
New York 2016
Kevin keluar dari kamar hotelnya setelah mengambil beberapa berkas yang ketinggalan, langkah pria itu
terhenti kala seorang wanita yang bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu sekarang berdiri di hadapannya kembali.
“ada apa?”.
“aku hamil”.
“apa? bagaimana bisa? Bukankah Ronald sudah memberimu obat”.
“usianya 2 bulan. Aku tidak meminum obat itu karena takut”.
“kalau begitu gugurkan”.
“tidak akan pernah”.
“apa salahnya? Ini diluar kehendakku dan aku tidak akan menikahimu”.
“kau harus bertanggung jawab”.
Pintu lift terbuka, Ronald keluar dari sana dan menahan tangan wanita itu.
“nona lebih baik kau gugurkan bayi yang ada dalam kandunganmu, karena sampai kapanmu tuan Martine
tidak akan pernah menikahimu”.
“kalau begitu aku akan memberitahukan ke publik siapa sebenarnya Martine Abraham”.
“jika kau lakukan itu, maka semua keluarga dan orang yang kau sayangi akan musnah”. Bisik Ronald.
Wanita cantik dengan lesung pipi itu bernama Megan Alexandra, salah satu wanita yang menjadi one
night stand Kevin. Megan adalah wanita baik-baik yang lahir di keluarga yang salah, dia harus membayar hutang judi ayahnya sebanyak 100 juta, dan pada saat itu dia bertemu dengan Ronald di club saat dia tengah menghibur diri. Ronald memberikan 100 juta asalkan menemani Kevin satu malam dengan syarat-syarat yang harus di penuhi Megan, hingga Megan menyetujui hal itu.
Namun, Megan yang takut dengan obat-obatan membuang obat pencegah kehamilan yang diberikan Ronald.
Beberapa hari saat tarakhir bertemu dengan Kevin dan Ronald asistennya, Megan diberitahukan meninggal
dunia jatuh dari lantai 10 gedung tempatnya bekerja.
♣♣♣♣♣
Suara dentuman music terdengar keras, suasana ramai dengan pencahayaan minim, tak lupa dengan bau
alkohol dan rokok. Sarah dan Natali baru saja masuk ke club malam, Sarah sedikit risih dengan kehidupan seperti malam. Hanya beberapa kali ketika jenuh, dia akan ke club bersama temannya dan terakhir 1 tahun yang lalu saat temannya baru pulang dari Los Angeles.
“kau tunggu disini, aku mau mencari Hardi”. Ucap Natali semberi menyuruh Sarah duduk di bar.
“hm”. Sarah memesan segelas wine, karena kali ini dia tidak akan minum banyak, atau dia akan mabuk
berat dan dia tidak yakin kalau bisa pulang dengan Natali, karena wanita itu akan bersama Hardi sampai pagi.
Perlahan Sarah meminum wine yang terasa membakar tenggorokannya, tapi benar-benar membuat wanita itu
melupakan masalahnya hari ini. Hingga kursi di samping Sarah ada yang menduduki.
“dua botol wine”.
Sarah langsung menengok begitu mendengar suara yang tidak asing untuknya
“kau”.
“malam ini kau sangat cantik sar”. Ucap Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Sarah.
__ADS_1
“cih, simpan saja gombalanmu itu dan berikan pada wanita murahan yang buta”.
“hahaha”. Kevin menuangkan wine ke dalam gelasnya, dan meminumnya habis. “bagaimana kalau aku
memberimu sebuah tantangan?”. Ucap Kevin sambil menatap Sarah
“aku tidak tertarik”.
“kalau begitu aku akan menjuhimu kalau kau bisa menyelesaikan tantanganku”.
Sarah terdiam, dia tidak ingin di jauhi oleh siapapun, tapi Kevin benar-benar bahaya untuknya dan
untuk kehidupannya.
“baiklah, apa dulu tantanganmu?”.
“habiskan satu botol wine ini”. Kevin mendorong botol wine ke depan Sarah
“apa?”. Sarah sedikit terkejut, dia tidak bisa meminum wine banyak-banyak karena dia cepat mabuk
“kenapa? Apa kau takut?”.
“tidak”. sarah mengambil botol wine tersebut dan menuangkannya ke dalam gelas miliknya.
Gelas pertama habis, Sarah masih baik-baik saja. Kevin hanya memandangi tingkah Sarah, dari awal
Kevin tau kalau Sarah tidak bisa minum banyak-banyak.
Gelas kedua habis
Hingga gelas terakhir, sisa setengah, Sarah sudah kehilangan kesadarannya. Wanita itu mulai meracau
tidak jelas.
Tangan sarah menarik kemeja Kevin, mendekatkan wajahnya ke wajah pria itu. Kevin hanya diam, dia
“baiklah, sudah cukup. Aku akan membawamu”. Kevin membopong Sarah seakan wanita itu benar-benar
ringan. Saat berada di depan club, Ronald sedikit terkejut melihat Sarah yang tengah mabuk dibawa oleh Kevin.
“apa yang terjadi tuan?”.
“dia mabuk”.
“ke apartemenku sekarang, karena aku tidak mau paman melihat Sarah di hotelku”.
“baik tuan”.
Mobil kevin meninggalkan area club dengan sarah yang tak sadarkan diri berada di pelukan pria itu. Kevin terus memandangi dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik wanitanya. Sebut saja sekarang wanitanya, karena cepat atau lambat Sarah akan jatuh kepelukannya.
Sampai di sebuah apartemen kalangan elit.
Kevin kembali membopong Sarah, saat berada di lift. Tiba-tiba Sarah membuka mata dan menyentuh pipi
Kevin.
“kau sangat tampan”. Ucap Sarah meracau
“aku tau”.
“kau adalah pria yang baik, terima kasih telah menyelamatkan keluargaku. Aku sangat sedih melihat
mereka harus di usir, tapi kau rela menanggung banyak kerugian karena membatalkan proyek itu. Sebenarnya aku sudah lelah dan mungkin akan menyewa rumah untuk mereka dengan uang tabunganku selama ini”.
“aku tidak mengijinkanmu lelah”.
__ADS_1
“ahhh aku juga sangat sedih, dia pergi karenaku, dia memberikannya padaku”.
“apa maksudmu?”.
Pintu lift terbuka, Kevin langsung keluar dan membawa Sarah masuk ke apartemennya. Membaringkan
wanita itu keranjangnya. Melepas high hells yang dipakai sarah, dan juga menyelimuti Sarah agar wanitanya tidak kedinginan.
Saat Kevin melangkahkan kakinya untuk pergi ke dapur, tangan Sarah menarik tangannya.
“dia meninggal karenaku, karena memberikan hatinya padaku”. Ucap Sarah dengan mata terpejam
“siapa yang kau maksud?”.
“aku sangat bodoh menerimanya, harusnya aku yang mati sekarang”.
Kevin mengusap rambut Sarah, mengecup dahi wanita itu hingga kembali tertidur dengan nyenyak.
Setelah mengambil minuman di lemari es, Kevin duduk di sofa sambil memandangi wajah pulas Sarah.
Tidak ada rokok malam ini, hingga Hardi menghubunginya.
“halo”.
“hey Brother, apa kau bertemu dengan Sarah?”.
“dia bersamaku sekarang”.
“sudah berapa ronde?”.
“bukan urusanmu, kenapa kau mencarinya?”.
“kekasihku bersamanya tadi dan tidak menemukannya dimanapun, kalau begitu aku akan mengatakan bahwa
Sarah aman”.
“hm”.
Kevin menutup ponselnya. Bersamaan dengan Ronald yang masuk ke apartementnya, pria itu
membawa seorang wanita paruh baya.
“ini tuan Martine”. Ucap Ronald
“nama saya Joana tuan”. Ucap wanita paruh baya dengan nama Joana.
“bantu wanitaku menggaanti pakaiannya, di lemari itu ada pakaian wanita, ambil saja satu untuk
menggantikan pakaiannya”.
“baik tuan”.
Kevin dan Ronald meninggalkan kamar utama, dan memilih duduk di ruang tamu sembari menunggu
Joana menggantikan pakaian yang dipakai Sarah.
“siapa wanita itu?”.
“dia adalah wanita yang tinggal di sekitaran belakang komplek apartement ini yang membutuhkan uang
untuk membiayai pengobatan suaminya”.
“lalu siapa yang mengurus suaminya kalau kau membawanya kemari”.
“suaminya tengah di rawat di rumah sakit tuan”.
__ADS_1
Kevin hanya mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Ronald.