
Senja menggampar keras wajah wanita yang dudukmenghadap matahari tenggelam, wanita manis masih
memakai baju kerja layaknya seorang barista menawan, sembari meminum coffee kesukaannya.
“nona Kayla”. Panggil salah seorang pekerja yang selesai membersihkan kedai tersebut.
“hm”.
“saya pamit pulang”.
“baiklah”.
“nona, di depan ada tuan Barom menunggu anda”.
Kayla melihat kearah luar, mobil Barom beserta orang nya yang menunggu tak jauh dari kedai.
Sebelumnya Barom mengatakan akan datang menjemputnya.
Setelah menutup kedai, Kayla menghampiri Barom sembari tersenyum pada pria itu, begitupula Barom yang
sangat senang melihat kedatangan Kayla.
“maaf membuatmu menunggu”. Ucap Kayla
“tidak masalah, masuklah”. Barom membukakan pintu samping kemudi untuk Kayla. Dan dia sendiri
masuk ke dalam mobil, duduk dibelakang kemudi memasak sabuk pengaman. “aku ingin membelikan sesuatu untuk adikku, bisa kau temani dan berikan kado apa yang cocok?”.
“tentu saja”.
“baiklah, tak apa kan pulang sedikit telat”.
“iya”.
Mobil Barom membawa mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan.
Kayla berjalan-jalan di tempat penjualan tas dan sepatu. Mengambil sebuah sepatu kets warna coklat yang
hampir mirip dengan sepatu yang dipakainya namun, bedanya ada di harga, sepatu itu lebih mahal berkali-kali lipat dari sepatunya.
“kau menyukainya?”. Tanya Barom yang menangkap basah Kayla menyukai sebuah sepatu
“tidak. oh ya, apa nona Sarah menyukai tas atau sepatu?”.
“tidak begitu, dia lebih menyukai buku catatan”.
“kenapa tidak kau belikan buku catatan kalau kau tau dia menyukai itu?”.
“tidak cocok, ini kado pertunangannya, aku harus memberikan yang berkesan untuknya”.
Kayla mengangguk dan kembali memilih barang yang sekiranya cocok dengan Sarah, hingga pilihannya
jatuh pada sebuah gelang bertabur berlian, harnya lumayan mahal tapi cocok dengan Sarah. Mungkin Kayla baru dua kali bertemu dengan Sarah, tapi menurutnya wanita itu begitu baik paadanya dan berharap dia bisa bersama dengan Barom.
“itu bagus untuk Sarah”. Ucap barom dari belakang kayla. Barom melambai kearah pelayan “saya mau
itu bungkuskan”.
“baik tuan”.
“tunggulah disana, aku akan membayarnya terlebih dahulu”.
__ADS_1
Kayla mengangguk dan duduk di tempat tunggu yang di sediakan. Sedangkan Barom mengambil sepattu kets
yang sebelumnya di lirik kayla, menyuruh pelayan mencarikan ukuran yang pas untuk kaki Kayla.
Selesai dengan kegiatannya di salah satu toko, mereka berdua menuju ke sebuah tempat makan
yang juga berada di mall tersebut. Mereka duduk di salah satu meja kosong, untuk menikmatikan makan malam.
Barom menaruh tas belanjaan yang dibawanya di meja. “ini hadiah untukmu”.
“ha?”. Kayla Nampak terkejut, harusnya wanita itu sadar kalau Barom membawa dua tas belanjaan, yang
satu lumayan besar dan satunya kecil yang pasti isinya adalah gelang utuk Sarah.
“iya untukmu, sebagai tanda terima kasih karena sudah menemani dan memilihkan hadiah untuk Sarah”.
“aku tidak bisa menerimanya, kau sudah banyak membantuku”.
“ini bukan apa-apa, aku sudah membelikannya, kalau memang kau tidak mau, kau bisa membuangnya”.
“baiklah, jangan di buang, aku akan menerimanya. Terima kasih”.
“hm”.
Mereka menghabiskan makan malam ,setelahnya langsung pulang ke apartemen kecil milik Kayla,
apartemen yang sangat dekat dengan club tempat Kayla bekerja sebelumnya. Setelah mengenal Barom, pria itu bersikap sangat posesif dengan Kayla, bahkan menyuruh kayla berhenti bekerja di tempat malam, menggantinya dengan Barom yang membiayai semua hutang keluarga Kayla. Kayla sempat menolak, tapi pertemuannya
dengan Sarah membuat wanita itu menerima Barom hingga saat ini.
“aku pulang, jaga dirimu, besok aku akan menjemputmu”.
Kayla mengangguk.
Disebuah butik ternama di kota New York, Sarah bersama dengan Jessica dan Angela bingung memilih gaun
yang akan dipakai mereka. Kevin yang melihat dari jauh hanya menggelang-gelengkan kepala.
Pilihan Sarah jatuh pada sebuah dress selutut tanpa lengan, dress sederhana yang memiliki kesan
elegan. Wanita itu menunjukkan pada Kevin.
“bagaimana menurutmu?”. Tanya Sarah sembari mengangkat gaun pilihannya
“bagus, itu sangat cocok dengan tuxedo pilihanku”.
“aku akan mencobanya terlebih dahulu”.
Sarah dengan bahagia masuk ke ruang ganti untuk mencoba dress pilihannya. Setelah memakai dress
dibbantu pelayan butik, Sarah keluar dari ruang ganti dan menunjukkan pada Kevin.
Pria itu Nampak sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, Sarah sangat cantik, belipat ganda
kecantikan wanitanya.
Kevin mendekat kearah Sarah dan menyentuh pinggang wanita itu posesif, sembari berbisik “sepertinya
aku jatuh cinta kembali pada calon tunanganku”.
Sarah terkekeh pelan mendengar ucapan Kevin, hingga kegiatan mesra mereka terganggu dengan kehadiran
__ADS_1
Jessica dan Angela yang membawa dress pilihan mereka masing-masing.
Ehemm
Deheman Jessica membuat Kevin melepaskan pinggang Sarah dan kembali duduk di sofa.
“tahan kev”. Ucap Jessica sembari meledek kakaknya itu “kau sangat cantik Sarah”.
“terima kasih jess”.
Selesai dengan kegiatan mereka memilih pakaian yang akan dipakai besok, Jessica dan Angela pulang
terlebih dahulu menggunakan mobil yang dibawanya sendiri. Sedangkan Kevin dan Sarah memutuskan untuk peri jalan-jalan ke sebuah tempat dimana mereka pertama kali bertemu, Sarah ingin memakan makanan yang di jual di dekat apartemennya dulu. Tempat makan disana buka hingga larut malam dan pasti terbilang sangat
ramai.
Mobil Kevin berhenti dipinggir jalan. Pria itu langsung keluar untuk membukakan pintu untuk Sarah.
Setelahnya mereka langsung masuk, sarah memesan makanan yang mereka suka di tempat tersebut.
“seperti biasa bi”.
“baik noona Sarah”.
Mereka duduk di meja paling pojok, wwalaupun banyak pasang mata yang memandangi mereka bahkan tak
jarang yang mengambil moment tersebut. Pertunangan dua keluarga besar sudah tersebar di seluruh penjuru dunia tanpa terkecuali.
Mungkin banyakk yang setuju, tapi banyak juga yang tidak menyukai hubungan mereka berduam
Flashback
Sarah baru saja keluar dari kantor tempatnya bekerja, walaupun Sarah memiliki banyak harta, tapi
menurutnya pekerjaan nya adalah hobi untuknya, dan walaupun harta itu tidak habis sampai tujuh turunan, dia akan tetap bekerja disana. Sembilan puluh persen saham perusahaan tempat Sarah bekerja adalah milik Kevin, pria itu
memutuskan untuk membeli saham itu saat Sarah belajar di Australia.
Langkah Sarah terhenti kala dihadang oleh Viviana dengan pakaian kusut menghampirinya, namun pandangan
Viviana hanyalah pandangan kebencian pad Sarah.
“apa yang kau inginkan?”. Tanya Sarah
“tidak ada”.
Dari belakang, Imelda membawa sebuah air keras, hampir saja mengenai tubuh Sarah kalau saja Kevin
tidak datang dengan tiba-tiba dan merebut botol berisi air keras tersebut.
Sarah sangat terkejut melihat sebbuah botol jatuh pecah di balakangnya. Kevin langsung menghampiri
Sarah, sedangkan Viviana berlari menjauh, berbeda dengan Imelda yang masih mematung ditempat.
“kau tidak apa-apa kan sayang?”. Tanya Kevin memastikan
“tidak, apa yang terjadi?”.
“bawa wanita itu ke kantor polisi buat dia dipenjara selama mungkin”. Perintah Kevin pda
bawahannya.
__ADS_1
Flashback off