Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 13


__ADS_3

Ronald berdiri didepan pintu dengan sebuah kantong berisi pakaian Kevin.


“selamat pagi nona Sarah, apakah tuan Martine ada di dalam?”.


“ya masuklah”.


Sarah mempersilakan Ronald masuk menemui Kevin. Setelah bertemu Kevin, Ronald memberikan pakaian


itu pada Kevin untuk di pakai.


Sedangkan Ronald duduk di ruang tamu. Begitu pula Sarah yang duduk di sebrang Ronald.


“apakah kau sangat mengenal Kevin?”.


“ya, saya menemani tuan Martine sejak lama”.


“menurutmu bagaimana Kevin itu?”.


“tuan Martine adalah sosok hebat, dia pintar dan juga pekerja keras, dia menyayangi keluarganya,


kedua adiknya”.


“adik?”.


“iya, adiknya yang tinggal di Los Angeles”.


Sarah mengangguk dan terdiam tat kala Kevin datang.


“tuan, hari ini kita ada meeting penting dan besok harus kembali ke Los Angeles untuk urusan


mendadak”. Ucap Ronald


Kevin melihat kearah Sarah


“pergilah, kenapa kau melihatku seperti itu?”. Tanya Sarah bingung


“baiklah, aku akan segera kembali, jaga dirimu baik-baik”. Kevin mengecup bibir Sarah kemudian


dahi wanita itu dengan sayang.



Sarah Nampak terlihat cantik dengan balutan sweater biru tua, dia melangkahkan kakinya memasuki


kantor. Wajahnya cerah, walaupun ada sedikit bekas lebam di pipinya yang ia samarkan menggunakan make up tipis.


“selamat pagi Natali?”. Sapa Sarah tat kala melewati ruangan Natali, bahkan Natali hanya melongo


melihat sikap Sarah yang berubah.


“kau sedang kerasukan?”. Tanya Natali


“tidak”.


“kau terlihat sangat bahagia”.


“tentu saja, aku akan mentraktirmu makan siang”.


“serius?”.


“ya”.


Natali menyenggol lengan Sarah dengan senyuman menggoda.


“kau tidak ingin bercerita padaku?”.


Sarah hanya menggeleng sembari meninggalkan Natali dan masuk ke ruangannya sendiri.


Beberapa menit Sarah duduk di balik komputer, fokusnya kabur kemana-mana, hanya ada bayangan Kevin


dalam otaknya.


Sebuah pesan masuk ke ponselnya, Sarah mengernyit, karena nomor asing yang mengiriminya pesan.


Pesan singkat yang mengatakan bahwa ada seseorang yang mengintainya dan akan membunuhnya cepat


atau lambat. Sarah berfikir tentang Brian, hanya dia yang berusaha untuk membunuh Sarah selama ini.


Sarah memasukkan ponselnya ke laci saat Natali masuk membawa tumpukan kertas penting padanya.


“ada apa denganmu? Kau terlihat pucat, bukankah tadi kau bahagia?”. Tanya Natali

__ADS_1


“ah hahaha tidak, apa yang kau bawa?”.


“ini pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini”.


“oke, thank you nat”.


“sama-sama”.


Natali meninggalkan ruangan Sarah.


Sarah melihat ke luar kearah jalanan, seorang pria mengenakan jaket hitam memandang ke arahnya, tapi


itu bukan Brian, Sarah tau bagaimana wajah Brian, dia yakin itu bukan Brian. Sebuah


pisau terlihat jelas berada di genggaman pria itu, walaupun Sarah tidak pernah takut apapun, tapi dia tau kalau banyak yang tidak menyukainya saat ini entah karena hal apa.


Dering ponsel dari dalam laci membuyarkan pandangan Sarah, dia menggambil ponselnya dan menerima


panggilan masuk.


“halo”.


“sayang, ayo makan siang sama-sama?”. Ucap Kevin di sebrang sana


“aku ada janji makan siang dengan Natali”.


“aku akan pulan ke Los Angeles, tidak kan sedikit waktu untukku saja”.


“tapi-“.


“baiklah kalau kau tidak mau”.


“ya aku mau, aku akan makan siang denganmu”.


“bagus, aku akan menjemputmu nanti siang”.


“ya”.


Sarah menutup ponselnya. Dilihatnya kembali kearah jalanan, tapi pria itu sudah tidak ada di


sana.



keluar dari mobilnya, pria itu bahkan berdiri di luar menunggu seseorang. Hingga Sarah keluar dari ruangannya.


“Sarah, kau mau kemana?”. Tanya Natali menahan tangan Sarah


“pergi makan siang, ini jam istirahat kan?”.


“dengan siapa? Bukannya kau mengajakku?”.


“nanti malam, aku akan mentraktirmu minum”.


“sungguh?”.


“ya, aku harus pergi sekarang”.


“kau berhuutang cerita tentang pria tampan di luar”. Bisik Natali yang membuat sarah tersipu malu


Sarah keluar dari kantor menuju Kevin, Pria itu mengecup bibir sarah singkat dan membukakan pintu


untuk wanitanya. Lekas dia sendiri masuk ke dalam.


“selamat siang tuan Ronald”. Sapa Sarah pada Ronald yang tengah menyetir


“siang nona Sarah”.


Kevin terus memeluk pinggang Sarah posesif, sesekali mencium rambut wanita itu bahkan mengusapnya


sayang. Ronald yang melihat dari kaca sangat senang melihat Kevin yang tidak hanya diam dan berwajah dingin pada wanita. Setidaknya Kevin sudah mengurangi aktifitasnya dengan jalang di luar sejak mengenal Sarah.


Mobil mereka berhenti di sebuah restaurant mewah, Kevin dan Sarah turun dari mobil, Kevin terus


menggenggam tangan Sarah. Hingga masuk pun pria itu enggan melepaskannya.


Restaurant yang sepi, tidak ada orang sama sekali di dalamnya.


“kenapa sangat sepi?”. Tanya sarah bingung


“aku sengaja menyewanya untuk kita berdua”.

__ADS_1


“hah? Aku tidak menyukai hal seperti ini kev”.


“tapi aku senang melakukan ini untukmu”.


“baiklah aku berterima kasih ,karena kau bersikap mengistimewakanku, tapi ku harap ini yang terakhir


kau melakukan hal ini”.


“ya aku mengerti sayang”.


Kevin menarik kursi untuk Sarah duduk.


Makanan pesanan mereka datang, hanya beberapa makanan yang harus mengeluarkan uang banyak. Mereka memakan makanannya dengan tenang, sesekali Kevin melihat keparah Sarah, pria itu sangat


bahagia akhirnya bisa mendapatkan Sarah, entahlah Kevin tidak tau apa yang di rasakan, cinta atau hanya sebatas obesesi pada Sarah.


“malam ini kau akan kemana?”. Tanya Kevin memecah keheningan


“aku harus jalan dengan Natali”.


“ke club?”.


“iya, aku sudah berjanji untuk mentraktirnya nanti malam”.


“aku tidak setuju kau pergi ke tempat itu”.


“tapi, apa salahnya, sebelumnya aku juga sering kesana”.


“kau milikku sar, aku tidak ingin milikku di sentuh orang lain”.


“aku bisa menjaga diriku kev, tidak apa”. Sarah menyentuh tangan Kevin berharap pria itu akan


luluh.


“aku tidak mengijikanmu pergi tanpa ku”.


“kevin kumohon”.


“tidak, aku harus pergi ke Los Angeles nanti malam, aku tidak bisa berada di sampingmu, bagaimana kalau


terjadi sesuatu padamu”.


“baiklah aku tidak akan pergi, aku akan mengaatakan pada Natali, kalau aku tidak akan pergi”.


“baguslah”. Kevin menyentuh pipi Sarah lembut.


Mereka berdua keluar dari restaurant setelah menyelesaikan makan siang, Kevin mengantarkan Sarah


kembali untuk bekerja, begitu juga dirinya yang ada jadwal penting hari ini.


Natali menghadang Sarah tat kala Sarah masuk ke ruangannya, menutup pintu rapat-rapat.


“kau berhubungan dengan tuan Martine?”. Tanya Natali


Sarah mengangguk


“berapa lama?”.


“sejak tadi malam”.


“kalian having sex?”.


“tidak”.


“aku tau kau tidak menyukai hal itu, tapi bagaimana bisa kau berhubungan dengan pria itu?”.


“sebuah kebetulan. Ah, aku tidak bisa pergi malam ini ,pergilah, aku akan membayar tagihanmu nanti”.


“kenapa? Apa dia melarangmu pergi ke club, pria perhatian”.


Sarah kembali mengangguk


“bagaimana kalau kita pergi secara diam-diam, jangan katakana pada siapapun”.


“dia memiliki mata-mata yang banyak”.


“aku akan membuatmu tidak dikenali oleh siapapun”.


“bagaimana caranya?”.


“sudahlah percaya padaku”.

__ADS_1


__ADS_2