
Singapura
Pesawat Kevin dan Sarah baru saja datang di Singapura beberapa menit yang lalu, mereka berdua keluar bandara dengan beberapa pengawalan, dan juga pelayan yang membawakan barang milik mereka. Kevin Nampak menggandeng terus tangan tunangannya, beberapa kali menggoda Sarah dengan cubitan gemas di pipi Sarah. Sedangkan Sarah sendiri menahan kantung di balik kaca mata hitam yang dipakainya.
Mobil mewah menunggu mereka berdua, Kevin membukakan pintu untuk Sarah, setelah nya dia sendiri yang masuk.
Perjalanan mereka ketempat tujuan begitu panjang, karena kediaman Kevin yang lumayan jauh dari kota pusat.
Beberapa menit kemudian, mobil mereka berada di jalanan berkelok perumahan mewwah keluarga Abraham.
Mobil berhenti didepan rumah mewah bergaya klasik dengan dominan warna putih, beberapa pelayan menyambut mereka, namun Sarah malah tertidur di pundak Kevin.
Tanpa membangunkan Sarah, Kevin membopong Sarah dan membawanya masuk ke kamar utama miliknya. Mungkin sebagian keluarga Kevin melihat kegiatan romantic tersebut dengan melongo, karena baru pertama melihat Kevin yang mengorbankan segala hal itu wanita.
Kevin meletakkan wanitanya di ranjang king size miliknya, ranjang berwaarna abu-abu, kamar berdominan abu-abu hitam dengan beberapa hiasan lukisan siluet wanita, Kevin menyukai haal tersebut dahulu, mungkin setelah ini, dia akan mengganti lukisan tersebut dengan lukisan Sarah.
Setelah menidurkan Sarah di ranjangnya, Kevin berjalan keluar.
Menemui beberapa orang yang menunggu di ruang keluarga untuk makan siang.
“dimana tuananganmu?”. Tanya salah satu bibi Kevin yang bernama Lisa, wanita paruuh baya yang sangat pemilih jika masalah seseorang yang akan masuk ke dalam keluarga besarnya.
“dia lelah”.
Mereka semua melaksanakan makan siang tanpa Sarah. Selesai makan siang, semuanya berkumpul di halaman belakang, ada pesta kecil satu keluarga besar.
“kev, bagaimana kau bisa bertemu dengan Sarah?”. Tanya Fangchen, sallah satu sepupu Kevin yang tinggal di Singapura, pemilik perusahaan plastic di China.
“panjang ceritanya”.
“kau serius dengannya?”.
“tentu saja, aku akan menikahinya setelah kakaknya menikah”.
“kenapa tidak secepatnya?”.
“itu keputusan Sarah sendiri, dia tidak ingin mendahului kakaknya”.
Pembicaraan mereka terhenti kala Sarah datang, wanita itu Nampak sangat malu-malu karena melewatkan makan siang dan kumpul keluarga, namun semua orang tersenyum manis pada Sarah.
“maaf”. ucap Sarah
Lisa berjalan kearah Sarah, wajahnya Nampak galak hingga membuat nyali Sarah menciut, ini adalah kali pertama Sarah bertemu dengan keluarga besar Kevin. Begitupula Kevin yang sangat ketakukan kalau Lisa
membuat Sarah kenapa-napa.
__ADS_1
Namun di luar dugaan, Lisa malah memeluk Sarah.
“senang bertemu denganmu nak”. Ucap Lisa dengan senyuman tulus
“terima kasih bibi”.
Semua orang Nampak lega melihatnya, karena Lisa terkenal sangat galak dan kejam.
“kenapa kalian melihatku seperti itu?”. Tanya Lisa kala berbalik kearah semua anggota keluarga yang hanya melongo.
“ah tidak, ayo Sarah gabung dengan kami”. Ajak Farah, sepupu Kevin keturunan China Melayu yang tinggal beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Mereka semua Nampak senang akan kedatangan Sarah, begitupula Sarah yang merasa sangat beruntung diterima dengan baik di keluarga besar tunangannya yang memang mera semua tidak hadir sehaktu pertunangan di New
York.
♣
Mobil Kevin berhenti di sebuah pemakaman, Kevin mengambil bunga yang ditaruhnya di kursi belakang. Mereka berdua berjalan ke dua makam yang bersandingan berada di tengah pemakaman.
Kevin berjongkok di kedua makam tersebut begitupula Sarah, sembari meletakkan bunga di depan nisannya.
“Kevin datang”. Ucap Kevin kepada kedua makam orang tuanya.
Mereka berdua berdoa di depan makam tersebut.
“tuan dan nyonya Abraham, aku Sarah, senang bertemu kalian untuk pertama kalinya. Kevin sangat baik, dia sosok yang bertanggung jawab dan selalu menjaga adik serta keluarganya dengan baik, pasti kalian
sangat bangga dengannya, begitupula aku yang merasa sangat beruntung berada di sisinya saat ini”. Ucap Sarah panjang lebar
“kami akan segera meelangsung pernikahan tahun depan, Kevin harap kalian merestui hubungan kami dan selalu mendoakan yang terbaik untuk kami”. Lanjut Kevin.
Selesai dari pemakaman, Kevin mengajak Sarah ke sebuah pantai. Pantai indah yang sering dikunjunginya dulu sewaktu dia kecil bersama dengan keluarga, namun Kevin lebih sering kesana dengan Barom, karena
Barom menyukai pantai dan selalu menyuruh Kevin menjadi penunjuk jalan.
Sarah dan Kevin berjalan-jalan dipinggiran pantai sembari menenteng sepatu mereka masing-masing. Kevin terus menggenggam tangan Sarah erat.
“pantai nya sangat indah”. Ucap Sarah sembari mengirup udara di sana
“dulu aku sering kesini dengan Barom sebelum pindah ke Los Angeles, itu disana, ikan bakarnya sangat enak”. Kevin mengajak Sarah menuju seoraang penjual ikan bakar yang sudah lumayan tua.
“bibi”. Panggil Kevin dengan lirih dan sopan.
Wanita paruh baya itu Nampak mengingat-ingat siapa yang ada di depannya saat ini karena marasa sangat tidak asing.
__ADS_1
“Kevin?”. Tanya wanita paruh baya tersebut.
“ya benar bi”.
“siapa yang kau bawa nak? Lama sekali tidak datang kemari”.
“hahaha perkenalkan bi, namanya Sarah, tunangan Kevin”.
“wah sangat cantik”.
Sarah hanya tersenyum malu mendengar pujian wanita itu yang begitu berlebihan terhadapnya.
“bi, aku pesan dua ikan bakar”.
“baik, tunggu disana. Akan segera aku buatkan”.
“terima kasih bi”.
Kevin dan Sarah duduk di tikar yang di sediakan di dekat sana, bersamaan dengan beberapa turis atau pengunjung lainnya. Mungkin beberapa dari pengunjung sadar siapa mereka hingga memutuskan mengambil moment
romantic tersebut, tapi ada juga yang tidak tau siapa mereka.
Ikan bakar mereka pun datang.
“makan lah, ini sangat enak”. Ucap Kevin.
Sarah mencobanya, dan itu adalah ikan bakar terenak yang pernah Sarah makan.
“ini sangat enak”.
“baguslah kalau kau suka”.
Selesai bejalan-jalan di pantai, Kevin mengajak Sarah untuk pulang kembali ke kediaman Abraham.. kebanyakan keluarga sudah pulang atau memutuskan untuk tinggal di hotel agar dekat dengan kota pusat.
Tapi beberapa dari mereka tinggal disana juga menunggu pesawat besok untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sarah dan Kevin sampai di kediaman Abraham lumayan sudah larut malam, jadi anggota keluarga sudah berada di alam mimpi masing-masing. Mereka berdua langsung naik kelantai atas menuju kamar Kevin,
Sarah duduk di ranjang bersama dengan Kevin setelah mereka menghabiskan hampir satu jam lebih di kamar mandi.
“kapan kita pulang ke New York?”. Tanya Sarah sembari menyisir rambuntnya yang masih basah
“nanti kalau sudah ke Hongkong dan Los Angeles, dan juga aku akan mengajakmu keliling Negara sebelum kita menikah nanti”.
Sarah hanya mengangguk, ide Kevin tidak begitu buruk, sama persis seperti mimpinya dulu.
__ADS_1
‘aku membaca buku diary yang kau tulis sayang, jadi aku akan mengabulkan semua keinginanmu’