Bodyguardku Seorang Mafia

Bodyguardku Seorang Mafia
Kembalinya Melisa


__ADS_3

"Sudah diputuskan!! Aku akan kuliah lagi!!"


Nathan menghisap rokoknya dalam-dalam, kepalanya menengadah menatap langit musim semi yang cerah ketika sebuah suara perempuan memecah kedamaiannya. Dia hembuskan asap rokoknya ke udara lalu menoleh kebelakang dan mendapati Luna berjalan menghampirinya.


Pria itu memicingkan mata kanannya dan menatap Luna penuh tanya. "Maksudmu?!"


Wanita itu menghela napas. "Apakah maksudku masih belum jelas?! Aku mau kuliah lagi, berdiam diri tanpa kesibukan lama-lama membuatku bosan. Jadi aku memutuskan untuk melanjutkan kuliahku kembali!!" Ujarnya menuturkan.


Nathan memang pernah mendengar dari Tuan Xia jika Luna sebenarnya masih belum lulus kuliah. Sudah dua tahun terakhir dia memutuskan untuk mengambil cuti.


Dan tiba-tiba hari ini dia mengatakan akan kuliah lagi.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?" ucap Nathan memastikan.


"Ya, tentu saja aku yakin. Lagi pula berdiam diri tanpa melakukan apapun untuk membosankan, makanya aku memutuskan untuk kuliah lagi!!" jawab Luna.


Apalagi sejak ia dan Nathan berdamai, Luna menjadi semakin bosan karena tidak memiliki lawan untuk berdebat.


Bukan berarti mereka berdua benar-benar tidak berdebat lagi, mereka masih sering terlibat perdebatan namun tak separah dulu.


"Apa kau sudah membicarakan hal ini dengan ayahmu?" tanya Nathan.


Luna menggeleng. "Belum!! Aku belum memberitahunya dan baru membahasnya denganmu. Rencana malam ini aku mau memberitahu Daddy." Jelas Luna. "Kau setuju kan?" ucap Luna sambil mengunci manik hitam milik Nathan.


"Kalau aku terserah dirimu. Karena yang menjalaninya adalah kau, bukan aku. Dan yang bisa aku lakukan hanyalah mendukung apapun keputusanmu, selama itu masih wajar dan tidak membahayakan dirimu sendiri aku sih oke-oke saja!!" jawab Nathan panjang lebar.


Luna tersenyum lebar. "Fine!! Sudah diputuskan, aku akan kembali kuliah lagi mulai Minggu depan!!" Ucap Luna bersemangat.


Nathan menghela napas dan menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang terkadang seperti bocah. Meskipun ia dan Luna telah menikah, tetapi Natan tak ingin membatasi gerak Luna apalagi melarangnya melakukan sesuatu yang dia inginkan. Selama itu masih normal dan tidak membahayakan dirinya sendiri, bagi Nathan itu bukanlah masalah.


"Masuklah." Nathan membuang puntung rokoknya kemudian masuk ke mobilnya begitu pula dengan Luna.


Kendaraan roda empat itu melaju perlahan meninggalkan area sungai Han. Dan membaur dengan kendaraan lain yang melaju silih berganti dan berlawanan arah.


Sepanjang jalan Luna terus saj mengoceh sedangkan Nathan menjadi pendengar setianya. Entah sudah berapa banyak macam hal yang dia bahas dalam waktu kurang dari tiga puluh menit ini. Dan hebatnya Nathan tak merasa bosan apalagi terganggu. Dia justru merasa terhibur mendengar ocehan Luna.

__ADS_1


"Tunggu!! Sebenarnya kita mau kemana?! Ini bukan jalan pulang ke rumah." Luna menoleh dan menatap Nathan penasaran. Ini bukan jalan menuju pulang ke rumahnya.


"Ke rumahku!! Sejak kita menikah, belum sekalipun aku membawamu ke sana apalagi memperkenalkanmu pada orang-orangku!! Mereka harus tahu siapa dirimu, agar bisa menjaga dan melindungimu!!" jawab Nathan.


Luna terdiam mendengar ucapan Nathan. Terus terang saja dia penasaran siapa Nathan sebenarnya dan apa statusnya. Mungkin di sana ada luna akan menemukan jawabannya.


"Kenapa kau diam?! Apa yang kau pikirkan?" tanya Nathan melihat kediaman Luna.


Wanita itu menggeleng. "Tidak apa-apa, apakah rumahmu masih jauh?! Aku jadi sangat penasaran seperti apa rumah milikmu!!"


"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi!!" jawab Nathan menimpali.


.


.


"Tuan, dia telah kembali."


Gerakan tangan Tuan Xia terhenti setelah mendengar apa yang disampaikan oleh pria berkacamata di depannya.


"Nona Melisa, dia telah kembali." Ucap pria itu lagi.


Tuan Xia diam setelah dia mendengar apa yang pria berkacamata itu katakan. Melisa telah kembali setelah kepergiannya selama 23 tahun?! Apakah itu artinya, rahasia besar yang ia sembunyikan selama ini akan terbongkar?


"Lalu di mana dia sekarang?!"


"Dari informasi yang saya terima, saat ini Nona Melisa sedang berada di rumah peninggalan nyonya. Mungkin dalam waktu dekat ini, dia akan datang untuk menemui Anda. Tuan, saya rasa ini sudah waktunya anda memberitahu Nona Muda tentang nona Melisa. Jangan sampai Nona Muda membenci Anda karena menganggap anda telah membohonginya selama ini." ucap pria berkacamata itu.


Tetapi Tuan Xia tak memberikan jawaban apa-apa, dia terus diam dengan pandangan lurus ke depan. "Tetapi bagaimana jika Luna tidak bisa menerimanya setelah mengetahui kebenaran itu? Bagaimana dan dia malah membenciku?!"


Banyak kekhawatiran di hati Tuan Xia. Jujur saja dia takut Luna akan membencinya jika ia mengatakan yang sebenarnya, akan tetapi jika dia tak mengungkap rahasia besar itu, tidak menutup kemungkinan Melisa sendiri yang akan memberitahukan kebenaran itu pada Luna.


Tuan Xia menggeleng. "Tidak bisa!! Memang harus aku yang mengatakannya sendiri pada Luna, dia harus tahu kebenarannya. Luna sudah dewasa, jadi tidak ada gunanya lagi aku menyembunyikan rahasia besar ini darinya." Ucap Tuan Xia.


Tangannya terkepal kuat. Entah rahasia besar apa yang sebenarnya Tuan Xia rahasiakan dari Luna, sampai-sampai dia tidak ingin jika orang lain yang menyampaikan kebenaran itu padanya.

__ADS_1


.


.


Nathan menghentikan mobil mewahnya di halaman luas sebuah bangunan mewah yang memiliki tiga lantai. Pria itu kemudian turun dari mobilnya diikuti Luna, dia terperangah melihat seberapa besar rumah milik Nathan.


"Jadi ini rumahmu?" Luna menoleh dan menatap Nathan dengan pandangan tak percaya. Pria itu menganggukkan kepala."Lalu kenapa kau bersedia menjadi bodyguardku?!"


"Tentu saja karena uang, apa lagi?! Karena pada saat itu dia mengatakan akan memberikan bayaran yang sangat besar padaku jika aku bersedia untuk menjadi bodyguardmu." Jelas Nathan.


"Jadi karena uang?!"


"Hn,"


"Wajar sih, orang hidup dan bekerja juga demi mendapatkan uang. Dan tidak salah juga yang kau lakukan." Ucap Luna.


"Ya sudah, ayo masuk. Aku akan memperkenalkanmu pada orang-orangku."


Baru juga menginjakkan kakinya di teras depan. Tetapi Luna sudah dibuat kebingungan oleh sikap dua pria bersenjata yang berdiri di depan pintu. Mereka langsung membungkuk saat menyadari kedatangan Nathan.


Dan ketika mereka sampai di dalam. Beberapa orang memekik dan memanggilnya dengan sebutan 'Bos'. "Omo!! Bos, siapa wanita cantik yang datang bersamamu ini?! Apakah dia kekasihmu? Dia cantik sekali!!" ucap Chan dengan mata berbinar-binar.


"Dia istriku!! Dan mulai sekarang, kalian harus membantuku menjaganya ketika aku berhalangan!! Satu lagi, jangan coba-coba menyentuhnya!! Atau kalian akan menanggung akibatnya!!"


"Aiss!! Mana berani kami menyentuh sesuatu milikmu, lagipula nyawa kalo masih terlalu berharga untuk kau hilangkan begitu saja!!" ucap Arya menimpali.


"Tunggu dulu, sebenarnya kalian semua ini apa sih?!" Luna menatap keempatnya termasuk Nathan bergantian. Dia harus menemukan jawaban dari pertanyaannya itu detik ini juga!!


Chan, Arya dan Max saling bertukar pandang. Bingung dengan pertanyaan aneh Luna. Apa Mungkin dia masih belum tau? Dan dengan kompak mereka menjawab. "Siapa kami?! Kami ini seorang Mafia, dan Bos Nathan, dia adalah ketua kami!!"


"What?! Ketua kalian!! Jadi sebenarnya dia itu adalah seorang Mafia?!!"


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2