
Nathan memicingkan mata kanannya ketika tiba di kediaman Keluarga Xia dan mendapati beberapa mobil mewah terparkir di halaman. Tak hanya Nathan yang kebingungan, tetapi Luna juga. Keduanya saling bertukar pandang dan saling menatap penuh tanda tanya.
Tak ingin rasa penasaran membunuhnya. Luna pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam diikutin Nathan yang berjalan mengekor di belakangnya.
Dan sesampainya ia di dalam rumah, Luna melihat ayahnya sedang mengobrol dengan beberapa orang asing, tiga pria, dua wanita dan seorang pria muda seusia Nathan di ruang tamu. Membuat Luna bertanya-tanya siapa mereka dan apa maksud kedatangannya.
Tuan Xia menoleh mendengar derap langkah kaki seseorang yang datang, dan dia tersenyum lebar saat melihat kedatangan Luna. "Luna, kemarilah. Daddy, ingin mengenalkanmu dengan seseorang." seru Tuan Xia sambil mengulurkan tangannya pada Luna.
Luna tak memberi jawaban apa-apa dan hanya menganggukkan kepala. "Luna, dia adalah Nick, putra bibi Wang. Kau pasti sudah lupa, dulu kalian berdua berteman baik ketika masih kecil."
"Lalu," Luna menyela ucapan ayahnya, dia memang tidak mengingat pernah berteman dengan pria bernama Nick itu sama sekali. Mungkin karena masih terlalu kecil "Jangan bertele-tele, langsung saja pada intinya," Luna mulai memiliki firasat yang tidak baik ketika sang ayah memperkenalkan dirinya pada pria bernama Nick tersebut.
Tuan Xia tertawa. "Kau memang tidak suka basa-basi, persis seperti ibumu. Daddy, dan Paman Wang telah memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua. Nick, adalah pria yang baik. Dan Daddy yakin dia bisa menyayangi dan melindungimu dengan baik,"
"Aku tidak mau!!" Luna menyela cepat.
"Apa yang kau katakan, Lun?!"
__ADS_1
"Dad, lagipula aku masih terlalu muda untuk memikirkan biduk rumah tangga. Jika pun harus menikah, aku akan menikah dengan lelaki pilihanku sendiri, bukan pilihan Daddy. Daddy, kau ini jangan kolot kenapa. Ini itu sudah zaman modern, jadi bukan zamannya untuk saling jodoh menjodohkan!!" Tegas Luna.
Luna menolak tegas keputusan ayahnya untuk menjodohkannya dengan Nick, meskipun ayahnya mengatakan jika iya dan Nick pernah berteman baik ketika masih kecil, tetapi itu dulu dan Luna telah melupakannya.
"Jangan terburu-buru menolak dulu, Luna. Kenapa kalian tak coba menjalaninya saja dulu,? Setelah mengenal Nick, Bibi yakin kau tidak akan menyesal. Karena dia adalah pemuda yang baik, penyayang, penyabar dan yang jelas dia tampan dan sudah mapan."
"Benar apa kata Bibi Wang, Luna. Jalani saja dulu, siapa tahu kalian berdua cocok dan benar-benar berjodoh," ucap Tuan Xia menyahuti.
"Aku tidak setuju!!" dan perhatian mereka teralihkan oleh seruan Nathan.
Setelah cukup lama diam dan hanya menjadi pendengar, akhirnya Nathan mulai angkat bicara. Nathan menatap Tuan Xia dengan pandangan dingin dan datar, membuat pria itu gemetar ketakutan.
"Putrimu bukanlah barang yang bisa kau perjualbelikan!! Jika kau memang menginginkan kebahagiaannya, seharusnya kau hargai keputusannya. Bukan kau yang akan menjalaninya, tetapi dia. Jadi untuk itu Jangan bersikap egois dan mementingkan kepentingan pribadimu saja!!" Ujar Nathan panjang lebar.
Nick bangkit dari duduknya lalu menghampiri Nathan. "Kurang ajar!! Kau ini siapa? Berani-beraninya ikut campur, apa kau tidak memiliki sopan santun? Atau memang kau tidak diajarkan somplak santun sama sekali oleh orang tuamu!!"
Buaghh...
__ADS_1
"NICK!!"
Nyonya Wang memekik kencang melihat putranya tersungkur di lantai akibat pukulan Nathan. Lalu pandangan Nyonya Wang bergulir pada pria itu. "Yakk!! Apa yang kau lakukan pada Putraku?! Kenapa kau memukulnya dan bersikap seperti berandalan?!" amuk Nyonya Wang.
Nathan menutup hidungnya. "Hn, mulutmu terlalu bau, Nyonya. Sebelum berpergian, sebaiknya gosok gigimu terlebih dulu!!"
"Yakk!! Berani-beraninya kau menyebut gigiku bau, apa kau sudah bosan hidup?! Junsu, sebenarnya dari mana kau pungut si cacat ini? Kenapa lidahnya tajam sekali?!" teriak nyonya Wang emosi.
"Jaga bicaramu, Monica. Ucapanmu bisa menyinggung orang lain," ucap Tuan Wang mencoba menenangkan istrinya. Tetapi nyonya Monica tak mau mendengarkannya dan dia malah berteriak kepada suaminya.
"DIAM, KAU TIDAK PERLU IKUT CAMPUR!!"
Luna mendengus. "Daddy, Daddy, orang gila kok diizinkan masuk." ucap Luna dan pergi begitu saja.
Mereka terlalu memuakkan, dan Luna sedang kesal setengah mati pada ayahnya. Bisa-bisanya dia memaksanya untuk menikah dengan orang yang tak ia kenal sama sekali.
.
__ADS_1
.
Bersambung.