Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 26


__ADS_3

Barom meninggalkan ruang pertemuan dengan wajah penuh emosi, pria itu mendatangi halaman belakang


tempat dimana semua pekerjanya berlatih bela diri. Tat kala Barom masuk, semua menunduk hormat pada pria itu.


“aku mau kalian menghabisi Alexa!”. Perintah Barom dengan tegas


“tidak! aku tidak mengijinkan kalian melakukannya”. Ucap Zhiyang dari belakang Barom


“apa yang paman lakukan, kalian ikuti intruksi dariku”.


Semua Nampak kebingungan dengan sikap paman dan keponakannya tersebut


“tenanglah, kau masih dalam keadaan emosi, kita disini bukan untuk membunuh manusia, kita hanya


membinasakan. Jangan bunuh Alexa, cari tau semua tentang wanita itu, buat bangkrut usahanya”. jelas Zhiyang pada Barom yang membuat pria itu terdiam menyetujui apa yang di inginkan pamannya.


“baiklah”. Barom memanggil salah satu ketua geng disana.


“ada apa tuan Barom?”.


“cari tau semua tentang Alexa dan keluarganya”.


“baik tuan”.



Langkah kaki Barom membawa pria itu ke ruangan mewah dimana Sarah tengah tak sadarkan diri, bahwa


wanita cantik itu enggan membuka matanya.


“buka matamu Nicole, aku mohon”. Lirih Barom sembari memegang tangan Sarah


Perlahan tangan Sarah bergerak, Barom yang melihat hal tersebut langsung keluar untuk memanggil


dokter.


“tolong! Nicole menggerakkan tangannya”. Ucap Barom pada beberapa dokter yang ada di luar


ruangan


Dokter tersebut masuk ke ruangan dimana Sarah dirawat. Memeriksa wanita itu beberapa menit hingga


akhirnya keluar.


“bagaimana keadaannya?”.


“nona Nicole sudah sadar, dia ingin bertemu dengan anda tuan”.


Barom terburu masuk keruangan Sarah, wanita itu mengerjapkan matanya melihat sekeliling, hingga


pandangan mereka bertemu.


“bagaimana keadaanmu?”. Tanya Barom bahagia


“aku tidak apa-apa, dimana sekarang?”.


“kau ada di rumahmu”.


“rumah?”.


“rumah aslimu”.


“Hongkong?”.


“ya, aku membawamu kesini”.


“bagaimana dengan Kevin?”.


“tidak perlu mencemaskannya, dia baik-baik saja”.


Sarah mengangguk.

__ADS_1


Seorang pria paruh baya membuka pintu, tersenyum pada Sarah dan Barom.


“bagaimana keadaanmu nak?”. Tanya Zhiyang dengan wajah senang


“baik”.


“ini paman Zhiyang”.


“Barom menceritakan semuanya tentangmu, dia sangat bahagia begitupula aku karena menemukanmu”.


Sarah kembali tersenyum pada Zhiyang, pamannya.


“istirahatlah, Barom, ikutlah denganku sebentar”.


“baik paman. Tunggu sebentar, aku akan kesini lagi setelah urusanku selesai”.


Barom mengikuti langkah Zhiyang keluar dari ruangan Sarah.



Kevin terdiam di apartemennya, sejak berpisah dengan Sarah, pria itu lebih sering terdiam


sendiri, bahkan semua pekerjaannya di kendalikan oleh Ronald. Beberapa kali Kevin memgunjungi Aldo dan Alexa yang menyamar menjadi Megan di sebuah apartemen yang tak jauh dari apartemennya.


Public tidak tau kalau Aldo anak Kevin, beberapa hari setelah kepergian Sarah, Kevin mengatakan ke


public kalau Kevin hanya menyukai anak kecil. Alexa menerima semua keputusan Kevin, dan mengajukan syarat untuk menikahinya secara diam-diam kalau ingin tetap bersama dengan Aldo.


Dengan berat Kevin akan menikahi Alexa, pernikahan mereka akan dilaksanakan secara tertutup di sebuah


hotel miliknya di New York, hanya beberapa orang yang ingin Alexa undang dan sisanya hanya orang terdekat Kevin.


“tuan Martine, anda belum makan sejak tadi pagi, lebih baik anda makan terlebih dahulu”. Ucap Ronald


mendatangi Kevin yang terus berada di ranjangnya dengan buku tebal yang mungkin dibacapun hanya lewat karena fikirannya tertuju pada Sarah.


“pergilah”.


telah meninggal, dan dia bukan nona Megan”.


“lalu siapa?”.


“saya akan mencari tahu kembali keluarga nona Megan”.


Ponsel Ronald berdering.


“maaf tuan, saya menerima panggilan terlebih dahulu”.


Ronald keluar dari ruangan Kevin menuju lantai bawah.


Kevin beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian rapi


lekas keluar dari kamar. Dilihatnya Ronald yang masih berbicara di telepon.


“tuan”. Ronald menutup ponselnya “apa yang bisa saya bantu?”.


“siapkan pesawat, aku ingin ke Singapura”.


“kenapa mendadak tuan?”.


“siapkan saja. Oh ya, dimana Joana?”.


“Joana, sudah tidak bekerja, karena dia kembali ke kampung halamannya”.


“apa kau yakin, cari tau tentangnya”.


“baik tuan”.


“aku akan pergi untuk membeli sesuatu, dan langsung pergi ke bandara”.


“baik tuan saya akan persiapkan semua”.

__ADS_1



Apartemen Sarah Nampak sangat gelap dan bersih, Kevin menyuruh orang untuk membersihkan apartemen


Sarah. Kevin memasuki Kamar dimana dia sering memeluk Sarah saat malam datang, diambilnya buku novel diatas meja, novel pertama yang diterbitkan oleh Sarah.


Launching Novel milik Sarah tidak di hadiri langsung oleh Sarah, banyak sekali yang kecewa, tetapi


mereka bisa memaklumi kalau Sarah tengah berada di luar negeri karena perawatan.


Senyum Kevin memudar tat kala melihat sebuah foto, foto yang dengan jelas Megan dan Sarah tengah


tertawa. Mereka memakai seragam sekolah menengah atas yang sama, Sarah tidak kalah cantik dengan Megan, namun ada yang aneh dari foto tersebut.


Mata Kevin menemukan sebuah kotak warna coklat yang ditaruh di bawah kolong meja tempat Sarah


menghabiskan waktunya untuk mengarang sebuah kata.


Dibukanya kotak tersebut.


Banyak sekali barang  milik Sarah termasuk beberapa foto dan buku, sebuah buku catatan pribadi milik Sarah.


Kevin membuka lembar demi lembar hingga di lembar-lembar terakhir, yang menuliskan sebuah kalimat


panjang mengenai Megan.


Sarah mengatakan kalau Megan meninggal karenanya, karena Megan tau kalau Sarah sakit. Megan melewati


berbagai macam masalah, termasuk keluarganya yang bangkrut dan kedua orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan. Kakak Megan pergi ke luar negeri karena menghindari masalah, sedangkan Megan hidup harus melunasi hutang keluarganya. Megan menghabisi hidupnya setelah melunasi hutang kedua orang


tuanya dan mendonorkan hatinya untuk Sarah.


Kevin berfikir,


‘kalau memang Megan mendonorkan hatinya untuk Sarah, bagaimana Megan masih hidup bahkan bisa melahirkan


anaknya. Lalu siapa yang mendonorkan hati untuk Sarah’.


Kevin membawa buku tersebut dan beberapa foto Sarah dan Megan.


Mobil Kevin membawanya pergi ke bandara. Pria itu langsung bertemu dengan Ronald di bandara.


“sudah siap tuan”. Ucap Ronald dengan sopan


“cari tau dimana dan siapa yang mendonorkan hati untuk Sarah”.


“bagaimana tuan Martine tau hal ini?”.


“aku membacanya dari buku milik Sarah”.


“saya sudah mencari tau dan akan melaporkan pada tuan”.


Kevin menatap Ronald tajam


“lalu?”.


“yang mendonorkan adalah nona Megan”.


“menurutmu bagaimana Megan bisa hidup?”.


“saya tidak mengerti, tapi itu benar-benar nona Megan”.


“dia punya kembaran?”.


“bisa jadi tuan””.


Kevin menunjukkan smirk nya ‘kau main-main denganku nona’ sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam


pesawat yang akan membawanya ke Singapura, Negara kelahirannya.


Kevin duduk di samping Ronald, sambil membaca buku diary milik sarah, beberapa kali Kevin tersenyum

__ADS_1


tat kala Sarah menceritakan pengalaman hariannya. Bahkan Kevin merasa sangat cemburu pada teman pria yang tidak disebutkan namanya di buku tersebut.


__ADS_2