Bloody General Sword

Bloody General Sword
Eps 48


__ADS_3


Tatapan itu tajam menatap Jenderal Geem yang sedang makan, mereka berdua sedang makan malam di tenda, terasa bulu kuduk jenderal Geem meremang, entah kenapa, rasa dingin di tengkuknya dan keringat mengalir di punggungnya.


Apa yang terjadi? Ketakutan seperti ini pernah aku rasakan sewaktu aku kecil dahulu, ketika aku masih tinggal bersama Ayah di desa Gem dekat sungai Kyusu. Perasaan seperti ini aku rasakan saat bertemu dengan dia, Jenderal Ochtosk yang telah aku beri minum air sungai Kyusu sehingga dia berubah menjadi buih.


Tanpa Renzai sadari matanya telah berubah menjadi hitam legam, dia terus menunduk menatap pantulan dirinya dari air yang berada di dalam gelas.


"Renzai kau tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja, A...yah."


Jenderal Geem kembali fokus kepada makanannya, dia merasakan ketakutan itu lagi, tatapan tajam membunuh dari arah depannya. Sontak dia memberanikan menatap Renzai, mereka saling memandang, Jenderal Geem terdiam, matanya membelalak, tetapi mencoba bersikap normal.


"A-ayah akan mengikuti rapat Renzai, kau bisa tidur di kamar ayah, besok pagi-pagi sekali, kita akan kembali ke Hanjang." Dia memalingkan matanya, tetapi dari sudut matanya dia kembali meliriknya. Keringatnya berjatuhan, tengkuknya terasa dingin, dan dia menepuk pelan kepala putrinya seperti biasanya.


Jenderal keluar dari tenda dengan napas tertahan, dia berjalan cepat menuju tenda putrinya, dia kemudian mengintip dari jauh memastikan bahwa Renzai masih ada di tendanya, dia masih menikmati makanannya. Dengan langkah tergesa dia memasuki tenda putrinya dan menatap seluruh barang-barangnya. Dia kemudian mengambil sebuah buku-buku yang di sembunyikan di dalam sebuah peti segi empat, Jenderal Geem keluar dari sana, membawa peti itu sambil berlari.


Jenderal Geem tiba di dalam tenda Kim hyun ki, karena tenda di sana sudah kosong tidak berpenghuni jadi tidak akan ada yang mengganggunya di sana. Dia kemudian membuka peti segi empat milik Renzai. Tangannya gemetar ketakutan, segala buku tentang kerajaan Ochtosk terkumpul di dalam peti itu.


"Sejarah Kerajaan Ochtosk? Bangkitnya kembali kerajaan Ochtosk." Di bawah buku-buku itu potongan bendera kerajaan Ochtosk ada di sana. Jenderal Geem bergetar, napasnya naik turun, dia memegang peti itu menahan air matanya yang akan jatuh.


Renzai, kau tidak mungkin jenderal itu, kau adalah putriku.


Jenderal Geem berlutut di lantai sambil menangis terisak, menunduk sambil memeluk peti milik putrinya itu, dia menangis tersedu karena mengetahui kenyataan pahit yang harus diterimanya.

__ADS_1


***


Seseorang berjalan di belakangnya, membuat Jenderal Geem terkejut setengah mati.


"K-kau, bukankah kau adalah ...."


"Sst, Jenderal Geem, Aku adalah salah satu pengikut setia Jenderal Kimi ga. Aku mungkin akan berkhianat kepadanya, hanya ada satu cara yang dapat menolong putri anda dan juga jenderal kami dari jeratan kutukan ini, ambil pedangnya, pisahkan dia dengan pedangnya dan bawa Jenderal kimi Ga ke sungai Kyusu, jika anda tidak melakukannya, takdir akan terulang kembali, dia akan terus membantai orang-orang, sama dengan di zaman itu."


"M-maksudmu aku akan...." Jenderal Geem menggeleng keras, "Aku tidak akan melakukannya, dia adalah putriku, bagaimana mungkin seorang Ayah menghilangkan nyawa putrinya sendiri? Itu tidak mungkin." Jenderal Geem mengepalkan tangannya kuat-kuat. Air matanya berdesakan tidak tertahan.


"Tolong bantu aku, bagaimana bisa mengembalikan putriku."


"Tidak ada jalan lain, Jenderal. Hanya itu pilihan yang akan anda lakukan." Ucap salah satu Akai itu. Jenderal tertunduk sambil berlutut air matanya berjatuhan.


Pria itu kini telah pergi seakan di telan angin malam.


***


Angin berhembus kencang, kelima Akai berdiri di padang luas yang di tumbuhi rerumputan, bekas pertarungan masih tersisa di sana. Keempat Akai itu mengelilingi salah satu Akai, yaitu Akai Rui.


"Kau telah berkhianat." Kecam Hatachi.


"Seorang pengkhianat tidak bisa terus bersama sang jenderal," ucap Otaru. melayangkan pedangnya ke arah Rui.


"Kau tidak pantas bersama kami lagi." Tutsima mengatakannya dengan nada marah dan sedih di waktu bersamaan.

__ADS_1


"Seorang Akai yang berkhianat harus mati di tangan Akai lainnya." Matsue mengatakannya sambil menutup matanya, dia tidak mau memandang Rui.


Pria itu tersenyum pahit, dia memandang mereka semua. "Aku berkhianat. Aku pantas mati. Tapi izinkan aku hidup sampai saat itu, sampai pedang Jenderal sendiri yang menebas tubuhku, biarkan aku hidup." Rui menatap mereka berempat dengan wajah permohonan.


Hatachi menolehkan wajahnya dan menahan air matanya. "Kau memang bodoh Rui, tidak ada lagi teman kecilmu bernama Kimi Ga, tidak ada lagi cinta pertamamu, kau sadar dia adalah Jenderal Ochtosk, kau tidak bisa merubah takdirmu." Hatachi berteriak kepadanya dan pergi darinya.


"Selamat tinggal Rui, jalan dan tujuan kita telah berbeda. Selama menjadi Akai bersama denganmu selama puluhan tahun, Aku bangga bisa berdampingan denganmu, selamat tinggal."


Keempat Akai telah pergi meninggalkannya, kini Rui seorang diri, dia memilih jalan ini, dia rela berkhianat demi kebahagiaan sahabat kecilnya dan sekaligus cinta pertamanya sewaktu kecil, meskipun tidak akan pernah terbalas selamanya, sewaktu di zaman Ochtosk dulu.


"Mungkin, kalian akan memilih jalan yang sama denganku, jika saja kalian melihat bagaimana senyum dan tawa bahagia putri Kimi ga seperti aku melihatnya. Sebagai teman kecilnya, Aku hanya ingin mengembalikan senyum itu sebelum dia berubah menjadi jenderal yang kejam." gumam Rui.


****


Jenderal Geem tidak bisa tidur malam itu, sejak mengetahui siapa putrinya, dia tidak pernah bisa tenang. Wajah pria itu, dia adalah salah satu prajurit hebat.


"Aku kini mengingat wajah mereka, kenapa aku baru menyadarinya? Ketika aku telah memberikan minuman air sungai kyusu kepada seorang wanita yang ternyata adalah Jenderal mereka, dia berubah menjadi buih. Ketika itu aku tidak sadarkan diri, dan lima orang pria ada di sana, mereka menangisi kematian jenderal mereka. Salah satunya adalah pria tadi, tapi bagaimana mungkin, itu terjadi puluhan tahun yang lalu, mengapa mereka masih tampak muda?"


Jenderal Geem menggelengkan kepalanya, "Aku harus melakukan sesuatu, tetapi aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan kepada putriku sendiri." gumamnya sambil menundukkan kepalanya.


"Bunuh dia sebelum berubah menjadi Jenderal Kimi Ga."


Jenderal Geem terkejut bukan main, dia menatap sosok itu yang tidak lain adalah pangeran Hanjang.


"Pangeran?" Gumamnya, "K-kenapa anda tahu mengenai Renzai?"

__ADS_1


Pangeran lalu terdiam, dia melengkungkan bibirnya. "Karena sekarang ini aku telah mengingat siapa diriku sebenarnya. Aku adalah pangeran Yamagashi keturunan dari Raja Ochtosk yang kedua. Hanya itu satu-satunya cara menghentikan Jenderal Kimi ga, tidak ada waktu lagi, ketika dia telah berubah sepenuhnya menjadi seorang Jenderal Kimi Ga, maka putrimu Lee Renzai telah tiada, dia telah menyatu dengan masa lampaunya sendiri, karena putrimu adalah masa kini dari Jenderal Kimi ga, dia harus segera di musnahkan, jika tidak, maka kerajaan Hanjang bisa menjadi miliknya dengan mudah.


__ADS_2