Bodyguardku Seorang Mafia

Bodyguardku Seorang Mafia
Diikuti


__ADS_3

Nathan menghentikan langkahnya ketika dia merasakan pergerakan seseorang dibelakangnya. Membuat Luna ikut berhenti juga. Kemudian wanita itu menoleh dan menatap Nathan penuh tanya.


"Ada apa?" tanya Luna sambil menatap Nathan penasaran.


Nathan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa ada seseorang yang sedang mengikuti kita,"


Sontak Luna menoleh dan tak mendapati siapapun berjalan di belakang mereka. "Mana, aku tidak melihat siapa-siapa. Mungkin itu hanya perasaanmu saja," ucapnya sambil menatap langsung ke dalam manik kanan milik Nathan.


"Ya semoga saja,"


Insting Nathan tak pernah salah, dia memiliki insting yang sangat kuat dan Nathan sangat yakin jika mereka berdua sedang diikuti.


Saat ini ia memang belum menemukan tanda-tanda keberadaan orang itu, tetapi bukan berarti Nathan membiarkannya begitu saja. Dia benar-benar yakin telah diikuti, dan intinya tak pernah salah.


Tiba-tiba Nathan melepaskan genggaman tangan Luna dan membuat wanita itu bertanya-tanya. "Ada apa?" dia menatap suaminya penasaran.


"Kau tidak masalah kan kita jalan sendirian? Aku hendak memastikan sesuatu," ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Luna.


Kemudian wanita itu melepaskan pelukannya pada lengan suaminya. Luna menganggukkan kepala ketika Nathan memberi kode agar ia melanjutkan langkahnya. Sementara Nathan entah pergi kemana, karena hanya ini satu-satunya cara mengetahui apakah mereka benar-benar ingin diikuti atau tidak.

__ADS_1


Dan benar sekali dugaan Nathan, ketika ia sudah terpisah dari Luna. Dua pria tiba-tiba muncul dari balik semak-semak selalu mengikuti wanita itu. "Apa kau yakin ini aman? Bagaimana jika si cacat itu kembali lalu menghabisi kita?" ucap pria berkacamata hitam berkepala botak pada pria jangkung di sampingnya.


"Kau tenang saja, dia sudah kabur duluan. Pasti dia menyadari keberadaan kita lalu melarikan diri, mungkin dia juga tidak ingin kehilangan mata kanannya juga. Makanya membiarkan wanitanya berjalan sendirian!!" ucap si jangkung menimpali.


"Kenapa kalian berdua percaya diri sekali?!" Sahut seseorang dari belakang. Sontak keduanya menoleh, dan kedua pria itu membelalakkan matanya melihat Siapa yang berdiri di belakang mereka. "Kenapa terkejut melihatku? Apa kalian berpikir jika aku adalah seorang pengecut?!"


"Ma..Mau apa kau?! Jangan mendekat, jika kau tidak ingin mata kananmu ku buat buta juga seperti mata kirimu!!"


"Lakukan saja jika kau memang bisa!!" pinta Nathan menantang.


Sebelum kedua pria itu bergerak ke arahnya. Nathan lebih dulu melepaskan tembakan ke arah kaki keduanya, dan membuat kedua pria itu jatuh tersungkur seketika.


"Ka..Kau memang brengsek!!"


"Jangan pernah bermain api denganku, jika kalian tidak ingin terbakar!! Sebelum kesabaranku benar-benar habis, sebaiknya katakan siapa yang menyuruh kalian berdua? Dan kenapa kalian mengikuti istriku?!" tanya Nathan meminta penjelasan.


Nathan mengarahkan senjatanya pada mereka berdua. Dan ancamannya tentu tidak main-main. "Katakan sebelum aku benar-benar habis kesabaran, aku akan memberi kalian waktu 5 detik untuk berpikir!!"


"Jangan bunuh kami, Tuan!! Kami hanya orang suruhan, dan kami berdua tidak memiliki maksud jahat. Tugas kami hanya mengawasi Nona itu dan kami tidak memiliki maksud jahat. Tuan hanya meminta kami melaporkan apapun yang dilakukan olehnya, itu saja tugas kami!!"

__ADS_1


"Lalu katakan siapa tuan-mu dan kenapa dia ingin mengawasi istriku?!" tanya Nathan menuntut, dia butuh penjelasan.


Kemudian salah satu dari kedua pria itu memberikan sebuah kartu nama pada Nathan. Itu merupakan kartu nama milik dari orang yang menyuruh mereka.


Nathan melihat Marga di kartu nama tersebut, dan pria itu bermarga Kim.


"Kalian Pergilah, dan jangan pernah coba-coba untuk mengawasinya lagi. Atau kalian berdua akan tahu akibatnya!!" ancam Nathan bersungguh-sungguh.


Mengabaikan rasa sakit pada kakinya, kedua pria itu pun berjalan merangkak. Mereka benar-benar tidak ingin mati di tangan Nathan dengan cara mengenaskan.


Sementara itu, Luna yang merasa Nathan terlalu lama memutuskan untuk kembali dan mendapati pria itu berjalan menghampirinya.


"Kenapa kau lama sekali, apa yang terjadi?! Dan kedua pria itu~"


Nathan menggeleng. ",Bukan apa-apa, dan tidak perlu menghiraukan mereka. Sudah ayo pergi," Nathan merangkul bahu Luna, dan mengajak wanita itu pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2