Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 36


__ADS_3

Cahaya matahari menerobos masuk kamar dengan nuansa soft milik Sarah, wanita itu mengerjapkan matanya dan terbangun. Air matanya jatuh, dia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya, Sarah melihat kembali foto kedua orang tuanya yang diberikan oleh Barom beberapa tahun yang lalu, senyum mereka sangat kuat.


‘Sarah merindukan kalian’.


Suara ketukan pintu membuat Sarah menaruh foto nya di nakas dan mengusap air mata yang jatuh tanpa permisi di pipi.


Barom masuk dengan pakaian olah raga.


“astaga kau masih baru bangun, gantilah pakaianmu, ayo olahraga sama-sama”.


“males”.


Barom mendekat kearah Sarah dan menarik kaki sarah agar wanita itu bangun dari ranjang.


“iya-iya, aku ganti, tunggu di bawah”. Ketus Sarah


“baiklah, aku tinggu dibawah, lima menit”.


“ya”.


Barom keluar dari kamar Sarah, menutup pintunya dan pergi ke lantai bawah.


Setelah berganti pakaian, Sarah keluar dari kamar, melihat Barom menunggu di halaman depan.


“lama sekali”. Ucap Barom sembari berlari kecil keluar dari mansion menuju jalanan depan, banyak orang yang juga tengah berlari pagi.


Sarah mengikuti langkah Barom dengan jarak yang sangat jauh. Karena Sarah jarang sekali lari pagi, setiap hari selalu bangun siang, bahkan pergi kuliah sering telat.


Barom menghentikan langkahnya dan melihat kebelakang, sambil bergeleng-geleng.


“ayo! Kau lama sekali”.


“ah capek!”. Teriak Sarah dengan wajah kesal.


Seseorang menabrak Barom hingga jatuh, itu salah Barom juga yang berlari sambil melihat kebelakang.


“sorry”. Ucap Barom membantu wanita itu bangun.


Mata mereka saling bertemu, wajah yang sangat di rindukannya, wajah yang membuatnya tidak melihat wanita lain.


“Jieun”. Sebut Barom


“kalau lari lihat kedepan”. Ucap wanita itu


Bahkan sampai wanita itu menjauh, Barom masih melihatnya. Hingga Sarah menepuk pundah Barom.


“kenapa?”. Tanya Sarah, dilihatnya pandangan Barom menuju wanita yang lari menjauh “hahaha kau ditolak wanita”.


“dia mirip dengan Jieun”.

__ADS_1


“siapa Jieun?”. Ucap Sarah bingung


“bukan siapa-siapa, aku kembali ke mansion sekarang, kau boleh lanjut”.


Sarah melongo melihat sikap aneh Barom.


Barom melangkahkan kakinya menuju ruangan yang berada di linati satu, ruang kerja miliknya, yang bahkan tidak ada yang pernah masuk sana tanpa seijinnya.


“halo”.


“ada apa tuan?”.


“cari tau tentang wanita yang bbertabrakan dengaku ditaman barusan”.


“baik tuan”.


Barom menutup ponselnya, dan melihat sebuah kotak yang disimpannya di laci. Kotak berwarna putih yang berisi foto-fotonya dengan Jieun, Barom selalu membawa kotak tersebut kala bepergian jauh ke luar negeri dengan jangka waktu lama. Setiap setahun sekali dia akan kembali ke Hongkong untuk bertemu dengan Jieun di makamnya.


Ponselnya kembali berdering.


“tuan, saya sudah mengirimkan tentang wanita itu ke email”.


“baik terima kasih”.


“ya tuan”.


Barom membuka laptopnya, melihat kiriman dari mata-matanya tentang wanita yang memiliki wajah sama persis dengan Jieun.


Barom menutup laptopnya kasar, pria itu menyambar jasnya yang tergantung di balakang kursi, memakainya dan keluar dari mansion, tanpa menghiraukan paanggilan Sarah yang tengah makan siang di meja makan.



Sarah mengikuti mobil Barom menuju ke sebuah kedai yang tidak terlalu ramai. Melihat dengan jelas Barom yang masuk kedai tersebut. Bahkan Barom semmpat bertengkar dengan wanita pemilik kedai, namun detik berikutnya wanita itu memberikan minuman pesanan Barom.


‘bukannya itu wanita yang bertabrakan dengan Barom tadi pagi, sepertinya Barom jatuh hati dengannya, baguslah kalau begitu’


Tok tok tok


Suara ketukan dari kaca mobil membuat Sarah terkejut.


“astaga”.


Sarah membuka kaca mobilnya, dan melihat Kevin yang tengah berada di luar.


“apa yang kau lakukan disini?”. Tanya Kevin


“masuklah cepat”. Kevin mengikuti perintah Sarah masuk kedalam mobil.


“jadi apa yang kau lakukan?”.

__ADS_1


“harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini?”.


“aku datang ke mansion mu, tapi aku melihatmu menggunakan mobil keluar dari mansion”.


Sarah menunjuk Barom yang tengah mengobrol dengan seorang wanita di kedai coffee.


“Jieun”. Sebut Kevin


“Jieun? Siapa dia? Barom jugaa mengatakan nama itu tadi”.


“Jieun adalah mantan Barom dulu, tapi Jieun sudah meninggal karena penyakit sesak nafas yang di deritanya sejak kecil”.


“lalu wanita itu?”.


“entahlah aku tidak tau, dia sangat mirip dengan Jieun”.


Mata Barom melihat mobil mereka, Sarah langsung melajukan mobilnya meninggalkan sekitaran kedai entah kemana.


Saat berada di tengah jalan, Kevin menghentikan mobilnya untuk bergantian dia yang duduk di belakang kemudi.


“kita akan kemana?”. Tanya Sarah bingung


“sebuah tempat yang indah, pasti kau akan menyukainya”.


Sarah mengikuti apa yang di inginkan Kevin , mereka menghentikan mobilnya di sebuah tempat yang jauh dengan kota, hanya penduduk-penduduk kecil disana.


Sebuah pantai melambai kearah mereka berdua dengan manis, hingga Sarah benar-benar terlena dan langsung keluar dari mobil berjalan kearah pantai yang sedikit jauh dari mobilnya terparkir.


Sampai dipinggiran pantai, Sarah menikmati udara segar sembari memejamkan matanya.


Sebuah tangan melingkar di pinggang Sarah, wanita itu sedikit terkejut namun mmembiarkan Kevin tetap memeluknya.


“aku tidak tau bagaimana aku bisa hidup tanpamu, begitupula dirimu, kenapa kau menolakku terus? Aku sangat mencintaimu Sarah, hingga aku lupa caranya bernafas kala kau tidak ada didekatku”. Ucap Kevin lirih


Sarah membuka mataya, melihat dengan ekor mata, kepala Kevin yang menyandar di pundaknya sambil terpejam.


“maafkan aku kev, aku hanya takut”.


Mata kevin terbuka, mereka saling menatap.


“apa yang kau takutkan, aku mencintaimu, selamanya sampai kapanpun”.


Kevin membalikkan tubuh Sarah hingga berdekatan dengannya, sangat dekat tanpa jarak. Mensejajarkan tinggi nya dengan tinggi Sarah, yang sukses membuat Sarah terpejam. Ciuman pertama setelah mereka tidak pernah bertemu dan setelah mereka melewati berbagai macam kejadian buruk.


Ciuman Kevin semakin menuntut, pria itu melepaskan ciumannya setelah puas dan membawa Sarah kedalam dekapannya. Entahlah tapi air mata Sarah kembali jatuh, dia sangat merindukan waktu seperti ini bersama Kevin, seperti saat mereka pertama kali menjalin hubungan.


“kenapa kau menangis hm?”. Tanya Kevin lembut


“jangan tinggalkan aku sampai kapanpun, jangan pernah melupakanku, dan jangan pernah tidak mencintaiku”. Ucap Sarah

__ADS_1


“aku akan berjanji pada Tuhan dan diriku sendiri, aku tidak akan pernah membuat mu menangis karena sedih, aku akan membuat mu menangis karena bahagia”.


Kevin memeluk erat Sarah, seakan takut kehilangan untuk beberapa kalinya.


__ADS_2