
Xi Nathan, memangnya siapa yang tak mengenalnya. Seorang pria berdarah China yang memiliki wajah tampan, bertubuh kekar dan penampilan yang menarik. Nyaris sempurna, Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Xi Nathan.
Tapi, seperti yang diketahui semua orang bahwa ada pepatah lama yang mengatakan jika tidak ada gading yang tak retak. Ya! Hal itu juga berlaku untuk seorang Xi Nathan. Dia juga seorang manusia biasa. Dia tidak sempurna seperti apa yang tampak di permukaan. Bagaimana pun sempurnanya Nathan, tetap saja dia masih memiliki kekurangan.
Lalu apa yang menjadi cacat bagi pria seperti Nathan? Wajah? Mustahil. Dia begitu tampan dengan garis rahang yang tegas, walaupun banyak yang mengatakan jika dia itu cantik. Seperti wujud nyata dewa-dewa di masa Yunani kuno. Uang? Bukan! Dia sangat kaya raya.
Nathan adalah seorang raja di dunia bawah yang berkuasa di tiga benua. Pria yang di segani hampir seluruh makhluk dunia gelap tak hanya di negara itu. Bahkan namanya sudah menghantui China dan mengusik kedamaian Triad. Selain itu, Jepang pun sudah mulai mendengar kiprahnya dan Yakuz* juga sekarang sedang mencoba untuk menarik kerja sama dengannya.
Ya, inilah cacatnya. Dia seorang mafia. Dengan deretan tempat hiburan malam yang berada di bawah telapak kakinya. Penyelundupan senjata api illegal, narkob*, dan kasin*.
Siapapun akan bergidik ngeri jika berhadapan dengan pria yang satu ini. Tak terkecuali bagi perempuan cantik bernama Xia Luna. Gadis yang saat ini berada dibawa perlindungannya. Ya, Nathan adalah bodyguard gadis cantik itu.
Mobil Nathan melaju kencang pada jalanan yang legang. Sesekali dia melihat ke belakang melalui kaca spion. Ada dua van hitam yang mengikutinya di belakang, dan Nathan tahu persis siapa di dalam van tersebut.
Di dalam mobil itu Nathan tak hanya sendirian, dia bersama seorang pria yang mengemudikan mobilnya. Pria itu turut menatap ke belakang melalui spion
"Sepertinya kita sedang diikuti," ucap laki-laki yang duduk di balik kemudi.
"Hn, aku juga tahu. Giring mereka menuju tebing, di sana kita akan memberi mereka pelajaran!!" Nathan menatap pria yang duduk di sampingnya. Pria itu pun mengangguk.
Seperti yang Nathan katakan pria itu pun mengarahkan mobilnya menuju tebing kota Seoul. Dan seperti dugaan mereka berdua, kedu van itu masih tetap mengikuti di belakang.
"Mulai dari sin, kemudi aku yang mengambil alih!!" Nathan menatap pria di sampingnya yang seketika Berkeringat dingin mendengar apa yang baru saja ia sampaikan.
"Apa tidak lebih baik tetap aku saja yang mengemudi?" ucap pria itu, dia tidak ingin mati konyol karena cara mengemudi Nathan yang ugal-ugalan.
__ADS_1
Pria itu dengan tajam. "Jika tetap kau yang mengemudikan mobilnya, aku tidak yakin rencanaku akan berjalan dengan mulus!!" Jawab Nathan menimpali. Akhirnya mereka berdua pun bertukar posisi, kemudi kini diambil alih oleh Nathan.
Nathan melirik pria di sampingnya dan mendecih. Dia terlihat menutup matanya rapat-rapat sambil menggenggam erat sabuk pengamannya!! "Ck, tidak perlu berlebihan!! Aku tidak akan membawamu ke neraka!!" ucap Nathan mencibir.
Nathan menghidupkan mesin mobilnya dan mobil itu melesat cepat dengan kecepatan penuh. Membuat tubuh pria yang duduk disamping Nathan menegang seketika. Sangking kencangnya mobil tersebut melaju, sampai-sampai pria itu merasa jika mobil yang Nathan kemudikan tidak menyentuh aspal (Melayang).
"HUAAA!!! NATHAN GILA, TIDAK WARAS, KALAU INGIN MATI SEBAIKNYA JANGAN AJAK-AJAK!!" teriak pria itu histeris. Nathan mendengus, rasanya dia ingin menyumpal mulutnya yang terlalu berisik itu.
DORRR...
DORRR...
Dua tembakan beruntung dilepaskan ke arah mobil yang dikemudikan oleh Nathan. Namun dua tembakan yang dilepaskan itu meleset. Sadar jika musuh mulai menyerang, tak lantas Nathan tinggal diam. Dia meminta pria yang duduk di sampingnya untuk berdiri dan memberikan tembakan balasan.
Meskipun dia seorang pen penakut, tetapi pria itu adalah seorang penembak jitu. Dan dia merupakan tangan kanan Nathan yang paling bisa diandalkan dalam urusan tembak-menembak.
Dorr...
Dorr...
"Gila, ternyata mereka bukanlah lawan yang mudah!!" ucap pria itu sedikit frustasi.
"Tetap pertahankan, kau hanya perlu menumbangkan dua diantara mereka bertiga!!" jawab Nathan menimpali.
"Aku sudah tahu dan kau tidak perlu mengingatkan lagi!!" pria itu Chan, menatap Nathan dengan sebal.
__ADS_1
Mobil yang Nathan kemudian mulai memasuki kawasan perbukitan. Jurang terlihat jelas di sisi kiri jalan, beruntung jurang dalam itu bukan di sisi kanan, karena jika di sisi kanan sudah bisa dipastikan jika Chan akan jatuh pingsan. Chan sangat phobia pada ketinggian.
Blammm....
Terdengar suara ledakan dari arah belakang. Sontak Nathan menoleh dan mendapati salah satu dari kedua Van itu menabrak tebing sebelum akhirnya terbakar dan meledak.
"Kerja bagus kawan!! Tinggal satu van lagi," ucap Nathan.
"Bagus apanya, peluruku hanya tersisa satu. Dan ini merupakan peluru penentuan, jika sampai tembakanku kali ini gagal, bisa-bisa kita berdua juga menjadi korban!!" ucap Chan menjawab ucapan Nathan.
Dorrr...
Ckittt...
"Omo!! Omo!! Omo!! Apa yang terjadi?" panik Chan saat merasakan mobil mulai tak stabil.
"Sial, ban bagian belakang sepertinya tertembak!!"
Kedua mata Chan sontak membulat sempurna. "Apa?! Tertembak!! Sial, aku tidak ingin mati konyol disini, apalagi aku masih belum menikah!! Dewi Fortuna, bantu aku!!" teriak Chan seraya melepaskan tembakannya. Dan berhasil, tembakan yang Chan lepaskan berhasil menghentikan Van itu juga. Van itu terperosok ke dalam jurang dan meledak.
"Berhasil!!" Chan bersorak senang. Kemudian dia kembali melihat ke depan. Matanya membelalak sempurna. "NATHAN AWAS!!!"
-
-
__ADS_1
Bersambung.