
Gebrakan di meja terdengar sangat menggema di sebuah ruangan dengan desain penuh warna hitam dan merah tua, beberapa orang berdiri di belakang meja melingkar. Wanita bergaun lumayan seksi Nampak sangat marah
dengan semua orang yang di sana.
“bagaimana kalian bisa melakukan hal bodoh?”.
“tuan Barom tidak bisa ditandingi nyonya”.
“ya aku tau, tapi kalau kalian bekerja dengan baik, hal ini tidak akan pernah terjadi”.
“saya mengaku salah nyonya”.
“karena kalian memang salah!, jangan sampai Martine tau akan hal ini, termasuk Megan yang meninggal”.
“ya kami mengerti nyonya”.
“aku meminta kalian untuk menghabisi Sarah!”.
“em- em”.
“kenapa? Kalian takut dengan Barom?”.
“tidak nyonya”.
“kalau begitu kerjakan”.
“baik”.
Beberapa orang pria bertubuh kekar tersebut kelar dari ruangan itu. Sedangkan Alexa masih duduk disana bersama Nicko.
“apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”. Alexa Nampak sangat ketakutan.
Flashback
Beberapa orang dengan wajah babak belur berlarian ke rumah Alexa.
“ada apa?”. Tanya Nicko dengan khawatir, karena tidak biasanya anak buah mereka datang dengan keadaan seperti itu, bahkan mereka yang sebelumnya ada hampir sepuluh orang tinggal dua orang yang datang
“Marley”.
Nicko terdiam bersamaan dengan Alexa yang keluar dari rumah bersama Aldo.
“pelayan!”. Teriak Alexa
“iya nyonya”. Pelayan datang dengan terburu menghampiri Alexa yang tengah membawa Aldo.
“bawa Aldo kedalam”.
“baik nyonya, ayo tuan muda”. Pelayan membawa Aldo masuk kedalam rumah.
Alexa kembali melihat kearah Nicko dan anak buahnya.
“ada apa?”.
“tuan Barom mengetahu semuanya, mereka menghabisi anak buah kita”.
“aku tau hal ini akan terjadi, bagaimana bisa dia tau?”.
“dia tidak bodoh”.
“tuan, mereka memberiku ini”. Pria itu memberikan sebuah rekaman pada Alexa
“kenapa kau membawanya kemari bodoh!”. Alexa menendang pria itu dan hampir membuah alat tersebut
“jangan, alat ini bukan mata-mata atau apapun, hanya perekam suara, mereka memberikan pesan dari sana, itu sangat penting”. Nicko menyalakan rekaman tersebut.
Hahaha, kalian pasti tidak akan membuang rekaman ini. Ini saya Barom Marley dan kalian
tau kalau kalian tengah berurusan dengan keluarga Marley. Kalian boleh tidak percaya apa yang saya katakan, tapi kalian harus tau, sedikit saja kalian buat Sarah Nicole lecet walaupun sepucuk kuku, saya pastikan keluarga kalian habis. Ingat itu
Alexa merebut rekaman tersebut dan membantingnya ke lantai hingga hancur.
“aku tidak akan tinggal diam, aku menginginkan Sarah mati di tanganku, akan ku buat wanita itu menderita”.
Flashback off
__ADS_1
“tidak ada yang perlu ditakuti, kau telah selangkah membuat Sarah menderita”.
“ya aku tau, tuan Martine akan segera menikah denganku dan otomatis Sarah akan hancur sehancur-hancurnya.
♣
Kevin keluar dari pesawat yang membawanya landas di Hongkong, pria itu berniat melihat keadaan Sarah walaupun dari jauh. Kevin sangat merindukan Sarah, sudah sangat lama dia tidak melihat Sarah, bahkan setiap harinya sebelum Sarah kecelakaan karena racun, Kevin selalu berada di samping Sarah saat malam datang.
Mobil membawa Kevin kerumah utama keluarga Marley, didepan gerbang banyak sekali penjaga.
“tuan, kita tidak bisa lebih dekat”. Ucap Ronald yang duduk disamping supir
“ya dari sini saja”.
“tapi nona Sarah tidak akan keluar tuan”.
“aku tau”.
Namun beberapa menit kemudian, beberapa pengawal membukakan pintu gerbang, Barom tengah menuntun Sarah di kursi roda dengan beberapa pengawalan di belakang mereka.
“tuan itu nona Sarah”.
“syukurlah dia baik-baik saja, kita pergi sekarang”.
“baik tuan”.
Mobil Kevin meninggalkan tempat tersebut menuju ke sebuah mansion mewah miliknya yang berada di Hongkong, sebuah mansion mewah bergaya eropa dengan cat dominan coklat, banyak sekali pohon-pohon rindang di
sekitaran mansion tersebut.
“selamat datang tuan Martine”. Ucap semua pelayan pada Kevin dan Ronald yang baru datang.
“tuan Martine, ada panggilan dari mata-mata”. Ucap Ronald lirih yang membuat Kevin mengehentikan langkahnya.
“suruh dia datang ke sini”.
“tapi mereka ada di New York”.
“suruh kirimkan datanya”.
“baik tuan”.
“baik tuan”.
Kevin kembali melangkahkan kakinya masuk kesebuah ruangan dengan pintu kaca.
Beberapa menit kemudian Ronald masuk keruangan Kevin dengan membawa beberapa map ditangannya.
“ini berkas nya tuan”.
“ya, sampaikan intinya”.
“baik. Dari nona Megan dan anaknya Aldo, dia namanya nona Alexa, kembaran nona Megan, Aldo adalah anak mantan kekasih nona Alexa yang bernama Jaeko”.
“lalu, siapa yang membunuh orang tua Sarah dan orang tuaku?”.
“golongan putih”.
“golongan putih?”.
“ya tuan, golongan putih memiliki masalah sangat besar dengan keluarga Marley, tuan Abraham membantu tuan Marley karena mereka bersahabat dengan baik dan membuat golongan putih murka hingga membunuh tuan Abraham”.
Ronald melihat Kevin yang terdiam.
“lanjutkan”. Seru Kevin
“saat itu tuan dan nyonya Marley telah pergi ke New York membawa nona Sarah yang dititipkan pada Micella. Hingga akhirnya mereka terbunuh hari setelahnya membawa nona Sarah pada Micella”.
“siapa golongan putih, kenapa tidak pernah mendengarnya”.
“golongan putih sangat kuat tuan, dia berada di Australia”.
“lalu, apa yang dia inginkan”.
“mereka juga seorang mafia pembunuh bayaran”.
__ADS_1
“bukan kah Mafia paling ditakuti adalah keluarga Marley”.
“ya, itulah alasan kenapa golongan putih membunuh keluarga Marley, sasaran mereka yang sebenarnya adalah penerus keluarga Marley, yaitu nona Sarah”.
“bagaimana dengan Barom”.
“tuan Barom memang anak pertama tuan dan nyonya, tapi golongan putih hanya tau kalau tuan Barom adalah anak dari Hwang Zhiyang”.
“bagaimana dengan Sarah, semua orang tau kalau Sarah sudah ditemukan”.
“saya tidak tau tuan”.
“baiklah, batalkan pernikahanku dengan wanita itu”.
“baik tuan”.
“kau boleh keluar sekarang”.
Ronald memberikan hormat pada Kevin lekas meninggalakan ruang kerja tersebut
Kevin mengambil ponselnya yang berada di atas meja, menghubungi nomor milik Alexa.
“ini Martine”.
“ya”.
“tidak perlu berpura-pura, aku sudah tau semuanya, jangan harap kau bisa menikah denganku”.
“tapi, apa maksudmu?”.
Kevin menutup ponselnya dan menghubungi orang lain.
“buat wanita bernama Alexa menderita seumur hidupnya sekaligus anaknya sampai dia dewasa”.
“baik tuan”.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Kevin.
“ya masuk”.
“tuan, ini makan malam tuan”.
“siapa yang menyuruhmu membawa kemari”.
“tuan Ronald”.
“taruh disana”.
“baik”.
Pelayan tersebut menaruh makanannya di meja, lekas meninggalkan ruangan Kevin bersamaan dengan Ronald yang masuk ruangan.
“ada apa?”.
“joana”.
“kenapa?”.
“saya mendapatkan kabar kalau Joana adalah istri sah tuan Ricard”.
“dimana mereka sekarang?”.
“di kediaman tuan Barom”.
“bagaimana bisa mereka saling mengenal”.
“saya tidak mengerti dengan pasti tuan”.
“tapi mereka adalah orang baik, dari awal melindungi nona sarah dan tuan”.
“kuharap kau bisa membawa mereka di hadapanku segera mungkin”.
“saya akan berusaha sekuat mungkin tuan”.
“bagus”.
__ADS_1