
Setelah peperangan terjadi, akhirnya benteng geem kembali diduduki oleh kerajaan juseun, seorang pasukan baru saja tiba di depan gerbang dan kemudian dia berlari menuju jenderal geem.
"jenderal!" seorang prajurit menghadap kepadanya.
"Pasukan tambahan sekarang berada di perbatasan menuju ke benteng geem, dan surat yang anda kirimkan telah sampai ke Nyonya."
"baiklah, sekarang tuntun mereka yang masih di perbatasan menuju benteng geem."
"Baik jenderal."
Sebulan setelah benteng geem telah di kuasai penuh oleh pasukan juseun, surat dari raja yang ingin datang ke benteng geem telah tiba begitupun dengan permaisuri dan istri dari jenderal geem.
Karena pemandangan Kota geem sangat indah dengan berbagai macam bunga dan udara yang segar membuat jenderal mengirimkan surat untuk membawa isterinya yang sakit-sakitan untuk datang ke benteng geem.
Akhirnya raja berdiri di atas benteng geem dan ia sangat senang sambil memandang pemandangan di hadapannya.
"Terima kasih padamu jenderal gem, perluasan tanah juseun telah terbentang para pendahulu kita pasti sudah merasa lega, tanah kita kembali."
Sementara itu istri jenderal gem telah datang ke kota Geem, di sana ada tempat peristirahatan sang jenderal.
"Nyonya istirahatlah, perjalanan jauh tentu membuatmu kelelahan." kata bibi Choi yang menemaninya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong nyonya sudah mendengar? di desa ini ada sebuah legenda." Istri gem memandang bibi Choi.
"Legenda apa itu bibi Choi?"
Dia tersenyum senang. "Legenda ini sangat terkenal, di sini ada sungai yang sangat terkenal, namanya sungai kyusu, konon kalau seseorang yang kejam meminum airnya maka ia akan menjadi buih."
"Benarkah? itu mengerikan sekali."
Tapi, sebaliknya jika seseorang yang berhati baik, maka segala penyakitnya akan segera sembuh." sang istri jenderal terlihat tertarik.
"Benarkah itu?" Lalu bibi Choi menambahkan, tetanggaku nyonya, istrinya sakit keras dan dia tidak bisa bertahan lagi kata seorang tabib penyakitnya tidak bisa di sembuhkan, lalu ia mendengar kisah ini dan segera meminum air dari sungai kyusu, tidak di sangka penyakitnya sembuh total, bahkan bercak-bercak merah di kulitnya telah hilang."
"Dimana letak sungai kyusu itu?"
"Tidak jauh dari sini nyonya."
"Baiklah, siapkan baju bepergianku besok dayang Choi, aku harus mencoba semuanya kan untuk kesembuhanku."
"Baik nyonya." ia tersenyum lalu meninggalkan ruangan.
Tanpa sepengetahuan jenderal geem berangkatlah istri sang jenderal dan bibi Choi serta beberapa pelayannya yang menemaninya menuju sungai kyusu.
__ADS_1
~
Inikah sungai itu bibi Choi?" Dengan tersenyum bibi Choi menjawab pertanyaan nyonyanya.
"Iya nyonya, inilah sungai kyusu." Deras air sungai dan jernihnya air membuat istri jenderal sangat ingin meminumnya.
"Air ini tidak mengalir ke pedesaan nyonya, lihatlah alirannya, air ini mengalir hingga ke pegunungan, tidak berapa banyak penduduk yang datang ke sini untuk berobat, tapi ada juga penduduk yang ketakutan melihat air di sungai ini."
"Begitukah? akan kuambilkan nyonya." Tapi istri jenderal menahannya.
"Tunggu ! biar aku saja, aku ingin mengambilnya sendiri."
Maka turunlah istri jenderal di bebatuan yang berbentuk tangga dan menunduk di atas bebatuan, tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi mendung kelabu, gemuruh angin berhembus kencang.
"Nyonya, Sepertinya hujan akan turun." ucap dayang Choi.
Dengan kedua tangannya, istri jenderal memasukkan air ke mulutnya. Tegukan pertama membuat jantungnya berpacu dengan kencang, lalu tegukan kedua membuat perasaannya terasa tenang lalu tegukan ketiga membuat aliran darah dan denyut nadinya berdetak lebih cepat dari biasanya, ia merasa badannya sehat dan segar kembali.
Seminggu setelah kepergian istri jenderal ke sungai kyusu, barulah diketahui oleh jenderal gem, hal itu membuatnya sangat marah, betapa tidak ! ingatan sewaktu kecil masih membayanginya, aliran darah yang mengalir ke sungai kyusu masih teringat jelas di ingatannya.
Darah seorang wanita yang pernah melindunginya dan dia meminumkan air dari sungai itu dan wanita itu berubah menjadi buih dan mengalir bersama air di sungai itu.
__ADS_1