
Sarah dan Kevin saling terdiam di mobil Kevin. Hingga Kevin memulai pembicaraan pada wanita itu.
“sar”.
“ada apa?”.
“aku mencintaimu”.
Sarah hanya terdiam.
“apa kau tidak percaya dengan ucapanku”.
“aku percaya”.
“lalu?”.
“aku tidak bisa menjawabnya sekarang, beri aku waktu untuk memikirkan hal ini”.
“baiklah”.
Pembicaraan mereka terhenti tat kala Vivian dan Michael keluar dari club, Vivian Nampak mabuk dan
di papah oleh Michael.
Sarah ingin keluar dari mobil tersebut untuk mengambil Vivian, tapi Kevin mencegahnya.
“biarkan aku saja yang menjemput wanita itu”. Ucap Kevin
“terima kasih”.
“tunggu lah disini, aku akan membawa nya padamu”.
Sarah mengangguk.
Kevin keluar dari mobil dan menghampiri Vivian dan Michael.
“tuan Martine?”. Tanya Michael tidak percaya
“apa saya boleh meminta wanita ini?”.
“berapa yang kau tawarkan?”.
“wanita ini sudah di beli”. Michael mengarahkan matanya ke sebuah mobil mewah dengan 2 penjaga di
luar.
“aku akan membayarnya lebih dari yang orang itu berikan”.
“3 Milyar”.
“baiklah, aku akan memberikannya”.
Kevin menuliskan 3 Milyar di sebuah cek yang baru saja di keluarkan dari kantong jasnya dan
memberikan pada Michael.
“kerja sama yang bagus”. Michael memberikan Vivian pada Kevin. Setelahnya Kevin membawa Vivian
ke mobil, menidurkan wanita itu di kursi penumpang belakang. Dan kembali ke kursi kemudi.
“terima kasih telah menolong Vivian”. Ucap Sarah merasa tidak enak pada Kevin
“tidak masalah, aku senang melakukannya”.
“kau memberikan sesuatu pada Michael, apa yang kau berikan”.
“hanya sebuah cek”.
“apa? aku akan menggantinya”.
“tidak perlu, itu tidak seberapa”.
“aku akan tetap menggantinya”.
“kau tidak akan bisa menggantinya Sarah, sudahlah tidak apa. kemana sekarang kita?”.
“bolehkan kau mengantarkan kami ke apartemenku?”.
“tentu saja”.
Mobil Kevin membawa mereka ke apartemen Sarah.
Sampai disana, Kevin membantu Sarah untuk membawa Vivian, tapi Sarah menolaknya.
“aku akan membantumu”.
“tidak perlu, kau sudah banyak membantuku”.
__ADS_1
“baiklah, apa kau bisa makan malam denganku hari ini”.
“aku akan usahakan”.
“baiklah, aku akan menjemputmu nanti malam”.
“ya”.
♣
Sarah membuat makanan di dapur sembaru menunggu Vivian bangun, hingga Vivian keluar dari kamar Sarah
dan sangat terkejut melihat Sarah yang berada di hadapannya sekarang, seingatnya terakhir kali dia bersama Michael.
“sarah”. Ucap Vivian
“kenapa? Kau terkejut?”.
“bagaimana kau ada disini?”.
“seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan selama ini? Kau bodoh atau apa?”.
“apa maksudmu?”.
“Michael, kau berhubungan dengan pria tidak jelas, mungkin kau akan berakhir di ranjang
dengan pria tua kalau aku tidak membawamu”. Bentak Sarah
Vivian menampar pipi Sarah keras.
“jaga mulutmu! Kau tidak mengenal Michael, dia menyayangiku”.
“kau buta! Apa yang kau fikirkan? Apa kau tidak ingat pada bunda?”. Ucap Sarah dengan Keras sambil
memegangi pipinya yang terasa panas
“bunda? Bahkan bunda hanya menyayangimu, tidak denganku”.
“kau salah, bunda menyayangi kita semua sama”.
“hahaha bodoh, aku tidak peduli”. Vivian meninggalkan apartemen Sarah begitu saja.
Sarah sempat mengejar Vivian, tapi wanita itu keburu masuk lift. Tubuh Sarah merosot di balik pintu,
air matanya jatuh, dia tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Vivian.
menerima telepon dari Kevin.
“kau ada dimana sar?”. Tanya Kevin dengan nada khawatir
“aku masih di apartemen”.
“aku akan kesana sekarang”.
Telepon Kevin tertutup di gantikan bel apartemen Sarah.
Kevin sangat terkejut melihat wajah Sarah yang memerah dan juga matanya sembab. Kevin menyentuh wajah
Sarah lembut.
“apa yang terjadi?”. Tanya Kevin lirih
Sarah hanya menggeleng
“baiklah kalau kau tidak ingin mengatakannya padaku, sekarang lebih baik kau istirahat, aku akan
mengompres bengkak di pipimu”.
Sarah hanya bisa mengikuti apa yang Kevin lakukan. Wanita itu membaringkan tubuhnya di ranjang.
“tunggu sebentar”.
Kevin berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air es, sebelumnya pria itu menghubungi Ronald untuk
mencari tahu keberadaan Vivian, karena sebelum sampai di Apartemen, Kevin sempat melihat Vivian yang berjalan sendirian keluar dari apartemen.
Dengan mangkuk yang berisi air es, Kevin membawanya masuk ke kamar Sarah. Dengan telaten Kevin
membantu Sarah mengompres bengkak bekas tamparan Vivian.
“Vivian tidak percaya padaku”. Ucap Sarah
“dia tidak akan pernah percaya padamu”.
“lalu apa yang harus aku lakukan?”.
“biarkan dia tau sendiri”.
__ADS_1
“apa kau gila?”.
“lalu apa lagi? Dia sudah dewasa”.
“dia masih di bawah umur”.
“tapi dia bisa berfikir mana yang baik untuknya dan mana yang buruk untuknya, kau sudah berusaha dengan
keras, aku tidak mau kau terluka seperti ini kembali”.
Sarah bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Kevin erat.
“terima kasih telah baik padaku”.
Kevin kembali memeluk dan membawa Sarah ke dalam dekapannya, mengusap punggung Sarah lembut, dan
berbisik. “aku akan selalu ada untukmu, karena aku mencintaimu Sarah Nicole”.
♣
Cahaya matahari membangunkan Sarah dari tidur nyenyaknya, dilihat di sampingnya seorang pria
yang masih terlelap dalam mimpi. Sarah tersenyum lekas bangun dan berdiri di depan kaca, bengkak dipipinya sudah hilang. Wanita itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kevin membuka matanya setelah meraba samping tempat tidurnya tidak ada orang. Namun suara air dari
dalam kamar mandi membuatnya bernafas lega. Pria itu turun dari ranjang dan pergi kedapur untuk membuatkan sarapan. Hanya berupa roti dan juga susu yang diambilnya dari lemari es.
Terlihat Sarah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.
“selamat pagi sayang”. Ucap Kevin “kau terlihat sangat cantik”.
Sarah hanya tersipu malu mendengar ucapan Kevin.
“sudahlah sana”. Sarah mendorong Kevin agar pergi membersihkan diri.
“apa kau tidak ingin ikut denganku?”.
“TIDAK”.
“hahaha, makanlah kalau begitu, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu”.
“hm”.
Sarah duduk di balik meja makan, memakan Sarapan yang dibuatkan Kevin untuknya.
Flashback
“aku akan selalu ada untukmu, karena aku mencintaimu Sarah Nicole”.
“aku jugaa menyukaimu sejak pertama kita berjumpa, tapi apakah aku bisa percaya padamu?”.
Kevin menyentuh lembut pipi Sarah, menatap tajam mata teduh wanita itu.
“dari hatiku yang paling dalam, kuharap kau tidak mempercayaiku, tapi aku akan mencoba yang
terbaik untukmu selama aku mampu melakukannya”.
Wajah mereka semakin dekat, hingga bibir mereka bertemu. Sarah membalas ciuman Kevin yang semakin
intens dan menuntut. Hingga tautan mereka terlepas.
“aku menerima mu”. Ucap Sarah lirih
“apa?”.
“ya aku menerimamu”.
Kevin kembaali memeluk sarah erat menyalurkan rasa bahagianya.
Flashback off
Kevin keluar dari kamar hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
“Kevin!!”. Teriak Sarah begitu melihat Kevin tidak memakai baju
“ada apa?”.
“pakai bajumu”.
“sudah kotor, tunggulah sampai Ronald datang membawakan pakaian untukku”.
“haish”.
Suara bel apartemen Sarah berbunyi, Sarah langsung beranjak dari duduknya dan membukakan pintu
untuk tamu yang datang.
__ADS_1