Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 8


__ADS_3

Kevin membuka tirai kamarnya tat kala cahaya matahari mulai naik, mengenai wajah cantik Sarah,


wanita itu mulai membuka matanya karena silau.


“selamat pagi sayang”. Ucap Kevin yang membuat Sarah terkejut, dia langsung membuka selimutnya,


melihat pakaiannya yang sudah berganti.


“apa yang kau lakukan?!”. Teriak Sarah


“tidak ada”.


“lalu bagaimana bajuku bisa berganti”.


“tentu saja aku akan mengganti bajumu yang sudah kotor karena terkena muntahanmu”.


Sarah melempar batal kearah Kevin, namun pria itu malah menangkapnya dan tertawa keras, hingga


ketukan pintu membuyarkan candaannya dan membukakan pintu kamar.


“tuan, sarapan sudah siap di meja makan beserta pesanan anda untuk nona Sarah”.


“baiklah aku akan segera keluar. Ah iya, katakan padanya tentang tadi malam”.


Sarah melihat kearah Joana, begitu pula Joana yang kemudian tersenyum pada Sarah “maaf nona Sarah,


saya yang menggantikan pakaian anda tadi malam, tuan Martine tidak ingin kau tidak nyaman dengan pakaian kotor yang kau pakai”.


Sarah langsung melihat Kevin yang tersenyum padanya “thank you”.


“iya nona”.


“kembalilah bekerja”.


“baik tuan, saya permisi”.


Kevin menutup kembali pintu kamarnya.


“mandilah, setelah ini keluar untuk sarapan”.


“aku akan langsung pulang dan terima kasih karena membolehkanku menumpang di apartement mu”.


“aku menyuruhmu untuk mandi setelah itu sarapan, bukan langsung pulang”. Tegas Kevin yang membuat


nyali Sarah menciut


“kenapa kau jadi mengaturku”.


“karena kau sekarang ada di tempatku”.


“kelau begitu keluarkan, aku akan mandi”.


Kevin mendekat kearah Sarah, menyentuh kepala Sarah lembut. “pintar, aku akan menunggumu di luar”.


Setelahnya, Kevin berjalan keluar dan menutup pintu kamar tersebut.


Sarah kembali menyentuh dadanya, jantungnya berdegup kencang, ada yang aneh padanya, namun Sarah


kembali menolak, dia tidak ingin jatuh hati pada pesona Kevin yang menurutnya hanyalah menipu.


Saat Sarah menginjakkan kakinya ke lantai, pintu kembali terbuka menampakkan Kevin.


“ada apa lagi?”.


“baju gantimu ada di lemari, pilihlah sendiri yang kau mau”.


“iya”.


Kevin kembali menutup pintu kamar.


Sedangkan Sarah membuka lemari yang di beritahu Kevin, lemari berukuran sangat besar. Didalamnya banyak


sekali pakaian wanita. Dari dress, gaun, dan pakaian biasa, bahkan lengkap dengan sepatu wanita di bawahnya.

__ADS_1


“bagaimana mungkin seorang pria memiliki pakaian sebanyak ini di lemarinya”. Fikir Sarah dalam


hati


Hingga matanya jatuh pada sebuah dress tanpa lengan, dengan panjang selutut, berwarna putih soft.


Sarah segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, sarah keluar. Berdiri di depan kaca, wanita itu nampak sangat cantik, seperti masih umur 18 tahun. Rambut hitamnya mengkilau setelah dikeringkan, terurai kebawah, tidak terlalu panjang juga tidak terlalu


pendek, sangat cocok dengan dress yang dipakainya saat ini.


Sarah keluar dari kamar, pandangan matanya langsung melihat kearah meja makan. Disana ada Kevin


yang tengah membaca sebuah majalah bisnis, bahkan cover majalah wajahnya sendiri.


“kau sudah selesai?”. Tanya Kevin tanpa melihat kearah Sarah, begitu meletakkan majalahnya di meja,


bola mata pria itu seakan ingin lepas dari tempatnya.


“berhenti melihatku seperti itu”.


“kau pantas memakai dress itu”.


Sarah lekas duduk di depan Kevin.


“oh ya, kenapa di lemarimu banyak sekali pakaian wanita?”.


“milik… adikku, ya milik adikku, tapi dia tidak di New York”. Kevin sedikit kebingungan menjawab


pertanyaan Sarah.


Sarah hanya manganggukkan kepala dan tidak mempermasalahkan hal tersebut, toh kalaupun


milik kekasihnya itu bukan masalah penting untuk Sarah, karena dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Kevin.


Kevin mempersilakan Sarah untuk memakan sarapannya.


Wanita itu nampak lahap memakanan makanan yang sudah tersedia di meja, Kevin yang melihat hal tersebut


hanya memandangi Sarah sembari tersenyum.


Mata mereka bertemu. Kevin sangat menyukai tatapan teduh Sarah, matanya sangat indah, seperti


tatapan ibu nya sewaktu Kevin kecil.


“kau tidak memakan makananmu?”. Tanya Sarah


Kevin menggeleng “melihatmu makan membuatku kenyang”.


“apa aku terlihat seperti orang yang tidak makan satu bulan”.


Kevin mengangguk “kau lucu, dan menurutku wajah kalau kau kelaparan karena tadi malam kita melakukan


sesuatu hal-“. Ucapan Kevin terhenti tat kala Sarah melempar buah apel kearahnya. “wow, wow, wow”.


Sarah kembali memakan sarapannya.


Setelah selesai dengan kegiatan mengisi perut, Sarah dan Kevin keluar dari apartement, Kevin sudah


berjanji akan mengantar Sarah ke tempat wanita itu bekerja. Walaupun sekarang sudah telat satu jam hanya karena Kevin yang terus menggodanya.


Sampai di depan tempat kerja Sarah, wanita itu langsung keluar dari mobil Kevin sembari berterima


kasih karena sudah memberikannya tumpangan dan juga mengantarnya.


Saat masuk, Sarah langsung di hadang Natali, Natali melihat mobil yang baru saja mengantarkan


Sarah.


“kau dari mana?”.


“dari apartement”.


“bohong, kau bertemu dengan teman Hardi, kau bersamanya tadi malam, apa yang kalian lakukan? Apa kau

__ADS_1


sudah tidak perawan sekarang”.


“Natali”. Sarah menghentikan pembicaraan Natali yang beruntut


“ya, jadi….”.


“kau meninggalkanku sendiri, kau bersama Hardi semalam, lalu aku duduk sendiri di bar, aku bertemu


temanku, aku mabuk dan dia membawaku ke apartemennya”.


“apa terjadi sesuatu?”.


“tidak ada”.


“sungguh? Bagaimana dengan dress yang kau pakai? Ini sangat mahal”.


“ini milik adiknya yang akan aku balikan nanti”.


“jadi siapa pria itu? Apa dia tampan?”.


“lumayan”.


“jadi apa mungkin kau tertarik padanya?”.


“tidak”.


“benarkah”.


“ehemmm”. Suara deheman dari belakang mereka membuat Natali berbalik dan tersenyum gugup. “apa yang


kalian lakukan, Natali kembali ke ruanganmu”.


“baik sir”.


“dan kau Sarah, ikut ke ruanganku sekarang”.


“baik sir”.


Sarah mengikuti langkah bos nya menuju ke ruangan di lantai dua. Dia mendapatkan sebuah map.


“bawa map itu ke MA Corp, sebagai hukuman karena kau telat hari ini”.


“baik sir”.


“dan juga, kerja bagus miss Nicole”.


“untuk apa sir?”.


“karenamu MA Corp mendanai acara besar tahun ini”.


“tapi saya tidak melakukan apapun”.


“kenapa kau tidak bilang kalau mengenal pemilik MA Corp?”.


“tapi-“.


“sudah kerjakan sekarang”.


“baik, saya permisi sir”.


Sarah keluar dari ruangan bosnya membawa map, saat melewati ruangan Natali, wanita itu tersenyum


sedangkan Natali nampak memberikan semangat pada Sarah.


Kebetulan bus langsung datang, Sarah naik bus ke MA Corp, karena dia malas membawa mobil hari ini, dan


juga mobilnya ada bersama Natali, karena tadi malam dia tidak pulang dengan Natali. Saat berada di bus, seseorang menyentuh pundaknya membuat Sarah berbalik dan melihat orang tersebut.


“kau”. Wajah Sarah sangat terkejut melihat orang yang berdiri tepat di hadapannya saat ini


“apa kabar Sarah Nicole”. Sapa nya sembari tersenyum mengejek


“bagaimana mungkin kau ada disini?”.

__ADS_1


“karenamu aku disini Sarah”.


__ADS_2