
New York 2022
Lampu terang menyinari gereja, suara nyanyian romantic terdengar di telinga setiap orang yang duduk memperhatikan seorang mempelai wanita yang datang dari arah pintu masuk bersama dengan pria paruh baya di sampingnya. Wanita cantik yang memiliki senyuman indah tat kala memandang depan calon suaminya yang berdiri gagah di altar menunggunya.
Banyak teman dan keluarga tersenyum sembari meneteskan air mata melihat pernikahan mereka.
Janji mereka di depan Tuhan berakhir sebuah ciuman dan tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan.
Malam datang, pesta besar-besaran di adakan di sebuah hotel ternama di New York.
Seorang wanita berpakaian ssangat anggun melangkahkan kakinya memasuki aula pesta, seorang wanita cantik dengan gaun panjang, punggung terekspos berwarna merah maron. Bergandengan dengan pria tampan memakai tuxedo rapi.
“dimana Natali dan Hardi?”. Tanya wanita itu melihat kesana kemari sosok pengantin baru,, tadi pagi wanita itu tidak datang karena masih dalam perjalanan.
Barom menunjuk pasangan suami istri yang tengah mengobrol dengan beberapa temannya.
Natali melihat keberadaan mereka berdua dan melambaikan tangan menghampiri.
“Sarah”. Panggil Natali langsung memeluk Sarah erat.
“bagaimana kabarmu, aku memiliki hadiah untukmu”. Sarah mengeluarkan sebuah tiket bulan madu ke Hawai.
“oh my god, terima kasih. Tapi aku tetap marah denganmu, kenapa kau tidak datang ke pernikahan ku tadi pagi”.
“aku dalam perjalanan”.
“baiklah aku memaafkanmu”.
“selamat atas pernikahan kalian, aku menunggu seorang keponakan”.
♣
Sarah berjalan kearah balkon sembari membawa wine ditangannya, wanita itu berdiri melihat pemandangan luar.
Tiba-tiba seseorang berdiri disampingnya
“apa kabar”. Ucap pria itu
Sarah menengok ke samping, pria tampan yang setiap hati menggaanggu fikirannya. Yang selalu ada disetiap tayangan televise yang di lihatnya.
“baik, bagaimana denganmu?”.
“lumayan baik juga”.
“baguslah”.
“kau sangat cantik malam ini”.
“terima kasih, kau juga terlihat tampan”.
“thanks, kau pergi dengan siapa?”.
“barom”.
“bagaimana kalau sehabis ini kita jalan sebentar”.
“boleh”.
jam menunjukkan pukul 11 malam, Sarah sudah mulai menahan kantuk hingga Kevin datang membawakan minuman, bukan wine hanya soda.
“manumlah”. Ucap Kevin sembari memberikan minuman berwarna merah pada Sarah
“terima kasih”.
“kita jalan sekarang bagaimana?, sepertinya kau sudah mulai mengantuk”.
__ADS_1
“ayo”.
Mereka berdua keluar dari pesta. Berjalan sekitaran taman yang masih ramai dengan orang berlalu lalang atau sekedar bermesraan bersama pasangan. Langkah mereka membawa ke temapt dimana hanya ada bangku kosong.
“duduklah”. Suruh Kevin, dia pun duduk juga.
Mereka hanya terdiam saling canggung satu sama lain, hingga Kevin membuka suara.
“bagaimana kuliahmu?”.
“lancar, bagaimana kerjaanmu?”.
“seperti yang kau lihat”.
“emm, aku masih menunggumu sampai sekarang”.
Sarah terdiam, dia tau pembicaraan mereka akan berujung kesini.
“aku tidak akan memakasakan kalau memang kau tidak bisa memiliki rasa yang sama dengan ku”.
“maaf”.
“its okay, kau bisa memilih jalanmu sendiri sar”.
“terima kasih telah menungguku”.
Sarah melihat jam yang melingkar di tangannya, pura-pura seakan wanita itu ada urusan lain.
“aku harus pergi sekarang, ada yang harus aku selesaikan”. Sarah beranjak dari duduknya meninggalkan Kevin sendirian termenung ditaman. Hingga Imelda datang menghampiri pria itu.
Imelda Grabica, Sekretaris sekaligus Asisten Kevin setelah kepulangan Ronald. Wanita cantik berumur 23 tahun yang baru menyelesaikan kuliahnya, Imelda di pilih langsung oleh Ronald untuk menggantikannya yang sudah semakin tua dan ingin bersama keluarga di Singapura.
“tuan Martine, anda di panggil nona Angel”. Ucap Imelda lembut
“ada apa tuan?”.
“lain kali pakai pakaian yang tertutup, aku tidak suka asisten ku seperti wanita jalang”.
“baik tuan, saya minta maaf”.
Kevin kembali meninggalkan Imelda.
Imelda duduk sendirian di taman dengan wwajahnya yang kesal, dai berdandan seksi untuk Kevin, bahkan sering Imelda menggoda kevin walaupun pria itu tidak pernah peka.
‘ini semua gara-gara wanita tadi pasti’
Viviana datang menghampiri Imelda.
“hahahaha tuan Martine tidak akan bisa berpaling pada siapapun, dia akan ttetap mencintai Sarah, kecuali kalau Sarah hilang dari muka bumi”. Ucap Viviana membuat Imelda menoleh.
“siapa kau? “.
“Viviana, aku mantan teman Sarah sewaktu dipanti”.
“Sarah siapa?”.
“wanita yang kau sebut tadi, namanya Sarah Nicole Marley”.
“saudara tuan Barom?”.
“ya benar, tapi apa masalahnya kalau dia saudara tuan Barom? Aku lebih mengenalnya karena ddia lebih lama tinggal bersamaku”.
“lalu?”.
Viviana mendekat kearah Imelda dan membisikkan sesuatu pada wanita itu.
__ADS_1
“terserah kau mau ikut denganku atau tidak”. ucap Viviana
Imelda sedikit berfikir “baiklah aku akan mengikuti apa yang kau katakan”.
♣
Sarah menghampiri mobil Barom yang hampir meninggalkannya sendirian.
“tunggu!”. Teriak Sarah dissamping mobil Barom, wanita itu langsung masuk di kkursi penumpang bersama Barom.
“aku kira kau akan diantar Kevin”.
“aku pergi terlebih dahulu”.
“kenapa? Apa yang kau tunggu Sarah, kau mencintai Kevin, bahkan hari-harimu di Australia hanya melihat tayangan yang menunjukkan wajah Kevin bukan wajahku”.
“bagaimana kau bisa tau?”.
“tentu saja aku tau, memangnya aku mempekerjakan pelayan di apartemenmu untuk apa”.
“jadi selama ini kau memata-matai ku?”.
“ya begitulah”.
Sarah menggetok kepala Barom pelan yang membuat Barom malah terkekeh.
Mobil membawa mereka kembali pulang ke masion utama di New York, beberapa tahun terakhir Barom tinggal di New York untuk pekerjaan yang disarankan oleh Hwang Zhiyang, pamannya.
Sampai di mansion mewah yang masih sama seperti 3 tahun yang lalu.
Kamar Sarah yang juga masih sama seperti sebelumnya.
Tiba-tiba air mata Sarah jatuh kala merindukan sosok kedua orang tua.
“ada apa?”. Tanya Barom bingung dengan sikap Sarah
“tidak ada”.
“istirahatlah”.
Sarah mengangguk sembari naik ke lantai dua, sedangkan Barom masih duduk di sofa, dia meerindukan kedua orang tuanya, bahkan ssampai detik ini dia tidak mendappatkan wanita yang benar-benar tulus padanya.
Flashback
Seorang gadis cantik berambut hitam panjang, dibawa oleh ambulan setelah ditemukan pingsan di kamarnya karena sesak nafas.
“bagaimana keadaan Jieun paman?”. Tanya Barom dengan keringat di dahhinya karena berlarian di lorong rumah sakit.
“masih ditangani dokter, dia pasti bisa bertahan”.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar dengan wajah murung.
“bagaimana keadaannya dok?”. Tanya Barom, orang tua gadis itu hanya menangis.
“maaf, saya tidak bisa menyelamatkan nona Jieun”.
“kau pasti berbohong kan?”.
Dokter meninggalkan mereka semua, sedangkan Barom langsung masuk, mellihat Jieun yang sudah tertutup kain putih. Barom membuka kain yang menutupi wajah Jieun, menyentuhnya pelan.
“ini pasti Cuma mimpikan? Kau tidak akan meninggalkanku Jieun”.
“sudah, Jieun akan sangat sedih melihatmu seperti ini, iklas kan dia”.
Flashback
__ADS_1