Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 16


__ADS_3

“kau berbohong, dimana dia sekarang?”.


“tidak ada? Apa urusanmu dengannya”.


“hahaha ternyata kau busuk, menggoda pria kaya agar kau hidup enak”. Sarah menampar pipi Viviana


sangat keras hingga membuat wanita itu mengadu kesakitan.


“jaga mulutmu”.


“memang kenyataannya seperti itu kan?pantas saja kau selalu mendapatkan uang untuk bunda. Ah iya,


harusnya kau melihat keadaan bunda seperti apa sekarang”.


“apa maksudmu?”.


“maksudku? Tidak ada”.


Sarah menjaatuhkan bukunya dan mengambil sembaraang kunci mobil milik Kevin, Joana yang mengetahui


hal tersebut langsung menghubungi Kevin yang saat itu baru selesai keluar dari ruang meeting.


“ya ada apa jo?”.


“tuan Martine, nona Sarah pergi dengan mobil anda tuan”.


“kemana?”.


“saya tidak tau, tapi ada wanita cantik datang, mereka sempat bertengka saat saya dengan berada di


dapur”.


“baiklah, terima kasih”.


Kevin menutup ponselnya.



Mobil Kevin melaju sangat kencang dijalanan, dilihatnya map milik mobil yang dipakai Sarah menuju


ke panti yang sebelumnya ingin di buat pembangunan hotel namun di urungkan oleh Kevin.


Sampai di sana, hanya ada mobil Kevin yang terparkir diluar, Sarah tidak ada didalam mobil tersebut.


Namun suara tangisan dari dalam panti membuat Kevin langsung berlari ke dalam untuk melihat keadaan, disana hanya ada Sarah dan juga ibu panti yang merawat Sarah tengah berbaring di lantai.


“apa yang terjadi”. Ucap Kevin membantu Sarah


“aku tidak tau”.


“Ronald!”. Teriak Kevin bersamaan dengan Ronald masuk “bantu dan bawa ke rumah sakit sekarang”.


“baik tuan”.


Ronald membopong Micella dan membawanya langsung ke rumah sakit.


Kevin memeluk Sarah menenangkan wanitanya yang terus menangis.


“sudah, dimana anak-anak yang lain”.


“tidak ada, aku sudah mencarinya dari tadi, taapi tidak menemukan satupun”.


Kevin terdiam, dia terus berfikir, hingga dia ingat ucapan Joana tentang wanita yang menemui Sarah


sebelum datang kesini.


“sebelum kau kemari, siapa yang menemuimu?”.


“Viviana”.


“baiklah, jangan menangis lagi, aku akan menemukan semua anak-anak itu “.


“terima kasih”.


Mereka berdua kembali ke kota.


Disini lain, Jessica mondar-mandir di mansion besar milik keluarga Abraham, dia menunggu Kevin sejak


tadi pagi, wanita itu langsung menuju New York setelah mendengar kalau Kevin membatalkan penerbangan menuju Los Angeles seacar tiba-tiba dan pergi begitu saja. Jessica sudah menghubungi Ronald, tapi tidak diangkat sejak tadi.


“sudalah jes”. Ucap Angel yang tengah bermain ponsel diruang keluarga

__ADS_1


“bagaimana bisa tenang, Kevin tidak ada Kabar sejak kemarin”.


“nanti juga dia menghubungimu”.


“kalau begitu cari tau dimana apartemennya, aku akan kesana sekarang”.


Angel melemparkan sebuah buku majalah kearah Jessica yang membuat wanita itu mengadu kesakitan


karena terkena majalah itu tepat di dahi.


“ada apa? kenapa kau melemparku majalah”.


“seingatku Kevin pernah menuliskan alamat apartemennya di sana”.


Jessica langsung membuka majalah tersebut dan mencari alamat Kevin dan akhirnya ketemu.


“baiklah, ayo sekarang kita kesana”.


Mereka berdua mengendarai mobil milik Kevin yang berada di mansion tersebut tanpa sopir,


karena memang Jessica menolak dengan sopir. Berbekal google maps, mereka sampai di sebuah apartemen mewah.


Mereka turun dan masuk kesana, memencet bel apartemen tersebut hingga seorang wanita paruh baya


membuka pintunya.


“ya, sedang mencari siapa nona?”. Tanya Joana


“dimana Kevin?”.


“tuan Kevin sedang meeting sejak tadi pagi, kalau boleh tau, kalian siapa?”.


“Jessica dan ini Angela, adik Kevin”.


“oh silahkan masuk nona Jessica dan nona Angela”.


Jessica dan Angela langsung masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga.



Mobil Kevin berhenti didepan apartemen Sarah, sedangkan Sarah hanya diam.


“aku ingin menemui bunda di rumah sakit”.


“Sarah, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengantarmu menemui


mrs.Micella”.


“tidak bisa, dia bundaku, dia yang merawatku sejak kecil, aku harus berada di sampingnya”.


“baiklah, aku akan mengantarmu kesana, dengan syarat kau harus baik-baik saja”.


“ya aku baik-baik saja”.


Mobil Kevin kembali melaju menuju rumah sakit dimana Micella di rawat. Mereka berdua turun, dan


langsung menuju ruangan yang Ronald kirimkan, Ronald berdiri diluar.


“bagaimana keadaan bunda?”. Tanya Sarah pada Ronald


“baik-baik saja, tapi belum sadar”.


Kevin mengusap pundak Sarah.


“tuan, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda”. Ucap Ronald mengajak Kevin menjauh dari Sarah.


“ada apa?”.


“masalah mrs. Micella dan semua anak panti yang menghilang”.


“apa kau tau dimana?”.


“tadi mrs.Micella sempat mengatakan pada saya sebelum tak sadarkan diri, kalau yang melakukannya


adalah Viviana, tapi dia di bantu oleh satu orang pria yang mrs.Micella tidak tau siapa itu”.


“sudah kuduga kalau itu adalah Viviana, bagaimana dengan Brian?”.


“dia pergi ke Austarlia tadi pagi”.


“apa kua sudah memastikan dengan benar?”.

__ADS_1


“ya tuan. Dan juga nona Jessica menghubungi saya kalau dia sedang berada di apartemen tuan”.


“apa maksudmu?”.


“nona Jessica dan nona Angela berada di New York”.


Tiba-tiba ponsel Kevin berbunyi.


“halo”.


“tuan Martine, nona Jessica dan nona Angela sedang berada di sini”.


“haish, aku akan segera datang”.


Kevin menutup panggialan dari Joana, dan pergi menemui Sarah yang duduk menunggu diluar.


“sayang, aku harus pulang untuk mengambil sebuah barang, kau disini saja dengan Ronald”.


Sarah mengangguk.


Kevin langsung pergi ke apartemennya untuk menemui Jessica dan Angela.


Sampai disana, Kevin tanpa sengaja melihat Viviana berada di sebrang jalan sambil melihat kearahnya


tajam. Wanita itu membawa sebuah kotak berwarna merah muda yang entah apa isinya.


“Viviana”. Panggil Kevin, namun wanita itu malah berlari pergi masuk ke dalam sebuah bus yang


kebetulan berhenti.


Kevin kembali focus arah tujuannya yaitu menemui kedua adiknya.


Di dalam apartemen, Kevin hanya memandang tajam kearah Jessica dan Angela, Jessica lebih cemberut,


sedangkan Angela bersikap bodoh amat dengan sikap kedua kakaknya tersebut.


“kenapa kalian datang kesini?”. Tanya Kevin


“harusnya aku yang bertanya kenapa kau membatalkan penerbangan tanpa menghubungi kami?”.


“ada urusan penting disini”. Jawab Kevin singkat


Angela yang merasa bosan dengan perdebatan Kevin dan Jessica memilih naik kelantai dua menuju


ruang kerja Kevin untuk bermain game.


“Jessica mengertilah”.


“aku sudah mengerti, harusnya kau mengatakan dahulu kalau kau tidak jadi datang ke Los Angeles. Apa tentang


wanita?”. Selidik Jessica


“ya”.


“kalau begitu kau wajib mengenalkan wanita beruntung itu pada kami biar kami bisa menilai apakah dia


wanita baik-baik atau bukan”.


“aku akan mengenalkannya nanti”.


Joana datang dengan membawa telepon rumah.


“tuan Martine, nona Sarah menghubungi anda”.


“baiklah mana?”.


Kevin mengambil telepon tersebut dari Joana.


“halo”.


“aku pulang dengan tuan Ronald”.


“baiklah hati-hati, nanti malam aku akan kesana”.


“iya, terima kasih banyak”.


“hm”.


Kevin memberikan kembali teleponnya pada Joana. Dan focus dengan Jessica


“apa dia?”. Tanya Jessica dengan senyuman menggoda

__ADS_1


__ADS_2