Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 34


__ADS_3

Dengan bantuan Ronald dan Hardi, Jessica berhasil membawa Kevin kembali ke Mansionnya.


“aku sudah tau semua tentang Kevin”. Ucap Jessica pada Ronald, mereka berdua duduk di ruang tamu


“maafkan saya nona”.


“aku sangat berterima kasih karena kau masih berda di samping Kevin dan selalu menasehatinya. Apa kau tau dimana Sarah tinggal?”.


“nona Sarah sudah pindah dari apartemennya, sepertinya dibawa tuan Barom”.


“baiklah aku akan menacrinya sendiri”.


“apa yang akan nona lakukan?”.


“Kevin sangat mencintainya, dan aku yakin mereka saling mencitai, kurasa mereka harus kembali”.


“benar nona, nona Sarah adalah wanita yang berhasil membuat tuan Martine berubah, sejak mengenalnya, tuan Martine tidak lagi masuk dunia malam”.



Pagi menyapa kembali, semua terasa begitu sunyi dan tanpa semangat sedikitpun, bahkan mentari saja enggan terbit malah memilih menurutkan saljunya, yang terkesan dingin. Kevin masih berdiam diri di dalam kamar, beberapa kali Jessica dan Ronald masuk bergantian, tapi pria itu enggan untuk keluar. Makanan di nakas pun masih utuh tanpa sedikitpun tersentuh.


“tuan Martine, lebih baik anda makan terlebih dahulu, takut kalau anda nanti sakit”.


“keluar lah, aku belum lapar”.


Ronald memutuskan keluar dari kamar Kevin, kembali teringat bagaimana Sarah sangat membencinya. Kevin mengambil vas bunga yang ada di meja dan melemparnya hingga hancur di tembok.


Dari luar Jessica sangat mendengar bagaimana Kevin sangat hancur.


“aku akan mencari alamat Sarah”. Ucap Jessica sembari menyamber mantel hangatnya dan tas mahalnya. Wanita cantik itu menggunakan mobil milik Kevin menuju apartemen Natali, alamat yang diberikan oleh Hardi tadi pagi.


Sampai di depan apartemen, kebetulan Natali baru saja keluar dan akan pergi entah kemana.


“maaf”. ucap Jessica menghampiri Natali


“ya, ada yang bisa saya bantu”.


“bolehkan saya bertanya alamat Sarah?”.


“kau siapa?”.


“namaku Jessica, aku adik Kevin atau tuan Martine”.


“untuk apa kau mencari Sarah?”.


“ini demi kakakku, aku mohon beritahu alamat Sarah”.

__ADS_1


“baiklah, ikut denganku, hari ini aku akan kesana”.


“baik, thanks “.


Mereka berdua naik mobil yang dibawa Jessica menuju mansion yang saat ini ditinggali Sarah, hanya butuh beberapa menit untuk sampai di mansion dengan gaya Eropa bercat dominan putih tersebut.


Pintu gerbang terbuka, banyak penjagaan disana, tapi Sarah sudah mengatakan kalau Sahabatnya akan datang.


Jessica dan Natali keluar dari mobilnya, banyak pelayan yang menyambutnya dengan ramah dan mempersilahkan naik ke lantai dua menuju kamar Sarah. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Barom yang baru saja keluar dari kamarnya.


“jessi?”. Sebut Barom, sudah lama Barom mengenal anggota keluarga Abraham dengan baik, setelah maupun sebelum kedua orang tua nya pergi.


“barom”.


“aku naik duluan jes”. Pamit Natali yang langsung naik kelantai dua menuju kamar Sarah. Sedangkan Jessica tetap tinggal bersama Barom.


“kapan kau datang dari Los Angeles?”.


“kemarin, aku hanya ingin menemui Sarah, kakakku sangat mencintai Sarah”.


“aku tau itu, begitupula Sarah, dia sangat mencintai Kevin, tapi kau tau kalau Kevin sangat membuatnya kecewa”.


“apakah aku tidak bisa memohon padanya”.


“jes, bukan seperti itu caranya, biarkan mereka memutuskan untuk kembali maka mereka akan kembali, begitupula sebaliknya”.


“keadaan Kevin sedang tidak baik-baik saja, dia menghabiskan beberapa botol wine, pagi tadi dia melemparkan semua barang-barang di kamarnya, aku takut dia kenapa-napa”.


“baik aku mengerti”.


“naiklah”.


Jessica naik kelantai atas menyusul Natali pergi ke kamar Sarah. Pintu terbuka, terlihat Sarah dan Natali yang berada di ranjang.


“hi”. Sapa Jessica


“siapa?”. Tanya Sarah bingung, dia belum pernah melihat sosok Jessica sebelumnya.


“namaku Jessica, aku salah satu adik Kevin”.


“kenapa kau datang kemari?”.


Jessica mendekat kearah Sarah, wanita itu menangis sesenggukan.


“aku mohon, Kevin adalah satu-satunya kakak kami, dia orang yang baik dan penyayang, dia sangat mencintai mu Sarah, mungkin dia memiliki kesalahan fatal hingga membuat sahabatmu tewas, tapi sesungguhnya dia sangat menyesal. Sejak bertemu denganmu, dia benar-benar bisa berubah menjadi yang lebih baik. Dia sangat kacau saat ini, tolong maafkan dia kalau pun kau tidak ingin kembali padanya, kalau ada waktu kau bisa datang menemuinya”. Jelas Jessica


Sarah hanya terdiam.

__ADS_1



Menjelang sore, mungkin jam menunjukkan mulai petang, tapi suasana tetap sama, Dingin. Natal akan datang beberapa hari kedepan, tapi semuanya tidak ada yang berubah. Seorang wanita cantik melangkahkan kakinya menaiki tangga secara perlahan, wanita dengan senyuman indah berpakaian sangat rapi, dress warna putih tulang selutut berbungkus mantel hangat.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Kevin yang duduk di lantai, pria itu menyenderkan tubuhnya ke ranjang. Rambut yang acak-acakan, kamarnya bahkan sudah tidak bisa di sebut sebagai kamar lagi, bau rokok dan alcohol menyengat kemana-mana.


Hanya menoleh, Kevin kembali menghisap rokoknya.


“kau tidak ingin membukanya?”. Suara wanita yang sangat dia rindukan saat ini terdengar di telinga Kevin.


Pria itu langssung berdiri dan membuka kamarnya lebar, Sarah berdiri didepan pintu kamarnya sembari tersenyum, namun senyumnya memudar tat kala melihat Kevin yang sangat berantakan.


“apakah aku tidak bermimpi?”. Tanya Kevin sembari mengamati wajah cantik Sarah.


“kau tidak bermimpi”. Jawab Sarah dengan ketus. Kevin ingin memeluk Sarah, namun di tahan wanita itu. “jangan meemelukku, kau belum mandi dan baumu, aku tidak menyukainya. aku akan menunggu dibawah, bersihkan dirimu, kita bicara”.


Sarah berbalik badan menuruni tangga. Sedangkan Kevin langsung masuk kamar mandi memberishkan diri dan berganti pakaian dengan pakaian yang rapi. Pria itu Nampak sangat segar setelah beberapa menit menghabiskan waktu dikamar mandi.


Pilihan pakaiannya jatuh pada kaos putih polos dipadukan dengan celana kain panjang, rambutnya yang sedikit acak-acakan menambah aura tampan pria itu.


Kevin menuruni tangga, melihat Sarah yang duduk di sofa ruang keluarga mengobrol dengan Jessica, kala Kevin datang, Jessica memutuskan untuk ijin sebentar ke dapur meninggalkan dua sejoli yang ingin menuntaskan masalah mereka.


Beberapa menit mereka saling terdiiam dengan lamunan masing-masing.


“aku mau ngomong”. Ucap mereka berdua bersamaan.


“kau duluan”. Ucap Kevin


“lebih baik kau duluan”. Jawab Sarah


“baiklah, aku meminta maaf atas semua kesalahanku, perasaanku tidak akan pernah berubah padamu sampai kapanpun. Aku berharap kau bisa memaafkanku”.


“aku sudah memaafkanmu Kev, untuk kembali lagi mungkin aku akan berfikir ulang”.


“aku mengerti, aku sadar aku sangat sallah, harusnya aku tidak melakukan hal sebodoh itu”.


“aku tau posisimu”.


“jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku?”.


“aku akan pergi ke Australia beberapa tahun kedepan untuk melanjutkan S2”.


“apakah harus?”.


“ya itu keputusanku”.

__ADS_1


“baiklah, aku akan terus menunggumu sampai kau kembali”.


“jangan, kau bisa menikah, pasti keluargamu akan sangat menantikan kau menikah”.


__ADS_2