
Dan untuk berlian itu, di dalam nya adalah sebuah Chip penting, jangan sampai ada yang tau tentang chip tersebut. Apalagi golongan putih. Ayah meminta maaf kepada kalian karena ayah kalian jadi seperti ini, harusnya ayah tidak masuk golongan itu.
Jika suatu hari golongan putih telah binasa dan ditangkap pihak berwajib, kembalikan berlian tersebut ke museum Negara. Mereka tidak tau apa yang ada di berlian tersebut, mereka hanya tau itu adalah peninggalan sejarah.
Jelas tuan Marley panjang lebar
Cukup video ini, semoga kalian tetap tersenyum, kami sangat menyayangi kalian berdua selamanya.
Video tersebut berhenti, hanya itu yang ada di memori, tidak ada yang lain.
♣
Kevin berjalan meninggalkan mansionnya di ikuti Ronald, pria itu mengatakan pada Ronald akan mengunjungi Sarah, dia tau kalau Barom sudah mengetahui semua, dan Ronald sudah memberitahukan Barom kalau semuanya salah faham, ada yang sengaja menjebak Kevin agar Sarah dan Kevin berpisah.
Kevin Nampak sangat bahagia, mereka akan bertemu di sebuah kedai coffee mewah milik Barom sewaktu duduk di bangku kuliah, Barom mendirikan sebuah kedai Coffee dengan usahanya sendiri.
Mobil Kevin berhenti di parkiran sebuah kedai yang lumayan ramai pengunjung, pria tampan itu keluar sembari menata jas, di ikuti Ronald di belakangnya. Beberapa wanita melihat kearahnya dengan tatapan memuja, wajah tampan, tubuh bagus, dan segelanya ada di diri Kevin.
Terlihat Barom tengah duduk di meja paling pojok dengan Sarah.
Saat Barom melambai kearah Kevin, bersamaan dengan Sarah yang melihat ke belakang. Jantungnya berdebaar sangat kencang, seperti saat pertama mereka saling menatap satu sama lain.
Kevin duduk di depan Sarah di samping Barom.
“bagaimana kabarmu?”. Tanya Barom layaknya teman baik, karena memang sebelumnya mereka teman sangat dekat sejak kecil
“tidak baik setelah kau memisahkanku dengan kekasihku”.
“kalau begitu, aku kebelakang sebentar, ada urusan”. Ucap Barom beranjak dari duduknya, tak lupa Barom mengkode Ronald agar memberikan waktu untuk Kevin dan Sarah berbincang.
Kevin tersenyum pada wanita yang ada didepannya, banyak pasang mata yang suka melihat pasangan itu.
“bagaimana keadaanmu?”. Tanya Kevin canggung
“baik, bagaimana denganmu?”.
“seperti yang kau lihat”. Kevin menatap Sarah lembut “aku minta maaf karena telah bodoh”.
“aku mengetahui semua dari Barom”.
“baguslah, aku harap kau bisa mempertimbangkan untuk kita kembali”.
“aku tidak tau”.
“kenapa?”.
“ada hal yang lebih penting daripada perasaanku saat ini”.
“baiklah aku mengerti”.
“terima kasih”.
Kevin mengangguk, namun dalam hatinya dia berharap lebih pada Sarah, dia sangat mencintai Sarah.
Pesanan mereka yang dipesankan Barom datang, sebuah makanan khas China, mungkin ini pertama kalinya untuk Sarah karena dari kecil tinggal di luar negeri, sedangkan Kevin sudah sering memakan makanan China sejak dulu.
“ini pesanannya”.
Sarah dan Kevin mengangguk.
“apakah kau memberikan kesempatan untukku? Setidaknya untuk memperhatikanmu”. Ucap Kevin dengan wajah memelas
“aku-“.
Dari jauh Sarah melihat Barom mengangguk sembari tersenyum.
__ADS_1
“baiklah”.
Kevin menyentuh kedua tangan Sarah.
“aku akan berusaha berubah menjadi pribadi yang lebih baik, aku janji”.
“kau tidak perlu janji padaku, janjilah untuk dirimu sendiri”.
♣
Kevin dan Sarah keluar dari kedai Coffee setelah berpamitan dengan Barom, Kevin mengajak Sarah mengelilingi kota Hongkong malam ini.
Lampu-lampu di pinggiran jalan menambah kesan romantic mereka yang tengah berada di dalam mobil berdua, Sarah hanya terdiam, sejak wanita itu menemukan keluarganya, Sarah bukan lagi wanita yang ceria, bahkan dia jarang berbicara.
“ada apa? apa kau ada masalah?”. Tanya Kevin saat mereka berhenti di lampu merah.
“tidak ada”.
“bagaimana hubungan mu dengan Barom?”.
“baik, dia sangat baik”.
“baguslah, kurasa juga seperti itu, aku berteman dengannya sejak kecil, aku tidak menyangka kalau dia punya saudara yang bisa membuatku benar-benar jatuh hati”.
Wajah Sarah memerah malu, wanita itu membuang muka keluar jendela, seakan-akan melihat pemandangan di luar.
Sampai di sebuah taman, banyak sekali orang berlalu lalang menghabiskan waktu bersama pasangan masing-masing.
Kevin dan Sarah keluar dari mobilnya, melangkahkan kaki ke beberapa sudut taman sembari berbincang-bincang.
“apa kau ingin makanan ringan? Ada makanan paling enak disini”.
“boleh”.
“baiklah tunggu sebentar”.
Seseorang datang menghampiri Sarah.
“Sarah”. Panggil orang tersebut
Sarah yang merasa namanya terpanggil menengokkan kepala ke asal suara.
“Alex?”.
“aku kira salah orang”.
“tidak, bagaimana kau ada disini?”. Tanya Sarah tidak percaya.
Alex Aquilo Immanuel, sahabat Sarah dan Megan sewaktu duduk di bangku sekolah menengah atas. Dulu Alex pernah menyukai Sarah, tapi karena mereka bertiga berteman baik, Alex tidak pernah mengungkapkaan perasaannya pada Sarah. Hingga lulus sekolah menengah atas, Alex pergi ke Jepang untuk meneruskan study. Dan sekarang dia bertugas di Hongkong tempat kelahirannya sebagai seorang dokter anak.
Mereka duduk berdampingan.
“harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini?”.
“aku hanya libiran, lalu denganmu?”.
“aku bekerja sebagai seorang dokter disini”.
“akhirnya apa yang kau inginkan tercapai, bagaimana dengan mama dan papa mu?”.
“mereka baik, seperti anak muda, mereka menghabiskan masa tua nya untuk berkeliling dunia”.
“hebat sekali”.
Dari kejauhan Kevin memandangi Sarah yang Nampak tersenyum dan terkadang tertawa bersama seorang pria yang tidak di kenalinya.
__ADS_1
Dengan terburu Kevin menghampiri Sarah.
“Sarah”. Panggil Kevin lembut
Sarah melihat kearah Kevin dan langsung berdiri.
“Alex, ini Kevin. Temanku”. Ucap Sarah
“Kevin, lebih tepatnya calon tunangan Sarah”. Ucap Kevin ketus
“Alex, kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa lagi sar”.
“ya”.
Alex meninggalkan Kevin dan Sarah, Kevin Nampak sangat tidak suka dengan Alex.
Flashback
Kevin duduk di halaman belakang mansionnya, sembari membaca diary milik Sarah.
‘Alex? Siapa dia? Sepertinya cinta pertama Sarah’ fikir Kevin, namun pria itu tau kalau Sarah tidak pernah bertemu lagi dengan Alex mengingat Alex yang memutuskan pindah keluar negeri mengikuti kedua orang tuanya sekaligus untuk mengejar mimpinya.
Flashback off
“kau menyukainya?”. Tanya Kevin
“tidak”.
“tapi kau berperilaku berbeda dengannya”.
“karena dia teman baikku dulu”.
“baiklah, aku tidak akan membiarkannya mendekatimu”.
“kenapa kau melakukan hal sebodoh itu?”.
“bodoh? Aku mencintaimu Sarah”.
“tapi aku tidak mengatakan aku mencintaimu kan?”.
“kau mencintaiku Sarah”.
“sudahlah, aku mau pulang”.
“aku akan mengantarmu”.
Mereka berdua berjalan kearah mobil, Sarah hanya diam begitupula Kevin. Mereka masih setia dengan ego masing-masing. Hingga ponsel Kevin berdering.
“masuklah, aku akan mengangkat telepon terlebih dahulu”.
Sarah mengangguk dan masuk kedalam mobil.
“ya ada apa?”.
“tuan Barom”.
“kenapa dengannya?”.
“ada yang sengaja menembak tuan Barom”.
“dimana sekarang”.
“rumah sakit xxx”.
“baiklah aku kesana sekarang”.
__ADS_1
Kevin masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.
.