Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 25


__ADS_3

Satu tonjokan mengenai pipi Kevin hingga sedikit membiru, dan sobek di bibirnya.


“kau ***!!!”.


Kevin terdiam, dia memang salah dan itu harus diakuinya.


“maaf”.


“maaf? jadi benar itu yang ada di berita?”.


Kevin mengangguk. “aku tidak bisa menolak anakku sendiri”.


“kau memang sangat bodoh, putuskan hubunganmu dengan adikku, aku tidak akan pernah merestui


hubunganmu dengan Sarah sampai kapanpun. Aku akan segera membuat konferensi Pers untuk adikku. Ingat ini adalah kali terakhir aku melihatmu ada dihadapanku maupun Sarah”.


Barom meninggalkan Kevin disana, Kevin sangat kalut, dia tidak ingin kehilangan Sarah, tapi Aldo


adalah anaknya, dia harus mengakui itu, cepat atau lambat semua juga akan tau masa lalunya.


Barom menelpon seseorang di sebrang.


“siapkan pesawat malam ini, beserta dokter terbaik, aku akan membawa Sarah ke Hongkong”.


“baik tuan Barom”.


“dan lagi, surat-surat kepindahan Sarah segera urus, harus hari ini jadi berapapun bayarannya”.


“baik tuan, kami akan siapkan semuanya”.


“bagus”.


Barom menutup teleponnya dan kembali melihat Kevin.


“jangan harap kau bisa bersama dengan Sarah selamanya”.



Penerbangan Sarah dan Barom dua jam lagi, beberapa orang sudah sibuk membawa Sarah menuju ke bandara.


Tidak sedikitpun Barom membiarkan Sarah menghilang dari matanya. Bahkan dia melihat Kevin dan Ronald menatap mereka dari jauh., Barom tau kalau Kevin sangat mencintai Sarah, tapi hal ini membuatnya sangat kecewa dengan Kevin, Barom juga tau kalau Kevin suka bermain wanita sebelumnya, tapi dia tidak habis


fikir akan terjadi hal sefatal ini.


“tuan Barom, semua sudah siap”. Ucap salah satu pengawal pribadi Barom


“baik”.


Sekilas Barom melihat kearah Kevin dan pergi.


Sampai bandara pun Kevin terus mengikuti mobil Sarah, wanita itu enggan sadar dari masa koma nya


sejak kemarin.


“tuan Martine, akan kah lebih baik tuan-“.


“diam”. Sela Kevin yang membuat Ronald terdiam “cari tau tentang Megan dan anaknya”.


“apa tuan?”.


“cari tau tentang mereka”.


“dari awal saya tidak percaya kalau itu nona Megan, nona Megan memiliki suara lebih lembut, namun ini


terdengar lebih tegas”.


“sifat itu bisa berubah, tapi aku ingat kalau Megan memiliki tahi lalat di lehernya, walaupun


sangat kecil”.


“baik tuan”.


“jangan sampai siapapun tau akan hal ini”.


“baik, lalu bagaimana dengan nona Sarah?”.

__ADS_1


“aku akan tetap menyusulnya jika masalah ini selesai”.


“baik, saya permisi tuan”.


Kevin terdiam di dalam mobilnya, dia masih berfikir panjang, hingga notifikasi pesan berdenting dari


ponselnya. Nama Jessica terpapar di sana.


Pesan singkat yang berisi pernyataan bahwa wanita cantik itu tengah berada di mansion milik Kevin


saat ini. Mobil Kevin lekas membawa pria itu ke mansion.


Sampai di sana, Jessica menyambutnya dengan wajah marah.


“kenapa kau ada disini?”.


Plakkk


Satu tamparan mengenai pipi kiri Kevin dengan keras. “kau, kenapa melakukannya?”.


“kesalahan, aku mengakuinya”.


“bodoh! Reputasimu bisa hancur”.


“ya aku tau, aku sudah membereskannya, dan akan melakukan klarifikasi tentang hal ini sesegera mungkin”.


“bagaimana dengan wanita yang di gosipkan kekasihmu?”. Jessica melempar tab nya pada Kevin.


Sebuah berita yang berisi foto Sarah dan Barom.


“dia anak kedua tuan Marley, adik mafia paling di takuti dan  kau


menyakitinya?”.


“aku mencintainya”.


“lalu sekarang? Kau akan bilang kau khilaf di masa lalu?”.


“pada kenyataannya seperti itu”.


tidak di inginkan di keluarga Abraham”. Jessica meninggalkan Kevin dengan kesal



Pesawat yang membawa Sarah telah sampai di Hongkong beberapa jam yang lalu, beberapa mobil membawa


dan mengiring Sarah menuju ke kediaman utama keluarga Marley. Beberapa kali paman Zhiyang terus menghubungi Barom menanyakan keadaan sarah hingga mereka sampai di kediaman keluarga Marley.


“bagaimana keadaan Nicole?”. Tanya Zhiyang dengan tongkatnya yang terus menemani pria paruh baya


tersebut


“seperti itulah, tapi keadaannya lumayan membaik”.


“paman dengar kau sudah mengumumkan ke public tentang Nicole”.


“ya benar”.


“baguslah, jadi tidak akan ada yang mencelakai Nicole”.


Beberapa dokter membawa Sarah masuk keruangan Khusus yang ada di kediaman utama keluarga Marley, bahkan


Barom menyewa banyak dokter terbaik yang ada di China dan sebagai mendatangkan dari Singapura untuk merawat Sarah, sampai sadar dari masa koma nya.


Barom dan Zhiyang menuju ke ruangan penting, disana ada seorang pria paruh baya yang sudah


menunggu bersama istrinya.


“siapa mereka?”. Tanya Barom kebingungan dengan seseorang yang berada di hadapannya saat ini


“dia Ricard dan Joana, mereka suami istri datang dari New York bersama imigran gelap”.


“kenapa kau membawa nya kemari?”.


“karena mereka mengenal Nicole”.

__ADS_1


“sejak kapan paman tau”.


“sejak kau menghubungi paman, waktu itu paman berada di pelabuhan dan bersamaan dengan mereka yang


mengatakan tentang Sarah Nicole, adikmu”. Jelas Zhiyang


Flashback


Zhiyang baru saja keluar dari mobilnya, tat kala beberapa orang mencoba menerobos masuk


perbatasan. Ponselnya berdering nama Barom.


“halo”.


“paman aku menemukan adikku, tapi tidak dengan kedua orang tuaku”.


“kau menemukan Nicole?”.


“namanya Sarah Nicole”.


“Sarah Nicole”. ulang Zhiyang


“aku mengenalnya”. Teriak seseorang dari belakang Zhiyang


“aku tutup, kita lanjutkan nanti”.


“baik paman”.


Zhiyang menutup ponselnya dan menghampiri pasangan suami istri yang ditahan bersama beberapa


orang imigran gelap.


“kau mengenal wanita yang kusebutkan?”. Tanya Zhiyang kembali dengan wajah dinginnya.


“ya, namanya Sarah Nicole, istriku pernah melayaninya dan juga aku pernah menyelamatkannya waktu


dia akan dibunuh seseorang”.


“bawa mereka ke kediaman keluarga Marley sekarang”. Perintah Zhiyang pada anak buahnya.


“baik tuan Hwang”.


Flashback off


“nona Sarah telah di incar Alexa sejak meninggalnya nona Megan”. Ucap Ricard


“siapa mereka?”. Tanya Barom bingung


“ceritanya sangat panjang, saya adalah sahabat tuan Abraham sebelum tuan Abraham meninggal karena


kecelakaan, saya mengintai tuan Martine untuk menjaganya”.


Flashback


Di balik tembok, Ricard melihat Kevin dan Ronald yang berjalan. Namun langkah mereeka terhenti tat kala


datang sseorang wanita cantik memakai dress warna hitam selutut.


“Megan, apa yang kau lakukan disini”.


Pembicaraan antara mereka semua terdengar jelas oleh Ricard, namun Ricard tidak lagi mengikuti


Kevin, melainkan mengikuti Megan yang menangis di sebuah taman, saat itu juga Ricard melihat seorang wanita memakai pakaian yang lumayan seksi tapi tengah mengandung berada tidak jauh dari Megan duduk.


‘kenapa mereka sangat mirip’


Beberapa hari kemudian Ricard menemukan kediaman wanita yang mirip dengan Megan jauh dari kota. Tepat saat


itu juga, diberitakan kalau Megan meninggal dunia jatuh dari gedung tempatnya bekerja. Megan mendonorkan hati miliknya pada teman satu kamar, yaitu Sarah.


Flashback off


“jadi, Megan sudah meninggal, lalu bagaimana dengan Alexa?”. Tanya Barom


“dia berusaha membunuh nona Sarah beberapa kali, dan saya yakin nona Sarah terkapar saat ini karena

__ADS_1


ulah Alexa”.


__ADS_2