
Sarah langsung berdiri dan menampar pipi kiri Kevin.
“maaf tuan Martine, saya bukan wanita murahan yang dengan mudah kau tiduri, kalau kau tidak mau
membantu maka aku bisa sendiri”. Sarah mengambil berkasnya di meja dan meninggalkan Kevin. Namun bukannya marah, Kevin malah tersenyum melihat punggung Sarah yang menghilang di balik pintu.
♣
Kevin melihat mobil Sarah meninggalkan gedung MA Corp dari kaca besar yang terdapat di ruang kerjanya. Perlahannya senyumannya mengambang, Sarah adalah wanita yang berbeda dengan wanita yang selama ini di temuinya, dan hal ini membuatnya semakin bersemangat untuk mendapatkan wanita itu.
“halo”.
“iya tuan Martine”.
“saya mau pembangunan hotel dibatalkan”.
“tapi tuan, perusahaan akan membayar denda sangat besar”.
“berapapun, saya akan membayarnya nanti”.
“baik tuan, pembangunan akan di hentikan”.
“oke”.
Kevin meletakkan ponselnya di meja, memakai jasnya kembali dan meninggalkan ruangannya.
Bersamaan dengan Ronald yang ingin menemui Kevin, mereka bertemu di depan ruangan pria itu.
“jika ada yang ingin memasang gambar saya di media, maka biarkan saja”. Ucap Kevin tegas
“apa yang terjadi tuan?”.
“tidak ada, hanya saja ini sudah waktunya orang tau siapa Martine Abraham”.
“baik tuan”.
Ronald mengirimkan pesan ke Samuel mengenai Kevin, sembari mengikuti Kevin yang keluar gedung MA
Corp, tidak ada karyawan wanita yang tidak mengagumi sosok Kevin Martine, hampir semua tergila-gila dengannya.
“tuan apakah perlu menerima wawancara dari salah satu stasiun televisi New York, tadi malam pihak
mereka menghubungi saya, dan saya menolakkan”.
“kalau begitu katakana bahwa aku akan datang”.
“baik tuan”.
Kevin masuk ke dalam mobilnya dengan Ronald, mereka akan pergi ke sebuh tempat paling bersejarah
untuk Kevin, yaitu makam neneknya yang memang tinggal di New York sebelumnya.
Mobil mewah itu berhenti di sebuah pemakaman sepi.
Sembari membawa bucket bunga mawar yang di belinya sewaktu dalam perjalanan, Kevin menghampiri makan
neneknya.
“Kevin datang grandma”. Ucap Kevin berjongkok di depan makan
Ronald berdiri dibelakang Kevin sambil membawa payung untuk menghalangi panas matahari.
Selesai berdoa, Kevin mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Mata pria itu melihat Sarah yang
tengah duduk di depan makan sembari menangis. Mata Ronald pun mengikuti arah pandang tuannya.
“bukankah itu nona Nicole”. Uacp Ronald
“apa wanita itu mengunjungi makam orang tuanya?”.
“sepertinya bukan tuan, karena dari awal nona Nicole maupun siapapun tidak mengetahui orang tua kandung
nona Nicole”.
“apa kita harus kesana?”.
__ADS_1
“tidak, lihat dari jauh saja”.
“baik tuan”.
Kevin terus mengawasi langkah Sarah hingga selesai meninggalkan pemakaman. Setelah Sarah pergi, Kevin
menghampiri makam yang Sarah datangi. Nisan itu bertulisan Megan Alexandra yang meninggal 3 tahun yang lalu.
“cari tau tentang wanita ini”. Ucap Kevin
“baik tuan”.
♣
Sarah datang dengan mata sembab menemui Natali.
“ada apa?”.
“tidak”.
“Megan lagi?”.
Sarah mengangguk.
“sudah sar, ikhlas kan Megan, lagipula itu adalah pilihan Megan”.
Sarah memeluk Natali erat dan menangis sejadi-jadinya.
Selesai kegiatan menangisnya, Sarah kembali tertawa melihat lawakan Natali yang sebenarnya tidak
lucu.
“begitu, jangan menangis lagi. Bagimana kalau mala mini kita ke club?”.
“baiklah, aku mau”.
Dering ponsel Sarah membuat wanita itu mengambil ponselnya,
“halo bunda”.
“apa?”.
“iya, datanglah kemari kalau kau sedang tidak sibuk”.
“ah iya bun, tapi aku masih sangat sibuk”.
“tidak masalah, jika kau ada waktu”.
“baik bun”.
Sarah menutup ponselnya kebingungan, Kevin memang benar membatalkan pembangunan hotel yang otomatis
pria itu akan membayar banyak sekali kerugian.
Tv menyala, menampakkan tayangan esklusif tentang bisnis. Seorang Kevin Martine Abraham pertama kali
berada di media. Pria itu Nampak sangat tegas dalam menjawab setiap pertanyaan yang keluar dari host.
“apakah itu sosok Martine yang sangat terkenal di dunia, kurasa dia lebih pantas menjadi seorang
aktor ketimbang pebisnis, lihatlah tubuh kekarnya, mata tajamnya, dan senyumannya begitu menawan”. Puji Natali yang membuat Sarah malas.
Sarah masuk ke ruangannya, semua orang diluar tengah mengagumi sosok Kevin yang menurut sarah
hanyalah penjahat kelamin. Bagaimana mungkin pria itu mengatakan hal menjijikkan di depannya, seperti tidak ada wanita lain.
♣
Keluar dari studio, Kevin langsung di hadang beberapa wartawan dan kamera yang ingin mendapatkan
berita tentangnya sekaligus gambarnya. Namun, beberapa penjaga Kevin menghalanginya hingga Kevin benar-benar masuk kedalam mobilnya.
“kau sangat hebat tuan”. Puji Ronald
“aku tau”.
__ADS_1
“tuan Sam akan ke New York besok pagi, dia ingin bertemu dengan anda”.
“apa yang ingin dia katakan?”.
“saya tidak tau, tapi katanya ada hal penting yang harus di bahas langsung dengan anda”.
“baiklah siapkan tempat terbaik”.
“baik tuan Martine”.
“ke rumah nenek
sekarang”. Perintah Kevin
“tapi rumah itu sudah lama tidak dipakai tuan”.
“lalu? Bukankah aku membayar orang untuk mebersihkan rumah itu”.
“iya benar, tapi hampir satu minggu semua pelayan di liburkan, jadi rumah mungkin akan sangat tiddak
terurus”.
“cepat kesana”.
“baiklah tuan”.
Mobil itu membawa ke Kevin kerumah bergaya kuno nan merah yang berada di pinggiran kota New York.
Rumah neneknya yang selama ini masih dirawat dengan baik, rumah itu Nampak sepi, hanya ada beberapa penjaga di luar dan di dalam.
“aku mau kau memperbaiki rumah ini”. Ucap Kevin sembari melihat-lihat rumah peninggalan
neneknya
“tapi tuan, ini adalah peninggalan nyonya Carlote”.
“memang, tapi lihat diatas, banyak yang sudah hampir rusak, aku mau dibangun yang baru semua,
cari bahan yang lebih kuat dari ini, tanpa merubah tatanannya”.
“abik tuan, saya akan mencarikan tukang dan bahan terbaik”.
“bagus, bagaimana dengan Megan?”.
“belum ada kabar, nanti akan saya berikan langsung kepada anda”.
“oke”.
Kevin duduk di ruang tamu. meminum wine yang disediakan oleh Ronald, sembari menghisap batang rokok.
Tidak pernah sekalipun Kevin merokok maupun meminum minuman beralkohol tat kala berada di rumah utama
yang di Los Angeles, alasannya karena disana ada Jessica dan Angela yang mungkin akan sangat membenci Kevin aapabil mengetahui apa yang dilakukan kakaknya.
Ronald datang dari luar membawa sebuah map berwarna merah.
“tuan, ini adalah biodata mengenai nona Megan”. Ucap Ronald sambil memberikan map tersebut pada
Kevin.
Kevin langsung membukanya dan membaca perlahan biodata mengenai Megan Alexandra dan
hubungannya dengan Sarah.
Namun pria itu mengernyit tat kala ada satu fakta tentang Megan yang tidak bisa diterima oleh
fikiran manusia normal.
“tuan Martine, anda ingat 3 tahun yang lalu, waktu kita berada di New York untuk bertemu dengan
pemegang saham”.
“ya aku ingat”.
“megan adalah-“. Ucapan
__ADS_1
Ronald bertenti tat kala Kevin mengangkat tangannya agar Ronald tidak mengatakan apapun.