Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine
Episode 19


__ADS_3

Barom keluar dari ruangan tersebut bersama dengan Kevin, mereka nampak sangat akrab satu sama


lain.


Lift terbuka, Barom masuk kedalam lift meninggalkan Kevin yang masih berdiri didepan lift, mereka


sepakat untuk berpisah dahulu karena Kevin ada urusan lain.


Langkah Kevin terhenti ketika melihat sebuah gelang milik Barom tertinggal di mejanya, gelang berwarna


coklat khas yang bahannya berasal dari india, tertinggal bukan karena Barom melepasnya, karena memang putus.


Namun, Kevin seakan pernah melihat gelang yang sama seperti milik Barom sebelumnya.


“Ronald, datang ke lantai 7 sekarang”.


“baik tuan”.


Beberapa menit kemudian, Ronald datang ke ruangan Kevin yang berada di lantai 7.


“ada apa tuan memanggil saya?”.


“apa Barom sudah pergi”.


“tuan Barom sudah pergi 10 menit yang lalu tuan”.


Kevin melempar gelang milik Barom ke meja.


“kau pernah melihat gelang ini kan sebelumnya?”.


Ronald mengambil gelang tersebut “ya itu adalah gelang yang sama dipakai oleh nona Megan”.


“menurutmu bagaimana gelang itu bisa sampai ditanganku?”.


“tapi gelang ini bukan milik nona Megan”.


“benar, itu milik Barom. Cari tau apa hubungan Barom dan Megan”.


“setahu saya, nona Megan tidak memiliki saudara lain selain tuan Brian. Mereka juga hidup serba


berkecukupan karena orang tuanya yang memang kaya”.


“jadi-“.


“kurasa nona Megan adalah kekasih tuan Barom”.


“jangan sampai Barom tau akan hal ini”.


“baik tuan”.


“aku akan menemuinya untuk mengembalikan gelang ini setelah berteemu dengan Sarah”.


Kevin beranjak dari duduknya berniat untuk pergi ke kantor Sarah, namun di tahan oleh Ronald


“nona Sarah tidak ada di tempat kerjanya, dia sedang di rumah sakit menemani Mrs. Micella”.


“kalau begitu aku akan kerumah sakit”.


“apa anda butuh bantuan tuan?”.


“tidak, siapkan berkas untuk meeting besok”.


“baik tuan”.



Mobil Kevin membawanya pergi ke sebuah rumah sakit dimana Sarah berada, pria itu keluar dari mobil


dengan membawa bucket bunga mawar untuk Micella.


Dilihatnya dari luar, sarah tengah bercanda dengan Micella, mereka Nampak asik sendiri sampai Kevin


membuka pintu pun tidak sadar.


“tuan Martine”. Ucap Micella yang membuat Sarah menengok ke belakang


“Mrs. Micella, bagaimana keadaan anda?”. Tanya Kevin sembari memberikan bunga mawar itu pada

__ADS_1


Micella


“sudah lumayan membaik tuan”.


“baguslah”.


“jadi benar tuan Martine berhubungan dengan Sarah?”. Tanya Micella sambil menggoda Sarah, bahkan


Sarah Nampak sangat malu-malu


“iya, saya mencintai putri anda”.


“terima kasih tuan sudah menjaga Sarah dengan baik dan terima kasih atas bantuan anda selama ini”.


“itu adalah tugas saya, apakah saya bisa bicara dengan putri anda?”.


“tentu saja tuan”.


Sarah beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Kevin yang keluar dari ruangan.


Sampai diluar, Kevin menyentuh pipi Sarah lembut.


“aku sangat merindukanmu sayang”. Ucap Kevin


“kita baru bertemu pagi tadi kev”.


“entahlah aku hanya merindukanmu tiba-tiba, dan juga aku sudah menyuruh anak buahku untuk melihat


keadaan anak-anak panti”.


“jadi kapan aku bisa mengambil mereka kembali?”.


“nanti setelah aku memperbolehkanmu”.


“tapi mereka tidak bisa menunggu lama lagi”.


“anak-anak itu dirawat dengan baik, jadi jangan khawatirkan apapun”.


“baiklah”.


Kevin menarik tubuh Sarah dan membawa masuk ke dalam dekapannya.



Beberapa anak tengah bermain disebuah ruangan yang penuh dengan mainan anak-anak. Seorang anak kecil


tampan masuk ruangan tersebut dan menyapa beberapa anak disana yang tengah bermain.


“halo”. Ucap anak kecil dengan nama Aldo tersebut


Semua terdiam hingga anak kecil perempuan kembali menyapa Aldo


“halo”.


Aldo tersenyum, akhirnya dia memiliki teman bermain yang banyak.


Hingga wanita cantik dengan pakaian sedikit terbuka datang dari belakang Aldo.


“aldo, apa yang kau lakukan disini? Kembali ke kamarmu”.


“ma, Aldo mau mau sama mereka”.


“mereka tidak setara denganmu, masuk kee kamarmu sekarang”.


Aldo meninggalkan wanita itu dan berlari kekamarnya dengan wajah berkaca-kaca. Saat wwanita itu


keluar dari ruangan yang dipenuhi anak kecil itu, dia bertemu dengan Viviana.


Viviana membungkuk sopan pada wanita tersebut.


“kapan anak-anak itu dipindah dari rumah ini?”.


“sampai kita mendapatkan apa yang kita mau nyonya”.


“kuharap kau tidak bekerja lambat Viviana”.


“saya akan berusaha semaksimal mungkin”.

__ADS_1


Wanita itu berjalan angkuh meninggalkan Viviana yang masuk ke ruangan penuh anak-anak yang dulunya


adalah teman bermain Viviana.


Semua anak menatap Viviana benci, bahkan ada yang terang-terangan mengatakan benci terhadap


Viviana, ada juga yang menghindar dari Viviana.


“terserah kalau kalian membenciku, tapi kalian harus tau kalau Sarah yang kalian banggakan itu tidak


berguna, dialah yang merusak kehidupanku”. Ucap Viviana dengan wajah berkaca-kaca dan marah


“Sarah tidak seperti itu, Sarah baik pada kami”. Jawab Dion tegas


“kau tidak tau apa-apa, apakah kalian hanya membela Sarah sedangkan dia tidak pernah datang sejak


meninggalkan panti, bahkan dia berhubungan dengan pria kaya raya”.


“kau hanya iri dengannya Vi”.


Mendengar ucapan Dion, Viviana langsung keluar dari ruangan tersebut dan menguncinya rapat-rapat.



Kevin dan sarah berjalan disekitaran taaman rumah sakit, mereka sangat cocok satu sama lain. Memiliki


wajah tampan dan cantik, bahkaan banyak yang mengatakan iri dengan hubungan mereka. Tanpa sadar beberapa wartawan menangkap foto kemesraan mereka berdua dari jauh secara diam-diam.


Ponsel saraah berbunyi, sebuah pesan masuk.


Gambar, dirinya dan Kevin masuk kedalam berita hangat. Tidak sampai 10 menit dia dan Kevin berjalan


disekitar taman, tapi foto mereka tersebar sangat cepat.


“ada apa?”. Tanya Kevin yang melihat Sarah Nampak seperti orang kebingungan


Sarah menunjukkan foto dari ponselnya


“biarkan saja, toh kalau mereka penasaran dengan hubungan kita itu akan lebih baik, dan tidak aka


nada yang berani macam-macam dengan kekasihku”.


Ponsel Kevin tiba-tiba berdering panggilan masuk, nama Jessica tertera di layar.


“halo jes”. Kevin sedikit menjauh dari Sarah


“apakah wanita itu kekasihmu?”.


“ya, kenapa lagi?”.


“aku ingin bertemu dengannya secara langsung”.


“tidak, dia sibuk”.


“aku akan tetap bertemu dengnnya”.


“terserah, aku harus pergi, nanti aku hubungi lagi”.


Kevin menutup teleponnya sepihak dan kembali menghampiri Sarah.


“siapa?”.


“adikku”.


“kenapa dia?”.


“beritanya terlalu cepat menyebar, mungkin aku harus segera meluruskan dan mengatakan ke public tentang


wanita yang paling berharga untukku”.


Sarah tersenyum malu mendengar ucapan Kevin, walaupun Kevin tipe orang yang posesif terhadapnya,


tapi Kevin memiliki sisi romantic yang membuat Sarah merasa begitu beruntung bisa bersama pria itu.


Sedikitpun sarah tidak pernah berhadap Kevin orang yang kaya raya, namun Tuhan berkehendak lain, dan


dia harus menerima bahwa dirinya bertemu dengan sosok Kevin.

__ADS_1


Di sudut lain, seorang pria memakai jaket hitam mengamati mereka berdua, pria itu menampilkan smirk


jahatnya dan pergi.


__ADS_2