
Dokter keluar dari ruangan, Kevin yang melihat hal tersebut mengusap air matanya dan menghampiri
dokter tersebut dengaan terburu.
“bagaimana keadaannya?”. Tanya Kevin khawatir
“kami sudah mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh nona Sarah, tapi nona Sarah masih dalam keadaan koma, untung saja segera di bawa kerumah sakit, telat sedikit mungkin kami tidak bisa menolongnya. Saya permisi terlebih dahulu”.
Pintu masih tertutup, Kevin terus saja berdiri dibalik pintu melihat Sarah dari luar.
“sudahlah, aku yakin Sarah wanita yang kuat”. Ucap Barom menyentuh pundak Kevin
“aku sangat mencintai Sarah”.
“aku tau itu, aku yakin kau bisa menjaganya”.
“terima kasih”.
“aku juga sangat berterima kasih sudah berada di sisi Sarah selama ini”.
“aku harus menemukan orang yang ingin mencelakai Sarah”. Ucap Kevin ingin beranjak ppergi, namun di
tahan oleh Barom
“tenanglah, aku punya cara tersendiri untuk mereka”.
♣
Alexa menggebrak meja setelah kedatangan Viviana.
“kau memang tidak berguna!”. Bentak Alexa
“aku tidak tau kalau tuan Martine akan menyelamatkannya”.
“kau memang bodoh!”.
Nicko menenangkan Alexa. “sudahlah, pergilah ke kamarmu Vi”.
Viviana mengangguk lekas meninggalkan ruangan tersebut menuju kamarnya.
“kenapa kau menyuruhnya pergi, dia memang bodoh”. Ucap Alexa kesal
“setelah ini tuan Barom akan mencari tau otak dari semuanya, dan dia akan memukul habis kita, kau harus
melakukan sesuatu”.
“aku tau itu”.
“kau mirip dengan seseorang, tidakkah kau ingin melakukan sesuatu dengan kemiripanmu?”.
Flashback
Seorang wanita cantik memakai dress soft pink selutut baru saja datang dari berbelanja banyak sekali
pakaian dan barang-barang mahal.
“tidakkah kau lebih hemat Meg”. Ucap seorang pria muda yang tengah bermain game di ponselnya.
“apa urusanmu, urusi saja game mu itu”.
“benar apa yang di katakan kakakmu Megan, lihat Alexa, dia belajar terus”.
“jangan membandingkanku dengan Alexa, kami berbeda”.
“benar mom, Alexa juga tidak mau dibandingkan dengan Megan”.
“ya ya ya”.
Megan menghampiri Alexa yang tengah membaca buku di ruang keluarga.
__ADS_1
“lexa, kau tau aku menyukai seorang pria tampan”.
“benarkah? Siapa itu?”.
“aku tidak tau namanya, tapi dia sering datang ke Club”.
“kalau begitu kau harus mendapatkannya Meg”.
“tentu saja, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, bagaimana dengan Jaeko?”.
“dia baik-baik saja”.
“baguslah, sepertinya aku salah liat dia bersama wanita tadi”.
“mungkin hanya mirip”.
Alexa terdiam, beberapa hari yang lalu dia mengatakan pada Jaeko kalau dia hamil anaknya, tapi Jaeko
tidak mengakui itu dan malah memutuskan hubungan dengannya, kalau sampai keluarganya tau hal ini, pasti semua akan kecewa dan marah besar kepadanya.
♥
Beberapa minggu kemudian Alexa meninggalkan rumah tanpa sebab, dia pergi membeli sebuah rumah
berada jauh dari kota, hidup bersama pembantunya dan beberapa orang kepercayaannya. Beberapa kali keluarga menghubunginya tapi tidak ada jawaban.
Bukan karena ada masalah keluarga, Alexa hanya tidak ingin keluarganya tau kalau dia tengah
mengandung. Hingga Alexa mendapatkan kabar bahwa keluarganya mengalami kebangkrutan, dia menemukan Brian berada di luar negeri karena menghindari sebuah masalah di New York, sedangkan Megan, setahu Alexa dia tinggal dengan temannya sewaktu sekolah menengah atas. Namun, hal tersebut tidak berhenti sampai di situ, mata-mata Alexa mengetahui kalau Megan meninggal jatuh dari gedung tempatnya bekerja. Dan mendonorkan hatinya pada temannya yang tengah sakit.
Dalam pemakaman Megan, Alexa hanya melihat dari jauh, pemakaman tersebut terbilang lumayan sepi,
bahkan tidak ada keluarga satu pun.
Orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan sebelum terjadi bangkrut.
Flashback Off
“apa maksudmu? Kau tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya”.
“aku hanya tidak ingin kau terpuruk lebih jauh saat itu”.
“jadi?”.
“nona Megan harus melunasi hutang tuan dan nyonya, dia menjual dirinya pada pengusaha kaya untuk
mendapatkan uang, tapi satu hal terjadi yang membuat nona Megan hamil”.
“siapa pengusaha kaya itu?”.
“disinilah kuncinya, kau bisa datang kepadanya membawa Aldo, mengatakan bahwa itu anaknya”.
“apa gunanya, uang? Bahkan aku memiliki banyak uang”.
“pengusaha itu Kevin Martine Abraham”.
“apa kau serius?”.
“ya, saya tau hal ini beberapa hari yang lalu”.
“bagus”.
“kau bisa menghancurkan Sarah secara perlahan Alexa”.
Alexa tertawa penuh kemenangan, dia akan menjalankan hal tersebut, membiarkan Viviana masuk kedalam
penjara, membebaskan anak-anak panti. Dan datang menemui Kevin untuk meminta pertanggung jawaban atas meninggalnya Megan.
Kevin akan di benci oleh Sarah, dan Sarah akan menderita karena rasa bersalah.
__ADS_1
“siapkan semua, besok aku akan menemui Kevin”.
Nicko membisikkan sesuatu pada Alexa yang ditanggapi anggukan oleh wanita itu.
♣
Pagi-pagi sekali, Kevin keluar dari ruangan Sarah, pria itu menuju tempat untuk merokok. hingga matanya
menangkap sosok yang sangat di kenalinya bersama anak kecil.
Mata mereka bertemu, Kevin pun membuang punting rokoknya dan menghampiri mereka.
“Megan”. Ucap Kevin tidak percaya
“tuan Martine”. Alexa pura-pura terkejut melihat Kevin ada di hadapannya saat ini
Pandangan Kevin tertuju pada anak kecil tersebut “dia?”.
“ bukan siapa-siapa”. Alexa ingin beranjak pergi membawa Aldo tapi ditahan oleh Kevin
“aku ingin berbicara denganmu sebentar”.
Sebenarnya tiddak ada yang pernah tau bagaimana keadaan mayat Megan, Kevin pun tau dari jauh, tidak
melihat dengan jelas kalau itu Megan, wajahnya pun sudah hancur saat itu.
“sarah berada di rumah sakit ini”.lanjut Kevin
“aku tidak mau berurusan dengannya lagi”.
“kenapa?”.
“kau kekasihnya kan? Jangan sampai aku menjadi penghalang hubungan kalian”.
“anak ini, apakah”.
“bukan urusanmu, bukannya dari awal kau tidak mengakuinya”.
“mom, apakah dia daddy?”. Tanya Aldo dengan polosnya.
“bukan sayang”.
Tatapan teduh Kevin tertuju pada Aldo, pria itu berjongkok dan tersenyum pada Aldo.
“ya aku daddy mu”. Ucap Kevin yang membuat Alexa tersenyum penuh kemenangan
“daddy…!!”. Aldo berteriak sembari memeluk Kevin erat
“jangan mengakuinya kalau kau hanya ingin menyakitinya seperti apa yang kau lakukan padaku”. Ucap
Alexa
“aku akan mengakuinya, karena dia anakku”.
“dia anakku, kau tidak akan pernah bisa mengambilnya dariku”.
“aku tidak mengambilnya darimu, aku hanya ingin memberikan kasih sayang seorang ayah untuknya”.
Alexa terdiam
Dari kejauhan banyak yang mengabadikan moment tersebut, bahkan berita bermunculan tentang Kevin yang
memiliki anak, atau pun Kevin yang baik terhadap anak kecil. Ada juga yang beranggapan bahwa Kevin sebenarnya sudah menikah dan hanya mempermainkan Sarah yang orang biasa untuk ditidurinya.
Barom yang mengetahui berita tersebut langsung mendatangi Kevin di rumah sakit. Barom melihat jelas
Kevin tengah bermain dengan anak kecil di luar, bersama dengan seorang wanita yang bahkan Barom tidak mengenal wanita tersebut.
“Kevin”. Panggil Barom dengan wajah datarnya
__ADS_1
Kevin pun beranjak dan mengikuti langkah Barom menjauh dari Alexa dan Aldo.