
Bus berhenti di depan halte dekat MA Corp, Sarah langsung turun meninggalkan orang tersebut.
Sarah kembali melihat kebelakang saat berada di depan gedung MA Corp, orang itu tidak mengikutinya
kembali.
“nona Nicole”. Panggil seorang wanita pada Sarah, wanita itu Nampak anggun dan tersenyum manis pada
Sarah
“ah ya”.
“anda sudah ditunggu tuan Martine di ruangannya”.
Sarah memutar bola matanya kesal, dari pada bertemu dengan Kevin dan dia juga akan bertemu dengan
pria itu kembali, rasanya dunia sangat sempit.
“baiklah, terima kasih”.
“ya nona”.
Sarah masuk lift bersamaan dengan seorang pria paruh baya berpakaian rapi.
“Sarah Nicole”. Sebut pria tersebut yang membuat Sarah menengok bingung, sambil menunjuk dirinya
sendiri.
“apakah saya mengenal anda, tuan?”.
“namaku Samuel”. Ucap pria dengan nama Samuel itu sembari mengulurkan tangan pada Sarah
Sarah menjabat tangan Samuel “Sarah Nicole”. ucap Sarah memperkenalkan dirinya juga, sembari
melepaskan jabatan tangannya “apa saya mengenal anda sebelumnya, tuan Samuel?”.
“tidak, tapi saya mengenal nona Nicole”.
“hahaha baiklah”.
Pintu lift terbuka. Kevin berdiri didepan mereka, tatapan dinginnya kearah Samuel berusaha melunak
tat kala menatap Sarah.
“sar, masuklah ke ruanganku, ada yang ingin ku bicarakan dengannya”. Ucap Kevin yang kemudian di
ikuti Sarah masuk ke ruangan pria itu.
Kevin tetap berdiri di depan Samuel. Setelah memastikan Sarah benar-benar tidak bisa mendengar
pembicaraan mereka, Kevin mulai buka mulut.
“kenapa paman datang kemari?”. Tanya Kevin to the point
“apa dia wanita yang membuat mu berubah?”.
“maksud paman?”.
“kau ada di media manapun, tidak ada yang tidak mengenalmu, dan apa alasanmu sebenarnya? Paman
tau kau pasti memikirkan hal kedepan yang menguntungkanmu”.
“ya tentu saja, karena tidak ada yang mau rugi”.
“lalu”.
“aku tidak akan mengatakannya, dan paman akan melihatnya sendiri”.
“tentang Sarah, apa kau berniat bermain-main dengan wanita itu”.
“tidak”.
“ini bukan dirimu Kevin”.
“aku benar-benar menyukainya”.
“lalu apa kau tau perasaannya padamu?”.
“tidak, tapi aku akan membuatnya jatuh hati padaku”.
“bagaimana keadaan malam mu?”.
“baik”.
“paman harap kau tidak lagi bercinta dengan wanita jalang, kau mengajari adikmu hal baik tapi kau
__ADS_1
tidak mencontohkan hal baik”.
“ya aku tau, makanya mereka tidak akan pernah tau apa yang terjadi”.
“sampai kapan?”.
“sampai aku menghendakinya”.
“paman akan datang lagi nanti malam, temui wanita itu, dia menunggumu”.
Kevin mengangguk, sedangkan Samuel masuk kembali ke dalam lift dan pergi.
Pintu terbuka, Kevin tersenyum pada Sarah yang tengah duduk di sofa tamu. Wanita itu Nampak serius
membaca majalah yang memang di taruh di meja, bahkan tidak sadar kalau Kevin sudah duduk di depannya.
Hingga Sarah meletakkan majalahnya di meja dan terkejut melihat Kevin yang memandanginya.
“astaga, sejak kapan kau disitu?”.
“sejak kau sibuk dengan majalah”.
“oh oke, aku Cuma mau ngasih ini”. Sarah memberikan map nya pada Kevin
Pria itu langsung menerima map dari Sarah.
“emm kenapa kau mau mendanai acara di kantorku? Sedangkan aku fikir hal itu tidak akan
menguntungkanmu”.
“darimana kau tau kalau tidak menguntungkan?”.
“ya memang apa untungnya”.
“ada, aku tidak akan mau merugi sekecil apapun”.
“aku tau itu, kalau begitu aku pamit”.
“kau sudah disini, bagaimana kalau makan siang bersama”.
“ah tidak, terima kasih, pekerjaanku masih banyak”.
Kevin mengambil ponselnya di saku, menghubungi bos Sarah.
“halo, saya dengan karyawan anda sekarang, hari ini beri dia libur”.
“thanks”.
Kevin kembali menutup ponselnya dan menatap Sarah sambil tersenyum, tapi wanita itu hanya
menghembuskan nafas beratnya.
“sudah beres, kau bisa ikut denganku sekarang”.
“hm”.
Mereka berdua keluar dari ruangan Kevin, sesekali Kevin memperhatikan Sarah yang hanya diam
mengikutinya.
“jangan berjalan dibelakangku, kau bukan bawahanku”. Ucap Kevin yang membuat Sarah melihat
kearah pria itu
“suka-suka aku lah”.
Kevin menarik Sarah untuk berjalan di sampingnya, bahkan memeluk posesif pinggang Sarah menggunakan
tangan kirinya.
“Kevin lepas”.
“tidak”.
“aku akan berjalan di sampingmu, taapi lepaskan”.
“sudah terlanjur, jadi diamlah daripada banyak yang melihatmu”.
Sarah akhirnya diam mengikuti kemauan Kevin, saat melewati banyak karyawan MA Corp, sarah sedikit
tidak nyaman karena semua melihat kearah mereka, banyak tak jarang yang iri melihat Sarah bisa seintens itu dengan Kevin.
Mereka berdua sampai di basement, tempat dimana mobil Kevin terparkir. Pria itu membukakan pintu untuk
Sarah hingga Sarah masuk dan duduk di kursi samping kemudi.
__ADS_1
Kevin memutari mobil dan masuk mobil.
“kita mau kemana?”.
“salah satu tempat makan langganan ku di New York”.
“baiklah”.
Mobil meninggalkan basement menuju sebuah restaurant Cina, walaupun restaurant tersebut bergaya
Cina, tapi makanan yang dijualnya tidak semua nya makanan Cina.
“aku baru tau restaurant ini di New York”.
“ya karena tempatnya jarang di lewati orang. Ayo masuk”.
Mereka berdua masuk kedalam, seorang wanita paruh baya dengan wajah darah Asia tersenyum manis pada
Kevin dan Sarah.
“tuan Martine, selamat datang, mari saya antar”. Ucap wanita paruh baya tersebut.
Mereka berdua di antar ke sebuaah bilik, restaurant tersebut selalu menyiapkan bilik-bilik tiap
tamunya. Untuk beberapa orang penting memang selalu di dahulukan, walaupun banyak juga yang megantri disana.
Sarah Nampak sangat terkejut sekaligus terpukau dengan desain dari restaurant, mereka tidak duduk
di kursi, melainkan duduk di bawah beralaskan sebuah karpet nyaman dengan meja rendah di depannya.
Tidak menunggu lama, beberapa pelayan datang membawa makanan khas Cina. Pelayan tersebut menyiapkan
makanan tersebut di meja, menatanya dengan rapi lalu pergi.
“kau harus mencoba makanan disini”. Ucap Kevin
“apakah enak?”.
“tentu saja”.
Kevin mengambilnya daging yang sudah di bakar ke mangkuk sarah.
“cobalah, menurutku itu sangat enak”.
Dengan sumpitnya, Sarah mencoba memakan daging tersebut. Dagingnya matang, biaasanya Sarah hanya
memakan daging setengah matang yang dalamnya masih berwarna merah, tapi ini lebih matang dan bumbunya lebih terasa.
“bagaimana?”.
“enak”.
“baguslah kalau kau suka”.
“apa kau sering datang kesini sampai pemilik restaurantnya hafal denganmu”.
“hahaha memang ada yang tidak mengenalku”.
“ah aku salah bertanya sepertinya”.
“tidak, setiap aku di New York selalu datang kesini untuk menikmati makanan disini, itu
mengingatkanku pada orang tuaku”.
“orang tuamu orang Asia?”.
“bukan, mereka orang Eropa yang memang tinggal dari kecil di Asia”.
“kenapa kau tidak pulang?”.
“karena aku belum membawa calon istri, kalau aku sudah menikah mungkin aku akan membawanya ke
Timur”.
“hmm”.
“jadi bagaimana kalau kau saja yang menjadi calon istriku”.
“hahaha TIDAK”.
“baiklah kalau begitu aku akan berusaha agar kau mau”.
“tidak akan pernah”.
Kevin hanya tersenyum, dia sangat senang menggoda Sarah. Walaupun apa yang diucapkannya memang benar,
__ADS_1
dia menyukai Sarah dan tidak ada yang tidak bisa di dapatkan oleh Kevin, walaupun Sarah berbeda dengan yang lain.