Bodyguardku Seorang Mafia

Bodyguardku Seorang Mafia
Pencarian Nathan


__ADS_3

Setelah mengantar Luna pulang, Nathan pergi lagi untuk mencari pria bermarga Kim tersebut.


Dia benar-benar tidak bisa merasa tenang, sebelum pria itu berhasil ia temukan.


Apakah Nathan pergi sendirian?! Maka jawabannya tidak, dia membawa Chan untuk pergi bersamanya. Dan tentu saja berbagai sumpah serapah berkali-kali keluar dari mulut Chan, dan itu ditunjukkan pada Nathan.


"Huaaa...!! Jika kau ingin mati sebaiknya mati saja sendiri, jangan ajak-ajak aku. Aku ini masih perjaka, belum menikah apalagi belum merasakan malam pertama!! Huhuhu, bumi-langit tolong lindungi aku,


Nathan menatap Chan dan mendecih sebel. Entah sudah keberapa kalinya pria itu mengeluarkan berbagai macam sumpah serapah dari mulutnya. Padahal nathan tak berniat untuk membawanya pergi ke neraka.


"Diamlah!! Kau terlalu berisik!!" bentak Nathan sedikit emosi. Dia benar-benar kesel dengan kelakuan Chan.


"Huhuhu!! Sudah tahu aku ketakutan, tetapi kau malah memarahiku!! Huhuhu, kenapa aku harus memiliki Bos yang seperti Iblis sih?!" ucap Chan menyampaikan keluh kesannya.


Nathan mendecih sebal. Rasanya dia ingin sekali melempar anak buahnya ini keluar dari mobilnya.


Dan perhatian Nathan sedikit teralihkan oleh suara dering pada ponselnya.


Ada panggilan masuk dari Max. Nathan pun segera menerima panggilan tersebut.


"Aku sudah menemukan lokasinya, akan ku sherlock lokasinya,"


"Hn,"


Setelah menemukan keberadaan pria itu, Nathan pun kembali tancap gas menuju lokasi. Ia menambahkan kecepatan pada mobilnya dan membuat Chan langsung histeris karena terkejut.

__ADS_1


"KYYYAAAA!!! DEWA LANGIT, DEWA BUMI, DEWA BULAN, DEWA MATAHARI, DEWA CINTA,DEWA GURUN, DEWA AIR, DAN DEWA-DEWA YANG HIDUP DI ALAM INI. LINDUNGI AKU, JIKA KALIAN INGIN MENGAMBIL NYAWA SESEORANG, AMBIL SAJA NYAWA BOS GILAKU INI!!"


Nathan menghela nafas berat. Membawa Chan untuk ikut bersamanya benar-benar sebuah keputusan terpuruk yang pernah ia ambil.


Bukannya membantunya, dia malah membuatnya pusing dengan tingkah dan kelakuannya. Tak ingin Chan mengganggu konsentrasi mengemudinya, akhirnya Nathan membuat pria itu pingsan dengan memukul tengkuknya. Karena begini lebih baik.


Dan setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam, akhirnya Nathan tiba di lokasi. Iya pun segera turun dari mobilnya dan meninggalkan Chan yang masih tak sadarkan sendiri diri sendiri di mobilnya.


Nathan masuk ke dalam sebuah klub malam yang letaknya tersembunyi dari hiruk-pikuk gemerlap kota Seoul.


Dua penjaga mencoba menghalanginya, namun keduanya langsung ditumbangkan oleh Nathan dengan sekali hantaman.


Pria itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, mencari pria bermarga Kim tersebut. Menurut titik lokasi yang dikirimkan oleh Max padanya, orang itu ada di club' ini. Tapi sayangnya Nathan tidak tahu yang mana orangnya dan seperti apa rupanya


Nathan berjalan menuju counter bar kemudian memesan. Sesekali iya menyapukan pandangannya, Nathan masih mencoba mencari yang mana pria bermarga Kim tersebut. Lalu pandangan Nathan bergulir pada Bartender yang ada di depannya.


Pria itu mengangguk. "Ya. Untuk apa ada mencarinya?" tanya bartender itu penasaran.


"Untuk menyelesaikan sebuah masalah!!" jawabnya datar. "Sebaiknya segera tunjukkan yang mana orang itu!!" nathan mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke dalam manik hitam milik bartender tersebut.


Susah payah pria itu menelan salivanya melihat tatapan Nathan yang dingin dan berbahaya. "Di..Dia yang duduk di sofa merah dengan ditemani dua wanita." Ucapnya.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Nathan bangkit dari kursinya lalu menghampiri pria itu. Dia hendak membuat perhitungan dengannya. "Apa kau yang bernama, Kim Dan?!" Tanya Nathan tanpa banyak basa-basi.


Lantas pria itu meminta dua wanita yang menemaninya untuk pergi. Menyisakan dia dan Nathan berdua di sana. "Ya, itu aku. Memangnya ada urusan apa kau mencariku?!" tanya Dan dengan ada kurang bersahabat.

__ADS_1


"Jadi kau orang yang mengirim dua bajinga* itu untuk mengawasi istriku?! Luna, untuk apa kau ingin mengawasinya?!" Nathan butuh penjelasan sekarang.


Alih-alih menjawab pertanyaan Nathan. Dan malah tersenyum meremehkan. "Istrimu?! Sejak kapan dia menikah denganmu? Kenapa aku mengawasinya itu tidak ada hubunganya denganmu!! Tentu saja ada, karena dia adalah istriku!! Dan aku tidak akan membiarkan keselamatannya terancam di depan mataku!;"


"Oh, jadi kau ingin menjadi pahlawan kesiangan untuknya?! Hebat sekali, memangnya Apa yang bisa dilakukan oleh pria cacat sepertimu?!"


Tanpa banyak basa-basi, Nathan mengeluarkan senjata yang terselip dibalik kemeja yang ia kenakan lalu melepaskan dua tembakan pada pria di depannya. Membuat orang-orang yang berada di sana menjadi panik dan ketakutan.


"Ka..Kau sudah gila ya?!" teriak pria itu terbata-bata. Nathan menembak bagian paha dan perut sebelah kirinya.


"Aku memang gila, dan orang gila ini yang sebentar lagi akan mengantarkanmu ke neraka!! Dan Itu merupakan harga mahal yang harus kau bayar karena telah berani mengusik ketenangan istriku!! Dan detik ini juga, aku akan mengantarkanmu ke neraka!!"


"JANGAN!!"


Tubuh itu pun ambruk seketika setelah dua tembakan dilepaskan oleh Nathan. Tembakan kali ini bersarang pada kepala dan dada kirinya. Membuat dia meregang nyawa detik itu juga.


Sebagai seorang suami, tentu saja Nathan tak akan membiarkan siapapun mengusik keselamatan istrinya. Dan harga mahal yang harus dia bayar adalah dengan nyawanya.


Kim Dan sendiri merupakan putra dari kakak ayah Luna yang telah Terusir dari keluarga besarnya beberapa tahun yang lalu, juga orang yang selama ini ingin mendekati Luna.


Dan kematian pria itu, tentu saja menjadi kelegaan bagi Nathan. Karena tak ada lagi yang mengusik ketenangan dan keamanan istrinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2