanita itu dan menatap matanya dalam.


“aku memutuskan hubunganmu dengan nya”.


“kenapa? Kenapa kau lakukan itu? Aku mencintainya, aku yakin dia juga mencintaiku”.


“Sarah, dengarkan aku! Dia sudah memiliki anak”.


“tidak mungkin!”.


“dia menyakitimu, dan kau bukan satu-satunya wanita yang sudah ada di sisinya, dia suka bermain wanita, dalam keadaan entah bagaimana hingga dia melakukan kesalahan fatal dan mengakui seorang anak kecil sebagai anaknya”.


Suara ketukan pintu membuat Barom dan juga Sarah menengok kearah pintu secara bersamaan.


“tuan Barom, ini saya”.


“ya tunggu”. Barom kembali melihat Sarah


“ku harap kau mengerti dan tidak berharap lebih padanya. Aku keluar sebentar, kalau kau bosan kau bisa minta pelayan untuk menemanimu keliling, dengan syarat kau sudah baik-baik saja”.


Barom beranjak dari duduknya dan keluar kamar Sarah menemui seseorang yang menunggunya di depan pintu.


“baik tuan”.


Pria itu mengikuti Barom ke lantai 3 dimana ruang kerja dan ruang pertemuan ada disana.


Pintu tertutup sangat rapat.


“bagaimana hasilnya?”.


“nona Megan memang sudah meninggal tuan, dan yang sekarang adalah nona Alexa, dia memiliki seorang anak laki-laki hasil hubungannya dengan mantan pacarnya dulu. Nona Alexa meninggalkan rumah sebelum perusahaan milik ayahnya bangkrut. Alasan kenapa nona Alexa ingin membunuh nona muda Marley, karena beranggapan penyebab bunuh diri nona Megan adiknya untuk mendonorkan hati ke nona muda. Tapi sebenarnya penyebab nona Megan bunuh diri adalh bayi yang di kandungnya tidak di akui oleh pria yang telah menghamilinya”.


“apa ada yang tau lagi selain aku?”.


“tidak ada tuan”.


“baguslah, jangan sampai ada yang tau akan hal ini. Dan satu lagi, jangan biarkan Alexa menyakiti Nicole, sepucuk kuku pun”.


“baik tuan”.


“bagus, kau bisa keluar dari ruanganku sekarang”.


Pria tersebut membungkukkan badannya lekas meninggalkan ruangan kerja milik Barom, tanpa sadar seseorang datang dari belakang arah ruang baca.


“apa rencanamu?”.


Barom berbalik melihat ke belakangnya


“paman”.

__ADS_1


“apa yang kau rencanakan? Kau berniat untuk memisahkan adikmu dengan tuan Martine?”.


“ aku hanya tidak ingin Nicole di sakiti olehnya”.


“dengan hal ini kau lebih menyakitinya, bahkan menyakiti dua orang”.


“aku melakukan ini untuk Nicole, paman tidak tau apa-apa”.


“bagaimana kau menganggap paman tidak tau apa-apa? kau sudah menyakiti adikmu”.


“Kevin pria yang kejam, dia menyebabkan beberapa bekas lebab di tubuh Nicole”.


Zhiyang terdiam, memang dari awal dia tau kalau Kevin memiliki obsessi menyakiti pasangannya ketika berhubunga, dan Kevin adalah seorang hyper sex.


“Nicole bisa merubah nya”.


“iya, dengan kesakitan, aku tidak terima”.


“baiklah kalau itu keputusanmu, kuharap kau juga memperhatikan perasaan Nicole, dia adikmu satu-satunya”.


“aku sangat memperhatikannya, hingga aku tidak ingin dia terluka sedikitpun”.


“jangan hanya melihat luka luar, karena luka dalam itu lebih menyakitkan. Aku pergi ke Jepang satu minggu, ku harap kau tidak gegabah dalam memutusakan apapun”.


“ya, hati-hati paman”.


Zhiyang mengangguk sembari meninggalkan Barom sendirian.


Setelah memasukkan berkas-berkasnya ke dalam laci, Barom turun ke lantai dua dimana kamar Sarah berada.


Sarah masih ditempat yang sama, wanita itu tidak tau aklau Barom masuk. Barom bahkan tau kalau Sarah tengah menangis dalam diam.


“Nicole”. panggil Barom yang membuat Sarah langsung menghapus air matanya dan kembali tersenyum “ada apa?”.


“tidak”.


“kau masih memikirkan Kevin”.


“tidak, aku hanya sangat bahagia akhirnya bertemu dengan keluargaku”.


“aku juga sangat bahagia bertemu kembali dengan mu”.


“apakah aku boleh kembali ke New York?”.


“tentu saja, kalau kau sudah benar-benar pulih”.


“aku akan segera sembuh”.


“baguslah”.


“apa kua mau menemaniku jalan-jalan?”.


“tentu saja”.


Barom membantu Sarah bangun dari ranjangnya, membawa wanita itu duduk di kursi roda.


“kenapa aku harus duduk di sini, aku bisa jalan”.


“sudahlah, aku tidak ingin kau kenapa-napa”.

__ADS_1


Barom mendorong kursi roda Sarah, kearah lift. Rumah utama keluarga Marley ada 5 tingkat dan semuanya serba bak istana mewah. Selain keluarga Abraham, keluarga Marley adalah keluarga terpandang.


__ADS_2