
Ucapan pangeran membuat Tabib Jang sangat curiga. "Pangeran mahkota Anda baik-baik saja? sebaiknya anda beristirahat di dalam tenda," ucap tabib Jang. Pangeran berdiri dari posisinya yang berlutut. Dia menatap tubuh kaku itu.
"Bawa tubuh Kasim Cha dan berikan pekuburan yang layak," perintah pangeran.
"Baik pangeran," Para prajurit bergegas mengerjakan perintah pangeran. Setelah kejadian itu, mereka semua kembali ke barak utama. Renzai terlihat berdiri di jalan masuk tenda bersama wakil Cheon. Pandangan mata Tabib Jang beralih ke Jenderal Geem, dia pun tidak mau ketahuan bahwa dia sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan kasim Cha.
"Renzai, kenapa kau menunggu di sini? segera masuk ke tendamu," ucap sang Ayah. Renzai mengangguk dan mengikuti jenderal Geem.
Tabib Jang memperhatikan wakil Cheon, ketika dia pergi, dia terlihat bernapas lega. Kini dia mengetahui mengapa wakil Cheon ini selalu terlihat tunduk dan ketakutan jika di hadapan Renzai, karena dia tahu bagaimana sosok gadis itu sebenarnya.
***
Hari yang telah lama di tunggu telah tiba, genderang perang serta terompet terdengar dari kejauhan, pihak musuh telah bersiap-siap menuju medan peperangan. Saat itu barak utama dan kedua telah kosong hanya segelintir orang saja yang ada di sana menemani Renzai.
Renzai belum bergerak sama sekali, semakin dia menunjukkan dirinya maka semakin kuat pula rasa ingin tahu pihak Hanjang mengenai prajurit bertopeng itu. Apalagi Jenderal Geem memerintahkan 6 prajurit berjaga di depan tenda, tidak ada yang bisa mendekati tenda itu. Renzai sama sekali tidak mempermasalahkannya. Keenam prajurit itu sangat mudah di atasi, jika waktunya tiba, dia akan segera ke medan perang.
Sama halnya dengan kelima Akai. Mereka pun tidak melakukan pergerakan apapun, mereka masih bersembunyi dan menunggu jenderal mereka, jika dia bergerak maka para Akai pun bergerak.
"Apa yang akan terjadi, kau ingat perintah Jenderal kimi ga, kita harus menghabisi jenderal Geem dan orang-orang Hanjang lainnya, tapi bagaimana kita melakukannya, itu sama saja kita menolong pihak lawan," ucap Otaru.
"Sst, ada yang datang." Langkah kaki perlahan mendekati tenda, pria itu terlihat mencurigakan. Kelima Akai memperhatikannya, dia adalah salah satu kapten bernama Kim hyun ki, dan dia rupanya memiliki rencana lain hingga berani mengambil resiko meninggalkan posisinya. Perlahan dia mendekati tenda Renzai. Keenam prajurit di habisinya dengan mudah. Rupanya pria itu memiliki pemikiran lain di kepalanya. Sementara semua orang berangkat berperang, dia rupanya berhasil menyusup dan kembali ke barak utama.
Nafsu menguasai lelaki itu, dia masuk ke dalam tenda Renzai dan mencarinya, tetapi sejak tadi Renzai telah pergi, bahkan pranjrit itu tidak mengetahuinya. "Sialan, kemana gadis itu. Aku akan membuatnya jadi milikku, kali ini pangeran akan mengerti bahwa apa yang kuinginkan akan segera tercapai." Dia keluar dan mencari Renzai, dia kemudian mengingat taman di dekat hutan.
__ADS_1
"Apa dia pergi kesana?" Ucapnya bersemangat. Para Akai menggeram, pedang mereka telah berada di tangan mereka masing-masing.
"Biarkan aku membunuh pria menjijikkan itu, berani sekali dia memiliki pikiran kotor yang ditujukan kepada Jenderal," ucap Hatachi. Mereka melompat dari satu pohon le pohon lain dengan tangkas.
Benar saja, Renzai ada di sana tetapi dia tampak berbeda, dia mengenakan pakaian besi berwarna hitam, topengnya masih belum terpasang di wajahnya. Rambutnya telah diikat tinggi-tinggi, dia menghadap ke belakang.
Wajah Kim hyun ki sontak terperangah, dia menatap Renzai dari ujung laki hingga ujung kepala. Dia lalu tertawa tidak percaya.
"Nona Lee Renzai. Apa yang kau lakukan dengan pakaian seperti itu. Apa anda ingin berangkat berperang? Aku tahu anda memang unik, tetapi berangkat berperang sedikit berlebihan untuk seorang wanita, jadi lupakan, nanti anda akan terluka, saya tidak bisa melindungi anda setiap saat." Dia terkekeh dan mulai melangkah mendekat ke arah Renzai, menurutnya apa yang di lakukan Renzai adalah suatu hiburan kecil yang lucu.
Sebuah kekehan mengerikan terdengar dari suara Renzai, suara itu seperti suara yang berasal dari tempat yang gelap dan jauh. Renzai berbalik dan pria itu sangat terkejut, seluruh mata Renzai telah berubah menjadi hitam. Tidak ada lagi sklera yang tampak yang berfungsi melindungi matanya seluruhnya telah berubah menjadi hitam pekat, seringai menyeramkan terlihat di wajahnya.
Mata kim Hyun ki terbelalak, karena begitu terkejutnya hingga dia tersungkur ke tanah. Kelima Akai pun keluar dari persembunyiannya, mereka berlima mengelilingi pria tidak tahu malu itu. Dia mengeluarkan pedanganya dan mengarahkan kepada Renzai dan yang lainnya.
Renzai kembali tertawa keras, dia mengenakan topengnya di depan pria itu. Wajahnya bertambah berubah pucat, akhirnya dia mengenal siapa prajurit yang selama ini di cari-cari oleh semua orang, prajurit hebat dan kelima prajurit bertopeng yang selalu menemaninya. Bahkan pangeran pun tidak tahu mengenai mereka.
"Bagaimana kalau kalian bekerja sama denganku. A-aku bisa memberikan apapun yang kalian mau. Uang, jabatan serta kekayaan yang melimpah, tapi jadilah orang-orangku, jadilah milikku," ucapnya dengan wajah mengerikan.
Bunuh dia.
"B-bahasa apa yang kau katakan Nona Renzai, bukankah itu adalah bahasa dari kerjaaan Ochtosk? Aku tahu bahasa itu, ayahku sempat menceritakan kepadaku sebuah dongeng, Jenderal yang kejam yang akhirnya berubah menjadi buih di sungai kyusu. Apa kau ...." Dia lalu terdiam, sekarang dia betul-betul ketakutan, terlihat jelas di wajahnya.
Hal itu tidak akan terjadi lagi padaku. Aku akan menghancurkan sungai itu, maka aku akan terbebas dari kutukan itu.
__ADS_1
Suara mengerikan itu membuat Kim hyun ki merinding, dia menyadari siapa orang yang tengah berdiri di hadapannya.
"K-kisah itu nyata? Apa benar kau jenderal yang telah berubah menjadi buih? Dahulu kala seorang Raja, setelah puluhan tahun berlalu, maka seorang Jenderal kembali menjadi buih. Apakah kau orangnya?" Mata itu bergetar ketakutan, tidak ada jalan selamat di depannya.
Darahmu akan menjadi salah satu koleksi dari pedangku
Renzai mengayunkan pedangnya, sekali tebasan tubuh itu terbujur kaku di tanah di dekat hutan.
Nikmati pemandangan indahmu untuk yang terakhir kalinya, sekarang kita pergi.
"Baik jenderal."
***
Para Akai telah bersiap, mereka menuju peperangan yang sesungguhnya, mereka meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya hingga mencapai lokasi peperangan, sebanyak 1500 prajurit di kerahkan dari pasukan Hanjang, sedangkan dari pihak musuh jumlahnya tidak mencapai 1000 orang pasukan bantuan mereka tidak akan datang tepat waktu, mereka terkepung, berhamburan tidak terkendali, mereka tidak menyangka bahwa pasukan Hanjang akan sebanyak ini, dengan mudah mereka di pukul mundur, bahkan sang panglima perang telah tewas di tangan Jenderal Geem.
Sorakan gagap gempita memenuhi padang berumput yang kini kembali di penuhi lautan tubuh dua kerajaan.
Jenderal Geem berada di atas kudanya, dia menyadari bahwa kemenangan kali ini adalah kemenangan mutlak dari Hanjang, tidak ada lagi bantuan dari Prajurit bertopeng yang aneh.
"Sepertinya kita terlambat, jenderal." Mata hitam Jenderal Kimi ga mengarah kepada pangeran Yamagashi, tatapan tajam membunuh terlihat di wajahnya.
Bukan sekarang waktunya. Kalian akan tahu jika waktunya tiba, mereka akan habis di tanganku
__ADS_1
Sorakan dan tepukan genderang memecah keheningan ketika seluruh pasukan kembali ke barak utama. Pesta perayaan akan segera di laksanakan.