
Gemerlap lampu kota New York membawa kesan romantis Dinner yang dilakukan Kevin di apartemen mewahnya.
Sarah Nampak sangat cantik memakai gaun merah menyala tanpa lengan, sedangakan Kevin Nampak sangat tampan dengan kemeja putih lengan di gulung sampai siku.
Joana sedang diliburkan karena Kevin hanya ingin waktu berdua dengan Sarah malam ini.
“bagaimana? Apa kau menyukainya?”. Tanya Kevin
“ya”.
“kalau begitu aku akan sering melakukan hal ini untukmu”.
“tidak perlu melakukan hal seperti ini, aku tidak butuh seperti ini, aku hanya butuh kau benar-benar
tulus mencintaiku”.
“tentu saja aku tulus mencintaimu sayang”.
Kevin menyentuh kedua tangan Sarah, dan tersenyum manis pada wanita itu.
Disisi lain, Ronald tengah berada di ruangan cctv apartemen milik Kevin. Cctv yang dipasang Ronald sejak
Kevin berada di New York dan tidak mau kembali. bahkan Ronald juga tengah melakukan video call dengan Samuel.
“apa Kevin sudah benar-benar berubah?”. Tanya Samuel dari sebrang
“iya tuan Samuel, tuan Martine biasanya akan menyuruh saya mencarikan wanita yang mau ditidurinya.
Tapi sejak bertemu dengan nona Sarah, dia tidak lagi pergi ke club ataupun sex dengan wanita sembarangan”.
“bagaimana menurutmu dengan Sarah?”.
“dia wanita yang baik dan juga pekerja keras, dia seorang editor sekaligus penulis”.
“menurutmu apa yang membuat Kevin tertarik dengan wanita itu? Menurutku dia tidak begitu cantik,
bahkan lebih cantik dari anak rekan kerjanya”.
“nona Sarah memiliki sifat yang tuan Martine sukai”.
“jadi? Apa kau sudah mencari tau secara detail bagaimana asal-usul Sarah?”.
“sudah tuan, saya akan mengirimkan nya pada anda ke email”.
“baik”.
♣
Cahaya mentari menerobos masuk ruangan dengan warna dominan abu-abu, sepasang sejoli masih terlelap
di ranjang berbalut selimut tebal, kedua nya tidak memakai sehelai benang pun. Hingga ssang wanita terbangun dengan wajah yang mengernyit kesakitan. Punggungnya dan pundaknya sedikit memar.
“ahhh, kenapa sakit sekali”. Ucapnya lirih, namun masih bisa didengar oleh pria yang berada di sampingnya
Pria itu terbangun “dimana yang sakit? Maafkan aku sayang”. Ucap Kevi menyentuh kedua tangan Sarah dan mengecupnya
“ apa kau seorang hyper sex yang kasar?”. Tanya Sarah
“ya, maaf”.
“aku tidak apa-apa”.
“baiklah aku akan membantumu ke kamar mandi”.
“aku bisa sendiri kev, lebih baik kau istirahat”.
“mana mungkin aku istirahat sedangkan kau kesakitan”.
Kevin membopong Sarah ke kamar mandi, memasukkan tubuh wanitanya ke dalam bak mandi yang sudah berisi
air hangata dan aroba bunga lili ke sukaan Sarah.
“keluarlah”. Perintah Sarah yang kemudian Kevin keluar. Pria itu memakai celana panjangnya dan pergi
kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk Sarah.
__ADS_1
Hanya segelas susu dan juga roti.
Selesai menyiapkan sarapan, Kevin kembali kekamar. Sarah sudah rapi mengenakan celna jeans
dipadukan dengan kaos putih polos dan juga balzer hitam.
“kau mau kemana?”. Tanya Kevin penasaran
“aku harus menemui mrs.Ellena untuk membahas launching novel perdanaku”.
“selamat, aku bangga padamu sayang. Makanlah terlebih dahulu, aku akan mandi, setelah itu aku akan
mengantarmu”.
“baiklah, terima kasih”.
Kevin mengangguk sembari masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi, Keluar dengan pakaian satai, hanya kaos, celana jeans dan jaket.
“ayo mau berangkat kapan?”. Tanya Kevin yang baru saja keluar dari kamar, bahkan Sarah tertegun sejenak
melihat betapa tampan sosok Kevin.
♣
Mobil Kevin berhenti disebuah kedai coffee.
“aku akan masuk, terima kasih sudah megantarku”.
Kevin mengangguk, mobil nya pergi setelah Sarah benar-benar masuk ke kedai tersebut.
Wanita paruh baya dengan penampilan menarik melambai kearah Sarah, mata Sarah yang melihat
kearahnya langsung berjalan kesana untuk menemui Ellena.
“apa mr. Ellena menunggu saya lama?”. Tanya Sarah meraasa tidak enak
“tidak, bagaimana kabarmu? Maaf tidak mengabarimu sangat lama, kau pasti berfikir novelmu tidak
“ah tidak terlalu”.
“ada masalah sedikit dipercetakan, tapi semuaanya sudah teratasi, bagaimana? Apa kau menyukainya?”.
“saya sangat menyukainya mrs.Ellena”.
“baguslah, ini ada kontrak untuk beberapa bulan kedepan, kalau misalkan bukumu laris dipasaran
maka kami akan mencetak lagi dank au bisa menandatangi kontrak berikutnya”.
“baik. Bagaimana dengan launching?”.
“aku juga mengajukan beberapa hari yang bisa kau pilih untuk launching novelmu. Hari minggu ini,
hari minggu depan, atau minggu depannya lagi. Aku hanya menyarankan hari weekend, karena orang-orang tidak sedang bekerja”.
“bagaimana kalau minggu ini, mungkin lebih cepat lebih baik”.
“baiklah aku akan mempersiapkan launching novelmu minggu ini”.
“terima kasih banyak mrs.Ellena”.
“aku juga berterima kasih karena kau mau menjadi salah satu penulis perusahaan kami, kau berbakat,,
tulisanmu bagus, kau bisa melanjutkan lagi menjadi penulis”.
“semoga saja, karena saya hanya hobi menulis dan tidak berniat menjadikannya sebuah pekerjaan”.
“aku suka prinsipmu”.
Pelayan datang membawa coffee pesanan Sarah dan kue kecil yang sering di pesannya, kali ini Sarah
memessan dua untuknya dan Ellena.
“ini nona-nona, silakan di nikmati”.
__ADS_1
“thank you”. Sarah memberikan kue tersebut pada Ellena “cobalah mrs, ini sangat enak dikonsumsi
pagi hari daripada hanya segelas coffee”.
“terima kasih”. Ellena menerima pemberian Sarah.
Setelah menandatangani kontrak dari Ellena, mereka keluar dari kedai tersebut. Ellena melanjutkan
pekerjaannya, begitupula Sarah yang juga harus bekerja hari ini.
Kedai tersebut tidak jauh dari kantor Sarah, jadi wanita itu lebih memilih jalan kaki ketimbang naik
angkutan umum yang menghabiskan uangnya.
Dari jauh banyak sekali wartawan yang tiba-tiba melihat kearahnya, Sarah yang merasa tidak melakukan
apapun menengok kebelakang, berharap orang dibelakangnya yang menjadi sasaran wartawan itu, tapi seperti Sarah salah besar, tidak ada siapapun di belakangnya.
Sarah putar badan dan sedikit berjalan cepat meninggalkan mereka, namun bukan wartawan namanya kalau
tidak mengejar Sarah. Hingga Sarah masuk ke sebuah gang-gang kecil disekitar sana untuk menghindari serbua wartawan.
Ponsel nya berdering, nama Natali tertera dilayar.
“halo”.
“sarah, kau dimana? Banyak sekali wartawan di depan”.
“aku sedang bersembunyi, aku sudah melihatnya dan mereka mengejarku”.
“kau dimana sekarang, aku akan menyusulmu kesana”.
“aku akan mengirimkan live lokasi padamu”.
“baiklah”.
Sarah menutup ponselnya, mengirimkan live lokasi pada Natali. Beberapa menit berlalu.
Seseorang membekap sarah dari belakang hingga wanita itu tak sadarkan diri.
♣
Natali keluar dari ruangannya, melihat lokasi yang dikirimkan Sarah. Lokasnya berjalan begitu
cepat layaknya naik kendaraan umum, dan juga harusnya Sarah tidak berada di jalanan.
“bagaimana mungkin lokasinya begitu cepat berjalan”. Fikir Natali dala hatinya.
Wanita itu menghubungi Sarah tapi tidak di angkat, kebiasaan Sarah adalah silent ponselnya dan
memasukkan kedalam tas, wajar kalau orang selalu marah padanya karena telat menjawab.
Natali keluar dari kantor, menggunakan mobilnya menuju lokasi yang dikirimkan Sarah, Natali tidak
bisa mengejarnya. Dia berfikir untuk menghubungi Kevin.
Untungnya dia menyimpan kartu nama Kevin.
“Halo”.
“halo, ini siapa?”.
“natali”.
“ada apa?”.
“bisa bertemu, ada masalah sangat penting”.
“masalah Sarah”.
“ya”.
“dimana? Aku akan segera kesana”.
“pinggir jalan xxx”.
__ADS_1
“baik”.