
Mobil Ronald terparkir rapi di anatara mobil milik Kevin yang memang sengaja di tinggal di Basement apartemen. Ronald melangkahkan kakinya masuk kedalam, namun langkahnya terhenti tat kala pintu apartemen terbuka. Pria itu bersembunyi dibalik tembok, melihat Sarah yang tergesa-gesa keluar.
Sebelumnya Kevin berpesan kalau ada yang mencurigakan dengan perilaku Sarah maka harus segera menghubunginya.
“tuan Martine”.
“ada apa, Sarah?”.
“ya tuan, nona Sarah terlihat sangat terburu-buru meninggalkan Apartemen”.
“bagaimana kau bisa lengah dan dia meninggalkan Apartemen?”.
“tadi dia menyuruh saya membelikan Coffee”.
“ikuti dia, jangan sampai dia terluka sedikitpun”.
“baik tuan”.
“aku akan segera menyusul, aku akan membatalkan penerbangan malam ini “.
Ronald menutup ponselnya dan mengikuti mobil Sarah yang meninggalkan Apartemen.
♣
“kalian semua dimana?”. Teriak Sarah, malam semakin larut, udarapun semakin menusuk kulit. Sarah berdiam diri diluar gedung gelap nan kosong, hingga bayangan seorang pria datang menghampirnya.
“bagaimana kabarmu Sarah sayang”. Ucap Brian sembari membawa tongkat baseball.
“dimana Viviana?”.
“Viviana tidak disini, wanita bodoh itu ada di tempat lain”.
“apa maumu?”.
“aku mau kau mati Sarah, kau yang menyebabkan Megan mati”.
Berpasang-pasang mata mengintai mereka berdua, mereka adalah golongan putih yang akan membawa dan membunuh keturunan Marley yaitu Sarah.
Brian memegang tangan Sarah kuat dan menampar wajah Sarah, namun wanita itu hanya terdiam, baginya benar kalau Megan meninggal karenanya.
Hingga Alexa datang dengan senyuman.
“Megan”. Panggilan pertama yang keluar dari bibir Sarah
“aku bukan Megan, aku Alexa, kakak sekaligus kembaran Megan, kau tau kalau kau yang menyebabkan Megan meninggal!”.
“aku-“.
“berhenti!!”. Teriak seorang pria dari belakang Sarah.
Kevin berdiri disana, pria itu Nampak sangat marah dengan apa yang terjadi. Hingga golongan putih keluar dari persembunyiannya dan melakukan perkelahian sengit dengan orang-orang Kevin.
__ADS_1
“lepaskan wanitaku”. Ucap Kevin 2 meter dari Sarah yang di tahan Brian
“hahahaha kita kedatangan pembunuh asli Megan”. Semua tertuju pada Brian yang berucap seperti itu pada Kevin “wow sepertinya tidak ada yang tau”.
Sebuah tembakan mengenai jatung Brian yang membuat pria itu terjatuh tak sadarkan diri. Alexa yang melihat hal tersebut, langsung bersimpuh dihadapan Brian.
“Sarah!! Kau harus tau kalau sahabatmu Megan, dibunuh oleh kekasihmu sendiri”
Polisi berdatangan dan menangkap semua golongan putih, termasuk membawa Alexa dan Brian.
Kevin menghampiri Sarah, mencoba memeluk wanitanya, namun Sarah menepis perlakuan Kevin. Dipandangnya Ronald yang masih berdiri, Kevin mengisyaratkan Ronald untuk pergi terlebih dahulu.
“aku bisa menjelaskan”.
“jelaskan, apa yang kau lakukan pada Megan”.
“aku minta maaf, hari itu aku tidak menyangka kalau Megan tidak meminum pil yang diberikan oleh Ronald, dan membuatnya hamil anakku”.
Satu tamparan melesat di pipi Kevin hingga memerah.
“aku tau aku salah besar, sangat besar hingga membuat Megan memutuskan bunuh diri karena aku tidak menginginkan anaknya”.
Sarah meninggalkan Kevin, wanita itu menghentikan taksi yang kebetulan lewat malam-malam.
“tunggu, Sarah!”.
Teriak Kevin tidak beraturan.
“baik nona”.
Taksi tersebut membawa Sarah ke pusat kota.
“apa kau baik-baik saja?”. Ucap sopir tersebut yang membuat Sarah mengernyit
Mobil taksi berhenti di pinggir jalan, pengemudi membuka topinya.
“Barom”. Ucap Sarah tat kala melihat Barom yang berada di belakang kemudi. “bagaimana kau ada disini?”.
“aku tau rencaana golongan putih, syukurlah mereka sudah tertangkap. Bagaimana keadaanmu?”.
“apa kau tau semuanya”.
“ya, aku mengetahuinya dan aku sudah tau kau akan sangat kecewa, tapi aku tidak menyangka kalau orang lain yang membuat Kevin mengatakan yang sebenarnya”.
Barom keluar dari mobil dan di gantikan asistennya yang duduk di belakang kemudi, sedangkam Barom duduk di samping Sarah.
“aku bersahabat dengan Kevin sejak sangat kecil, pertema kali papa dan mama membawaku ke rumah keluarga Abraham. Sejak saat itu aku sering bersama Kevin, hingga mama mengandungmu, Kevin sering datang kerumah untuk memastikanmu baik-baik saja. Dahulu dia bahkan mengaatakan dengan polosnya untuk menikahimu, tapi aku menolaknya dengan lantang dan mengatakan kau hanya milikku, karena pertama kalinya aku memiliki teman di rumah, walaupun saat itu kau masih bayi”. Barom terkekeh mengingat bagaimana dirinya dulu
“aku bahkan tidak menyangka Tuhan mempertemukan kalian di saat seperti ini”. Lanjut Barom, Sarah hanya terdiam.
“Kevin menjadi seorang hyper sex sejak meningalnya tuan dan nyonya Abraham, pria itu bekerja sangat keras untuk keluarganya bahkan menjadi sekaya sekarang. Aku tau dia sering menyewa wanita malam untuk memuaskan hasratnya, aku juga sangat terkejut kala melihatmua bersamanya, karena dia tipe orang yang sangat kasar”.
__ADS_1
Mobil mereka sampai disebuah mansion mewah milik Barom, pria itu membeli sebuah mansion yang akan di hadiahkan untuk Sarah.
Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke mansion, banyak sekali pelayan yang menyambut mereka berdua.
“kamarmu ada di lantai dua, istirahatlah terlebih dahulu”.
“terima kasih”.
Sarah naik ke lantai dua menuju kamarnya. Kamar bernuansa soft putih dan biru toska. Kamar yang di desain langsung oleh Barom untuk adiknya.
Tat kala Sarah membuka ruang ganti, disana sudah banyak pakaian dan juga pakaiannya yang berada di appartemen semua sudah ada disana.
“halo”.
“Sarah, bagaimana keadaanmu? Aku mendapat nomor barumu dari kakakmu”.
“aku baik-baik saja nat, maaf aku tidak menghubungimu sangat lama”.
“tidak apa-apa”.
“kau mengosongkan apartemenmu? Sekarang kau tinggal bersama siapa?”.
“aku tinggal bersama Barom di mansionnya, datanglah besok kalau kau tidak sibuk”.
“tentu saja aku akan datang, bagaimana dengan tuan Martine”.
“aku tidak ada hubungan dengannya”.
“aku sudah tau masalah kalian, aku juga tidak menyangka jika seperti itu kejadiannya. Kuharap kau menerima tuan Martine, itu adalah masa lalu buruk yang dia lakukan, kurasa tuan Martine tidak ingin hal itu terjadi. Dan ingat, hati nya ada di daam tubuhmu, wajar kalau kau menyukai tuan Martine secepat itu. Kurasa Megan juga akan bahagia kalau melihat sahabatnya bahagia, tuan Martine adalah kebahagiaanmu Sarah”.
“aku akan memikirkannya nanti, selamat malam”.
Sarah menutup ponselnya sepihak, mematikan ponsel miliknya agar tidak ada orang yang berani menghubunginya termasuk Kevin.
♣
Jessica melangkahkan kaki kembali ke New York, wanita cantik itu berniat mencari Sarah untuk membicarakan suatu hal. Hingga dia bertemu dengan Ronald, asisten Kevin di pinggir jalan.
Jessica keluar dari mobil dan menghampiri Ronald
“dimana Kevin?”. Tanya Jessica
“tuan Martine ada di dalam club bersama tuan Hardi”.
Jessica langsung masuk club untuk menemukan Kevin, pandangannya tertuju pada pria yang menghabiskan banyak botol wine di meja. Kevin terlihat sangat berantakan, bahkan Hardi sahabatnya tidak bisa mengajak pria itu untuk berhenti dan pulang saja.
“jes”. Panggil Hardi
“apa yang terjadi dengannya?”.
“aku tidak tau”.
__ADS_1
“Sarah aku mencintaimu, maafkan aku”. Ucap Kevin yang sudah mabuk berat.