
Gemerlap cahaya menguasai kota New York, acara besar dilaksanakan. Pertunangan dan penggabungan dua keluarga tersohor di dunia. Keluarga Abraham dan Marley, dua keluarga paling kaya raya dan dikenal semua
orang.
Di salah satu hotel ternama di New York, banyak undangan entah keluarga, teman maupun rekan bisnis datang. Penjagaan begitu ketat, bahkan tidak akan ada yang bisa masuk tanpa pengecekan.
Sarah dengan dress indahnya keluar bersama dua adik Kevin, mereka selaknya seorang tuan putri. Barom tersenyum dan menghampiri adiknya, di samping pria itu ada Kayla dengan dress panjang sampai mata kaki,
namun punggung nya terekspos, dress pilihan Barom.
“Barom, Kayla”. Sapa Sarah, sembari memeluk Kayla dan Barom bergantian.
“aku senang akhirnya kalian memutuskan bertunangan”. Ucap Barom
“aku tidak akan melangkahi kakakku”. Jawab Sarah sambil melirik Kayla yang Nampak malu-malu
Malam mulai larut, acara pertunangan Sarah dan Kevin berjalan sangat lancar, ketakutan Sarah pun tidak terjadi, Viviana sebelumnya mengirimkan pesan akan menghancurkan pertuanangannya dengan Kevin, tapi
sepertinya wanita itu tidak bisa melewati penjagaan.
“ada apa?”. Tanya Kevin yang melihat tunangannya Nampak melamun dengan membawa segelas wine
“tidak”. Sarah menggeleng dan menyenderkan kepalanya di tubuh Kevin, pria itu Nampak sangat bahagia sembari mengusap rambut Sarah lembut.
“jangan takut untuk mengatakan apapun padaku, aku tidak ingin kau memikirkannya sendiri, apapun itu apalagi menyangkut keselamatanmu. Jangan buat aku merasa bersalah atas apa yang terjadi denganmu”.
Sarah mengangguk dan memeluk Kevin erat.
Dari kejauhan Viviana menatap mereka berdua dengan wajah penuh amarah.
♣
Barom dan Kayla berjalan-jalan sedikitaran halaman belakang tempat pesta pernikahan, banyak wanita yang terang-terangan menggoda Barom di depan Kayla, dan hal itu sukses membuat Kayla benar-benar kesal dan
cemburu, bahkan wanita itu hanya diam dengan wajah menahan amarah.
Barom yang mengetahui perubahan mimik wajah kekasihnya malah terkekeh pelan, menurutnya Kayla sangat lucu saat menahan marah.
“kenapa kau tertawa?”. Tanya Kayla heran dengan sikap Barom yang menyebalkan
“tidak, kau terlihat sangat lucu”.
“aku mau pulang”.
“untuk? kasihan Sarah, dia sendirian di sana”. Barom menunjuk Sarah yang tengah duduk di salah satu sofa, sedangkan Kevin terlihat menemui beberapa rekan kerjanya.
Tanpa berbicara lagi, Kayla berjalan menghampiri Sarah dan duduk di samping wanita itu.
__ADS_1
“kay”. Sapa Sarah
“hm”. Kayla hanya malu-malu, Kayla masih sangat canggung dengan Sarah.
“hahaha kalian ada apa?”. sarah melihat kearah Barom yang hanya terkekeh kecil, sedangkan Kayla Nampak kesal
“tidak apa-apa”. jawab Kayla singkat
Barom membisikkan sesuatu di telinga Sarah yang membuat Sarah hanya tersenyum. Setelahnya Barom pergi menemui teman dan juga beberapa keluarganya yang tengah mengobrol.
“Kay”. Panggil Sarah dengan lembut
“iya”.
“aku senang kau bisa bersama dengan Barom, aku bertemu dengannya baru-baru saja karena memang dari kecil kita sudah berpisah, aku senang dia menemukan orang yang dicintainya selain keluarga”. Sarah memegang
kedua tangan Kayla “aku tidak tau bagaimana aku harus mengatakan dan memint tolong padamu, untuk selalu berada di samping Barom, baru kali ini dia benar-beenar mencintai seorang wanita dan rela berkorban untuk wanita tersebut, dan itu adalah kau”.
Kayla mengangguk sembari tersenyum pada Sarah “aku akan selalu disampingnya, tanpa kau minta sar. Mungkin kenyataan kalau dia menyukaiku bukan karena diriku Kayla dulu, tapi aku yakin dia sudah mengakui
bahwa aku Kayla”.
Flashback
Sarah dan Barom tengah berdebat hebat di ruang tamu mansion mereka. Beberapa menit yang lalu Sarah mendenngar pembicaraan Barom dan Harry, Asisten pribadi Barom yang baru datang dari Hongkong. Mereka mengatakan bahwa Kayla mirip dengan Jieun mantan Barom yang meninggal beberapa tahun yang
lalu, Barom sengaja mendekati Kayla bukan mencintai Kayla, melainkan mencintai Jieun, sosok yang memiliki wajah sama persis dengan Kayla.
“apa maksudmu?”.
“dia Kayla, bukan Jieun, kalau kau ingin bersamanya maka kau harus mencintai sosok Kayla bukan sosok Jieun!”.
“aku mencintai Jieun! Selamanya aku mencintai Jieun!”.
“pakai otakmu, jangan sampai kau menyesal”.
Dari pintu, Kayla berdiri, wanita itu mendengar semuannya, hatinya begitu sakit mengetahui selama ini Barom tidak tulus dengannya, dia hanya mirip dengan seseorang yang di cintai Barom.
“kay”. Panggil Barom tat kala melihat Kayla berada di dekat pintu utama “aku bisa menjelaskan semuanya”. Barom berusaha menahan tangan Kayla.
“tidak ada yang perlu dijelaskan, aku akan membayar semua yang telah kau lakukan padaku, hutang keluargaku, aku akan membayarnya”.
“tidak, aku tidak menerimanya!”.
Kayla menghempaskan tangan Barom dan berlari meninggalkan mansion itu.
“sekarang kau akan sadar, siapa yang kau cintai, jangan kejar dia kalau kau masih mencintai Jieun dan bukan Kayla”.
__ADS_1
Barom kemudian terdiam, hatinya sangat sesak melihat Kayla menangis di depannya, ada rasa sakit yang mendalam. Hingga akhirnya Barom pergi mengejar Kayla, menemui wanita itu diapartemennya.
Flashback off
“Barom sangat mencintaimu, perdebatan ku saat itu memang membuatmu tau dan sakit hati, tapi dari situ aku merasakan bahwa Barom mencintai sosok Kayla, bukan wanita lain”. Jelas Sarah.
Kayla tersenyum sembari meneteskan air mata terharu, memeluk Sarah erat.
“terima kasih Sarah”.
“terima kasih kembali karena mencintai kakakku yang menyebalkan itu”.
Kayla terkekeh.
“lihatlah, banyak wanita yang menggoddanya, tunjukkan keberadaanmu sekarang”. Ucap Sarah pada Kayla.
Kayla langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Barom yang tengah mengobrol dengan beberapa wanita, entah temannya ataupun rekan kerjanya.
Kayla memeluk lengan Barom posesif sembari tersenyum pada semua wanita yang ada didepannya.
“ah ya, ini kekasihku, namanya Kayla”. Ucap Barom memperkenalkan Kayla
“Kayla”. Ucap Kayla seakan-akan di buat-buat elegan.
Dari jauh Sarah hanya terkekeh melihat tingkah mereka, yang menurutnya begitu lucu. Ternyata Kayla sangat bisa di andalkan, wanita itu memiliki kepribadian yang baik dan juga penyayang, sangat cocok
dengan Barom di beberapa sisi.
“kau melihat apa sayang”. Tanya Kevin sembari duduk disamping Sarah, meminum wine yang ada di tangan sarah dalam sekali tegukan.
“mereka sangat lucu”.
Kevin melihat arah pandang Sarah yang tertuju pada Barom dan Kayla.
“ya lumayan. Besok kita terbang ke Singapura, ada yang ingin kutunjukkan padamu”.
Sarah menatap tajam kearah Kevin. “kenapa sangat mendadak? Bahkan kita baru selesai melaksanakan peertunangan”.
“aku hanya ingin kau segera tau mengenai semua keluargaku yang disana, lagipula beberapa tidak datang hari ini”.
“bagaimana dengan pakaian dan barang-barangku?”.
“tenang saja, aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan semuanya, kau hanya cukup duduk dan menunggu hingga sampai di Singapura”.
“baiklah”.
“maaf karena tidak mengatakan sebelumnya”.
__ADS_1
“tidak masalah, aku sudah terbiasa dengan sikap mu yang selalu mendadak jika melakukan apapun”.
Kevin hanya terkekeh sembari menunjukkan wajah tanpa bersalahnya.