Bodyguardku Seorang Mafia

Bodyguardku Seorang Mafia
Lebih Berpengalaman


__ADS_3

Brugg...


Tubuh gadis itu terguyung ke belakang setelah tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Buru-buru orang itu membantunya untuk berdiri kemudian meminta maaf padanya, memastikan apakah Gadis itu baik-baik saja atau tidak.


"Nona, Anda tidak apa-apa kan?!" tanya pria itu memastikan.


Gadis itu 'Luna' menggelengkan kepala dan meyakinkan pada pria yang menabraknya jika dirinya baik-baik saja. "Aku tidak apa-apa. Tapi Lain kali kalau jalan pakai kakimu, jangan pakai matamu!!" ucap gadis itu dengan nada sinis.


Karena dimana-mana orang berjalan itu memakai kaki, bukan mata. Karena mata untuk melihat, bukan untuk berjalan.


"Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak sengaja menabrakmu." Ucap pria itu penuh sesal. Pura-pura menyesal lebih tepatnya.


"Sudahlah, lupakan!!" ucap Luna dan pergi begitu saja.


Pria itu menyeringai, menatap kepergian Luna dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Kemudian ia berbalik dan melenggang pergi. Ditengah langkahnya dia berkata. "Xia Luna, kita pasti akan bertemu lagi!!"


.


.


Luna memasuki sebuah Cafe yang terletak di pusat kota. Kali ini dia datang sendirian tanpa pengawalan dari Nathan, tapi bukan berarti dia tidak ikut. Nathan memintanya untuk duluan karena dia harus menerima telepon. Dan Luna mengatakan akan menunggunya di cafe langganannya.

__ADS_1


Baru juga dia duduk. Tiba-tiba seorang pelayan menghampiri meja Luna untuk mencatat pesanannya. "Sementara itu saja, aku masih menunggu temanku." Ucap Luna setelah dia memesan. Luna hanya memesan minuman saja.


Pelayan itu mengangguk. "Baik, Nona. Kalau begitu anda tunggu sebentar," ucapnya dan pergi begitu saja.


Gadis itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Sejauh ini tak ada yang menarik di matanya, sampai dia melihat sepasang muda-mudi yang duduk di meja paling sudut.


Mereka berdua adalah anak SMA yang sepertinya sedang membolos. Muda-mudi itu sedang berciuman panas. Dan karena letak meja mereka paling sudut dan paling belakang, jadi tak ada yang menyadari apa yang mereka berdua lakukan.


Luna mendengus, dia merasa geli sendiri melihat apa yang mereka lakukan.


Selama 25 tahun dia hidup, belum sekalipun Luna melakukan kegiatan yang dilakukan oleh kedua pelajar tersebut. Intinya dia kalah dari mereka berdua. Tapi bukan berarti Luna belum pernah berpacaran, hanya saja dia tidak ingin menciptakan momen-momen romantis karena Luna takut dia akan terluka jika akhirnya ia dan sang kekasih berpisah.


Lalu apakah Luna masih mencintainya? Tidak ada yang tahu, karena orang itu adalah cinta pertamanya.


"Kenapa, kau iri dan ingin berciuman juga seperti mereka." ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di depan Luna. Gadis itu mengangkat wajahnya dan mendapati Nathan yang menatapnya dengan datar.


Luna menghela nafas panjang. Lalu ia menggeleng. "Tidak juga, untuk apa aku iri pada mereka berdua? Dibandingkan mereka berdua, jelas aku yang jauh lebih berpengalaman." Dan yang dia katakan tentu saja omong kosong. Karena Luna belum pernah berciuman sekalipun.


"Benarkah," Nathan menatapnya dengan ragu.


Dia tidak percaya ketika Luna mengatakan jika dirinya lebih berpengalaman dari kedua remaja tersebut dalam hal berciuman, ekspresinya benar-benar meragukan.

__ADS_1


"Tentu saja benar, apa Kau perlu pembuktian?!" ucap Luna menantang


"Kalau begitu buktikan!!" tantang Nathan.


Glukk...


Susah payah Luna menelan salivanya, Nathan benar-benar menantangnya. Dan dia menjadi bingung sendiri, lalu pada siapa ya harus membuktikan. Sedangkan Nathan terus menatapnya.


Tiba-tiba Luna bangkit dari kursinya dan mencondongkan tubuhnya ke depan, tanpa sepatah kata pun Luna meraih wajah Nathan dan mencium bibirnya dan membuat mata kanannya membelalak sempurna.


Sungguh Nathan tak menduga jika Luna akan mempraktekkan ciuman itu padanya.


Mata kanan Nathan menatap wajah Luna dengan seksama. Kedua matanya tertutup rapat dan bibirnya memagut bibir miliknya dengan lembut.


Namun ciuman itu tak kurang dari satu menit, dan ciuman tersebut membuat Nathan tau jika sebenarnya Luna sangatlah payah dalam hal berciuman. Ternyata Luna tak berpengalaman sama sekali.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2