Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 15


__ADS_3

Seorang wanita berpakaian seksi bersama dua orang wanita lainnya dan seorang pria tengah


berada di sebuah ruangan serba merah hitam dengan penerangan yang minim. Wanita yang nampak seperti pemimpin tertawa tat kala mendengar Viviana bercerita tentang Sarah dan juga Kevin. Dari awal Viviana sudah tau kalau Sarah memiliki hubungan dengan Kevin.


Seorang anak kecil masuk membawa makanan dan tersenyum pada wanita yang ada disana, sembari


berlari dan memeluk wanita itu.


“kau sedang makan apa sayang?”.


“roti mom”.


“anak pintar, dimana bibi Cesi?”.


“bibi Cesi ada di dapur”.


“kalau begitu Aldo sekarang main di luar ya, mom masih ada pekerjaan dengan om dan tante”.


“yes mom”. Anak kecil dengan nama Aldo itu keluar dari ruangan tersebut.


Viviana tersenyum pada anak kecil tersebut dan kembali focus pada pembicaraan mereka.


“aku mau Sarah mati”.


“tapi tuan Martine sangat melindungi Sarah”.


“aku tidak mau tau”.


“baiklah”.


Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut meninggalkan satu wanita dengan wajah cantik dan


penampilan lumayan seksi.


“kau harus mati Sarah”.



Sarah terbangun dari tidurnya, sebuah tangan melingkar di perutnya. Wanita itu tersenyum kala


melihat Kevin tengah tertidur pulas di sampingnya.


“Kevin berat”. Ucap Sarah lirih


“hm 5 menit lagi sayang”.


“baiklah”.


10 menit berlalu, Kevin tidak juga melepaskan pelukannya, malah menambah memeluk Sarah erat.


“sudah kev, aku mau mandi”.


Kevin membuka matanya dan melihat wajah cantik Sarah


“bagaimana kalau mandi bersama”.


“tidak”.


“ayolah”.


“tidak Kevin”.


“aku mohon”.


“oke fine”.


Kevin langsung menggendong Sarah ke kamar mandi, mendudukkan Sarah di walk closet, pria itu


mengisi bak mandi dengan air hangat dan juga sabun aroma bunga lili.


“bagaimana kau bisa tau apa yang ku suka?”.


“itu mudah sayang, semua tentangmu aku tau”.


“tapi aku tidak tau tentangmu kev”.


“apa yang ingin kau tau hm?”.


“semua”.


“aku akan menceritakan apa yang ingin kau tanyakan sayang”.


Kevin membawa Sarah masuk ke bak mandi setelah menanggalkan semua pakaian yang dipakai oleh Sarah


dan dirinya sendiri.

__ADS_1


“dimana kedua adikmu dan kenapa tidak ada yang tau tentang mereka”. Tanya Sarah sambil memeluk Kevin


di dalam bak mandi


“dia ada di Los Angeles, satu sedang menempuh kuliah dan satunya masih sekolah menengah atas”.


“siapa tuan Samuel?”.


“pamanku”.


“lalu kenapa pandanganmu seperti itu pada pamanmu sendiri saat itu?”.


“karena aku tidak suka dia datang menemuiku”.


“memangnya apa salahnya”.


“tidak ada yang salah, hanya tidak suka jika dia ikut campur masalah pribadi”.


Kevin memutar tubuh mereka hingga Sarah yang berada di bawah.



Dress warna putih lengan pendek selutut sangat cocok dipakai oleh Sarah, wanita itu Nampak sangat


cantik dengan dress yang dipilihkan Kevin untuknya. Hari ini Kevin sudah menghubungi tempat kerja Sarah bahwa wanita nya tidak bisa bekerja karena ada urusan dengannya.


Sedangkan saat ini mereka tengah menikmati sarapan di siang hari, Kevin berjanji pada Sarah untuk


menemani Sarah mengganti warna rambutnya setelah Kevin selesai mengadakan meeting penting.


“baiklah, aku pergi sekarang, jangan kemana-mana sayang”. Ucap Kevin mengecup dahi Sarah. Lekas


pergi keluar dari apartemen untuk mengerjakan suatu hal penting.


Sarah melihat kearah Joana yang tengah membersihkan ruang tamu, Joana Nampak sangat focus hingga


tidak sadar kalau Sarah tengah memperhatikannya.


“ada apa nona Sarah?”. Tanya Joana setelah sadar apa yang dilakukan Sarah


“aku bosan”.


“tuan Martine memiliki ruang baca di lantai dua, nona bisa ke sana”.


“benarkah?”.


“baik terima kasih Joana”.


Sarah langsung berlari menaiki tangga menuju lantai dua, dimana tempat ruang baca milik Kevin.


Saat Sarah membuka pintu warna coklat kayu itu, matanya melotot takjub, banyak sekali buku-buku


disana.


Wanita itu mengambil buku yang tergeletak di meja baca, buku diary berwarna hitam, bertuliskan Kevin


Martine Abraham.


Lembar pertama terbuka, hanya lembaran kosong, hingga lembaran-lembaran berikutnya membuat Sarah lebih


focus membaca isi buku tersebut.


13 january 2010


Aku harus membuat bangga orang tuaku, dengan begitu aku akan juga bahagia, jangan


sampai kedua adikku tau apa yang sebenarnya terjadi.


Lembar berikutnya terbuka, sebuah wanita cantik berada dalam foto, wajahnya hilang karena bekas


terbakar foto tersebut


New York 12 September 2016


Wanita sialan, kenapa harus terjadi.


Lembaran itu membuat Sarah mengernyit, siapa yang disebut Kevin wanita sialan, apakah itu adalah


salah satu mantannya yang menyakiti hatinya. Sarah menghiraukan hal tersebut, hingga lembar berikutnya.


berakhir. 18 September 2016


Sarah semakin bingung dengan tulisan tersebut, ada yang aneh, tapi dia tidak tau apa itu. Lembaran


berikutnya, Sarah melihat foto wanita yang tak asing untuknya, namun kembali wajah wanita itu terbakar oleh api hanya menyisakan foto tubuhnya saja yang berbalut sebuah dress merah muda selutut.

__ADS_1


Tiba-tiba ketukan pintu membuyarkan lamunan Sarah, dia kembali menaruh buku tersebut di meja dan


mengambil sembarang buku di rak. Dan membuka pintunya, Joana berdiri disana.


“ada apa?”. Tanya Sarah dengan gugup


“tuan Martine menghubungi telepon rumah mencari anda nona”. Ucap Joana sembari memberikan


telepon genggam tersebut pada Sarah..


“terima kasih”.


Sarah mengambil telepon tersebut dari Joana,


“halo”.


“halo sayang, apa yang kau lakukan hm?”.


“aku sedang mengambil satu buku di ruang baca milikmu, aku bosan”.


“buku apa yang kau ambil”.


“perfect wife”. Ucap Sarah setelah membaca buku yang di bawanya.


“kau sudah siap menjadi istriku? Apa kau tengah belajar menjadi istriku”.


“tidak-tidak, aku hanya-“.


“hanya apa?”.


“tidak”.


“baiklah, lanjutkan, aku akan segera mempercepat meetingnya”.


“ya”.


“sampai jumpat”.


“hm”.


Kevin menutup teleponnya.


Sarah menuruni tangga, mengembalikan telepon genggam tersebut pada tempatnya dan duduk di ruang


keluarga sambil membaca buku.


“nona Saraha apakah membutuhkan sesuatu?”. Tanya Joana


“tidak, aku akan mengambilnya sendiri nanti”.


“baiklah”.


“joana”.


“ada apa nona?”.


“apakah kau tau kesukaan Kevin?”.


“tuan Ronald menuliskan semua yang tidak di suka dan di sukai oleh tuan Martine di catatan kecil, ada


apa nona?”.


“apa makanan yang dia suka?”.


“tuan Martine menyukai makanan Jepang”.


“apa kau tau dimana letak makanan Jepang paling enak di New York?”.


“kalau menurut saya ada di jalan xxxxx”.


“baiklah terima kasih Joana”.


“sama-sama nona”.


Joana kembali ke dapur, sedangkan Sarah membaca bukunya kembali. bel berbunyi, namun Joana tidak segera


datang untuk membukakan pintu hingga embuat Sarah jengkel dan membukanya sendiri.


Tubuh Sarah membeku tat kala melihat siapa yang berdiri di depan pintu apartemen Kevin. Dia bingung


kenapa bisa ada wanita itu disini, sedangkan tidak ada yang tau kalau dirinya sedang ada di apartemen Kevin. Wanita itu membawa sebuah kotak makanan berlapiskan akin berwarna merah muda.


“kenapa kau ada disini?”. Tanya Sarah dengan wajah dingin


“aku hanya ingin bertemu dengan tuan Martine”.

__ADS_1


“dia tidak ada”.


__ADS_2